Wednesday, April 27, 2016

[Recap] Descendants Of The Sun Spesial Episode 3 Part 1


Dimulai dengan Adegan terbaik dari setiap episode.

Episode 1: Saat Shi Jin akan naik helikopter (18,2 %)

Episode 2: Saat Shi Jin jalan ke Mo Yeon setelah turun dari Pesawat militer di bandara Urk (20,8%)

Episode 3: Saat Shi Jin melindungi Tim medis yang akan melakukan operasi pada Presiden Arab (30,5 %)

Episode 4: Wine Kiss (25,9%)

Episode 5: Saat Mo Yeon menyanyi lagu kebangsaan di Walkie-talkie (34,0%)

Episode 6: Saat Chi Hoon menangis karena tak bisa menyelamatkan pasien gempa (34,3%)

Episode 7: Saat Mo Yeon menjahit luka Di punggung Shi Jin (34,7%)

Episode 8: Saat Mo Yeon berlari karena rekamannya tak sengaja terputar (34,6%)


Episode 9: Saat Shi Jin beradu senjata ketika akan menyelamatkan Fatima (38,6%)

Episode 10: Saat Dae Young memeluk Myeong Ju ketika tahu kalau Myeong Ju terinveksi virus M3 (39,0%)

Episode 11: Saat Shi Jin meninggalkan seragamnya untuk menyelamatkan Mo Yeon (40,9%)

Episode 12: Saat akan kembali ke Korea (39,7%)

Episode 13: Saat Shi Jin tertembak (39,9%)

Episode 14: Saat Shi Jin dan Mo Yeon menonton film bersama di Rumah Sakit (40,4%)

Episode 15: Saat Mo Yeon memeluk Shi Jin setelah dikabarkan meninggal (34,8%)

Episode 16: Kiss di atas kapal karam (46.6%)


[Rerata rating di atas 38.8%. Ditonton online oleh lebih dari 2 juta penonton di Cina. Banyak parodi bermunculan.]


[saat syuting selama 258 hari. Mo Yeon selalu tertawa. Yoo Si Jin tampak manis dan keren, tapi tidak selalu. Ia tertangkap kamera saat terpeleset atau tersandung]


Interview dengan Song Jong Ki. Ia mengatakan kalau ini bakal menyenangkan.

Narator: Kapten Yoo Si Jin rela patah tulang demi kehormatan negaranya. Song Joong Ki yang memerankan Yoo Si Jin, harus berusaha keras saat adegan laga yang spektakuler.

Song Jong Ki: Aku berusaha keras mempersiapkan drama dengan sutradara laga. Aku sudah tahu bahwa aku harus berusaha keras.

Song Jong Ki benar-benar bekerja keras untuk mempersiapkan adegan laga, ia banyak berlatih sebelum syuting, ia juga berlatih dengan lawan mainnya. (Saat adegan operasi gabungan PBB untuk menyelamatkan sandera)


Sutradara: Yoo Si Jin itu gesit dan berkarisma. Tidak perlu bertubuh besar dan kuat agar jadi petarung hebat. Dia cekatan dan cukup pandai memanfaatkan bakat istimewanya. Aku beritahu dia bahwa aku ingin adegan laganya ringan dan menyenangkan. Dan kucoba wujudkan adegan laga tersebut.


Song Jong Ki: Nama perannya Jordan, seorang prajurit Amerika. Aku jadi dekat dengannya karena banyak beradegan laga dengannya. Nama aslinya Matthew. Matthew yang terbaik.


Narator: Awalnya, adegan laga direkam siang dan malam.

Saat Adegan Episode pertama, dimana Yoo Shi Jin dan Dae Young ditugaskan untuk melakukan negosiasi dengan Letnant Senior Ahn. Dae Young terluka di betisnya.

Seseorang: Kamu usaha terlalu keras.

Dae Young: Bukan, cuma salah langkah lalu jatuh.

Shi Jin: Siap-siap syuting.

Dae Young: Kamu bakal lebih terluka dibanding aku.

Shi Jin mengeluh: Bagaimana, dong?

Dan mereka lanjut syuting lagi.


Sersan Im: Aku harus selesaikan tugasku sebagai sniper (penembak jitu), tapi tak bisa karena matahari sudah terbit. Udaranya dingin.



Persiapan untuk adegan meluncur di kawat dengan hanya mengandalkan tangan, tapi sebenarnya di tubuh Shi Jin sudah dipasangi pengaman kok, jadi itu aman sekali. Shi Jin pikir kalau itu bakal menakutkan, tapi ternyata menyenangkan.


Narator: Bukan sekedar adegan laga sederhana. Setiap langkahnya bertujuan dan melibatkan emosi.

Sutradara: Bahkan 1 adegan laga, dia ingin mengekspresikan karakternya dengan langkah dan gerakannya. Aku sebenarnya bisa lihat bahwa dia sudah coba. Aku yakin itu sebabnya karakter Yoo Si Jin bukan cuma fantastis, tapi juga sangat nyata. Joong Ki memerankannya dengan baik.


Selanjutnya adalah adegan saat menyelamatkan Gi Beom dari serangan preman.

Narator: Ada juga latihan adegan laga.

Song Jong Ki sangat berkeringat saat melakukan adegan laga.


Narator: Ini alasannya dia bisa berakting senatural mungkin sebagai tentara.

Song Jong Ki sangat fasih menyanyikan lagu militer. Jin Goo dan yang lain memujinya. Song Jong Ki minta maaf, Sudah 3 bulan sejak ia selesai wamil.

Setelah melakukan adegan hukuman lari bersama Jin Goo, Song Jong Ki mengatakan kalau ia tidak lelah, tapi beberapa saat kemudian ia tiduran beralaskan tas punggungnya, ia mengatakan kalau ini tidak mudah. Staff mengatakan kalau Song Jong Ki bisa melepas tasnya sekarang.


Saat adegan Gi Beom (Diperankan Kim Min Suk) akan menggali, Kim Min Suk kan gak pakai baju, Song Jong Ki bertanya, gimana perasaan Kim Min Suk?

"Ini memalukan." jawabnya membuat Song Jong Ki tertawa. 


Setelah adegan lari pagi, ternyata adegan itu dilakukan siang hari saat matahari terik bukan pagi hari. Jin Goo jongkok karena kelelahan.


Kemudian saat mereka akan syuting adegan di pesawat militar. Sersan Choi kalau gak salah yang memulai bercanda, ia menirukan dialog shi Jin saat adegan operasi Presiden Arab. Yang bikin lucu itu, Sersan Choi mengucapkannya dengan dialek Korea Utara dan hal itu membuat semuanya tertawa terpingkal.


Sersan Choi: Aku takkan merindukan Descendants of the Sun.


Jin Goo: Descendants of the Sun dengan Sersan Mayor Seo. Ini episode ketiga. Hari ini... Di sini... ada Yoo Shi Jin.

Lalau Jin Goo minta Song Jong Ki untuk menjelaskan karakter Shi Jin.

Song Jong Ki: Aku memerankan Kapten Yoo Si Jin... yang menyayangi Sersan Mayor Seo.

Song Jong Ki bingung, masa nyebutnya cinta. Jin Goo menyebutkan istilah yang pas "Bromance".


Saat mereka mengenakan pakaian sama, Para Staff ketawa. Song Jong Ki tanya, memangnya kenapa padahal baginya bagus kok.

Saat adegan mandi bareng, Jin Goo push up dulu sebelumnya, barulah syuting dimulai. Jin Goo mengatakan dialognya,,"Banyak wanita cantik di Urk. Wanita yang mirip Kim Tae Hee kerja di lapangan.Dan wanita yang mirip anggota SISTAR memetik anggur."

Song Jong Ki gak setuju karena ia lebih suka AOA dibanding SISTAR lalu mereka suit Batu-kertas-gunting dan yang menang adalah Jin Goo, Akhirnya SISTAR lah yang disebut Dae Young.


Tapi yang muncul malah Red Velvet. Tapi gak papa lah, Jin Goo tetap menunjukkan totalitasnya dalam berakting dan ia bahkan menyalami satu per satu member Red velvet setelah syuting.


Selanjutnya saat adegan minum kopi di kafe. Waktu itu Myeong Ju menelfon Shi jin. Semua Staff dan Song Jong Ki dibilin terpingkal-pingkal dengan ekspresi Jin Goo saat memegang cangkir latte.


Selanjutnya, memberi kejutan di ulang tahun Jin Goo. Song Jong Ki yang membawa kue nya. Dan ia bercanda,,"Kenapa tidak hormat pada atasanmu?"

Jin Goo Pun hormat dulu baru meniup lilin. 


Song Jong Ki: Dia punya karisma khusus. Hyung sangat kocak. Tapi jadi sangat serius begitu syuting dimulai. Sepertinya aku harus belajar darinya. Dan dia sangat ahli dalam melangkah.

Kemudian ditampilkan adegan saat Dae Young melapor pada Shi Jin bahwa ia akan kembali ke Korea atas perintah Komandan.

"Saya, Sersan Mayor Seo Dae Young, telah diperintahkan pindah ke Pasukan Khusus mulai 24 Mei, 2015. Laporan selesai."


Song Jong Ki: Yang pertama kuperhatikan saat membaca naskah... naskahnya menarik. Lalu yang kedua... terasa baru karena belum pernah kulihat naskah tentang tentara dalam drama sebelumnya. Kisah cinta antara tentara dan dokter? Menurutku sangat unik.

Cuplikan adegan saat Shi Jin membantu perawat mendorong ranjang pasien ke ruang Operasi lalu saat Shi Jin melindungi Mr. Jin dari reruntuhan bangunan.


Sutradara: Secara fisik, Song Joong Ki bukan cuma kuat. Mata dan ekspresi wajahnya saat berakting tampak sangat jantan dan feminin di saat yang bersamaan. Menurutku, dia sempurna memerankan prajurit humoris yang punya rasa keadilan yang kuat.


Song Jong Ki: Sulit memercayainya. Seperti kata Penulis Kim Eun Sook, dia pria khayalan terbaik. Bisakah kita temui pria sepertinya di dunia ini? Aku sendiri pria, tapi menurutku juga... dia pria yang sangat keren.

Song Hye Kyo: Aku sendiri tak bisa bayangkan orang lain memerankan... Kapten Yoo Si Jin selain Song Joong Ki. Dia sangat cocok memerankan karakter ini.


Narator: Dia juga tunjukkan patriotismenya.

Yoo Shi Jin: Aku yakin anak-anak, orang tua, dan wanita cantik harus dilindungi. Takkan kuubah keyakinanku meski kepalaku diacungi senjata. Begitulah caraku selamatkan... kehormatanku sebagai prajurit. Inilah patriotisme yang kuyakini.

Song Jong Ki: Kehormatan Yoo Si Jin, patriotismenya, dan rasa tanggungjawab atas pekerjaannya luar biasa. Penulis Kim Won Seok memberitahuku tentang masalah itu selama 30 menit. Kupikir cuma drama komedi romantis yang menarik. Aku cuma memikirkan bagaimana harus berakting menurut naskah. Tapi setelah ngobrol dengan Penulis Kim Won Seok, dramanya lebih serius menurutku. Aku sadar bahwa aku harus serius.

Saat adegan operasi Presiden, Song Jong Ki mengajari aktor yang memerankan pengawal presiden bagaimana cara memegang pistol yang benar.

Song Jong Ki: Line (dialog) dramanya ditulis sangat rapi. Aku terus memikirkan bagaimana membawakan line tersebut. Aku ingin mengungguli naskahnya. Aku tak bisa berhenti memikirkannya. Akhirnya aku jadi tegang sebelum syuting mulai. Aku berulang kali baca naskahnya di ruanganku. Lalu kusadari bahwa sebaiknya aku lebih relaks agar aktingku natural karena adegannya penting.

Kembali ke adegan operasi Presiden.

Narator: Dengan sedikit kata-kata biasa, Yoo Si Jin mengungkapkan ketulusan terdalamnya. 


Sutradara: Saat itu, kami kesulitan karena anginnya terlalu kuat. Fotonya takkan terkena api. Secara emosional dia siap akting, tapi apinya tidak kena. Ternyata, semua sempurna hanya dengan sekali rekam. Tak mudah berakting dengan baik dalam situasi menyulitkan begitu. Tapi aktingnya bagus.  Aku sangat terkesan melihatnya menangis seperti bayi.

Narator: Itu adalah Adegan terbaik dalam situasi sulit tersebut.

Song Jong Ki: Saat kubaca naskahnya, aku sangat tersentuh dengan adegan itu. Menurutku, pria manapun akan merasakan yang sama. Argus pahlawanku, teladanku dan segalanya bagiku. Aku dikhianati oleh pria begitu. Dan harus membunuh pria yang jadi teladanku. Tapi tak ada pilihan lagi selain membunuhnya... karena aku lebih sayang Mo Yeon. Karena Mo Yeon sangat berharga.


Dae Young: Kau mau tembak kepalanya?

Shi Jin: Tembakan cinta namanya. Targetnya terlalu cantik.


Narator: Descendants of the Sun. Sama seperti judulnya, kehadirannya sendiri seterang matahari. Song Hye Kyo.

Song Jong Ki: Aku kerja dengan Song Hye Kyo Noona? Yang terpenting, jadi pasangan? Kadang aku tak percaya. Bahkan di balik kamera, kami saling melengkapi. Kami saling menhargai. Ketulusan kami membantu kami saling memahami.

Sutradara: Dia jujur, lincah... dan cerewet, tidak mirip seleb terkenal. Aku tidak memikirkan yang lain. Aku yakin dia bisa menikmati perannya.

Narator: Dia dokter dan mencintai Si Jin, Kang Mo Yeon. Bahkan bagi aktor selama 20 tahun, Kang Mo Yeon itu merupakan karakter baru.


Song Hye Kyo: Di kebanyakan drama, tidak banyak peran wanita di mana sesemangat atau sepede itu. Tapi Kang Mo Yeon begitu, bahkan dari episode 1. "Tentara pasti tak punya pacar karena kerja terlalu keras." reponnya langsung begitu. Dan aku penasaran banyakkah wanita yang bisa begitu.

Song Hye Kyo banyak belajar karea ini Pertama kalinya ia berakting sebagai dokter. Ia merasa tertekan, Karena banyak istilah medis.

Song Hye Kyo: Paling sering kupikirkan apakah... aku mampu membawakan line itu dengan lancar dan mampu mengatakannya dengan  benar.


Kembali ke adegan operasi Presiden Arab. NG pertama karena Si Presiden membuat suara aneh saat Mo Yeon menyentuh peruntanya. NG kedua karena Mo Yeon malah ketawa saat menyentuh perut si Presiden.


Cuplikan adegan saat Mo Yeon menangis sendiri di lorong Rumah Sakit sambil menghafalkan naskah karena ia tidak bisa jadi professor.

Lalu Saat ia dan Shi Jin pertama kali ke Pantai kapal karam. Saat itu Mo Yeon mengaku pada Shi Jin kalau ia tidak melakukan operasi lagi

Shi Jin: Berarti kau beda... dari Dr. Kang yang kukenal sebelumnya.

Mo Yeon: Tak semua dokter di dunia... adalah Albert Schweitzer.

Kemudian terjadilah bencana di Urk.


Narator: Janji Mo Yeon pada kehidupan meraih simpati penonton. Tapi... di Urk, tempat asing, dia mulai berubah. Dia berubah dari dokter di dunia penyiaran... menjadi dokter yang menyelamatkan pasien.

Song Hye Kyo: Melihat wajahnya (Manager Go) saja buatku menangis. Senyumnya lebar. Tapi aku ingat senyumnya sangat sedih.

Song Jong Ki: Saat itu aku ikut mengawasi. Aku tahu bakal lebih. Dan kulihat adegannya di TV, dia memang membawa emosinya.

Mo Yeon: Aku bersumpah setia... mencurahkan hidupku demi kemanusiaan. Apapun etnis, dan status sosial. Akan kupenuhi tugasku pada pasien.


Latihan adegan saat Mo Yeon akan mengambil ponselnya di ruang siaran. Song Hye Kyo sempat diskusi dengan sutradara.

Sutradara: Putus kabelnya. Coba agar sangat...

Song Hye Kyo: Lihat Si Jin?

Sutradara: Karena dia malu. Karena dia tak tahu Si Jin di sana.

Song Hye Kyo (Sambil ketawa): Jadi sebaiknya aku ke sana, ambil ponselnya tanpa lihat dia?

Song Hye Kyo mengerti dan bisa memerankannya dengan apik. 


Selanjutnya membahas menegenai adegan imut yang banyak dilakukan Mo Yeon.

Song Hye Kyo: Maaf. Maaf sudah bertingkah imut, tak sesuai usiaku. Izinkan aku gunakan kesempatan ini... Ada momen yang memalukan. Sudah kucoba tak bertingkah imut. Lebih sulit membawakan adegan itu daripada yang emosional. Menurutku ada bagian dari diriku yang mirip. Sepertinya itu sebabnya aku bisa berakting natural.


Adegan mabuk Mo Yeon. Semua staff dan Song Jong Ki tak berhenti ketawa melihat Song Hye Kyo seperti itu, dan karena Song Jong Ki nya gak mau diem jadinya adegannya harus diulang terus.

Song Hye Kyo pada semuanya: Sampai kapan aku harus begini? Kau bercanda?

Song Hye Kyo saat diwawancara: Awalnya, adegan itu tak ada. Tapi di awalnya saat kami sedang minum dan ngobrol. Aku pernah mabuk sekali. Aku biasanya jadi semangat seperti itu saat mabuk. Aku berakting sesuai pengalamanku.


Kemudian adegan saat Mo Yeon harus menandatangani surat perjanjian kematian Shi Jin yang diberikan oleh Letnan Park.

Song Hye Kyo: Tepat sebelum adegan dengan Komandan Batalion. Hatiku sakit bahkan saat syuting adegan itu. Jadi kembali memikirkan Mo Yeon, adegan itu yang paling terkenang.


Narator: Akting Song Hye Kyo membuat penonton ikut menangis. Sepanjang drama tayang, air matanya sangat berarti.

Sutradara: Itu Lebih terkenang dibanding 100 kata. Sepertinya ada rasa sakit mendadak tertentu. Bukan sekedar menitikkan air mata kesedihan. Tapi melihat matanya sangat berair, sangat misterius. 


Selanjutnya adegan kiss.

Song Jong Ki: "Tatap...Mo Yeon." "Perbaiki tatapanmu." Itu yang sutradara minta aku lakukan dari awal. Kupikir aneh di saat itu... karena aku tak paham maksud sutradara. Tapi saat syuting adegan ciuman wine, aku paham maksud sutradara. Aku paham kenapa dia minta aku begitu.

Saat latihan, Song Hye Kyo lupa membawa botol wine nya. Song Jong Ki menggodanya,,"Hye Kyo Noona. Itu Hye Kyo Noona yang sesungguhnya."


Masih membahas tatap menatap. Saat pertemuan pertama mereka di Rumah sakit. Mereka harus menatap dalam waktu yang lama. Song Hye Kyo merasa kalau itu seperti kontes lama-lamaan tidak berkedip dan Song Jong Ki pemenangnya. 


Sutradara: Tatapan Hye Kyo ke helikopter sangat misterius. Menurutku tatapannya sempurna.

Saat menatap para tentara lari pagi. Song Jong Ki menggoda Song Hye Kyo.

Song Jong Ki: Kau sepertinya sangat membencinya. Kamu sangat meresapinya.

Song Hye Kyo hanya ketawa. 


Lalu saat makan mie dengan teropong malam. Song Jong Ki tersedak dan menimbulkan NG, sehingga adegannya harus diulang.

Saat adegan makan bersama di restaurant Valentine. Shi Jin harusnya menatap lurus ke arah Mo Yeon saat Valentine membawakan piring makanan ke meja mereka tapi Song Jong Ki gak bisa nahan ketawanya, hingga berkali-kali harus diulang.


Lalu saat Shi Jin akan mengikatkan rambut Mo Yeon. Song Jong Ki kesulitan, Song Hye Kyo protes karena rambutnya di tarik-tarik, padahal ia sudah mengajari caranya.

Song Hye Kyo: Dia menarik rambutku. Sungguh tak apa kalau kulakukan sendiri. Sakit sekali.

Song Jong Ki tertawa terbahak-bahak karena tak bisa melakukannya dengan baik.


Jin Goo: Aku iri dengan pasangan itu. Kami cuma jatuh cinta saat adegan kilas balik, tapi yang terpenting, kami selalu sakit.

Ja Ae: Sersan Mayor Seo tahu di mana Letnan Yoon sembunyi. Dia ingin mengejarnya, tapi ditahannya. Untuk melindungi harga diri Letnan Yoon yang berusaha sembunyi. Karena Sersan Mayor Seo pria baik.

Dr Song: Mereka ribut dan Letnan Yoon harus mengakhiri hubungan mereka demi Sersan Mayor Seo. Itu sebabnya Letnan Yoon tak bisa ditemukan. Karena Letnan Yoon wanita baik.

Dan adegan menyakitkan yang lain.


Kim Ji Won: Kalau menonton adegan itu, penonton pasti merasa pasangan itu... sangat saling menyayangi dan dalam posisi yang disayangkan. Adegan yang harus tepat menunjukkan sentimen tersebut. Jadi, itulah adegan di mana kami berusaha keras saat syuting.


Saat adegan pertemuan pertama Myeong Ju-Dae Young.

Jin Goo: Aku diberitahu drama ini romansa. Romansa seperti apa?

Pertama, ia harus disiram air untuk melanjutkan syuting karena seharusnya ia basah kuyup. Saat adegan kilas balik, ia harus ditampat sama Kim Ji Woon, disiram air juga. 


Kim Ji Won: Banyak pesawat di langit jadi ribut sekali. Sepertinya sulit memfokuskan emosiku.

Jin Goo: Panas sekali saat itu, dan banyak sekali kesulitan selama syuting. Dan saat itu adegan emosional bagi Ji Won, aku khawatir dia agak merasa tertekan. Jadi kami sengaja latihan berkali-kali.

Jin Goo mengajari Kim Ji Won untuk adegan di bandara Urk saat dae Young akan kembali ke Korea. Sehingga terciptalah adegan yang menguras emosi penonton. 



Saat adegan Dae Young memeluk paksa Myeong Ju di ruang Operasi.

Jin Goo: Saat itu sudah sangat larut. Hampir fajar saat kami syuting. Semua capek. Sepertinya 4 aktor dalam adegan itu... saling menghargai dan adegannya sukses. Bukan cuma Myeong Ju dan Dae Yeong dalam adegan itu. Berkat Mo Yeon dan Si Jin... cinta antara Myeong Ju dan Dae Yeong tergambar sangat indah.


Saat Myeong Ju dan dae Young melakukan adegan romantis. Shi Jin mengkode Mo Yeo,,"Tidak apa-apa, kita sehat. Tidak terserang penyakit.


Selanjutnya adalah adegan double date. Pokoknya cemistry antara Dae Young-Myeong Ju juga gak kalah sama Shi Jin-Mo Yeon.



4 komentar

Gomawo jg utk recap BTSnya.. minggu lalu gak sempat nonton. Ditunggu part-2nya..

Tq mba diana ega, sy jd rajin baca, hehehe. Dtunggu sinop lainnya, drama seru lainnya.

Tq mba diana ega, sy jd rajin baca, hehehe. Dtunggu sinop lainnya, drama seru lainnya.

Chinggu ya,baru kali ini aku rasanya kok speechless mo komen apa karena buaaaanyak banget komen yang sudah keluar dari mulut ini sejak baca edisi spesial eps3 ini tadi.
Kayaknya susah banget buat move on ya..
Eps spesial nya cuma tiga? Kurang pastinya!
Gosangaesso chinggu, hwaiting!

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon