Sunday, May 1, 2016

[Sinopsis] Memory Episode 8 Part 2

Tags


Sun Hwa mengatakan pada Jeong Jin kalau Tae Suk akan langsung ke pengadilan. Sun Hwa memberi semangat pada Jeong Jin untuk sidang pertamanya ini.


Je Hoon mendekat ke meja Sun Hwa, ia ingin mentraktir Sun Hwa makan malam sebagai ganti sikapku waktu itu. Ada restoran bagus di Cheongdam-dong yang cocok dengan Sun Hwa. Wine mereka juga bagus. Sun Hwa malah menyemprot pengharum ruangan ke arah Je Hoon.

"Segar sekali. Tapi kenapa disemprot ke aku?" Tanya Je Hoon.

"Menjaga etiket di restoran mahal jauh lebih sulit. Mungkin kau membutuhkannya. Kado buatmu."

Je Hoon malah mikirnya kalau Sun Hwa suka padanya karena memberinya kado. Tapi rasanya dingin sekali.


Tae Suk menemui detektif dulu sebelum ke pengadilan. Detektif memberikan hasil otopsi dari Departemen Forensik, mereka curiga kalau jantungnya berhenti karena terlalu banyak minum.

"Jadi artinya, kecelakaan tak disengaja Park Chul Min adalah palsu?" Tanya Tae Suk.

Detektif menyangkalnya. itu hanya kecurigaan, tapi bukan berarti ayah Tae Suk tidak bersalah. Tae SUk mengulangi lagi, bukankah penyebab kematiannya adalah sakit jantung. Detektif ngeyel, Ayah Tae Suk yang mendorongnya sebelum Ia terkena serangan jantung, Serangan jantung terjadi sesudahnya, Dia sudah mabuk, jadi mereka menyangka dia kebanyakan minum.

"Jadi... kasusnya kau kirim ke kantor kejaksaan?"

Detektif menjawab kalau semua tergantung pihak kejaksaan, lihat saja nanti. Kalau Ayah Tae Suk dibebaskan tanpa sanksi, detektif dan timnya akan disalahkan.

"Kau masih saja belum berubah sejak 15 tahun lalu. Masih saja ceroboh. Melihatmu tidak bertanggung jawab aku jadi ingat masa lalu."

"Pengacara sepertinya banyak berubah. Kau sudah punya banyak uang... dan jadi terkenal. Pasti enak." Balas detektif lalu pergi.


Jeong Jin menelfon Tae Suk agar segera datang. Ia dan Soo Ji sudah di depan pengadilan tapi saksinya belum datang.

Soo Ji menebak kalau Jin Kyung (saksi) tidak akan datang. Ponselnya juga tidak diangkat. Jeong Jin tersenyum untuk menenangkannya, ia yakin Jin Kyung pasti datang. Jangan khawatir, Semuanya akan baik-baik saja, Soo Ji hanya perlu berkata jujur. Soo Ji mengangguk mengerti.


Tae Suk kebingungan di jalan. Jeong Jin menelfonnya tapi juga tidak ada jawaban. Tae Suk sudah sampai tapi ia bingun lagi, gedung pengadilannya yang mana ya.

Seung Ho melihat Tae Suk kebingungan, saat Tae Suk berbalik, ia menyapanya. Tae Suk kelihatatn tergesa-gesa, ia mengatakan akan ke pengadilan, kemudian lari menuju gedung sebelah. Seung Ho sepertinya merasa keanehan Tae Suk ini.


Tae Suk sampai di gedung pengadilan, tapi ia lupa ruangan yang mana. Ia merasa sendiri disana padahal banyak orang. Ia berhenti sebentar untuk berpikir. Ada suara samar yang memanggilnya. 


Setelah 3 kali dipanggil baru lah Tae Suk menoleh. Ternyata yang memanggil adalah Jeong Jin. Jeong Jin mengatakan pada Tae Suk kalau sidangnya akan segera dimulai. Tae SUk pun mengikuti Jeong Jin masuk ke ruang sidang.


-=Kasus 781 tahun 2016. Terdakwa Kim Soo Ji=-

Hakim yang bertugas untuk sidang kali ini adalah Eun Sun.

"Terdakwa. Kau bisa menolak bersaksi atau bicara kapanpun kau mau selama sidang." Kata Eun Sun. Soo Ji mengerti.

Jeong Jin mengutarakan pembelaannya, Benar Terdakwa telah mencuri dan menggunakan kartu kredit milik penggugat. Terdakwa mengerti kalau perbuatannya salah dan menyesalinya. Mencuri memang salah, apapun alasannya. Namun, Terdakwa memiliki alasan yang tidak bisa dikatakannya.

"Terdakwa memiliki nenek yang dirawat di rumah sakit dan adik yang harus dijaganya. Karena orang tuanya tidak pernah menghubunginya, dia harus menanggung beban sendirian dan bekerja sambilan. Aku yakin ini sangat berat bagi gadis berusia 16 tahun. Namun, yang paling sulit untuk ditanggung adalah perlakuan orang dewasa kepadanya." Lanjut Jeong Jin.

Jin Kyung datang. Tae Suk menulis di kertas untuk memberitahu Jeong Jin kalau dia datang. Jeong Jin tambah bersemangat.

"Pemilik toko yang merupakan korban pencurian, bukan saja sudah melecehkan terdakwa berulang kali. Ia juga bahkan memperalat kondisi terdakwa yang sulit dan mengancamnya." Jelas Jeong Jin.

Eun Sun bertanya pada Soo Ji, apa itu benar. Pemilik toko yang ada di sana menyangkal hal itu. Eun Sun memerintahkannya untuk tenang. lalu Eun Sun kembali bertanya pada Soo Ji lagi, apa itu benar. Soo Ji menatap Tae Suk lalu mengatakan kalau semua itu benar. Jaksa kang juga datang untuk menyaksikan sidang.

"Pembela publik. Ini adalah kasus pencurian. Kami hanya bisa melanjutkan kasus pelecehan hanya jika terbukti kasus itu benar." Kata Eun Sun untuk Jeong Jin.

Jeong Jin mengerti tapi ia ingin eun Sun sekalian mempertimbangkan kalau pelecehan yang berulang disertai ancaman, dapat mempengaruhi keputusan gadis 16 tahun ini untuk mencuri. Oleh karena itu, ia ingin memanggil saksi yang merupakan korban lain dari pelecehan ini.

Eun Sun mengijinkannya. Setelah saksi ditanya-tanya, Eun Sun memerintahkan jaksa untuk memeriksa kebenaran perkataan saksi.

Jaksa menuntut hukuman 6 bulan penjara. Eun Sun memberikan kesempatan Jeong Jin untuk mengutarakan pernyataannya.

"Terdakwa sangat menderita karena diabaikan oleh orang tuanya. Namun, bukan saja masyarakat mengabaikannya, tapi juga merusaknya dengan pelecehan seksual dan ancaman. Saat Terdakwa membutuhkan bantuan, semuanya menolak, dan tidak ada yang membantunya. Perbuatan terdakwa memang salah, namun Ia sudah menyesalinya. Bagi terdakwa, mendapatkan penyembuhan dan masa depan yang baik, adalah permohonanku yang tulus demi memberikan keberanian dan harapan bagi gadis ini."


Eun Sun memerintah Soo Ji untuk berdiri dan mengikuti kata-katanya.

"Aku, Kim Soo Ji, adalah orang yang berharga bagi dunia ini. Aku spesial, dan punya hak mendapatkan cinta. Aku tidak akan biarkan dunia mengalahkan aku. Aku, tidak sendirian."

Eun Sun memutuskan untuk menunda hukuman untuk Soo Ji.

Soo Ji pulang bersama Jin Kyung dengan wajah gembira. Jeong Jin melambai senang pada keduanya. 


Tinggal lah sekarang Jeong Jin berdua dengan Tae Suk. Jeong Jin memuji Eun Sun yang sangat keren hari ini. Tae Suk juga memuji Jeong Jin yang hebat hari ini.

"Yah, bukan apa-apa." Jawab Jeong Jin sambil senyum.

"Coba lihat dirimu. Kau pamer?"

"Ah, kapan lagi aku bisa pamer?"

Karena kasus ini sudah selesai, Tae Suk memerintah Jeong Jin untuk mulai bekerja untuk kasus Young Jin, jangan cuma duduk dibalik komputer, lakukan apapun bahkan jika harus mengorek tong sampah. Jeong Jin merasa kalau tidak akan menemukan apapun.

"Maka gunakan imajinasimu dan pikir. Sesuatu yang sudah terjadi."

Tae Suk tiba-tiba diam. Tae Suk kepikiran tentang perkataan istri korban, padahal ayah datang hanya di saat korban tidak ada tapi Korban bisa tahu kalau Ayah datang. Tae Suk kemudian menyuruh Jeong Jin untuk kembali duluan dan cari bukti yang ia suruh tadi, sementara ia berlari ke mobil.

Jeong Jin memikirkan sesuatu.

-= Kilas balik =-


Jeong Jin menunggu Tae Suk di luar runag sidang. Ia melihat Tae Suk datang dengan wajah kebingungan, bahkan Tae Suk melewatinya saja seperti orang tidak kenal. kemudian Jeong Jin memanggilnya 3 kali dan baru direspon sama Tae Suk.

-= Kilas Balik Selesai =-


Young Joo menemui Jae Min, ia mengatakan kalau Tae Suk belakangan ini Tae Suk sering mimpi buruk. Semalam juga salah mengenalinya sebagai ibunya Dong Woo.

"Ah, itu karena... pasien biasanya mengingat... kenangan paling bagus dan paling buruk, jadi kadang mereka bingung sendiri."

Young Joo tahu itu makanya hatinya tidak tenang. Bagaimana seandainya Tae Suk punya lebih banyak kenangan buruk daripada kenangan indah. Apakah ada yang bisa ia lakukan untuk Tae Suk? Ia berusaha memberi Tae Suk diet sehat, tapi ia tidak tahu harus melakukan apa lagi. Sekarang setelah ini jadi kenyataan, ia baru sadar pengalamannya sebagai suster tidak ada gunanya.

"Stress sangat buruk buatnya, bagaimana jika kalian liburan? Aigoo, dia tidak pernah mau dengar nasihatku."

"Jika berhenti kerja mungkin stressnya akan berkurang."

"Hmm bisa saja."

Jae Min tahu kalau Young Joo pasti menderita sekali. Insomnianya saja semakin memburuk.


Tae Suk mendatangi TKP (Rumah korban). Disana ada istri korban. Tae Suk datang untuk mencari CCTV atau kamera tersembunyi. Istri mengatakan kalau tidak ada hal semacam itu, kalau memang ada, harusnya ia sudah temukan. Tae Suk belum menyerah, ia bertanya, apa belakangan ini Korban pernah memperbaiki sesuatu? Istri menggeleng, korban tidak pernah bekerja di rumah. Tae Suk akan kembali, kemudian istri mengatakan kalau korban pernag mengganti bolam lampu di ruang tamu.

Tae Suk mengamati dengan seksama dan menemukan kamera disana. 


Tae Suk membawanya ke detektif. korban terdorong ke sofa, tapi kepalanya mengenai bantal, Maka, itu tidak dapat membunuhnya, maka Ayahnya tidak bersalah. Tae Suk bahagia sekali dengan penemuannya ini, ia bisa selangkah di depan detektif.

"Ada yang bisa terlewatkan, meskipun sudah melakukan yang terbaik." Kata Detektif sama seperti yang dikatakannya 15 tahun lalu.

Video terus berputar menunjukkan kalau istrilah sebenarnya yang membunuh. Dengan ditemukannya bukti itu, Ayah pun dibebaskan. dan sang istri ditahan.


Tae Suk menemui Ahjumma itu. Ahjumma mengaku kalau ia melakukannya karena korban selalu memukulinya, ia berusaha membuatnya tertidur setelah dia minum alkohol. Tae Suk mengatakan kalau ia akan mengatur pengacara yang ahli dalam bidang kriminal ini. Kasus ini akan dianggap sebagai keadaan meringankan, jadi Ahjumma jangan khawatir, biayanya juga, jangan dipikirkan. Ahjumma minta tolong pada Tae Suk untuk menemukan putranya.

"Aku tidak perduli apapun yang terjadi padaku. Tapi, aku ingin melihat putraku sebelum aku mati. Aku mohon temukan putraku. Aku mohon."

Tae Suk bertanya, siapa nama putra Ahjumma. namanya Cheon Min Gyu. lalu Ahjumma memberikan kartu nama detektif Kim Chang Soo. Setelah Tae Suk pergi, detektif kim datang, tanya apakah Min Gyu menghubungi atau tidak.

"Kenapa detektif itu mencari putramu?"

"Aku tidak begitu yakin, tapi dia  menelponku 2x setahun. Aku tahu aku tidak layak meminta, tapi tolong temukan anakku. Aku mohon padamu."

Tae Suk akan memeriksanya. Ahjumma mengucapkan terimakasih.


Jeong Jin di kantor, ia masih kepikiran dengan kejadian tadi, kenyataan bahwa Tae Suk tak mengenalinya sesaat. 


Sun Hwa browsing mengenai penyakit alzheimer. Jeong Jin tiba-tiba muncul. Sun Hwa langsung mematikan layar monitornya sebelum Jeong Jin sempat melihat. Jeong Jin mau tanya sesuatu tapi ia urungkan. 


Tae Suk kembali ke kantor.

Di rumah ada Ibu Young Joo. Tae Suk menghubungi, mengatakan kalau semuanya sudah beres, jadi tidak perlu cemas. Ada suara Ibu Young Joo, Tae Suk mengajak makan makan di restoran sushi kesukaan Ibu. Young Joo akan membungkusnya saja dan mereka bisa makan di rumah.

"Kalau begitu, aku akan beli sushinya saat pulang." Tawar Tae Suk, Young Joo sebenarnya khawatir tapi Tae Suk berhasil meyakinkannya kalau ia tidak apa-apa.


Jeong Jin jadi mengorek sampah di rumah Young Jin. Dan hal itu tertangkap kamera Reporter Joo yang berhari-hari mengintai rumah Young Jin.

Kemudian reporter Joo mendapat telfon dari orang yang mengaku mengerahui siapa pelaku tabrak lari yang artikelnya ditulis oleh Reporter Joo. Reporter Joo awalnya menduga kalau itu cuma penelfon iseng.

"Yang kecelakaan adalah putranya pengacara Park Tae Seok." Jawab si penelfon.

Reporter Joo langsung menjalankan mobilnya setelah telfon itu.


Jeong Jin menemukan jam tangan mahal yang sudah rusak di kresek sampah. kemudian ia terpikir sesuatu.


Eun Sun pulang, Tae Suk sedang memencet sandi pintu rumahnya. Eun Sun kaget, Tae Suk senang apa disana.

"Hmm, sudah pulang? Apa sandinya? Aku lupa. Ayo buka pintunya. Dong Woo sudah lapar." Jawab Tae Suk.

Eun Sun tambah kaget mendengarnya.

3 komentar

Semangat mbak nulis sinopsisny...☺😊😚

Semangat mbak ngerecapnya, ditunggu eps berikutnya😆

Semangat eon ngerecapnya, ini drama udah selesai tayang di korea.. makin penasaran sama ceritanya, belum sempet download jadi nungguin recapan eonni.. hehee.. Fighting eon.. suka banget sama actingnya Junho 2PM dari cuplikan di youtube :))

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon