Monday, June 15, 2015

[Sinopsis] Super Daddy Yeol Episode 15 Part 2



Sa Rang menunjuk Woo Hyuk sebagai pelatih larinya dan Ji Hye sebagai lawannya. Woo Hyuk ingin menolak karena usia, ia juga tidak pandai. Tapi Ji Hyeprotes saat diajak-ajak Woo Hyuk tidak pandai, ia pandai berlari.

“Iya, kau pandai segalanya kecualiberkencan” sindir Woo Hyuk.


Sa Rang menjelaskan alasannya, ia ingin berlatih dan menjadi lebih baik tanpa sepengetahuan Ibu dan Ayahnya. Ia harus lebih cepat 3 detik dalam 2 minggu agar diijinkan mengikuti kompetisi.


Sa Rang mulai berlatih dengan Ji Hye dan Woo Hyuk sebagai pelatihnya. Mi Rae juga tak mau kalah, ia latihan dengan keras dibantu oleh Hyun Woo. 




Yeol sibuk mempersiapkan presentasinya, Mi Rae mengintipnya.


Mi Rae kembali mual-mual padahal mereka harus segera berangkat ke pertandingan. Yeol membuka paksa pintu kamar mandi dan menemukan Mi Rae duduk dipojokkan kesakitan. Yeol berteriak menyuruh Sa Rang menghubungi Rumah sakit. Tapi Mi Rae malah memikirkan bola pertama Hyun Woo dan hal itu memicu kekesalan Yeol.


Hyun Woo dan Ki Tae menenti mereka dengan cemas, Hyun Woo bahkan bertanya, apa bisa mereka mengundur pertandingannya.

“Daripada bola pertama, lebih penting presentasi pelatih han setelah pertandingan.” Jelas Ki Tae.


Kemudian datanglah Sang Hae yang menginformasikan bahwa Yeol tidak bisa datang karena Mi Rae dibawa ke UGD. Semuanya nampak khawatir.


Yeol menemui professor noh. Ia mendapat penjelasan kalau Mi Rae mulai mengalami efek samping, ada  infeksi di kandung empedunya, jadi professor Noh memberinya antibiotic dan untuk sementara dihentikan dulu kemoterapinya.

Yeol bertanya, apa itu sebabnya rambutnya rontok. Professor Noh memberinya hasil pemeriksaan Mi Rae yang menunjukkan kalau kankernya sudah sampai tingkat yang membahayakan, awalnya prof. Noh memprediksi kalau Mi Rae akan membaik tapi sebaliknya, kanker mi Rae kambuh dan itu berarti pengobbatannya tidak berhasil.


Prof. Noh memberi Yeol pilihan, mau lanjut atau berhenti. Jika lanjut dan tidak berhasil lagi maka Mi Rae akan lebih sering mengalami hal seperti hari ini lagi. yeol hanya mampu menghembuskan nafas berat.


Dia memasuki ruangan Mi Rae dengan wajah cerah. Mi Rae bertanya bagaimana kata Prof. Noh. Yeol berbohong kalau Mi Rae hanya kena flu ringan. Mi Rae tahu kalau Yeol berbohong karena ia ahlinya dalam bidang ini. Mi Rae menyuruh Yeol menyerah. Yeol tak mau.


“aku tidak menyesal, Aku tidaak, kau juga. Aku harap kau bisa begitu sebelum semua semakin berat.” Pinta Mi Rae.


Yeol galau, ia pergi kea tap Rumha sakit dan mulai berdoa dan memohon

“Kenapa kau seperti ini. Kenpa  kau selalu menjauhkan semunya di saat terakhir? Aku tidak berharap banyak. Hanya sekali, hanya kali ini, bisakah kau memberiku kesempatan? Bisakah kau… Bisakah kau menyelematkannya? Apa sesulit itu? apa salah kami? apa sebenarnya salah kami?"

Yeol meneteskan air matanya. Sa Rang menelfonnya, ia menghapus air matanya sebelum mengangkat. Ia mengatakan pada Sa Rang kalau Ibunya baik-baik saja, ia menyuruh Sa Rang untuk belajar saja disekolah dan jangan lupa ikut les sepulang sekolah. Tapi setelah itu yeol kembali menangis.


Sang Hae menghubunginya, mengabari kalau mereka tidak mau mengundur peresentasi Yeol, ia menyuruh yeol segera datang dan Mi Rae pasti mengerti.


Mi Rae merias diri untuk menutupi wajah pucatnya, saat ia menyisir Rambut, rambutnya kembali rontok. Mi Rae memasuki kamar yeol, ia melihat usaha keras Yeol dalam mengerjakan presentasinya.


Yeol menemui Sang Hae dan Ki Tae.

“Apa? Kau tidak mau melakukan presentasi? Posisi pertama pelatih melempar bola! Tim pertama! Yang kau impikan Selma ini!” Sang Hae mencoba menyadarkan Yeol.

Yeol dengan santainya menjawab kalau hal seperti itu sudah tak menarik baginya. Lalu ia beralik.

“Cengeng. Aku memang bodoh membantu orang sepertimu. Kau tidak pantas mendapatkan kepercayaan Kepala Pelatih!” Ujar Ki Tae dan berhasil membuat Yeol mendengarnya. Tapi kemudian yeol tetap lanjut jalan.


Ki Tae berkata lagi, itu sebabnya Mi Rae meninggalkannya. “Kau cemas. Tidak berpikir jauh ke depan dan membuat keputusan yang buruk!”


Yeol berbalik hendak menyerang Ki Tae tapi ditahan oleh Sang Hae. Ki Tae mendekati Yeol, suaranya melemah, ia mengatakan kalau ia juga punya keluarga, jika salah satu diantara mereka meninggal ia tetap akan mempertahankan posisinya.

“Kenapa? Karena kita tatap hidup. Manusia akan bisa kembali hidup, bagaimanapun caranya.” Lanjut Ki Tae.

Yeol manggut-manggut, benar ki Tae bisa seperti itu, karena memang kit ae seperti itu.

“Kenapa? Kau tidak begitu? kalau begitu, kau akan mati bersamanya? Kemudian apa dunia akan kiamat?” tanya Ki Tae.


Yeol membenarkan semuanya akan berakhir, ia akan mati bersama Mi Rae. “ada orang seperti ini dan mencintai seperti ini. Aku seperti ini, meski aku tidak ingin begini. Orang itu adalah duniaku. Seluruh duniaku dan alasanku untuk hidup.” 


Kemudian yeol berbaik dan tanpa sepengetahuan mereka pelatih bang ada dibelakang mereka. Pelaih Bang menyuruh yeol untuk mengatakan kata-katanya tadi kepada Mi Rae.


“Mi Rae datang melakukan presentasi, menggantikan dirimu” kata Pelatih bang.


Dan benar saja Mi Rae maju presentasi dihadapan para petinggi. Mi Rae menjelaskan dengan gambling kelebihan Yeol untuk tim dan membuat pimpinan kagum.


Yeol masuk dan mengajak Mi Rae bicara diluar. Ia memarahi Mi Rae yang tak mau tinggal di Rumah sakit. Mi Rae mengatakan kalau ia bukan lagi pasien,ia sudah lulus jadi pasien. Yeol tak mengerti.

“sudah kubilang, tidak,kau sudah tahu. Kita sudah melakukan semua yang kita bisa. Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Aku tahu ini akhirnya. Aku sidah sering melihatnya. Putusasa dan jatuh pingsan.” Jelas Mi Rae.

Yeol tidak percaya itu karena ia sering melihatorang yang jatuh lalu bangkit, jatuh dan bangkit lagi. Mi Rae membantahnya, itu baseball sedangkan yang mereka bicarakan sekarang adalah kenyataan orang yang menderita kanker.

“Ya, kau sehat dan aku sakit, apa kau tahu perasaan orang yang sakit? Apa kau tahu seperti apa kesakitan setiap malam, seolah yakin akan mati? Ketakutan itu, kau tahu?” tanya Mi Rae. Kemudian suaraya mulai meninggi “Karena harga dirimu, karena cintamu yang luar biasa, aku semakin lelah dan sakit. Meninggalkanmu terluka. Jika kau berantakan seperti ini, bagaimana aku bisa pergi dengan tenang? Aku sangat gelisah dan cemas. Bagaimana aku harus hidup? Bagaimana aku harus mati?”


Mi Rae kan peri, Yeol setuju untuk menyerah, ia juga sudah lelah. Ini menjengkelkan dan membuat frustasi. Ini bukan hidup, rasanya seperti sekarat. “ Aku tidak bisa lagi bersama penakut yang mudah melarikan diri! Kau mau melarikan diri, hidup atau mati, lakukan sesukamu.” Yeol yang kemudian meninggalkan Mi Rae.


Yeol melampiaskan kekesalannya dengan memukul bola berkali-kali dibantu Sang Hae. Ia bertanya-tanya kenapa dirinya sehat dan hanya Mi Rae yang sakit. Sang Hae tak bisa berbuat apa-apa ia memilih pergi.


Mi rae minum-minum di bar. Woo Hyuk datang menghalanginya. Mi Rae menjelaskan kalau ia mengakhiri semuanya hari ini, kemo, hidup bersama, cinta. Akhirnya Woo Hyuk membiarkannya minum.

  

Mi Rae, keluar dari Bar, berteriak memohon ingin hidup. Woo Hyuk sampai kuwalahan menghentikannya. Sampai-sampai Mi Rae ingin bunuh diri dengan menabrakkan diri ke mobil, untuk Woo Hyuk berhasil menahannya.


Tak berbeda jauh dengan yeol, ia juga minum-minum. Kemudian ji Hye datang. Ia meminta Yeol mengikutinya, ada yang ingin ia tunjukkan pada yeol.


Ji Hye membawa Yeol ke tempat latihannya Sa Rang, tapi Mi Rae dan Woo Hyuk datang duluan. Woo Hyuk menjelaskan pada Mi Rae kalau kegiatan sa Rang ini sudah berlangsung beberapa hari.


“Dia bilang, ibunya sudah berjuang mati-matian maka dia juga akan berlari mati-matian. Dia ingin menunjukkannya padamu sebagai hadiah operasi. Berlari didepan ibunya yang sehat” Jelas Woo Hyuk.


Yeol dan ji Hye datang. Mereka kemudian berpandangan.


“APa kau tidak merasa menyesal melihat Sa Rang? Kalian pikir ini hanya masalah kalaian berdua? Apa kalian sudah melupakan Sa Rang?” tanya Ji Hye.


Sa Rang terjatuh, Yeol dan Mi Rae berlari membantunya, Sa Rang senang melihat Ibu dan Ayahnya. Dan akhirnya Mi Rae mau kembali melakukan kemotera[I dan kembali ke Rumah sakit.


Masih ada harapan, hasil CT-Scan menunjukkan kebalikan dari hasil tes darah, kankernya mengecil, Prof Noh mengatakan kalau ini kejadian langka. Kanker Mi Rae bisa dioperasi dengan satu kali pengobatan lagi. 


Sa Rang menghibur Mi Rae sebelum Mi Rae memasuki ruang operasi. Tapi tetap walaupun ia mencoba tegar airmatanya tak mau berhenti, sesekali ia mengusaonya ditengah pertunjukkannya untuk Mi Rae.


Prof. Noh memberitahu yeol kalau tanggal operasinya sudah ditetapkan dan akan dipimpin oleh dokter bedah terbaik. Yeol mengucapkan banyak  terimakasih. Prof. Noh mengingatkannya kembali kalau presentase keberhasilan kurang dari 30%.

“meskipun berhasil, mungkin bisa kambuh lima tahun lagi” jelas Prof. Noh.


Yeol mengangguk mengerti. Prof Noh mengajak yeol untuk melakukan yang terbaik.



Yeol ikut mengantar Mi Rae keruang operasi. Sebelum Mi Rae masuk, ia melamar Mi Rae terlebih dahulu. Berlutut dan mengeluarkan bunga dari jaketnya.

“Menikahlah denganku. Putriku, kau menjadi Ibunya.” ajak yeol.


Mi Rae menagis bahagia, ia menerima bunga Yeol kemudianmasuk keruang operasi.


>>>>>Bersambung Ke Episode 16 Final<<<<<


5 komentar

Waaah, gk bsa ngment apa2 ama nih drama,
cma bsa mewek trharu bnget ama nih kluarga

Waaah, gk bsa ngment apa2 ama nih drama,
cma bsa mewek trharu bnget ama nih kluarga

Jodu....gumapshimnida Diana...

Terima kasih udah buat sinopsis drama ini. Soalnya suka gen keluarga terlebih ada anak kecil. Mohon dilanjutkan.

aah bikin penasaran, abisnya episode 16 nya ga muncul-muncul... please di terbitkan segera sinosis terakhirnya....

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon