Sunday, April 10, 2016

[Sinopsis] Memory Episode 4 Part 2

Tags


Di lobby, Tae Suk berpapasan dengan reporter. Reporter tahu kalau Dr Jae Min adalah dokter spesiis Dr Kim dan satu-satunya orang yang mengetahui penyakit Dr Kim. Ia mengancamakan akan menerbitkan artikel..

"Dokter yang membuka informasi pasien pada temannya, dan temannya menggunakan informasi itu untuk mengancam Dr Kim. Lalu, Dr Kim memilih bunuh diri."

Tapi Reporter lebih penasaran alasan Tae Suk mengancam Dr Kim. "Kenapa" itu adalah kuncinya.

"Aku beritahu padamu. Kalau mengganggu temanku dengan tuduhan palsu, hidupmu akan menjadi drama tragis dalam ruang pengadilan." Peringatan Tae Suk.

"Dalam drama, biasanya keadilan yang menang." Balas reporter.

"Itu kalau pengacaranya punya sifat keadilan." Jawab Tae Suk.


Dalam perjalanan kembali ke kantor, Tae Suk menelfon Jae Min.

"Jangan berkata apapun dan bicara seadanya saja. Jangan terpancing omongannya. Kalau ada apa-apa, segera telpon aku." Kata Tae Suk.

Tak lupa, Tae Suk juga minta maaf karena dirinyalah Jae Min bisaterlibat masalah ini. 


Tae Suk memakai koyo nya di toilet, dia teringat peringatan Jae Suk bahwa setelah memakai koyo, nafsu makannya akan menurun tapi tak usah khawatir karena itu tak akan berlangSung lama.


Tae Suk sampai di kantor, Sun Hwa mengikutinya hingga ke ruangan. Tae Suk memberitahu Sun Hwa kalau ia berhenti merokok, jadi ia mungkin akan bersikap aneh. Ia juga akan berhenti minum, jadi ia bisa saja menghajar seorang Jaksa penuntut.

"Kalau aku kelewatan, kau harus menghentikan aku." Lanjut Tae Suk.

Sun Hwa mengerti. Tae Suk bercanda kalau Sun Hwa tak boleh membunuhnya.

"Tapi apakah, hasil tes kesehatan Anda tidak baik?" Tanya Sun Hwa.

"Tidak. Katanya usiaku bisa sampai 1000 tahun." Jawab Tae Suk.

Lalu Sun Hwa melaporkan tugasnya, mengenai Tae Suk yang memintanya untuk mencari kasus pembunuhan dan badut. Setelah ia mengecek, kasus itu tak pernah ditangani Firma hukum mereka.

Tae Suk mengerti.

Sun Hwa keluar, dan Jung Won maSuk karena mendengar kalau Tae Suk habis dari rumah sakit.


Jeong Jin berpapasan dengan Sun Hwa saat akan ke ruangan Tae Suk. Sun Hwa memperingatkan Jeong Jin untuk hati-hati dengan Tae Suk karena Tae Suk berhenti merokok.

"Dia mungkin akan menunjukkan gejala perlawanan. Dia memberiku peringatan." Lanjut Sun Hwa.

Jeong Jin tetap jalan, dari dulu Tae Suk memang sudah aneh.

"Dia sedang bicara dengan Pengacara Han." Ujar Sun Hwa.

Jeong Jin pun putar balik dengan bergelayutan pada tiang.


Jung Won mengetahui dari kenalannya di rumah sakit kalau Tae Suk ke Rumah Sakit. Jung Won bertanya, kenapa tae Suk kesana? sakit kah?

"Bertemu teman." Jawab Tae Suk.

Tae Suk kembali sibuk lagi menulis sesuatu, ia bertanya, kenalannya Jung Won itu bagian apa.

"Dermatologi."

Lalu Jung Won membahas mengenai kasus Yoon Seon Hee yang ia dengar telah selesai dengan baik. Tae Suk membenarkan dan Jung Won keluar dari ruangan Tae Suk.


Ponsel Tae Suk berdering, membuatnya kaget. Dari iatrinya, Young Joo. Young Joo memintanya untuk pulang awal karena ia memasak makanan keSukaan Tae Suk. Tae Suk akan mengusahakannya.

"Kalau kau pulang larut, telepon kerumah." Pita Young Joo.

Tae Suk mengerti.


Ibu Young Joo datang bersama Yeon Woo, mereka berpapasan di taman depan. Ibu Young Joo menyuruh Yeon Woo untuk mencuci tangan.


Ibu Young Joo membawa obat herbal untuk Tae Suk. Young Joo berkata kalau Ibunya tak usah repot-repot begini.

"Dia akan menjaga putriku lebih baik kalau sehat. Dia akan menghasilkan uang lebih juga." Alasan Ibu.

Young Joo menjawab kalau Tae Suk tak perlu herbal tersebut untuk sehat. Ibu mengira kalau mereka bertengkar. Young Joo mengelak, mereka tak punya waktu untuk bertengkar karena Tae Suk terlalu sibuk.

"Laki-laki lebih baik sibuk daripada diam dirumah. Hari ini ibu murah hati padanya. Aigoo, membiarkanmu menikahi menantu Park adalah hal paling murah hati dariku." Balas Ibu.

Lalu Ibu menanyakan mantan istri Tae Suk, apa sudah menikah lagi. Young Joo tak Suka ibunya membicarakan dia.

"Pasti sudah. Dia Hakim muda. Pasti banyak laki-laki yang mengantri." Tebak Ibu.

"Dia menikah atau tidak, bukan urusanku." Jawab Young Joo marah.


CEO Lee menemui Seung Ho di luar kantor kejaksaan untuk memberikan kunci mobil karena supir Seung Ho dimintanya untuk melakukan tugas lain.

“Ayah tahu kan kalau aku tidakmenyetir.” Jawab Seung Ho.

Bagi CEO Lee, Seung Ho sudah cukup menderita dan menghukum diri, Sudah waktunya Seung Ho melanjutkan hidup, Bodoh kalau Seung Ho tidak sengaja jatuh dan tinggal disana selamanya.

"Kau harus bisa menerima kesalahan dan melanjutkan hidup. Lakukan demi nenekmu.  Jadilah berani dan percaya diri." Lanjut CEO Lee.

Seung Ho minta maaf tapi CEO Lee tak mau mendengar kata itu lagi. Kemudian CEO Lee memberikan kunci itu kepada Seung Ho dan Seung Ho menggenggamnya.

CEO Lee mendengar kalau Jaksa yang malith Seung Ho adalah Kang Yu Bin, jaksa garis keras. Seung Ho mengoreksi, bukannya begitu hanya bersikap tegas dalam keadilan dan ia banyak belajar darinya.

"Apa kau mendiskusikan dirimu dengan dia?" Tanya CEO Lee.

"Kami belum sedekat itu. Dia bisa dipercaya."

CEO Lee menjelaskan kalau Di dunia ini tidak ada orang yang bisa dipercaya. Yang ada adalah orang yang dekat dengan mereka. Seung Ho tak mengerti. CEO Lee menjelaskan bahwa Seung Ho adalah penerus Firma Hukum Taesun, harus bersikap bijak. Terutama, jika menyangkut orang yang dipercaya, harus menjaga jarak dengan mereka.


Yoon Joo Hee datang ke ruangan Tae Suk, ia menjelaskan kalau kakaknya ingin manarik gugatan hukum mengenai hak orang tua. Dan kakaknya memutuskan untuk tinggal bersama Choi Yeo Kyung, mereka akan mengatakan semuanya saat Eun Ah dewasa.

Jeong Jin lega mendengarnya dan Tae Suk mengucapkan kalau mereka tidak perlu bertemu lagi mulai sekarang.

"Aku ingin mengembalikan uang yang kuterima dari rumah sakit Hankuk." Kata Yoon Joo Hee.

Tae Suk tak menyetujuinya karena uang itu merupakan belengguYoon Joo Hee. Walaupun Yoon Joo Hee meyakinkannya kalau Yoon Joo Hee akan menjaga rahasia tetap saja Tae Suk tak setuju.


Tae Suk mendapat telfon dari Young Jin. ia akan pergi kesana dengan Jeong Jin. Jeong Jin mengatakan kalau ia setuju jika Yoon Joo Hee mengembalikan uangnya.

"Demi membesarkan anak, dia perlu uang. Hanya dia pencari nafkah dirumah. Kalau hidupnya berat, maka hubungan bisa rusak." Jelas Tae Suk.

"Tolong pikirkan soal keluarga Yoon Seon Hee."

"Yaa, sudah kubilang itu untuk belenggu!"


Sambil menunggu lift terbuka, Tae SUk menelfon CEO Lee. Kebetulan saat pintu lift terbuka CEO Lee ada di dalam. tae Suk bertanya, apa CEO Lee tahu kenapa Young Jin menelfonnya untuk datang.

"Tidak tahu. Barusan dia tidak bilang apa-apa saat kami bertelpon. Mau kucari tahu?" Tawar CEO Lee.

"Ah tak usah.  Aku akan kesana saja."

"Dia bahkan tidak mau bicara denganku lagi dan langsung mencarimu."

"Sepertinya dia tahu, orang sial ... berkomunikasi dengan orang sial."

"Usahakan selesaikan semuanya."

"Kalau bisa, aku akan jauh-jauh darinya."

Tae Suk masuk ke lift dan pintunya tertutup.


Jeong Jin merasa kalau Tae Suk sedikit berbeda. Tae Suk menjawab kalau orang tidak berubah.


Tae Suk dan Jeong Jin sampai di kantor Young Jin. Dr Cha kembali bikin ulah, kali ini tabrak lari, tapi Dr Cha berkilah, dia hanya kaget makanya langsung melarikan diri.

"Kau bercanda padaku?!" Bentak Tae Suk.

Jeong Jin berusaha menengkannya. Tae Suk lalu menyuruh Dr Cha untuk mnenyerahkan diri karena tak ada jalan lain.

Young Jin mendekat, ia bertanya sekali lagi, apa benar tidak ada cara lain. Tae Suk mengiyakan. lalu ia memarahi Dr Cha yang seharusnya menelfon lebih awal jadi masalahnya tak sampai serumit ini. Tae Suk sudah gemeteran, ia menahan tinjunya yang sudah akan melayang. Jeong Jin menyadari situasi Tae Suk.

"Kau punya rekaman kotak hitam, dan kau tidak minum. Dan juga, korban tidak meninggal. Kau tidak akan ditahan. Kalau kau menyerahkan diri, kau bisa selamat. Cukup tunjukkan kalau kau berniat bertanggung jawab." Jawab Jeong Jin sambil melirik Tae Suk.

Young Jin melihat kalau Tae Suk sedang menahan lidahnya, dan Kondisinya juga sepertinya kurang baik.

Jeong Jin mencoba mengendalikan suasana, ia menyuruh Dr Cha untuk menyerahkan diri, Semakin cepat kau menyerahkan diri, semakin baik. ia akan menemani...

"Temukan cara lain untukku. Aku tidak ingin jadi penghalang buat ayahku." Jawab Dr Cha.

Jeong Jin mengatakan kalau mereka bisa bermain melalui media dalam hal ini, 


"Orang itu yang tiba-tiba muncul, tapi kenapa Dr Cha yang jadi korban? Kita bisa mengatakan itu pada media." Ujar Young Jin.

Dr Cha kurang setuju karena partai lawan ayahnya bisa menggunakan hal itu untuk senjata.

Tapi, partai lawan bisa menggunakan ini sebagai senjata. Young Jin membantaknya, lalu kenapa Dr Cha menyebabkan banyak masalah, harusnya tidak lari, Setidaknya lakukan sesuatu dengan benar, Kenapa kau meninggalkan bukti.


Tae Suk melayangkan tinjunya ke muka Young Jin, ia tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Tae Suk mengatakan agar Young Jin mencari pengacara lain dan langsung pergi.

Jeong Jin minta maaf menggantikan Tae Suk. tapi Young Jin tak menerimanya, ia berpesan untuk menyuruh Tae Suk kembali dan minta maaf sendiri, Yang terpenting, ia ingin tahu alasannya.


Jeong Jin menyusul Tae Suk, ia menyuruh tae Suk untuk kembali dan minta maaf tapi Tae Suk malah menyingkirkannya karena menhalangi jalannya.


Dr Cha bertanya, bagaimana menurut Young Jin. Yeong Jin menjawab entahlah.

"Kalau anjing menggigit tuannya, dia bisa dibunuh." Lalu Yeong Jin mengayunkan pemukul besbol ke arah Dr Cha, untung tak kena, lalu ia melanjutkan "Tapi itu terlalu mudah. Tidak menyenangkan."


Tae Suk di mobil dan Jeong Jin yang menyetir. Tae Suk kembali teringat Dong Woo yang juga menjadi korban tabrak lari.

Sun Hwa menelfon Jeong Jin, menanyakan apa yang terjadi karena CEO Lee mencari Tae Suk. Jeong Jin menjawab kalau mereka dalam perjalanan ke kantor, bicara nanti saja.

Tae Suk minta diturunkan di tengah jalan.


Jung Won yang mendengar kabar langsung ke ruangan CEO Lee, ia sungguh tidak mengerti cara berpikir Pengacara Park. Kenapa dia membuat masalah begini.

CEO Lee berdiri dan memakai jasnya, ia akan menyelesaikannnya termasuk kasus tabrak lari itu.

"Setahuku Waki Presdir Shin hanya ingin pengacara Park yang menanganinya." Ujar Jung Won.

"Aku akan berlutut, maka masalah itu akan selesai."

Jung Won menahan CEO, ia yang akan pergi, Menurutnya lebih baik jika ia yang bertemu dengan Young Jin.

CEO menjawab kalau Young Jin bukanlah orang yang bisa Jung Won atasi.

"Kalau begitu, suruh saja Pengacara Park mengatasi ini. Dari awal itu keinginan Wakil Presdir Shin." Jawab Jung Won.

"Pengacara Park tidak akan minta maaf kali ini."

Saat Jung Won bertanya kenapa, CEO Lee hanya tersenyum dan ia tetap pergi menemui untuk menemui Young Jin.


Jeong Jin kembali ke kantor sendiri, ia berkata pada Sun Hwa kalau ia tidak tahu Tae Suk pergi kemana.

"Apa maksudmu? Kau bilang kalian bersama." Tanya Sun Hwa.

CEO Lee yang baru keluar dari ruangannya melihat Jeong Jin yang datang ke kantor sendirian.


Tae Suk pergi ke tempat kecelakaannya Dong Woo. Sekilas ia melihat bayangan Dong Woo namun menghilang tak lama kemudian.


Eun Sun pulang ke rumahnya, dan Tae Suk ada di halaman rumahnya. Eun Sun bertanya, kenapa Tae Suk ada disana. Tae Suk meminta Eun Sun untuk melupakan, sudah saatnya melupakan. Eun Sun menyuruhnya untuk pulang saja.

"Kenapa kau masih ada di tempat yang sama?"

"Tidak dengar aku suruh pergi?!"


"Lihat aku! Aku menikah lagi dan punya anak. Aku punya mobil mewah dan rumah bagus. Aku punya semua! Bagaimanapun UU pembatasannya sudah lewat. Jangan buang waktumu pada sesuatu yang tidak bisa kau hukum. Tolong, lihat hidupmu sendiri. Temui lelaki baik dan menikah! Jadi ibu lagi! Buat aku merasa buruk! Hidup bahagia!"

"Aku paling banyak membuang waktuku dengan hidup denganmu."

Eun Sun tak percaya, bagaimana bisa Tae Suk melupakan semuanya, Bahkan sampai sekarang ia masih bisa mengingat tangan dan jari-jari Dong Woo, Suaranya, senyumannya ... wajahnya masih jelas di ingatannya.

"Bagaimana bisa kau melupakan segalanya seperti tidak ada masalah? UU pembatasan? Kita tidak bisa menghukum pembunuhnya? Tapi aku tetap harus tahu! Aku harus tahu kenapa Dong Woo mati sebelum waktunya!"

"Tidak ada yang berubah! Tidak ada bukti, tidak ada saksi! Sama sekali tidak ada apa-apa! Kau tahu betul soal itu." Potong tae Suk.

Eun Sun berkata kalau Kali ini berbeda, ia akan temukan dia, iau akan beritahu apa yang sudah diperbuatnya. Kalau itu tidak cukup, maka ia tidak bisa bernapas dengan baik.

"Aku rasanya ingin mati ... Melihatmu hidup seperti ini! Aku! Aku .... tidak bisa bisa hidup dengan tenang. Aku ..."

"Jangan hidup dengan tenang. Jangan pernah merasa tenang dan nyaman. Hanya itu yang aku minta padamu. Jangan pernah kembali."

Eun Suk masuk kedalam rumah dan Te Suk keluar gerbang.

Jaksa Kang Yu Bin menelfon Eun Sun.


Jeong Jin curhat pada Sun Hwa kalau kali ini ia tidak mengerti Tae Suk, padahal waktu itu Tae Suk sangat dingin soal kasus Dr Kim.

"Ada sunbae yang pernah bekerja disini sejak Pengacara Park mulai kerja disini. Dia memberitahuku beberapa hal sebelum keluar. Ia berkata, hindarkan segala hal yang berhubungan dengan tabrak lari dari Pengacara Park." Cerita Sun Hwa.

Jeong Jin bertanya apa alasannya. Sun Hwa menjelaskan kalau Tae Suk tidak ingin masalah pribadinya terbawa dalam pekerjaan, Putra Tae Suk meninggal karena tabrak lari. Bahkan saat mulai bekerja disini, Tae Suk menghabiskan beberapa tahun mengejar pelakunya tapi pelakunya tak pernah tertangkap. Itu sebabnya, sunbae itu tahu.

Sun Hwa menambahi kalau Tae Suk tidak tahu bahwa ia tahu soal ini, Pegawai lain juga tidak tahu. Menurutnya Jeong Jin perlu tahu makanya ia beritahu.

"Terima kasih, sudah percaya padaku." Ucap Jeong Jin.


Tae Suk minum-minum sendirian, Jeong Jin terus menelfon tapi Tae Suk mengabaikannya.

Young Joo menelfon Tae Suk tapi malah tidak aktif.


Jeong Woo pulang telat karena habis makan malam dengan dengan teman sesudah les. Young Joo menawari masakannya tapi Jeong Woo menolak karena ia sudah kenyang.


Jaksa Kang mengantar Eun Sun pulang setelah makan malam bersama. Jaksa Kang terus kode-kode pada Sun Hwa.

"Aku ingin pindah ke daerah sini. Kalau aku lebih dekat denganmu, kita bisa makan dan ngobrol. Berolah raga bersama. Itu pasti bagus."

Sun Hwa menjawab kalau ia lebih suka makan sendiri dan olah raga sendirian. Jaksa Kang tahu, ia hanya khawatir karena Eun Sun tinggal sendirian.

"Tidak perlu khawatir. Aku bukan tokoh wanita malang yang butuh perlindungan laki-laki. Tidak usah berlebihan. "

"Kau tidak cocok jadi tokoh utama yang malang. Kau kira itu cocok buat semua orang? Setidaknya kau harus secantik Suzy." Canda Jaksa kang.

Lalu ia membahas mengenai tes sidik jari, ia meminta Eun Suk jangan terlalu berharap karena Kemungkinannya kecil bisa menangkap pelaku.

"Tapi itu tidak mustahil." Potong Eun Sun.

Jaksa Kang membenarkan tapi UU pembatasan ... ia tak jadi melanjutkan kata-katanya dan menyuruh Eun Sun masuk ke dalam.


Eun Sun masuk ke kamar Dong Woo dan disana ada Tae Suk. Eun Sun mencoba membangunkan Tae Suk tapi tak bisa karena Tae Suk terlalu mabuk.


Young Joo menelfon Tae Suk dan Eun Sun menjawabnya. Young Joo heran mendengar suara wanita yang mengankat ponsel tae Suk.

"Dia terlalu mabuk untuk menjawab telponmu." Jawab eun Sun.

"Boleh aku tahu ... kau siapa?"

"Aku Na Eun Sun."


Young Joo menuju mobilnya karena Eun Sun memintanya untuk menjemput Tae Suk. Tangan Young Joo bergetar hebat saat akan mengetikan alamat Eun Sun di GPS mobilnya.


Akhirnya ia sampai ke tempat Eun Sun. Ia manaik tangga dengan langkah berat dan Eun Sun sudah menunggunya di depan rumah.



Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon