Tuesday, June 7, 2016

[Sinopsis] Lucky Romance Episode 4 Part 1


Sinopsis Sebelumnya : Episode [3 Part 1] & [3 Part 2]

Shim Bo Nui menandatangani kontrak yang diberikan Je Soo Ho. Hal itu tidak luput dari perhatian Seung Hyun yang kemudian memanggil Dae Kwon dan satu pegawai lagi. Mereka sedang taruhan dan karena Bo Nui menandatangani kontraknya maka Seung Hyun yang menang.

Bo Nui kemudian membawa kontraknya ke ruangan Soo Ho. Dia ingin mengkonfirmasi kontrak yang dibuat antara Zeze dengan Daebak Soft dimana dirinya merupakan bagian penting, jika dirinya tidak bekerja di Zeze maka otomatis kontrak tidak bisa berlanjut alias batal. 

Bo Nui tidak segera menyerahkan kontraknya pada Soo Ho, dia memastikan lagi bahwa dirinya memiliki wewenang untuk membatalkan kontrak kan?


"Jadi, apa maumu?" Tanya Soo Ho.

Bo Nui menjawab kalau ia akan bekerja di Zeze dan ia juga sudah menandatangani kontraknya, tapi Soo Ho harus mengabulkan permintaannya. Soo Ho tidak sabaran, dia menyuruh Bo Nui langsung saja mengatakan apa maunya.

"Kencanlah denganku." Jawab Bo Nui tegas.

Bo Nui melanjutkan, kencannya selama 3 minggu saja bersamaan dengan mengembangkan IF. Soo Ho tidak mengatakan apa-apa.

Ponsselnya berbunyi, itu telfon dari ibunya.


Sementara itu ibunya sedang ada di rumah bersama ayahnya. Ibu kesal karena Soo Ho tidak datang tanpa memberi kabar. Soo Ho tidak menjawab telfonnya dan mengabaikan SMS nya. Padahal Ibu sudah membuat banyak makanan hanya untuk Soo Ho, bahkan sudah menyiapkan kue pula.

Ayah menghentikan omelan ibu, sudah cukup. Ibu memerahi ayah yang datang ke kantor Soo Ho dan membuat keributan, karena itulah Soo Ho jadi marah. Ibu akan memakaikan topi ulangtahun untuk ayah tapi ayah memuangnya.

"Hentikan! Sudah bertahun-tahun sejak ia berhenti bertingkah seperti anak kita. Mari kita hidup seperti orang asing dari sekarang. Jangan mengunjunginya lagi." Ucap ayah.

Ibu mengandai-andai seandainya mereka memiliki menantu pasti dalam keasaan begini akan membantu. Ibu menganggap sikap dingin Soo Ho ini dikarenakan selalu jomblo sampai hari ini.

"Dia pingsan selama acara karena ia tidak memiliki pacar. Dia memiliki terlalu banyak energi dalam dirinya. Itu sebabnya dia pintar." Bisik Ibu.

Ayah membanting sendok makannya karena Ibu pergi ke dukun lagi padahal sidah dilarangnya berkali-kali. Ibu tidak punya pilihan lain karena tak ada siapapun untuknya, suaminya selalu memancing dan anaknya selalu bekerja.


Soo Ho tidak percaya mendengar syarat Bo Nui, Bo Nui menegaskan lagi kalau syaratnya adalah agar Soo Ho mau berkencan dengannya. Soo Ho bertanya, kalau begitu Bo Nui menyukainya?

"Tidak. Bukan begitu. Aku tidak memintamu untuk menjadi pacarku. Aku memintamu untuk melakukan hal-hal yang pasangan normal lakukan. Kita bisa menonton film dan minum teh bersama-sama. Kita bisa memasak ramyeon bersama-sama. Ini akan jadi seperti kencan kontrak. Iya. Kau dapat menganggapnya sebagai versi beta dari permainan. Kau hanya perlu meluangkan waktu. Bukankah itu benar-benar sederhana?" Jelas Bo Nui.

Soo Ho memberikan jawaban sederhana, tidak. Bo Nui mengancam, apa Soo Ho ingin menyerah pada IF. Soo Ho balik bertanya, apa Bo Nui tidak mau mengembangkan game itu?

"Kau mencoba untuk membuat kesepakatan menggunakan permainan yang kau kembangkan. Bukankah itu seperti mengurung anakmu sebagai sandera?"

Bo Nui tidak setuju dengan pendapat Soo Ho, dia hanya berusaha untuk mendapatkan keuntungan sedikit dari anaknya [IF]. Bo Nui menjelaskan lagi, dia hanya menginginkan Soo Ho selama tiga minggu. Jika Soo Ho melakukannya dengan baik, maka semuanya dapat berakhir dengan cepat. Dia akan menghilang dari kehidupan Soo Ho setelah itu.

"Kenapa kau melakukan ini padaku? Apa maksud sesungguhnya?" Kesal Soo Ho.

"Kehidupan seseorang... tergantung pada kencan ini. Jika kau menolak, Aku mungkin benar-benar akan mati."

Soo Ho menganggap Bo Nui bicara omong kosong, dia kemudian menyuruh Bo Nui untuk segera keluar dan meninggalkan kontraknya. Bo Nui mengerti, ia akan keluar sambil membawa kontraknya, dia berkata kalau dia akan merobek kontrak tersebut lalu berkemas.

"Tunggu." Cegah Soo Ho. Bo Nui berhenti dan menghadap SOo Ho. Soo Ho akan memikirkan syarat Bo Nui sampai besok.

Bo Nui mendesah,, "Baik. Tapi hanya ada satu jawaban untuk itu." Jawab Bo Nui lalu keluar ruangan Soo Ho.


Amy tanding renang dengan Gary. Gary ngos-ngosan setelah selesai, ia pikir Amy hanya ingin pemanasan. Amy mengatakan kalau ini adalah game.

"Jadi kau ingin mengalahkan atlet profesional?" Tanya Gary.

"Aku tidak bisa mengalahkanmu bermain tenis." Jawab Amy.


Setelahnya, Amy sudah berganti pakaian. Dia duduk menunggu dan tiba-tiba ponselnya berdering. Amy menjawabnya, itu adalah telfon mengenai pekerjaan.

gary lari-lari keluar, Amy mengehentikannya dan meminta si penelfon untuk menunggu, dia mau bicara dengan Gary dulu.

Amy menanyakan tujuan kepergian Gary. Gary menjawab kalau sesuatu datang. Amy menduga kalau Gary akan menemui Bo Nui tapi Gary mengelaknya. Amy menuntut penjelasan Gary karena dia sudah memberi kebebasan untuk Gary dan Gaery juga sudah berjanji kepadanya.

"Aku tidak ingin berbohong kepadamu, Amy. Jadi jangan bertanya padaku." Jawab Gary lalu menyuruh Amy untuk mengangkat telfonnya saja.


Gary menemui masuk ke sebuah kafe. Dia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang pria paruh baya. Di kafe tersebut sudah ada orang yang menunggu Gary.

Gary bergegas menemui orang itu karena mengabarinya kalau dia sudah menemukan ayahnya dan sedang bersama ayahnya tapi sekarang orang itu malah sendirian.

"Dia datang denganku. Dia mengatakan dia adalah ayah biologismu. Tapi ketika aku mengatakan kepadanya bahwa kau akan segera datang, dia langsung lari. Dia pergi ketika kau datang." Jawab orang itu, jadi tadi orang yang bertabrakan dengan Gary adalah orang yang mengaku sebagai ayah biologisnya.

Orang itu mengatakan kalau sulit sekali mencari ayah biologis Gary karena Gary tidak memiliki petunjuk apapun dan foto satu-satunya yang diberikan Gary juga sudah sangat lama. Gary tidak peduli berapa biayanya. Dia hanya memiliki waktu Dua bulan. Dalam dua bulan tersebut ia meminta orang itu untuk menemukan ayahnya.


Ryang Ha main game bersama Soo Ho. Dia tertawa ngakak saat mendengar bahwa Bo Nui mengajukan syarat untuk berkencan dengan Soo Ho.

"Itu sangat manis. Kenapa aku tidak memikirkannya kalau itu termasuk dalam kontrakku? Dia jenius." Kata Ryang Ha.

Soo Ho menjawab kalau dirinya sedang tidak bercanda. Ryang Ha mengatakan kalau Bo Nui juga menanyakan tentang Soo Ho padanya, Bo Nui ingin membuat kesan yang baik.

"Apa dia jatuh cinta denganmu pada pandangan pertama? HAHAHAHA" Tanya Ryang Ha.

Soo Ho menjawab kalau itu bisa saja terjadi tapi Bo Nui bilang kalau mereka tidak akan benar-benar berkencan dan bahwa Kehidupan seseorang tergantung pada kencan ini. Soo Ho menanyakan pendapat Ryang Ha mengenai hal itu.

"Apa? Astaga..." Ryang Ha belum mengerti.

Soo Ho menjelaskan lagi bahwa Bo Nui akan menghilang jika dirinya mengencani Bo Nui selama tiga minggu.

"Mungkinkah itu salah satu hal yang ada di bucket list-nya?" Duga Ryang Ha.

Lalu dia melanjutkan dugaannya, bisa saja Bo Nui akan dioperasi dalam tiga minggu dan tingkat keberhasilannya terlalu rendah. Bo Nui mungkin akan mati. Itu sebabnya Bo Nui ingin melakukan segala sesuatu yang tidak bisa dilakukannya. Bo Nui berpikir, "Aku belum pernah dalam suatu hubungan." Itu!

"Tidak. Kulitnya halus, dan pipinya kemerahan. Dia memiliki kulit yang bagus. Matanya jelas, dan rambutnya mengkilap." Balas Soo Ho.

"Kau mengamatinya dengan baik."

"Itu... Bukan itu. Yang ingin aku katakan adalah bahwa dia tidak terlihat sakit sama sekali."

Ryang Ha tidak terima dengan alasan itu, jaman sekarang itu orang sakit memang tidak kelihatan sakit. Mungkin Bo Nui memiliki kanker atau penyakit langka.

"Pantas! Tidak heran dia tampak begitu khawatir. Aku merasa begitu buruk baginya. Dia masih sangat muda." Ujar Ryang Ha sambil jalan menuju kulkas.

Soo Ho tidak mengerti, kenapa pula harus dirinya. Ryang Ha tidak bisa menebak alasannya karena disitulah letak misterinya. Ryang Ha membuka pintu kulkas, dia tidak menemukan apapun disana. Hanya ada beberapa botol mineral kosong dan sebotol penuh susu.

Soo Ho tetap tidak mengerti, kenapa harus dirinya dari begitu banyak pria. Ryang ha asal jawab saja, mungkin Bo Nui menganggap Soo Ho adalah mangsa empuk.

Ryang Ha meminum susu nya sambil berjalan kembali ke tempat duduknya semula. Dia merasa aneh, kok susunya rasanya asam ya.. So Hoo mengatakan kalau susu itu peninggalan ibunya.

"Kapan ia terakhir kesini?" Tanya Ryang Ha.

"Saat musim panas." Soo Ho melirik Ryang Ha lalu melanjutkan,,"...Tahun lalu."


Ryang Ha langsung pingsan. Dan scene selanjutnya, Ryang Ha sudah terbaring di ranjang Rumah sakit. Ryang Ha masih lemah, dengan suara lemahnya, dia menuduh Soo Ho yang mau mencuru sahamnya dengan cara meracuninya. Ia bahkan bersumpah kalau dia tidak akan mati dengan mudah.

"Kau harusnya jangan minum apapun yang kau temukan di rumahku." Jawab Soo Ho.

"Aku berusia 33 tahun. Aku terlalu muda untuk mati. Aku tidak boleh mati sampai aku berkencan dengan supermodel." Do'a Ryang Ha.

Soo Ho menyuruhnya diam karena ibunya akan segera datang. Ryang Ha jadi teringat Bo Nui, dia menyuruh Soo Ho untuk mengabulkan permintaan Bo Nui karena Bo Nui akan menjadi arwah yang menyedihkan jika dia meninggal tanpa berkencan dengan siapa pun. Terlebih Bo Nui lah yang mengembangkan IF.


Bo Nui juga ada di rumah sakit, dia membagi-bagikan makanan untuk perawat di lantai Bo Ra rawat inap. Salah satu perawat mengingatkan Bo Nui yang seharusnya menyimpan uangnya saja untuk membayar tagihan rumah sakit Bo Ra, Tagihan tampaknya telah menumpuk. Bo Nui mengatakan dengan gembira kalau dia sudah menemukan pekerjaan. Semuanya turut senang mendengar kabar bahagia Bo Nui.


Soo Ho duduk di luar ruang UGD, dia merenungkan kata-kata Bo Nui tadi pagi, dia menghubungkannya dengan alasan Bo Nui saat dia memaksanya untuk menelfon si bos. Saat itu Bo Nui mengatakan kalau dia harus benar-benar harus tidur dengan pria itu (Gary).

Bo Nui keluar rumah sakit, dia melewati UGD dan tepat saat itu ada ambulans datang. sayangnya Soo Ho berjalan menjauh.

Bo Nui membantu ibu pasien yang sangat gugup sampai kedua sandalnya lepas. Bo Nui dan seorang satpam membantu mengambilkan sandal ibu tersebut. Bo Nui juga memberikan semangat untuk ibu tersebut.

"Dia akan baik-baik saja. Semuanya akan baik-baik saja. Ini akan baik-baik saja."

Tapi tak yakin apakah ibu tersebut mendengarnya atau tidak karena beliau sudah keburu masuk menyusul anaknya yang mendapat perawatan.


Bo Nui pulang ke rumahnya, di depan sudah ada Gary yang menunggunya, lama pula. Bo Nui tersenyum dan karena ini sudah larut, dia menyuruh Gary untuk segera masuk. Gary menahan tangan Bo Nui.

"Bisakah kau bicara denganku? Aku punya hari yang sulit hari ini." Pinta Gary.

Bo Nui pun mengajak Gary ke rumahnya. Bo Nui memberikan foto ayah gary yang diambil saat perpisahan SMP nya. padahal Bo Nui sudah lupa (dengan ayah Gary) tapi ayah Gary datang ke perpisahannya waktu itu.

"Dia tinggal di sini sampai saat itu?" Tanya gary.

Tidak, jawab Bo Nui. Waktu itu wisudanya tepat setelah pemakaman orang tuanya. Dia tidak berpikir untuk hadir, tapi ayah Gary datang pagi itu, mengatakan kalau telah mendengar mengenai kecelakaan orang tuanya, lalu meminta maaf dan menangis lama.

"Beliau tahu kalau hari itu hari wisudaku... dan dia bilang kita harus pergi. Beliau bilang aku harus mengambil foto kelulusan." Lanjut Bo Nui.

"Aku tidak pernah mengambil foto wisuda dengan dia. Baik foto hari pertamaku sekolah... atau foto kelulusanku. Aku sangat membencinya karena itu. Aku tidak mengerti kenapa dia meninggalkan kami. Aku bertanya-tanya apa aku tidak berarti apa-apa baginya."

Gary takut, bagaimana jika seandainya ia terlambat. Bagaimana jika ia datang terlambat?

Bo Nui bangkit lalu kembali dengan membawa boneka burung hantu. Katanya itu bisa melindungi dari nasib buryk karena Burung hantu aktif di malam hari dan akan menjaga mata tetap terbuka lebar pada malam hari untuk mencari ayah Gary. lalu Bo Nui memberikan boneka itu pada Gary.

"Terima kasih." Ucap Gary.

"Orang-orang... pikir itu omong kosong dan itu takhayul. Tapi aku tidak setuju dengan mereka. Beberapa orang tidak bisa melakukan apa-apa... kecuali berharap untuk yang terbaik. Jika kau sungguh-sungguh berharap sesuatu, itu akan menjadi kenyataan. Kau dapat menemukan ayahmu."

"Iya."

Gary kemudian bertanya, apa itu juga sebab Bo Nui hanya mencari laki-laki yang lahir pada tahun macan? Apa itu untuk keberuntungan? Bo Nui bahkan merayunya karena mengira kalau dirinya lahir di tahun macan.

"Oh, itu. Itu keberuntungan untuk Bo Ra. Aku bisa melakukan apa saja... untuk Bo Ra." Jujur Bo Nui.

Gary bertanya lagi, jadi berapa usia pria yang lahir di tahun macan itu. Bo Nui menjawab kalau mereka lahir pada tahun 1986, berarti usianya 31 tahun. Lalu Bo Nui menanyakan, apa Gary mengenal pria yang lahir pada tahun itu.

"Yah... Aku tahu beberapa." Jawab Gary.

Bo Nui kelihatan berbunga namun berbalik kesal setelah mendengar lanjutan jawaban Gary. Gary memang mengenal banyak tapi semuanya ada di kanada.

"Jangan mengikuti siapa pun. Semua pria memiliki pikiran kotor kecuali aku." Nasehat Gary.

"Kau begitu polos... sampai pacarmu yang menghias kamarmu, kan?" Sindir Bo Nui.

Gary tidak mengerti, pacar apaan. Kemudian dia teringat dengan Amy. Gary menjelaskan kalau dia dan Amy hanya memiliki hubungan kerja. Lagi pula dia tidak suka wanita yang lebih tua. Gadis-gadis muda pada antri untuk berkencan dengannya. Kenapa juga harus berkencan dengan seorang wanita tua dengan keriput?

"Kau menyakiti perasaan wanita lebih tua."

"Oh, maafkan aku."

Bo Nui kesal, dia merebut kembali bonekanya dari Gary. Gary tidak mau memberikannya begitu saja jadinya mereka saling tarik.


Pagi hari di kantor Zeze. Soo Ho menekan tombol lift. Dia langsung membeku saat melihat ada Bo Nui di dalam. Bo Nui bertanya, apa Soo Ho sudah memikirkannya. Soo Ho akan menjawabnya tapi terganggu oleh Dae Kwon dan Ji Hoon yang menyerobot masuk ke dalam lift.

Bo Nui tidak tenang melihat ke pintu ruangan Soo Ho. untuk mengatasi kegugupannya dia minum air mineral. Soo Ho keluar ruangannya, Bo Nui terkejut, dia memuncratkan air dari mulutnya lalu batuk batuk. Soo Ho berhenti dan menatap Bo Nui.


Saat istirahat makan siang. Soo Ho tidak sengaja mendengar Bo Nui yang sedang berbicara di telfon mengenai peningkatan jumlah suntikan. Bo Nui setuju setelah mendengar efek sampingnya dan bahwa tindakan itu memang diperlukan.


Bo Nui semakin cemas. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore lebih tapi dia belum juga mendapat jawaban Soo Ho. SMS pemberitahuan dari rumah sakit masuk, kalau sampai jam 6 dia tidak membayar tagihan rumah sakit Bo Ra, maka Bo Ra akan dikeluarkan dari rumah sakit.

Bo Nui menghela nafas, dia beranjak dari tempat duduknya dengan membawa berkas kontrak. Tepat saat itu, Soo Ho memanggilnya untuk masuk keruangannya.

Soo Ho setuju untuk menerima syarat Bo Nui, dia menyebutnya kontrak untuk meluangkan waktunya untuk Bo Nui. Soo Ho menjelaskan kalau dia hanya meiliki waktu luang 3 jam sehari setiap akhir pekan karena harus bekerja 5 hari penuh dan setelah dikurang kegiatan lain-lain. Bo Nui tidak setuju, itu terlalu pendek sedangkan mereka perlu untuk mendapatkan mood dan ...

"Mood apanya?" Potong Soo Ho.

Bo Nui bersikeras, mana ada pasangan yang hanya bertemu selama 3 jam di akhir pekan, pasti Soo Ho menawarkan itu hanya untuk mengakhirinya, kan?

Soo Ho menaikkannya menjadi 4 jamjadi totalnya 24 jam selama tiga minggu. Bo Nui mau 6 jam. Soo Ho memperpendek jadi 5 jam, dia menyerahkan jam tidurnya, Jadi 10 jam seminggu, totalnya 30 jam. Bo Nui akhirnya setuju.

"Kau harus menepati janjimu. Enam kali kencan dan itu berakhir." Perintah Soo Ho.

"Tentu saja, jangan khawatir."

Lalu Bo Nui membungkuk mengucapkan terimakasih dan berjanji tidak akan pernah melupakan kebaikan Soo Ho sampai dia meninggal. Soo Ho sih cuek aja.


Amy memberikan berkas-berkas penjelasan Game Virtual Reality IF kepada Gary. Amy meminta pendapat Gary yang suka dengan game dan bergabung dengan pemngembangan IF juga baik untuk perusahaan. Gary menanyakan, bagaimana jika dia tampil di TV. Amy heran bukannya Gary sudah menolak semua script dokumenter dan hanya mau menerima wawancara dengan durasi 5 menit.

"Apa acara populer di kalangan pertengahan usia laki-laki? Aku pikir acara itu akan menyenangkan." Ujar Gary.

Amy menyarankan untuk menargetkan penonton dikalangan pemuda saja kerana kebanyakan penggemar Gary adalah muda-mudi. Gary berpikir kalau mereka bisa menggunakan kesempatan itu untuk memperluas bisnis mereka. Amy hanya tersenyum.


Selanjutnya, Gary mengantar Amy menuju mobilnya di luar. Amy mohon agar Gary mau memikirkan untuk gabung dengan game IF sekali lagi. Gary penasaran, kenapa gerangan dengan Amy karena biasanya Amy selalu melakukan apa yang dia inginkan, tidak pernah sekalipun memintanya untuk melakukan apa yang AMy inginkan.

"Hanya saja aku merasa kasihan menyia-nyiakan kesempatan. Jangan langsung menolaknya. Pertimbangkan sekali lagi." Alasan Amy.

"Aku akan melakukannya." Jawab Gary.


Amy mulai mengecek pundak Gary dan Bo Nui tak sengaja melihatnya.

"Astaga, kenapa ia mengingkarinya?" Gumam Bo Nui.


Sekarang Bo Nui ada di rumahnya, dia membaca banyak buku 'Teknik Kencan'

"Pertama, makan bersama. Melakukan makan bersama memungkinkan untuk mendorong persahabatan."


Saat makan siang bersama rekan-rekan kantor. Bo Nui bertanya pada semuanya, kenapa Soo Ho tidak ikut makan dengan mereka.

"Benar. Aku belum pernah melihat dia makan dengan kita." Imbuh Ji Hoon.

Dae Kwon menjawab kalau Soo Ho itu setengah manusia. Bo Nui jelas tak mengerti lah. Seung Hyun menjelaskan kalau Soo Ho tidak makan banyak dan tidak minum juga. Dia juga tidak tidur banyak. dan semua tidak pernah melihat Soo Ho tertawa.


"itulah cara... dia mendedikasikan karyanya. Dia jenius dan pekerja keras. Betapa menakjubkannya itu? Aku bangga bekerja dengan orang seperti dia." Hanya Dal Nim seorang yang menganggap itu hal positif dari seorang Soo Ho.


Amy melihat sepeda Soo Ho terparkir di depan gedung, kemudian dia masuk ke dalam gedung Zeze. Dia berpapasan dengan Soo Ho. Soo Ho yang tidak tahu pekerjaan Amy meminta Dal Nim untuk memanggil  keamanan untuk membawa orang luar dihadapannya itu.

"Halo. Aku dari agensi Gary Choi. Aku Han Seol Hui, direktur regional Olahraga IM Korea Branch." Perkenalan Amy.


Maka mereka pun melakukan pembicaraan di ruang rapat. Amy menjelaskan kalau atlitnya membenci terekspos di media dan selama ini hanya melakukan iklan untuk perusahaan multinasional. Pertanyaannya adalah, apa manfaat game ini bagi atlitnya.

"Ini adalah permainan yang belum pernah kau lihat sebelumnya. Kami akan meniru keterampilan tenis sampai rutinitas sehari-hari, dan Gary Choi akan menjadi model dari sebuah kehidupan yang ideal." Jelas Soo Ho tanpa menatap Amy.

Amy mulai tertarik. Dae Kwon menjelaskan kalau julukan Soo So adalah Super Genius, seorang programmer jenius di perusahaan yang semua orang tahu.


"Setelah kau jenius, aku kira kau menjadi yang terbaik dalam bidang apapun." Ujar Amy dengan bahasa informal. Dal Nim dan Dae Kwon bingung.

Soo Ho masih belum mau menatap Amy, dia bertanya, kapan Amy akan membuat keputusan karena mereka perlu keputusan Amy untuk mengatur jadwal. Amy mengatakan kalau sebenarnya Gary menolak. Barulah Soo Ho menatap AMy.

"Lalu kenapa kau datang ke pertemuan itu?" Soo Ho sedikit meninggikan suaranya.


Amy menjawab kalau ada seseorang yang ia ingin lihat, tapi orang itu tidak akan memberinya kesempatan. Soo Ho minta dipertemukan dengan atlitnya sendiri.

"Tidak, kau hanya akan menghubungiku, dan kau akan berdiskusi hanya denganku." Jelas Amy.

"Bagaimana jika kau menusukku dari belakang? Siapa yang akan mengambil tanggung jawab?"

"Aku bisa membujuknya. Untungnya, dia mempercayaiku sepenuh hati."

"Aku melihat kalau kau masih mengeksploitasi orang-orang muda dan berbakat. Iya. Itu spesialisasimu, jadi aku yakin kau akan melakukannya dengan baik. Aku akan memberikan syarat dan ketentuan kontrak sesegera mungkin. Aku akan membuatnya dengan tepat dan jelas sehingga tidak ada yang bisa mengkhianati yang lain."

"Aku pikir kau keliru. Ini adalah kontrak antara Sport IM dan Zeze Factory. Ini bukan janji pribadi antara Je Soo Ho dan Han Seol Hui."

"Aku menyadari itu. Aku berbeda dari orang yang bergantung pada dirinya sendiri."


Menyadari suasana yang semakin tegang. Dae Kwon mengajak Dal Nim untuk keluar dari ruangan itu. Di luar Dal Nim protes, kanapa Dae Kwon itu.

"Ini adalah skandal. Tn. Je memiliki seorang gadis? Seorang gadis yang sangat cantik dan berbakat! Astaga, aku bertanya-tanya apa yang terjadi di antara mereka." Kata Dae Kwon, dia mau minta pendapat Dal Nim tapi setelah melihat kebelakang yang dicarinya itu tidak ada.


1 komentar so far

Ayo Semangat.....ditunggu lanjutannya. ^_^

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon