-->

Type something and hit enter

On
advertise here

Yoo Jung masuk ke kelas Prof Kang (note: kelas prof. Kang gak diminati mahasiswa karena tugasnya banyak dan nilainya pelit, makanya Seol dulu berebut buat ambil kelas Prof. Han tapi malah Sang Cheol membatalkannya). Prof. Kang bertanya, kenapa Jung masuk kelasnya. Jung masuk dan duduk disamping Seol, ia menjawab kalau ia mengubah jadwalnya karena menurutnya akan lebih menarik di kelas Prof Kang.

Jung menyapa Seol. Demi sopan-santun Seol menunduk membalasnya, tapi dalam hatinya ia meras ada yang aneh “ngapain nih sunbae (Senior), kenapa sebenarnya dia? Apa yang dia mau sih?”

Kelas usai, Seol cepat-cepat mengemasi buku-buku dan laptopnya. Seol buru-buru keluar setelah Prof. Kang menyudahi kelasnya.
“Seol, bagaimana kalau kita makan…” Ajak Jung, tapi Seol keburu keluar. Seol menghindari Jung. Jung tersenyum.


EPISODE 2


Jung kembali mengajak Seol makan. Seol menolak dengan alasan kalau ia punya rencana lain. Seol jalan cepat-cepat, ia merasa kalau Jung mengikutinya. Seol belok arah dan Jung juga dengan arah berlawanan. Seol menoleh ke belakang.

“Sunbae, apa yang sebenar…” Seol tak jadi melanjutkan kata-katanya setelah melihat Jung ternyata mengambil jalan yang berlawanan, ia malu lalu kembali jalan. Jung hanya tersenyum, kali ini senyum malaikat bukan senyum evil. 


“Sunbae yang mencurigakan bagiku mulai bertingkah mencurigakan.”

Saat di lift, Seol melihat Jung, ia menekan tombol untuk menutup pintu lift. Tapi Jung lebih cepat dan berhasil masuk, Jung menyapa Seol duluan dan Seol membalasnya.

“dia mulai mengikutiku dengan alasan yang tak bisa kupahami. aku ingin menghindarinya bahkan jika hanya untuk bertegur sapa. Tapi dia tiba-tiba tersenyum dan bersikap ramah. Setiap waktu makan siang, dia selalu muncul entah darimana seperti hantu”

Jung bertanya, apa Seol sudah makan siang, Seol menjawab udah. Jung melihat jamnya dan belum umumnya jam makan siang. Seol beralasan kalau ia makan lebih cepat karena lapar. Tapi kemudian perutnya berbunyi tanda lapar dan ia juga menggenggam kupon makan siang. Ketahuan deh bohongnya, tapi Jung hanya tersenyum. 


Setelah itu Seol berusah keras untuk menghindari Jung tapi Jung selalu muncul dihadapannya. Akhirnya ia mengajak Jung bicara berdua. Seol menyampaikan permintaan maafnya dengan tulus atas insiden pembatalan kelasnya. Jung merasa itu belum cukup, ia belum merasa puas. Seol bertanya, bagaimana ia membuat Jung merasa puas?

“Ayo makan bareng.” Jawab Jung.

Seol belum menjawab, ia kembali berpikir, “orang ini terobsesi dengan makanan.”

Jung melihat jamnya, menunjukkan pukul 5 sore, waktunya makan malam.

“Ayo makan malam, kau libur (dari kerja paruh waktu), kan?”

“Bagaimana dia juga tahu jadwalku?”

Jung sedikit memaksa. akhirnya Seol menerimanya, Seol pikir ia hanya akan makan bareng untuk memenuhi keinginan Jung tidak lebih.


Mereka makan di cafeteria, makan kimbab segitiga. Jung gak pernah makan itu, ia bahkan salah membuka bungkusnya, nori yang membungkus nasinya ikutan robek. Seol lalu memberikan punyanya dan memakan punya Jung.

Jung berterimakasih. Seol masih meyakinkan dirinya agar tak jatuh dalam perangkap sikap ramah Jung. Jung lalu minta maaf membuat Seol mulai luluh.

Jung memikirkannya selama ini dan memang ia patut dicurigai atas insiden pembatalan kelas Seol. Seol meyakinkan dirinya kembali kalau Jung itu licik dan hanya acting. 

Jung kembali minta maaf. Seol melarangnya, ia menjelaskan kalau ia yang salah karena telah mencurigai Jung dan mengatakan kalau seharusnya ia yang harus mentraktir Jung. Jung membenarkan dan meminta Seol untuk mentraktirnya lain kali.

“Makanan yang lebih enak dari ini.” Lanjut Jung.

Seol menyanggupinya mau tak mau. Ini menambah keyakinannya kalau Jung itu licik seperti ular.

Mereka selesai makan, Jung betanya Seol akan kemana. Seol balik bertanya, Jung mengatakan ia akan ke perpustakaan. Seol langsung menunjuk arah berlawanan, ia mau ke gedung fakultas.


Seorang gadis memanggil Seol, namanya Kang Ah Young, seorang hobae (junior) nya Seol dan mereka deket banget, Ah Young memanggil Seol Unni. 

Ah Young terpesona pada Jung. Soel mengatakan kalau Jung adalah sunbae-nya lalu membawa Ah Yuong menjauh dari Jung.


Ah Young menanyakan, apa Seol dekat dengan Jung. Seol menjawab kalau ia tidak dekat, sama sekali tidak dekat. Ah Young menanyakan nama Jung. Seol kemudian menasehati Ah Young kalau Ah Young harus hati-hati dengan pria dibanding apapun. Tampang pria yang seperti malaikat belum tentu dalamnya juga demikian.

Lalu Ah Young bertanya, apa sunbae tadi juga demikian. Seol menjawab bukan, ia hanya memberi nasehat.


In Ho jalan-jalan ke Universitas Yeonin (kampus Jung dan Seol). In Ho bertanya pada seseorang, ia mengira kalau orang itu mahasiswa (sebenarnya di gelandangan). In Ho bertanya dimana gedung fakultas manajemen bisnis (fakultas Jung dan Seol). Orang itu menyuruh In Ho mengikutinya.


Seol sampai memimpikan Jung yang terus mengajaknya makan dan terbangun karena hal itu. seol berangkat ke kampus, ia melihat jamnya. Ah.. masih cukup waktu untuk mencetak tugasnya.

In Ho menginap di bangku taman kampus semalam, disana juga ada gelandangan itu. In Ho terbangun, ia memanggil Seol yang kebetulan lewat didepannya. Seol tak menghiraukannya, mungkin Seol pikir In Ho juga gelandangan sama kaya Ahjusshi itu. In Ho kemudian menghampirinya. 

“Hei!. Dimana gedung fakultas manajemen bisnis?” tanya In Ho.

Seol mengatakan kalau ia gak tahu. In Ho gak percaya, masak mahasiswa gak tahu. Seol langsung pergi, In Ho menarik lengan Seol. Seol kaget, kemudian satpam dantang. In Ho melepaskan lengan Seol, membuat Seol terjatuh. Ahjusshi mengajak In Ho kabur, agar gak ketangkap satpam itu.


Mereka kemudian sembunyi di tempat pengumpulan sampah. Satpam tak melewati mereka. Ahjusshi minta uang pada In Ho kalau gak mau ngasih ia mengancam akan memberitahu satpam agar mereka sama-sama ditangkap. In Ho gak bisa apa-apa, ia akhirnya memberi uang ke Ahjusshi.


Seol masuk kelas, kelas udah agak rame. Seol mengeluarkan laptopnya dan ternyata laptopnya rusak karena terjatuh tadi. seol gugup, ia belum mencetak tugasnya dan belum memindahnya ke USB. Ia mencoba meminjam laptop teman-temannya untuk mengetik ulang tugasnya, sayang semua gak mau meminjamkannya karena digunakan.

Jung melihat Seol kebingungan, ia lalu memberikan laptopnya pada Seol. Seol berterimakasih dan langsung mulai mengetik tugasnya.

Prof. Kang masuk kelas dan mulai pelajaran. Seol sibuk mengetik dan tak sempat memperhatikan. Prof. Kang menunjuknya untuk memberikan pertanyaan. Jung menyelamatkan Seol, ia bertanya pada Prof. kang mengenai materi yang ia belum mengerti. Prof Kang tak mengira kalau Jung sudah belajar sampai materi itu, ia kemudian menjelaskan dan tak jadi menanyai Seol.

Seol masih belum selesai, Prof Kang mengakhiri kelasnya. Beliau meminta semuanya mengumpulkan tugas. Jung kembali membantu, ia mengatakan pada Prof. Kang kalau ia yang akan mengumpulkan tugas anak-anak. Prof Kang setuju dan meminta Jung membawa ke Ruang departemen jam 5, masih ada waktu 20 menit lagi.


Semua mengumpulkan tugas pada Jung. Jung menunggu Seol mengerjakan tugasnya. Ia terus memandangi Seol, membuat Seol meras terganggu. Jung malah senang karena Seol juga menganggunya. Seol jadi gak fokus mengerjakan tugasnya. Jung mengingatkannya “Time.. Time”. Seol kemudian fokus kembali.


Jung menemani Seol mencetak tugasnya. Ada masalah dengan printernya, Jung membantunya dari belakang. Jadinya mereka dekat banget, Seol jadi salah tingkah. Akhirnya dengan bantuan Jung tugas Seol selesai tepat waktu. Seol berterimakasih dan akan mengantarkan tugas anak-anak ke departemen sebagai balasannya.

“Gak usah, ini tugasku.” Tolak Jung.


Kemudian Joo Yeon masuk dan menyapa Jung, Jung membalasnya. Jung meminjamkan catetannya pada Seol karena tahu kalau tadi Seol pasti gak sempet nyatet. Joo Yeon melihatnya dan tak suka.


Jung ke ruang departemen. Joo Yeon menghampiri Seol dan mencibirnya, Joo Yeon tak menyangka kalau Seol punya sisi itu. berakting seolah tak tertarik kemudian menggoda Jung. 

Seol akan menjelaskan kalau Joo Yeon salah paham. Joo Yeon memotongnya dan memperingatkan Seol agar tak terlalu senang karena Jung memberinya perhatian karena Jung memang baik dengan semua orang. Kemudian ia pergi begitu saja meninggalkan Seol yang masih speechless dengat tuduhannya.


In Ho kembali keliling kampus. Teman kerjanya dulu menelfon, memberitahukan kalau Bos mencarinya karena In Ho bikin ulah lalu kabur. In Ho berdalih kalau ia keluar dari pekerjaan itu. teman In Ho ini baik, ia menyuruh In Ho untuk hati-hati karena Bos berusaha untuk menemukannya.

In Ho menyuruh temannya berbohong dengan mengatakan pada Bos kalau ia ke luar negeri. In Ho lalu memutus telfonnya. Bos ternyata menguping, ia mengancam teman In Ho untuk memberitahukan keberadaan In Ho.

“Dia mengatakan kalau ia ada di Seoul, tapi mungkin ia tak ada di sana.” Jawab teman In Ho terpaksa.


In Ho Melihat betapa enaknya hidup para mahasiswa itu. ia melihat papan pengumuman, disana ada iklan penyewaan kos-kosan. In Ho mengambil nomor kontaknya, walaupun kesal karena menurutnya itu kemahalan.


Jung mengumpulkan tugas di departemen dan Asisten Heo yang menerimanya, Ass. Heo menyuruhnya untuk meletakkan di meja. 


Ass. Heo gak ada di ruang departemen, Joo Yeon masuk kedalam dan mengambil tugas Seol dan memasukkannya ke dalam tas. Saat Ass. Heo datang, Joo Yeon beralasan kalau ia sedang mencari Jung. Ass. Heo mengatakan kalau Jung sudah pergi dari tadi. ass. Heo mendapat telfon dari Prof. Kang untuk mengantarkan tugas anak-anak ke ruangannya.


Seol di perpustakaan, ia mengecek keadaan laptopnya. Sedih karena hasrus mengeluarkan uang untuk memperbaiki laptopnya. Seol membuka tempat pensilnya, ia baru ingat kalau USBnya ketinggalan di ruang cetak. Kemudian ia pergi mengambilnya.


Joo Yeon keluar gedung, ia mengeluarkan tugas Seol dari tasnya. Sepertinya ia sedikit menyesal. Seol kebetulan melihatnya. Joo Yeon menyembunyikan tugas Seol dibelakang punggungnya tapi Seol tahu kalau itu miliknya.

“Toh, bukan kau yang mengerjakannya.” Jawab Joo Yeon.

Seol kemudian merebut tugasnya. Seol beneran gak bisa berkata apa-apa. Joo Yeon menjelaskan kalau ia mendengar percakapan Seol dengan Jung tadi, Seol mengatakan kalau tugasnya bisa selesai atas bantuan Jung.

“Apa kau kau ingin nilai A+ dengan cara seperti ini?” tanya Joo Yeon.

“Terlepas dari aku mendapat bantuan sunbae apa gak, apa yang kau rencanakan dengan berbuat ini? tidakkah kau merasa terlalu kelewatan sejak tahun lalu? Apa kau begitu menyukai Sunbae?” 


Joo Yeon membenarkan, ia sangat menyukai Jung. Jung dan temannya keluar dari gedung dan melihat pertengkaran mereka.

Joo Yeon menganggap Seol iri dengan perlakuan Jung padanya selama ini sehingga Seol ingin perhatian lebih Jung. Joo Yeon memperingatkan Seol agar tak lagi dekat-dekat dengan Jung, kalau gak ia mengancam akan melakukan hal yang lebih buruk lagi.

Teman Jung membubarkan mereka. Jung kemudian menghampiri mereka. Jung menyuruh Seol untuk segera mengumpulkan tugasnya karena sudah telat. Seol bergegas ke ruangan Prof. Kang.


Jung mengatakan pada Joo Yeon kalau ia akan berpura-pura tak mendengar percakapannya tadi dengan Seol. Tapi Jung menyuruh Joo Yeon untuk minta maaf pada Seol, dan juga..

“Aku tak pernah memberimu perlakuan special.”

Kemudian Jung pergi.


Prof. Kang tak mau menerima tugas Seol. Kemudian Jung datang, ia mengatakan pada Prof. Kang kalau semua ini kesalahannya yang melewatkan tugas Seol, Jung bersedia tugasnya ditolak dan meminta Prof untuk menerima tugas Seol. Prof. Kang menerima tugas Seol tapi ia hanya bisa memberi nilai tertinggi B+ karena Seol telat dan memaafkan Jung.


Saat diluar, Seol memikirkan nilainya, jika ia ingin nilai A+ maka ia harus dapat 100 saat presentasi kelompok dan juga UAS nanti. Jung membuyarkan lamunan Seol. Seol berterimakasih atas bantuan Jung hari ini. 

Jung menyuruhnya semangat dan berjanji akan membantunya mempersiapkan UAS dan presentasi kelompok. Jung menyentuh bahu Seol. 

“apa dia serius? Ah, aku tak tahu lagi”

Jung akan mengajak Seol makan tapi membatalkannya karena tahu Seol pasti akan menolaknya lagi. lalu ia pergi duluan. 


Beberapa mahasiswa berkumpul untuk melakukan voting siapa cewe yang paling cantic dan populer sejurusan. Eun Taek juga ada disana, Bo Ra menelfonnya, mengatakan kalau ia sudah menunggu 20 menit. Eun Taek minta maaf karena ia sedang melakukan sesuatu yang penting.

Voting dimualai dan Bo Ra pemenangnya dengan mendapatkan 3 suara. Kemudian Bo Ra masuk untuk menarik Eun Taek keluar, Eun Taek menghapus papan dan memasukkan kertas voting ke mulut. Yang lainnya pura-pura tidak terjadi apa-apa.


Eun Taek diseret keluar oleh Bo Ra, ia ketahuan. Bo Ra bertanya, siapa pemenangnya. Eun Taek menjawab, “tentu saja kau, Nuna”.

“Bagaimana dengan Seol?” tanya Bo Ra
“Seol Nuna diperngkat terakhir setara dengan Min Soo.”

Bo Ra kaget, bagaimana bisa Seol disamakan dengan Min Soo. Ia tak bisa membiarkan hal ini. ia berencana untuk mengatur kencan buta untuk Seol. Eun Taek setuju.


Seol di perpustakaan, tapi tak ada tempat duduk kosong. Bo Ra mengiriminya pesan, memintanya ke lobi perpustakaan karena ia ingin mengatakan sesuatu.


Bo Ra dan Eun Taek membujuk Seol untuk kencan buta. Eun Taek menjamin kalau cowoknya cakep banget. Seol tak mau karena prioritasnya saat ini Cuma belajar untuk mendapat nilai baik agar semester depan bisa dapat beasiswa lagi. 


Seol akan pergi, kemudian berpapasan dengan Jung dan temannya serta Joo Yeon. Mereka semua saling sapa, Jung menyapa Seol khusus. Joo Yeon masih menempel pada Jung, ia mengatakan kalau ia menyiapkan bangku kosong di perpustakaan dan mengajak Jung masuk ke dalam. 

Jung mengatakan kalau ia akan mencari tempat sendiri. jung beralih ke Seol dan mengatakan kalau ia juga akan mencarikan tempat untuk Seol jika ada. Kemudian Jung masuk duluan diikuti temanya juga Joo Yeon.


Seol tanya, apa ruangan club Eun Taek kosong? Ia mau menggunakannya. Ruangannya kosong. Bo Ra melarang Eun Taek untuk mengatakan sandi pintunya, jika Seol gak mau pergi kencanbuta. Seol akhirnya setuju dan Eun Taek mengatakan sandinya. Seol pun langsung berlari kesana.



3 komentar

avatar

Ahahaha... jung yu agresiiipppp...
Seol ini polos banget ya... apa krn mikirnya jelek mulu ya? Haha.. ky nya krn kebanyakan belajar :D

avatar

Makasih ya sinop nya.dah baca juga sih di blog lain.tapi di blog diana kayaknya lebih detil.Semangat trs....^_^

Click to comment