Wednesday, May 20, 2015

[Sinopsis] Super Daddy Yeol Episode 13 Part 1



Mi Rae menikmati musim semi di taman. Tiba-tiba Sa Rang menghampirinya tak tahu dari mana

“Berapa usiamu? Kau tinggal dimana?” Tanya Mi Rae.


“Ambillah. Untukmu, karena kau cantik.” Sa Rang mengulurkan Apel untuk Mi Rae.


Mi Rae menggelengkan kepalanya tapi Sa Rang memaksanya sampai Mi Rae menerimanya. Mi Rae langsung menggigitnya.


Dannn…. Mi Rae terbangun di ranjang Rumah Sakit. Dokter mencegahnya untuk duduk dulu.


“Untung luka anda ringan dilihat dari kecelakaannya, jadi anda tidak keguguran. Tapi bisa berbahanya karena saya membius anda.”jelas dokter.


Mi Rae terkejut mengetahui kalau dirinya hamil,kemudian suster memberinya hasil USG dan mengatakan kalau usia kandungan Mi Rae sudah 5 minggu. Suster juga menunjukkan Apel di meja. Ia menjelaskan kalau apel itu ada di tas Mi Rae, anehnya semua isi yang ada di dalam tas hancur namun apel itu tak lecet sedikitpun.

mungkin tidak ada yang tahu, tapi apel itu merunah takdirku. Untukku yang hidup sendiri, sebuah anugerah yang bernama sa Rangdiberikan padaku sebagai Ibu yang beruntung.” Narasi Mi Rae.


Super Daddy Yeol Episode 13


Yeol Membentak Mi Rae “hei.. Hei.. HEI!!!”

Mi Rae mengira ada masalah penting. Sarang kah?


“Cha Mi Rae, Ayo pergi berlibur bersama.” Jawab Yeol.


Mereka lalu masuk ke dalam. Mi Rae bertanya, kenapa Yeol tiba-tiba mengajak berlibur. Mereka bicara tanpa menatap satu sama lain. Yeol menjelaskan kalau Sa Rang  ingin berlibur dan ia berharap kalau Mi Rae bisa, karena Mi Rae Ibunya.

Mi Rae tak yain akan hal itu. Mi Rae menata yeol. Ia akan mengajukan syarat.belum sampai bicara apapun, Yeol memotongnya. Yeol berkata kalau Ia baik-baik saja karena semua demi Sa Rang.


“Aku ayahnya dan kau Ibunya” Ujar Yeol.


Yeol keluar dari rumah Mi Rae dan ternyata Woo Hyuk masih ada siluar. Woo Hyuk bertanya, apa mereka bertengkar lagi. yeol tak menjawab pertanyaan Woo Hyuk. Ia malah mengatai Woo Hyuk seperti pencuru karena tak pergi-pergi dari depan rumah orang.

Woo Hyuk tak terima dikatai seperti pencuri. Yeol lalu mendekati Woo Hyuk. Woo Hyuk sudah siap sedia menggunakan tangannya untuk menghadang pukulan yeol karena muka Yeol sekarang benar-benar tegang, seperti siap menumpahkannya kapanpun.


Yeol tidak memukul Woo Hyuk, ia Cuma bertanya, apa taka da yang ingin Woo Hyuk katakana padanya. “kau tahu semuanya bukan?”


Mi Rae kembali merasakan sakit yang amat pada perutnya. Ia sekuat tenaga mengatasi rasa sakit itu sendirian sampai kukunya terluka dan berdarah. Ia teringat kata-kata Woo Hyuk.

Sa Rang… Dia datang ke rumah Sakit. Dia pasti sangat merindukan Ibunya.”

“Tidak! Mana mungkin kubiarkan dia melihatku seperti ini? Belum saatnya!” Ucap Mi Rae di sela tangisnya.


Kilas balik..


Sebelum pergi Yeol mengatakan kalau setelah mereka berlibur, giliran Mi Rae yang harusmengantar Sa Rang ke sekolah. Yeol beralasan kalau ia sibuk karena sudah menjadi pelatih Rehab yang popular sekarang. Mi Rae akan menolak tapi yeol tak memberinya kesempatan.

“Aku masih belum memaafkanmu. Kau paham? Jadi dengarkan aku, jangan beralasan. Ini hukumanmu. Aku sekarang pihak A dank au pihak B. semua demi Sa Rang” tegas  Yeol.

Mi Rae tak bisa membantahnya lagi demi Sa rang.


Kembali ke Mi Rae. Kali ini ia menguatkan diri untuk duduk. Ia lalu menatap cermin.


“Semua Demi sa Rang. Dia akan mengingatku seperti ini sepanjang hidupnya. Aku harus menujukkan Ibu yang sehat padanya.”


Rasa sakit itu datang lagi. tapi kalai ini Mir ae puny acara untuk malawannya. “Demi Sa Rang”


Woo Hyuk terkejut mendengar dari Yeol kalau sa rang sudah tahu semuanya. Yeol menambahi kalau karena itulah sa Rang tidak melawan dan mau tinggal dengannya.

“Karena itu yang diinginkan ibunya, dia merasa hal itu akan membuat ibunya tenang.” Lanjut Yeol.

Woo Hyuk tidak membayangkan penderitaan yang harus ditanggung anak sekecil Sa Rang, betapa menderitanya sa Rang yang tidak bisa berbicara pada siapapun dan harus menyembunyikannya.

Yeol hilang kesabaran. Ia mencengkeram kerah Woo Hyuk dan membentaknya kalau seharusnya Woo Hyuk memberitahunya lebih dulu. Ia harus tahu lebih dulu. Tapi kemudian yeol melunak. Yeol menanyakan keadaan Mi Rae saat ini.

“Separah apa? Berapa waktu yang tersisa? Bukan… Bgaimana cara menyelamatkannya? Dari satu sampai sepuluh, katakana semuanya, jangan ada yang tertinggal!” Pinta Yeol.


Ditambah Yeol meminta Woo Hyuk merahasiakan kalau ia dan sa rang sudah tahu keadaan Mi Rae. Rahasiakan sementara waktu seperti keinginan Mi Rae. Sampai Mi Rae mempercayainya dan mau mengatakan semuanya.


Sa Rang membuka kardus yang dikirim Ibunya. Ia membuka album, tanpa terasa airmatanya mengalir saat lembar demi lembar album ia balik. Ternyata yeol masih meninggalkan surat Mi Rae di album dan Sa Rang membacanya.


Setelah membaca surat itu. Sa Rang tahu kalau Ibunya sangat mencintainya melebihi apapun. Sa Rang menangis, dan ia memutuskan untuk berlari menuju Ibunya, ia ingin bertemu Ibunya, sa rang sampai di halte bis, dan Bisnya tak segera datang.


Saat bis tiba, Yeol menghentikannya untuk naik. Sa rang mengadu padaayahnya kalau ia rindu Ibunya dan ingin bertemu dengan ibunya. Yeol menjelaskan kalau ia baru saja bertemu Ibunya. Untuk sementara, yeol meminta sa Rang menunggu. Karena Sa Rang sudah menunggu selama ini jadi tetaplah menunggu sebantar lagi untuk merahasiakan semua ini seperti yang diinginkan Mi Rae.

“Kita bantu supaya Ibu merasa lebih baik! Tidak.. disbanding mengurangi rasa sakitnya, kita bantu supaya ibu sembuh.” lajut Yeol.

Sa Rang tak yakin bisa. Tapi Yeol menyemangatinya kalau mereka bisa, seperti keajaiban yang sudah Sa Rang tunjukkan kalau itu ada. Lalu sa Rang mengangguk menerti.


Yeol menjelaskan rencananya. Yang pertama mereka harus membuat Mi Rae percaya pada mereka supaya Mi Rae bisa bersandar pada mereka dan  memegang tangan mereka dan bersama dengan mereka. “Kita beri Ibu keyakinan”


Pagi-pagi Sa Rang datang ke rumah Mi Rae untuk minta diantar sekolah seperti yang Ayahnya perintahkan. Karena mungkin Mi Rae lupa kalau sekarang gilirannya maka sa rang yang datang duluan. Sa rang memuji dirinya sendiri yang hebat.


Mi Rae sedang  melakukan konsultasi dengan para pasiennya. Tanpa diduga ternyata salah satu pasiennya adalah Yeol. Mi Rae menganggapnya sedang bercanda. Yeol mengatakan kalau ia tidak bercanda, ia mengeluhkan beberapa hari ini perutnya sakit seperti orang hamil.

Deng… Mi Rae membuang  uka. Tapi ia tetap professional sebagi dokter, ia menyarankan yeol untuk datang ke dokter spesialis penyakit dalam. Karena ia adalah spesialis syaraf.

“Karena juga mengganggu syaraf. Bukan main-main membesarkan anak, sendirian.” Alasan Yeol.

Yeol menambahkan kalau Mi Rae kan juga tahu sa Rang adalah tipe anak yang membutuhkan kerja keras untuk merawatnya. Mi Rae menyuruhnya untuk mengatakan hal ini di luar. Disini adalah tempat ia bekerja.

Yeol tahu kalau ia adalah pasien terakhir Mi Rae, dan artinya Mi Rae sudah selesai bekerja, ia lalu mengajak Mi Rae pergi makan. Mi Rae menatap Yeol. Yeol beralasan kalau ia hanya ingin makan Mie dan taka da temannya, karena sang hae sudah bosen makan Mie terus.

Mi Rae mengatakan kalau mereka sudah berakhir. Tapi Yeol kekeh, ia mengatakan kalau ia belum bisa memaafkan Mi Rae jadi Mi Rae harus menurutu keinginannya.

“Terima hukumanmu! Turuti ucapan korbanmu.” Tegas yeol.


Mi Rae tak bisa membantah, akhirnya ia mengikuti keinginan Yeol.


Yeol bahkan menggandeng Mi Rae saat keluar Rumah sakit. Ji Hye yang melihatnya treheran-heran kenapa Yeol dan Mir ae bersama lagi, bukannya mereka sudah berpisah. Apa mereka sudah baikan.


“bagus sekali. Setidaknya dengan demikian, pikiranku bisa tenag.” Ucap Woo Hyuk.


“Apa? Kenapa itu membuat pikiranmu tenang, sayang? Jangan bilang, kau punya wanita lain?” tanya Ji Hye.

Woo Hyuk merasa aneh dipanggil “sayang” oleh Ji Hye. Ji Hye tak merasa aneh menaggil gituan. Woo ahyuk lalu melupakannya, ia bertanya alasan Ji Hye datang ke Rumah sakitnya. Ji hye menjelaskan kalau ia libur dan ingin nonton.

“Apa kau mengajakku kencan?” Tanya Woo Hyuk.

Ji hye lalu dengan malu-malu lalu sedetik kemudian sikapnya nerubah. “kencan apaan! Kau teman minumku. Aku hanya ingin bersenang-senang denganmu. Sepertinya kau akan melamarku setelah dua kali nonton bersama.”

Woo Hyuk tidak mau kalaubegitu. Lalu ji Hye menjelaskan yang sebenarnya kalau Rumah sakit Woo Hyuk dan kliniknya bekerja sama mulai sekarang. Dan I amendengar kalau akan ada acara untuk merayakannya dan ia sebagai perwakilan klinik datang lebih awal.

“Tentu, setelahnya aku bisa bertanya apa kau mau nonton bersamaku.” Ji Hye ngotot.

“Lupakan soal filmnya sayang. Ayo pergi minum. Hari ini aku ingin sekali minum.” Jawab Woo Hyuk.

Woo Hyuk pergi duluan. Debelakangnya, Ji Hye bergumam kalau woo Hyuk percaya diri sekali padahal Woo Hyuk sama sekali tidak punya martabat. Woo Hyuk berbalik kembali, ia memberi penawaran sekali lagi, jika tak mau ikut ya sudahlah.

“Ayo. Ayo minum” jawab Ji Hye cepat-cepat.


Mereka lalu perdi bersama dan Ji Hye menggandeng lengan Woo Hyuk.


Yeol mengajak Mi Rae makan Mie. Yeol meracik bumbu untuk Mi Rae. Lalu memberikannya pada Mi Rae. Yeol melihat kuku Mi Rae yang terluka. Mi rae segera menyembunyikannya. Yeol tak berkomentar apapun.


Mi Rae menanyakan alasan yeol bersikap seperti ini padanya. Padahal mereka sudah putus karena ia membohongi Yeol dan Yeol sendiri bilang kalau belum memaafkannya. Yeol tak ambil pusing, apa itu artinya mereka tak bisa makan mie bersama padahal Mi Rae asyik sekali makan ramen denagn Woo Hyuk.

Mi Rae membentaknya. Yeol lalu beralasan lain, menurutnya ini adil karena Mir ae sudah membohonginya selama 10 tahun. Setidaknya ia boleh sedikit menganggu Mir ae untuk membalas dendam.

“Jika kau lelaki, aku akan menghajarmu. Ini caraku.” Lanjut Yeol.



Yeol lalu menyuruh Mi Rae untuk makan Mienya. Mi Rae makan dan bumbunya terlalu pedas, ia mengeluarkan kembali Mie yang sudah masuk mulut. Mi Rae menganggap kalau ini adalah cara balasdendam yeol.


Mi Rae lalu menuangkan bumbu pedas sangat banyak pada Mie Yeol. Yeol tak marah, ia meminta Ahjumma memberi Mie lagi. tapi Mi Rae belum berhenti ia juga menambahkan banyak cuka ke mangkuk mie yeol.


Yeol menyetop taxi untuk Mi Rae. Karena taka da yang berhenti saat ia melambai. Yeol langsung menghadang taxi ditengah jalan, dan caranya ini berhasil. Ia membukakan pintu untuk Mi Rae.

“terimakasih tapi, ini terakhir kalinya. Jika kau terus begibi, aku akan semakin menyesal.” Ujar Mi Rae.


Yeol mengerti saja dan menyuruh Mi Rae untuk segera masuk. Yeol memperingatkan pak supir untuk menyetir dengan hati-hati, gunakan lampu signal dan jangan melampaui batas kecepatan.


Yeol berjalan sendiri, wajahnya lansung murung saat teringat penjelasan woo Hyuk.


Dia menolak kemoterapi, Tentu, jika berjalan baik, hanya ada 10 % kesempatan untuk memperpanjang hidupnya. Tapi nisa menghambat perkembangannya.”

“Dia pasti tidak ingin menunjukkan sesakit apa dirinya. Dia melihat banyak keluarga pasien yang menderta.”


“Itu sebabnya dia menyuruh Sa Rang tinggal bersamamu.”


Yeol berhenti, ia berbicara sendiri tapi suaranya keras. “Itu sebabnya kau muncul setelah sepuluh tahun? Kau memilih tanggal kematianmu?”

Kemudaina ia berteriak sekuatnya, di jalanan yang ramai. Semua orang menatapnya. “Apa lihat-lihat? Huh? Pertama kali melihat orang frustasi?” Bentak Yeol. Kemudian suaranya melemah. “Ibu anakku sakit. Dia akan mati” kemudian meninggi lagi “ tapi aku tidak tahu!”

“Wanita itu jahat sekali. Wanita yang membunuhku dua kali dan menguras habis darahku! Tapi tetap menyakitkan. Sulit rasanya melihat dia seperti itu! apa yang kalian semua tahu?” Yeol super frustasi. Setelah mendengar semua keluhan Yeol semua maklum dan berjalan kembali tak memperdulikan yeol.

Yeol kembali teringat oenjelasan Woo Hyuk.


Dengan waktunya yang tersisa, dia tidakmau menghabiskannya di rumah sakit. Tapi di rumah bersama keluarganya. Dan juga, dia bilang dia menyukaimu 100%, hingga dia berharap waktu bisa berhenti, bukan sebagai ayah, tapi sebagai seorang Pria.”


Mi Rae galau, mau menelfon Yeol atau tidak, ia sudah membuka kontak Yeol tapi tak jadi dan meminta pak supir untuk putar balik.


Mi Rae menunggu Yeol di taan dekat rumah Yeol. Ia ingin memastikannya karena semua ini mengganggunya.

“Aku tahu ini semua demi sa Rang. Ia pasti mencari Ibunya. Pasti berat untukmu menjaganya seorang diri. Betapapun kau membenciku, kau pasti berpikir kalau kau membutuhkanku, untuk sementara ini.” Jelas Mi Rae.

Yeol membenarkan, seperti Mi Rae bisa membaca pikirannya. Tapi ini dalah hidup Yeol dan sekarang mi Rae hanyalah orang asing. Lalu apa yang harus dilakukan Yeol. Mi Rae menjelaskan kalau Yeol dan sa Rang yang harus menyelesaikannya berdua.

“Aku tidak bisa membantumu berbohong, atau memberikan jawaban selamanya” lanjut Mi Rae.

Yeol masih belum mengerti, ia ingin langsung pada kesimpulannya. Mi Rae mengatakan kalau ia tidak ingin berlibur bersama yeol. Da itulah keputusan Mi Rae.


Mi Rae akan pergi, Yeol menyuruhnya untuk menginap dan tidur bersama Sa Rang. Kalau berlibur tidak bisa setidaknya mi Rae bisa melakukan permintaan yeol yang ini. Yeol mengatakan kalau sa Rang senang sekali bisa berlibur bersama Ibunya.


Mi Rae setuju dan mau menemani sa Rang malam ini. Sa Rang yang sudah tertisur mampu mengenali wangi Ibunya. Sa rang mendekat pada mi Rae dan Mi Rae memeluknya.



Yeol ingin mengabulkan permintaan Mi Rae yang ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan kelauarga. 


Saat bangun pagi, Mi Rae yang paling akhir dan di meja makan sudah tersaji sarapan. Sa rang sedang sibuk membuat jus untuknya. Yeol melihatnya bangun dan menyuruhnya untuk segera duduk.


Jus buatan sa rang sudah jadi, ia lengsung memberikannya pada Ibunya. Mi Rae menerimanya karena itu dari sa rang. Pagi ini ia terlambat dan akan segera pergi. Yeol mendahuluinya, ia yang pergi duluan dan memasrahkan Sa Rang pada Mi Rae.


Sa Rang memaksa Ibunya untuk meminum jus buatannya. Kelihatannya rasanya tak begitu enak deh tapi Mi Rae berpura=pura enak agar Sa Rang tak kecewa tapi Sa Rang malah akan membuatkannya jus itu setiap hari. Wah Wah Wah..


Mi Rae berkeras untuk pergi. Tapi Sa Rang memaksanya untuk segera menghabiskan jusnya agar bisa segera mengantarnya ke sekolah. Sa Rang juga menyeret Mi Rae untuk duduk dan sarapan.


Dir. Choi memerintahkan agar semua dokter syaraf berkumpul setelah makan malam. Dir Choi menyinggung soal Rumah Sakit mereka yang akan bekerja sama dengan Klinik Dir. Hwang. Woo Hyuk sudah tahu hal itu tapi Mi Rae baru mendengarnya.

Dir. Choi menjelaskan kalau pasien yang rencananya akan dioperasi di RS mereka akan dipindahkan ke Klinik Dir. Hwang mesi kedengarannyatidak mengenakkan tapi ini semua adalah keputusan Presdir Lee.

“Aku sudah mengatur acara makan malam untuk merayakan kerja sama ini. Bisa dianggap ini adalah bentuk acara ramah tamah. Maka semua orang harus datang!” lanjut Dir. Choi.


Dir. Choi mengutamakan kalau Mi Rae harus datang karena Mir ae sendiri yang bilang kalau mereka (orang-orang di Klinik Dir. Hwang)seperti keluarga Mi Rae sendiri. mi rae langsung menendang kaki Woo Hyuk karena tak memberitahunya lebih dulu.


Yeol menerima laporan Sa Rang. Ia memuji SaRang yang telah melakukan bagiannya dengan benar. “kita harus bergiliran melindungi Ibumu sampai dia merasa terganggu. Kita akan mengawasi 24 jam sehari.”


Setelah menutup telfonnya, Sang Hae baru mengajaknya bicara, menurutnya Yeol benar-benar sudah berubah. Ia mengira kalau yeol sudah mendapatkan wanita lain, siapa dia, Sang Hae penasaran.

Yeol membenarkan, memang ada satu wanita yang menjengkelkan. Yeol lalu menitipkan semua barang bawaannya pada sang Hae, jga untuk membantu latihannya karena ia harus pergi ke suatu tempat.

Sang hae akan menolak karena jabatannya lebih tinggi dari Yeol. Yeol memelototinya dan sang Hae langsung minta maaf. Yeol menambahi 1 lagi tugas Sang Hae yaitu untuk memberitahu Hyun Woo agar menelfonnya sesekali. Ia ingin minta maaf karena tidak datang dalam pertemuan terakhir.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>BERSAMBUNG KE PART 2<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

2 komentar

Penasaran terus ma critanyaa... biasany gk ad ank kecil diantara tokoh utama nii lucu suka suka..

Tiap kali klo nntn drama korea yg ada anak kecilnya,pasti suka banget soalnya aktingnya anak2 korea tu menurut aku beda sama yg laing:D
lanjut trus kk!!

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon