Thursday, February 25, 2016

[Sinopsis] Cheese In The Trap Episode 14 Part 2


Kyung Hwan menelfon Jung,, (akhirnya muncul juga..)

Kyung Hwan mengatakan pada Jung kalau Sang Cheol dapat tawaran bekerja di perusahaan Sunju dan akan wawancara final minggu depan. jung heran, bukannya Sang Cheol ingin bekerja di perusahaan besar.



Kyung Hwan menjelaskan kalau Sang Cheol mengirim lamaran ke banyak perusahaan, ke Taerang juga. Dan sekarang Jung membuka internet mengenai Sunju. Apa kali ini rencananya??


Jung ada di kantor, ia menemui seseorang yang memiliki jabatan penting. Orang itu mengenali Jung. Jung ingin pinta permintaan pada orang itu.


Sang Cheol mengecek e-mailnya dengan memaksa meminjam laptop Jae Woo. Ia terkejut karena ia diterima di Taerang dan wawancaranya minggu depan. semua merasa aneh karena mahasiswa yang nilainya lebih baik tidak diterima.


Seol mengajak Bo Ra ke restaurant favorit Bo Ra. Bo Ra mengatakan kalau tak usah merayakan. Seol sudah kadung mengajak Eun taek. Bo Ra tak suka.


“Jangan khawatir. Aku tidak bilang ini ulang tahunmu. Aku hanya bilang akan mentraktirnya.” Jelas Seol.


Lalu mereka melihat Jung dengan Sang Cheol. Bo Ra heran, kenapa Jung dengan Sang Cheol. Ia mengira kalau Seol tak menceritakan perbuatan Sang Cheol. Tapi Seol sudah cerita kok. 


Lalu Jung gabung dengan Seol-Bo Ra. seol tanya kenapa Jung ada di kampus. Jung menjawab kalau ia disuruh pulang karena perusahaanada urusan dengan klien dan juga karena ia merindukan Seol. Bo Ra mendengar itu dan hanya tersenyum geli.


Seol mengatakan kalau hari ini adalah ultah Bo Ra dan mengajak Jung untuk makan bersama mereka. Jung bilang akan traktir. Bo Ra mengatakan tak usah karena ia tak ingin melihat Jung-Seol bermesraan di lang tahunnya, ia menyuruh Seol-Jung untuk kencan berdua saja, ia akan dengan Eun Taek saja.


Seol berbisik pada Bo Ra,,” Oh, Eun Taek? Kalau begitu, ngobrolah yang serius dengannya. Paham?”


Dan Seol memberi selamat untuk Bo Ra dan memberikan hadiahnya. 


lalu Bo Ra pergi kea rah berlawanan. Bo Ra membuka hadiah Seol, ia suka, lucu hadiahnya.


Seol menjelaskan pada Jung kalau hubungan Bo Ra dan Eun Taek kurang baik, jadi lebih baik kalau mereka dibiarkan berdua.


Bo Ra sudah di reataurant daging, tapi Eun Taek belum datang. Lalu Eun Taek mengirim pesanmengatakan kalau ia akan terlambat karena pekerjaan, Eun Taek kira Bo Ra makan bersama Seol. Bo Ra tak membalasnya, ia lalu menegak soju.


Bo Ra berjalan lemas ke rumah dan memakai sarung tangan hadiah Seol, salju turun..

Eun Taek sudah menunggunya di depan. Bo Ra terkejut, ngapain Eun Taek??

“Kubilang aku akan telat, tapi kenapa malah pergi begitu saja? Aku menelpon Hong noona dan aku terkejut. Katanya kau makan dengan Hong noona. Lalu apa yang kau lakukan...”


Eun Taek mencium bau alcohol pada Bo Ra. bo Ra mengatakan kalau ia minum sedikit karena merasa lelah, lalu ia akan masuk. Eun Taek menahannya.


Eun taek memberikan hadiah untuk Bo Ra sambil mengucapkan selamat ulang tahun. Bo Ra terkejut. Ternyata Eun Taek bukan tak tahu kalau Bo Ra ulang tahun, ia hanya ingin memberi kejutan tapi sepertinya Bo Ra sedih, jadi ia langsung berikan hadiahnya saja. Bo Ra membuak kotak hadiah ternyata isinya adalah anting-anting yang disukai Bo Ra waktu itu.

“ini?” tanya Bo Ra.
“katanya kau suka.”
“lalu tentang wanita itu?”
“Kau pikir aku siapa? Kenapa aku berikan benda seperti inipada wanita lain? Aku membohongi noona untuk kejutan. Dan sepertinya berhasil.”


Bo Ra menangis. Eun Taek mengetahuinya, ia memaksa Bo Ra menghadapnya. Eun Taek ingin bertanya untuk yang terakhir kali, apa benar tak bisa dirinya.


“aku hanya ingin….” Bo Ra ingin menjelaskan, Eun Taek keburu menyela.
“berteman denganku dan Hong noona? Jadi noona, aku boleh jadian dengan wanita lain? Kalau kita hanya teman. Kalau kita hanya terus berteman seperti ini. Pacarku adalah wanita selain noona. Dan noona, Pacarmu adalah pria selain aku. Itulah yang akan terjadi. Sungguh tidak apa-apa?”


Lalu Eun Taekmelangkah pergi.


“Aku tak ingin putus denganmu..” ucap Bo Ra menghentikan langkah Eun Taek dan membuatnya berbalik menatap Bo Ra. Lalu Bo Ra melanjutkan “Aku hanya ingin kau selalu ada disampingku. Karena itulah aku tidak bisa pacaran denganmu, bodoh. Aku tidak mau kau pacaran dengan wanita lain. Aku juga tidak mau kau menjadi dewasa tanpaku. Tapi aku juga tidak mau putus denganmu. Lalu aku harus bagaimana?”

“Jadi artinya... kau menyukaiku, kan?” Eun Taek melangkah mendenkat dan menggenggam tangan Bo Ra. “Aku tidak kan pacaran dengan wanita lain. Aku tidak akan kemanapun sendirian. Aku juga tidak akan bosan. Bahkan tanpa ijin noona, aku tidak akan mati. Aku janji kita tidak akan pernah putus. Jadi, noona... Ayo jadian.”


Bo Ra mengangguk dan mereka berpelukan disaat salju masih berjatuhan.


Seol-Jung juga menikmati salju pertama mereka sebagai pasangan, bedanya mereka sedang salam mobil. Seol lalu bertanya kenapa Jung tadi bersama Sang Cheol, ia pikir Jung akan marah pada Sang Cheol. Jung menjelaskan kalau Sang Cheol diterima magang di Taerang.

“He? Benarkah? Tak masuk akal! Kok bisa?” Seol Syok.

Jung tersenyum dengan reaksi Seol. Seol lalu mengubah nada bicaranya, ia hanya tidak menyangka. Jung juga, lalu menjelaskan kalau Sang Cheol hanya tanya masalah wawancara, itu saja.

Seol (Narasi): Aku tahu diam pasti marah pada Sang Cheol sunbae. Tapi kenapa tiba-tiba…

Seol mendengar kalau Sang Cheol ada wawancara di tempat lain dan sudah pamer kalau ia akan bekerja mulai minggu depan, apa Sang Cheol akan menyerah demi ikut wawancara di Taerang?

“Entahlah. Tidak boleh, kah?” tanggap Jung.

Seol (Narasi): Dia tidak melakukannya dengan sengaja, kan?


Jung menambahi kalau bukan hal yang buruk menjadi orang yang ambisius. Seol setuju.


Sang Cheol bingung memutuskan mau ke Sunju atau Taerang, ia takut melepaskan Sunju. Ia menelfon Jung. Jung mengatakan kalau itu semua keputusan Sang Cheol, dia menginformasikan kalau Tae Rang sedang mencari karyawan tetap, jika Sang Cheol lolos makan itu adalah keberuntungan.

Sang Cheol masih ragu karena ia tak punya persiapan. Jung menawarkan untuk memberikan catatan tes wawancaranya dulu. Sang Cheol tentu saja mau, ia lalu memutuskan untuk mengikuti wawancara ke taerang dan melepaskan Sunju.

“Semua pertanyaan wawancaranya selalu sama. Kalau mempelajarinya, wawancaranya akan berjalan lancar.” Jelas Jung.


Sang Cheol yakin akan berhasil kalau dengan catatan Jung (karena ia sudah pernah sekali).  Jung menginformasikan lagi kalau Taerang akan melebarkan sayap ke China, ia menyuruh Sang Cheol mengumpulkan pernyataan soal China juga. Sang Cheol mengerti. Jung menyuruhnya untuk menghubunginya jika masih ada pertanyaan.


Seol naik subway pagi hari dan penuh sesak. In Ho lalu maju untuk melindunginya, In Ho berdiri membelakanginya, ia memberi kesempatan agar Seol bisa membaca untuk belajar.


Saat mereka berjalan bersama di kamus, tampak kalau mereka masih canggung. In Ho meminta Seol untuk datang ke kompetisinya, kalau Seol datang…kalau….

Seol mengatakan kalau ia akan datang. Memang ia tak sering mendengarkan In Ho bermain piano tapi ia menyukai piano, ia akan datang,,”latihan yang keras, karena aku akan datang.”


Lalu Seol memberikan syal In Ho. In Ho mengatakan kalau Seol tak perlu mengembalikannya. Tapi Seol harus karena itu bukan milinya, lalu ia jalan duluan.


In Ho kembali berlatih dan tangannya belum bisa diajak kompromi. Ia beberapa kali berhenti karena tangannya. Ia kembali memijit tangannya.


Saatnya wawancara, orang yang dimintai tolong Jung menyapa Sang Cheol,,” Pikirkan ini sebagai pengalaman dan lakukan yang terbaik.” Lalu beliau masuk ke ruang wawancara.


Jung membagikan minuman untuk para pelamar. Jung tak lupa memberi Sang Cheol semangat,,”tak usah gugup. Lakukan saja seperti sama seperti persiapan.”

  

Sang Cheol dengan PD menjawab saat pewawancara menanyainya. Ia menjawab soal potensi membuka cabang di China. Tapi ia salah, ternyata Taerang sudah lama menutup cabang di China. Wawncaranya pun tak berjalan lancar.


Bo Ra dan Eun Taek berjalan sambil begandengan. Seol melihat mereka namun ia tak segera bergabung. Ia menunggu mereka.


Bo Ra bingung gimana cara memberi tahu Seol soal mereka. Lalu Seol muncul mengagetkan mereka. Bo ra refleks melepaskan tangan Eun Taek. Seol mengusulkan kalau kapan-kapan mereka bisa double date.

“Yaaa! Kau melihatnya!” kata Bo Ra.
“Kalian berjalan seperti ini. Dan aku punya mata. Tentu saja aku lihat.”


Eun Taek mengatakan pada Seol kalau Bo Ra menyatakan perasaan padanya sambil menangis. Seol ikutan menggoda Bo Ra,,” Menangis? Jang Bo Ra, kau bilang akan melepaskannya dengan keren. Sekarang malah memegangnya.”


Sang Cheol sepertinya gagal wawancara, ia mengajak semuanya makan, ia yang traktir tapi taka da yang maun.


Eun Taek menjelaskan pada Seol kalau Sang Cheol kalau Sang Cheol memilih ikut wawancara di taerang dan melepaskan Sunju tapi malah gagal.


In Ha tak bisa tidur, ia memikirkan kata-kata In Ho yang mengajaknya kabur bersama. Ia lalu  bangun dan menelfon Ayah Jung tapi tak diangkat, lalu SMS masuk dari Ayah Jung yang mengatakan kalau ia sedang sibuk dan akan menelfon IN Ha nanti.


Lalu In Ha mengirim pesan pada Jung.


In Ha: Apa yang kau katakan pada ayahmu? Kenapa dia jadi begini padaku?</i>
Jung: Pikirkan sendiri apa yang sudah kau lakukan?

“Apa yang sudah kulakukan?” tanya In Ha, tapi ia yakin kalau Jung mengatakan apa-apa.iabutuh tempat tinggal

Lalu SMS Jae Woo masuk [Desainer Kacang] : Kenapa tidak pernah ke kampus? Apa terjadi sesuatu?

“Kenapa dia ini? Aku baik padanya sekali dan sekarang dia... Hei! Masalahnya adalah tidak ada yang terjadi!”


Lalu In Ha muncul ide, kayaknya ia mau memanfaatkan Jae Woo.


Sang Cheol habis minum-minum, ia sudah mabuk. Seol lewat, Sang Cheol memaksanya untuk ikut minum dengannya. seol mengajak Sang Cheol pulang saja karena Sang Cheol sudah mabuk berat.


“Ini karena aku merasa bersalah padamu, maaf. Kau pikir aku itu tidak punya malu? Saat di kampung, aku juga disebut jenius. Saat diterima di Yonyi, kampungku mengadakan pesta. Lucu sekali, kan? Tapi saat sampai di Seoul. Semua orang lebih pintar dariku, lebih berkuasa dan lebih kaya. Dunia untuk orang yang seperti itu. Tapi bagaimana lagi? Aku juga harus hidup. Jadi aku pakai topeng besi dan nekat bertarung. Aku bekerja paruh waktu 3x sehari, tapi itu tidak cukup. Aku tidak bisa menang. Aku benar-benar ingin pergi ke Taerang. Aku tahu aku tidak punya kemampuan tapi aku tetap ingin. Aigoo, sudah setua ini dan aku masih belum lulus. Magang pun belum. Aku harus dapat pekerjaan. Kalau tidak, aku dalam masalah besar Hong hobae.” Cerita Sang Cheol.


Jae Woo dan In Ha masuk ke bar yang sama. Jae Woo mengajak In Ha pindah tapi In Ha gak mau, kaarena ada yang ia kenal, lalu In ha duduk dengan Seol-Sang Cheol.

Seol bertanta pada Jae Woo, kenapa bisa Jae woo bersama In Ha. Jae Woo mengatakan kalau mereka hanya saling kenal.

In Ha tak mengira kalau Seol minum dengan pria juga, apa Jung tahu.

Sang Cheol lalu bicara soal Jung yang berusaha keras membatunya agar diterima di Taerang bahkan memberinya catatan wawancara dan sudah membantu lewat telfon.

Seol heran, Sunbae?


,sang Cheol melanjutkan, Jung juga menjaganya saat hari wawancara. Sang Cheol akan muntah, lalu Seol membopongna ke toilet.


“Yoo Jung dan Hong Seol memang sesuatu banget. Entah mereka memang baik, atau bodoh.” Kata Jae Woo pada In Ha.

In Ha tak mengerti maksudnya. Jae Woo menjelaskan kalau Jung memberi Seol catatannya dan Sang Cheol malah mencurinya. Seol bertengkar dengan Sang Cheol sampai mau dipukul. Dan bukan hanya itu, Sang Cheol juga mengganggu Seol.

“Tapi kau bilang Jung membantunya untuk wawancara? Ceritakan padaku dari awal.” Pinta In Ha yang menyadari sesuatu.

Seol masih menunggu Sang Cheol di depan toilet.


“Hong hobae, aku sangat ingin ke Taerang. Aku tahu aku tidak mampu. Aku membohongi diriku sendiri dan tetap mempercayainya.” Kata sang Cheol di sela-sela muntahnya.


Lalu Sang Cheol keluar dan kembali ke kursinya dan menyuruh Jae Woo untuk memesan soju lagi juga meminta Jae Woo mengundang Jung untuk datang, ia ingin berterimakasih pada Jung dengan mentraktirnya minum.

Seol mengajak Sang Cheol pulang saja karena sudah mabuk berat. Sang Cheol gak mau.

In ha mulai membuak mulutnya, mengatai kalau sang Cheol naif. Sang Cheol tak mengerti.

“Kau sungguh percaya Yoo Jung akan membantu orang yang telah mengganggu pacarnya?” tanya In Ha

Jae Woo juga gak ngerti.

“Kau benar-benar tidak mengenal Jung. Setelah mendengar ceritanya aku paham yang terjadi. Kau sudah ditipu oleh Jung. Aku heran bagaimana kau bisa lolos seleksi wawancara. Bahkan Jae Woo pun tidak lolos. Apa kau tidak curiga? Sepertinya Jung sudah mengaturnya. Mencurigakan sekali tanggal wawancaranya bisa bersamaan. Dan kau bilang kau dapat catatan wawancaranya juga. Apa memang catatannya benar? Tidakkah kau gagal karena catatan itu?”

“Dia bilang China...” jawab Sang Cheol.

“Mata untuk mata, gigi untuk gigi, catatan untuk catatan. Itu memang Jung banget, kan?”

“Tapi Jung tidak punya kuasa untuk melakukannya.”

“Tentu saja Jung punya.” Lalu In Ha menatap Seol,,” Hong Seol, kenapa kau diam saja? Kau tahu semuanya, kan?” Seol hanya diam saja. In Ha melanjutkan “Yoo Jung... Putra tunggal Presdir Yoo Young Soo dari Taerang grup. Apa itu tidak cukup?”


Sang Cheol benar-benar marah, ia mengingat semua dari awal sampai akhir dan menemui kalau ada yang janggal. Ia bangkit, ia memaksa untuk pergi menemui Jung tapi ia tak bisa karena terlalu mabuk dan akhirnya ambruk. Jae Woo mengurusnya.


In Ha menatap Seol sinis. In ha yakin kalau Seol sudah tahu semuanya, apa yang Jung pikirkna dari awal.


“Kau tahu apa yang Yoo Jung pikirkan dari awal. Tapi kau pura-pura tidak tahu? Atau kau sudah curiga tapi tidak mau percaya? Kenapa kau terganggu hanya dengan hal semacam ini? Jalanmu masih panjang untuk mengetahui semua tentang Yoo Jung. Wanita sepertimu tidak akan bisa mengatasi Yoo Jung. Seharusnya kau tahu diri.” Lanjut In Ha lalu pergi. 


Seol tambah galau, ia mampir ke bar pamannya. Paman menawarinya kopi. Seol mengiyakan. Melihat wajah murung Seol, paman balik menawarinya alcohol. Seol gak mau, ia hanya merasa lelah.


In Ho yang ada di gudang, sedang duduk di depan piano mendengar Seol bicara dengan paman. Lalu In Ho mengintip Seol.


Paman bertanya, apa ujian Seol sulit. Seol mengatakan tidak, daripada ujian, baginya menjalin hubungan lebih sulit. Ia pikir akan mudah menerima orang lain yangberbeda dengannya tapi ternyata sangat sulit.

“Dari yang kudengar pasti masalah dengan pacarmu.” Balas paman.

“Bukan.” Jawab Seol.


Lalu paman mulai menguliahi Seol tentang hubungan.,,” Seol, saat itulah hubungan yang sebenarnya dimulai. Saat kalian bertengkar, berargumen, keras kepala. Kalian mulai saling memahami. Karena aku belum pernah melakukannya, makanya aku masih jomblo.”


Lalu In Ho kembali duduk di depan piano. In Ho mulai bermain piano dengan lagu yang pernah ia mainkan bersama Seol.

Seol mendengarnya, Paman mengatakan pada Seol kalau In Ho ada di gudang, In Ho serinng bantu-bantu di bar paman.


Seol menikmati pemainan In Ho.


Paginya, Sang Cheol menerobos masuk ke Taerang, ia mencari Jung. Setelah menemukannya, ia langsung melabrak Jung, ia mengatakan semuanya yang ia dengan dari In Ha, Jung yang sudah merencanakannya dari awal.

“Karena kau anak Presdir, kau bisa menentukan siapa yang lolos, hah? Beginilah dunia ini.” kata sang Cheol keras sampai semua bisa mendengar.

Kemudian penjaga datang dan langsung membawa Sang Cheol keluar.

“Kau senang mempermainkan orang dari kampung? Dasar brengsek!” teriak Sang Cheol saat diseret penjaga.


Jung menatap Sang Cheol.


Seol menghubungi Jung tapi tak diangkat, ia juga ke Taerang.


Jung menyusul Sang Cheol ke luar, ia memojokkan Sang Cheol,,”Kau pikir ini dimana!?”


Sang Cheol melepaskan tangan Jung. Ia tak mengira kalau Jung seburuk ini walaupun ia sudah mengalaminya tahun lalu,,” Wah, brengsek... Kalau kau tidak meloloskanku bagian pertama. Aku tidak akan seperti ini.”


Jung mencengkeram kerah baju Sang Cheol, ia bertanya darimana Sang Cheol mendengar tentangnya. Sang Cheol menyebut nama Baek In Ha.

“Dengar baik-baik. Sunbae sendiri yang memilih pergi ke Taerang. Sunbae yang mengacaukan wawancara dengan tidak memiliki persiapan. Dan sunbae pikir bisa kesini dan marah-marah seperti ini?” kata Jung dengan tegas.

“Kenapa kau melakukan ini padaku? Bukan karena aku mencuri catatan tak berharga itu, kan?” Sang Cheol mulai ketakutan.

“  "Catatan tak berharga"? Hanya punyamu yang berharga. Dan milik orang lain "tak berharga". Jadi sunbae orang seperti ini. ini waktunya sunbae juga merasakannya. Bagaimana rasanya kehilangan pekerjaan yang tak berharga?”


Lalu Jung pergi.


Seol sudah menunggunya dan tak mendengar semuanya.


Jung menyebut nama seol, ia terkejut melihat Seol. Seol menatapnya lalu memeluknya.


“Jangan bicara apapun. Aku tahu apa yang terjadi. Aku tahu kenapa melakukannya. Bagaimana perasaan sunbae sekarang, Aku juga tahu. Jadi jangan cemas. Aku tidak akan kabur.”


Seol semakin mempererat pelukannya dan Jung membalas pelukan Seol.

****

Fiuh.... Akhirnya selesai...


4 komentar

Tinggal 2 episode lagii, oenni azza azza fighting!! πŸ™Œ

Tinggal 2 episode lagii, oenni azza azza fighting!! πŸ™Œ

Hayooo.. Endingnya sama siapa y.. Fighting buat nulisnya oenni..

Preview ep 15 bikin galau mpe hr senin

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon