Tuesday, January 12, 2016

[Sinopsis] Cheese In The Trap Episode 3 Part 2


Keesokan harinya Seol, buru-buru ke kelas, ia hendak naik lift tapi tahu kalau Jung ada didalam ia tak jadi masuk. 

Jung mendapat telfon dari ayahnya.


In Ho kembali ditolak saat melamar sebagai pelayan. Kemudian ayah Jung menghubunginya, mengajaknya makan bersama dengan In Ha juga Jung. In Ho tidak bisa menolaknya.


In Ho datang kerumah Jung, In Ha protes dengan pakaian adiknya, In Ho akan pergi saja kalau begitu tapi In Ha menahannya. Kemudian Jung datang dengan mobilnya. In Ha mencoba mendekatkan keduanya kembali dengan menggandeng keduanya tapi baik Jung mauun In Ho melepaskan tangan In Ha. Dan mereka masuk ke dalam sendiri-sendiri.


Ayah senang karena bisa makan bersama seperti dulu. In Ha juga senang bisa melihat Jung yang tak pernah menghubunginya selama ini karena sibuk.

Ayah menanyakan apa yang dilakukan In Ho selama ini. In Ho menjawab kalau ia melakukan ini dan itu. Ayah mengatakan kalau In Ho butuh apa-apa tinggal bilang padanya. Ayah menyuruh Jung untuk menjaga In Ho juga. Jung mengerti.

“Ahjussi, aku senang tinggal dengan anda dan Jung juga seperti ini selamanya.” Rayu In Ha.

In Ho menyuruhnya diam. In Ha mengusulkan untuk pergi berlibur saat Jung mulai liburan. Jung menatap In Ho tajam.


Ayah mengajak In Ho bicara berdua. Ayah masih merasa bersalah pada In Ho atas masa lalu. Ayah menyuruh In Ho untuk melupakan semuanya dan memulai bermain piano kembali. In Ho mengatakan kalau ia tidak tertarik untuk bermain piano lagi dan meminta Ayah Jung agar tak mencemaskannya. Ayah sulit melakukannya.

In Ho mengatakan kalau ia masih muda dan ada banyak hal yang bisa ia lakukan selain bermain piano. Dan In Ho berterimakasih pada Ayah Jung yang telah menyokong kehidupan mereka selama ini dan sekarang In Ho tidak membutuhkannya lagi.

Ayah sepertinya keberatan tapi In Ho meyakinkannya kalau ia bisa hidup tanpa bantuannya lagi. In Ho mengatakan kalau ia senang bisa bertemu kembali dengan Ayah Jung dan ia pamit pergi. Ayah mengerti.

In Ho turun dan ia melihat piaono disana, ia menatap piano itu baru kemudian keluar rumah.


In Ha memaksa Jung untuk mengantarnya pulang, In Ho melihatnya dari kejauhan. Ia juga mengajak Jung untuk hang out bertiga seperti dulu. Jung melepaskan lengan In Ha. In Ha bertanya kenapa Jung bersikap seperti itu padanya.


“Apakah kau beneran gak tahu? Berapa lama lagi kau akan hidup seperti ini? kelihatannya kau berencana untuk mengandalkan rumahku selamanya. Apa kau pikir itu mungkin? Gunakan otakmu untuk berpikir, sekali saja. ”

“Aku tidak mau. Melakukan ini adalah satu-satunya hal yang aku tahu. Apa kau pikir aku akan dengan mudah berhenti? Jika kau tak suka, kau seharusnya melakukannya dengan lebih baik. Jika kau memperlakukanku dengan baik, maka sema orang akan bahagia. Pikirkan ini baik-baik”

Kemudian In Ha pergi dengan taxi. In Ho mencoba mengejarnya tapi sia-sia.


In Ho kemudian bicara dengan Jung. Jung berpikir kalau ia tak akan pernah bertemu dengan In Ho lagi, tapi kenapa In Ho muncul. Berada disini juga bukan keinginan In Ho, Ayah Jung memintanya dan ia tidak bisa menolaknya.  In Ho tahu kalau Jung menyembunyikan ketidaksukaannya pada dirinya dan In Ha didepan Ayahnya. 

“Tapi apa yang akan kau lakukan, Ayahmu memiliki pikiran yang berbeda denganmu. Anak kebanggaannya menghancurkan hidup orang lain. Aku pikir, dia merasa bersalah.”

“Kau masih menyalahkan orang lain. Dan ini salah ayahku yang menyelamatkanmu dan kakakmu dari tempat mengerikan itu, ‘kan? Masalah tanganmu memang kesalahanku. Jika kau benar-benar ingin menyalahkan seseorang seharusnya kau menyalahkan dirimu sendiri yang menolak saat kami akan membayar rehabilitasimu? ”

In Ho memuncak emosinya mendengar Jung menyebut kata rehab lagi. Jung menyuruhnya untuk membawa kakaknya pergi jika memang In Ho tak menyukainya dan menghilang dari kehidupannya. In Ho tak bisa menahan amarahnya lagi, ia menendang sepion mobil Jung sampai patah.

“Ya! Brengsek kau! Seberapa hebat dirimu hingga bisa memandang rendah orang lain? Apa kau pikir semua di dunia ini akan berjalan sesuai keinginanmu? Apa ini membuatmu sangat marah bahwa anak-anak miskin hidup dari secuil hartamu? Pukul aku. Pukul aku, Brengsek! Jangan memanipulasi orang-orang seperti seorang pengecut, menusuk dari belakang. Pukul aku .”

Jung tetap tenang, ia menendang betis In Ho, ia mengatakan kalau itu impas untuk apa yang dilakukan In Ho pada mobilnya,  lalu Jung pergi dengan mobilnya.

In Ho masih kesal, namun ia hanya bisa menendang sepion mobil Jung yang ada ditanah.


Jung melakukan sesuatu dengan cutter dan kertas, ia melubangi kertas membentuk pola seperti kupu-kupu sambil mendengarkan music klasik.


Sementara itu, Seol menunggu kiriman tugas dari teman-teman se-temanya tapi tak ada satupun yang membaca pesannya. Seol memutuskan untuk tidur, biarlah hancur bersama-sama. Tapi kemudian ia bangkit dan mengerjakan semuanya sampai pagi, seorang diri. Seol akan tidur satu jam sebelum berangkat ke kampus tapi ia ingat soal presentasi, kemudian ia kembali menghadap laptop dan mengetik script untuk teman-temannya.


Di kelas, Min Soo beralasan kalau adiknya merusak komputernya, Da Young ketiduran setelah minum obat flu dan Sang Cheol sakit perut karena mabuk. Seol membagikan script dan menyuruh mereka menghafal. 


Prof kang datang dan menyuruh masing-masing kelompok untuk presentasi, kelompok 1 sampai 3 jauh dari kata sukses dan Seol yakin kalau ia bisa mendapat nilai lebih tinggi. Saat team Jung maju, Prof Kang memuji mereka baik kerja kelompok maupun masing-masing individunya. 


Saatnya team Seol yang maju. Presentasi pertama dibawakan oleh Min Soo dan Min Soo hanya membaca script pemberian Seol. Seol yakin kalau setidaknya ia bisa mendapat A. Prof kang bisa menyuruh Min Soo untuk meletakkan kertas scriptnya. Seol jadi ragu, mungkin ia bisa mendapat B.

Min Soo akan mengulangi presentasinya. Prof kang melarangnya, ia ragu apakah Min Soo ikut mengerjakan atau tidak. Kemudian Prof Kang mengajukan pertanyaan pada Seol dan Seol dengan mudah bisa menjawabnya, giliran Sang Cheol dan Da Young, mereka tak mengerti apa isi makalah dan ppt yang dipresentasikan di depan. kalau begini, Seol hanya bisa berharap kalau mereka bisa mendapat C.

Prof Kang memuji kalau makalah yang dikumpulkan ini bagus dan susunannya benar. Cuma,, siapapun yang melihat makalah itu bisa menebak kalau makalah itu dikerjakan oleh satu orang. 

“Aku memperingatkan kalaian dengan sangat jelas. Jangan sampai ketahuan. Jangan sampai ketahuan. Jadi team 5……………. Semua angota akan mendapat D” Kata Prof Kang.


Seol saaanget sedih dan kesal.. Prof Kang menyuruh mereka duduk. Prof Kang  menjelaskan lagi kalau tugas ini yang terpenting adalah kinerja kelompok. Dan kelas pun berakhir.

Anggota team Seol minta maaf tapi Seol tak menggubrisnya, ia merapikan barang-barangnya. Seol melihat kalau Da Young sudah menyelesaikan tugas individunya, Seol hanya bisa mendesah. Ia  lalu pergi dari kelas. Jung menatap Seol yang berjalan keluar.


Seol menghadap Prof kang berharap mau mengubah nilainya karena ia sudah berusaha keras. Prof Kang menjelaskan kalau itu masalah terbesarnya, karena Seol bekerja keras seorang diri. 

“Seol,, aku telah melihat hasil pekerjaanmu. Kau pikir kau lah yang paling pintar, ‘kan? Dan karena yang lain tidak bisa melakukan sebaik kamu maka kau menyerah dengan mereka dan mulai mengerjakan semuanya sendiri, benar kan? Aku yakin kalau itu lebih mudah. Well, mungkin karena ini kau mendapat peringkat bagus tapi hidup di masyarakat bukan sesuatu yang bisa kau lakukan seorang diri. Yang paling penting, kau ini jurusan manajemen bisnis. Apa itu managemen? Komunikasi. Komunikasi adalah segalanya. Kau mengertikan yang aku katakan?”

Prof Kang menyuruh Seol pergi dan ia tidak bisa mengubah nilai Seol. 

Seol keluar dari ruangan Prof kang dengan muka ditekuk, ini pertama kalinya dalam hidup dia mendapat nilai D. seol jalan dengan santai.


Eun Taek dan Bo Ra tiba-tiba datang mengagetkannya seperti biasa. Mereka menebak pasti Seol mendapat A+ dalam presentasinya kali ini. Seol hanya tersenyum. Eun Taek menebak pasti bukan, Bo Ra menyemangatinya, Seol hanya perlu melakukan yang terbaik saat ujian nanti.

Bo Ra mulai exited untuk membahas liburan mereka, ia menyarankan ke Busan. Seol mengatakan terserah. Bo Ra kemudian mengajukan tempat lain karena ia pikir Seol gak suka ke Busan. Seol malah membentak Bo Ra menyuruhnya diam. 


Seol mengatakan kalau ia mendapat D di kelasnya Prof Kang dan kemungkinan ia tidak bisa mendapat beasiswa semester depan. dan ini bukan waktunya untuk mambahas soal liburan.

“Kenapa kau tidak bilang dari tadi. Kenapa kau malah marah? Aku terus bertanya karena kau tak menjawab dengan pasti. Apa itu salah? Kau selalu seperti ini. Kau tidak pernah bilang sesuatu yang seharusnya diceritakan atau apapun yang kau pikirkan.”

“Aku tak bisa ikut liburan. Aku bahkan tidak punya uang kuliah. Puas?”

“Jika kau merasa berat, katakanlah. Kenapa membuatku menjadi orang jahat?”

“Itu personal. Apa aku perlu mengatakan tentang depresiku seperti itu? jika aku mengatakannya, solusinya juga tidak tiba-tiba muncul”

Bo Ra mengerti sekarang, kalau itu bukan Cuma isu. Seol memang tidak pernah mengatakan apapun yang ia rasa, Bo Ra kesal dan pergi duluan.


Eun Taek dari tadi hanya diam, ia bertanya apa Seol baik-baik saja. Seol menyuruhnya mengejar Bo Ra dan menghiburnya.


Seol berjalan dan memasang ear phone, ia mendengarkan music. Jung memanggil Seol, tapi Seol tak mendengarnya. Jung kemudian mengikuti Seol dan Seol tak menyadarinya.


Seol berjalan menuju rumahnya, tiba-tiba In Ho muncul dihadapannya, Jung melihat itu dan ia berhenti memandangi mereka, In Ho merebut Tas Seol dan membawakannya. In Ho memanggil Seol rambut anjing, ia menagih hutang traktiran Seol, masih ada dua lagi.

Seol tak mood untuk bercanda, ia meminta tasnya kembali, In Ho mengatakan akan membawakannya. In Ho bertanya, apa ada yang salah, Seol diam saja dan terus berjalan dengan lesu. In Ho yakin kalau ada yang gak beres. Seol akan bicara pada In Ho..

“Semua orang bilang kalau aku hidup dengan cara yang salah. Apa yang harus aku lakukan di waktu seperti ini?”

In Ho bertanya, kenapa Seol hanya melihatnya dan tak mengatakan apapun. Seol tak jadi bicara dan lanjut jalan. In Ho melihat kalau Seol siap mengubur dirinya hidup-hidup. In Ho mengeluarkan minuman dingin dari kantong plastiknya dan meletakkan minuman tersebut di dahi Seol.

“Aku tak tahu apa itu, tapi dinginkan itu dan lupakan itu. Itu akan menjadi sangat berat jika kau terus memikirkannya.”


In Ho kemudian memberikan minuman itu pada Seol dan mengatakan kalau minuman manis sangat baik jika seseorang sedang down. In Ho pergi duluan. Seol meminta tasnya, In Ho memberikannya, lalu berjalan cepat tapi kemudian ia memperlambat langkahnya. Seol tersenyum dan menyusul In Ho. Jung melihat kedekatan Seol dengan In Ho dan tak bergerak, ia masih ditempat yang sama.


Jung ada dirumah, ia menelfon ayahnya perihal In Ha dan In Ho, ia meminta ayahnya untuk menghentikan uang ke In Ha dan In Ho. Ayah mengatakan kalau In Ho tak mau menerima bantuannya. Jung mengusulkan untuk mempekerjakan In Ha di perusahaan, dan Jika In Ha sudah mendapat lisensi maka akan lebih baik. Ayah setuju-setuju saja tapi tak yakin kalau In Ha mau melakukannya. Jung yang akan mengurus masalah ini. 


Jung kemudian menhhubungi In Ha. In Ha sedang melakukan perawatan kuku. Jung menyuruh In Ha untuk mengambil kelas agar mendapatkan lisensi, In Ha menolaknya dengan suara sok imut, ia bahkan menggerakkan tangannya membuat petugas tak sengaja membuat kesalahan. In Ha marah-marah gak jelas pada petugas itu, In Ha sibuk marah-marah sampai gak mendengar perkataan Jung.

“Dengar baik-baik Baek In Ha, ini adalah kesempatan terakhir yang aku berikan untukmu.

Jung kemudian menutup telfonnya.


Jung menyandarkan kepalanya di sofa, ia meyakinkan dirinya kalau ia sudah melakukan hal yang benar dan banyak hal yang berjalan salah.


Seol memasukkan bajunya ke mesin cuci. Ia merenungkan kehidupannya yang harus bekerja paruh waktu di sana sini. 

Aku tak memiliki waktu untuk melihat kesamping. Aku harus menatap lurus kedepan sehingga aku tidak terjatuh. Dan aku pikir aku menjalani hidup paling keras dibanding orang lain disekitarku.”


Seol teringat kata-kata Prof Kang. Seol mulai menangis.

“Apa sebenarnya yang salah?” 


Seol ke kampus, 

Jika semua ini bukan kesalahan orang lain dan ini adalah kesalahanku..

Sang Cheol menyindirnya soal nilai D yang mereka dapat. Seol Tak menanggapinya, ia memilih diam.


Seol tak sengaja bertemu dengan Bo Ra. sepertinya Bo Ra masih kesal, ia hanya bicara sedikit pada Seol.

semuanya mendadak menjadi kusut. Aku tak bisa membayangkan bagaimana meletakkan semua ketempatnya lagi.”


Seol akan membeli minuman kaleng di mesin minuman tapi koinnya kurang, ia mencari-cari di tas. Tiba-tiba seseorang memasukkan koin ke lubang mesin, lalu berbalik pergi. 

satu-satunya hal yang bisa ku lakukan adalah satu hal yang harus aku lakukan sekarang


Seol berbalik menganggil Jung, jung juga berbalik.


Kemudian mereka bicara di dekat danau. Seol membungkuk minta maaf masalah Ah Young. Seol mengatakan kalau ia tidak mendekati Jung dengan alasan Ah Young. Seiring kedekatannya dengan Jung, Seol berpikir kalau Jung itu orang yang baik. Itulah sebabnya Seol mengenalkan Jung dengan Ah Young.

“Aku minta maaf kalau aku melukai perasaanmu” 

Jung juga minta maaf atas sikap kekanakannya. Jung merasa malu dan sedikit frustasi.. Seol bertanya dalam hati frustasi? Karena apa? 

Jung tersenyum dan meminta Seol untuk melupakan yang telah lalu. Seol mengerti, ia kemudian menawarkan diri untuk membelikan Jung makan malam, makanan yang sebenarnya, sesuatu yang mahal, 

“Seberapa mahal?” tanya Jung.

Seol membebaskan Jung mau makan apa.


Dan pilihan Jung adalah kimbab segitiga. Dan kali ini Jung memamerkan keahliannya kalau ia bisa membuka bungkus kimbab dengan sempurnya. Seol memberinya hadiah tepuk tangan. Jung mengatakan kalau ia banyak berlatih sampai bisa benar-benar membukanya. Jung kemudian memberikan kimbabnya pada Seol.


Malamnya, Jung mengantar Seol pulang. Seol mengatakan pada Jung kalau ia lega karena mereka baikan, Jung juga. Seol bertanya, tapi Jung kelihatan tidak nyaman. Jung menjawab kalau ia hanya pura-pura.

Seol ingat perkataan In Ho yang menyuruhnya untuk berhati-hati dengan Jung. Seol hati-hati bertanya soal In Ho pada Jung. Jung balik bertanya, bagaimana Seol bisa tahu In Ho? Seol mengatakan kalau ponselnya hilang dan In Ho menemukannya dan setelah itu mereka beberapa kali bertemu secara tak sengaja.

Jung menyuruh Seol untuk menghindar jika bertemu dengan In Ho lagi. dan Seol berhenti bertanya soal In Ho.

Jung mengubah topik pembicaraan,  ia mengatakan kalau daerah kosan Seol berbahaya untuk wanita yang jalan sendirian. Jung akan mengantar Seol setiap hari mulai hari ini. 

“Oh.. Tidak… Tidak perlu… aku baik-baik saja” tolak Seol .


Seol sudah sampai di depan kosannya, ia berterimakasih pada Jung yang telah mengantarnya. Jung hanya diam saja. Seol mengulangi lagi “terimakasih, sudah mengantarku pulang”


Jung masih diam saja. Seol kemudian berbalik menuju pintu kosannya. Jung menarik lengan Seol dan lampunya menyala..


“Seol,, mau kencan denganku?” tanya Jung.





4 komentar

Cuma mau tanya, recapernya baca webtoonnya juga ga? Mgkn bs jd referensi saat ngerekap dramanya.

Aku baca kok webtoonya. cuma baru sampe Season 2 Chapter 37, soalnya di line webtoon baru sampe itu. sebenarnya di odd squad udah sampe season 3 tapi gak bisa dibuka soalnya harus bayar kalau masuk di naver-nya.

dan sejauh ini drama sama webtoonya sejalan gak beda-beda banget.. ^^

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon