-->

Type something and hit enter

On
advertise here


Eun Chul dan Young Mi keluar dari hotel, saat dijalan Young Mi melihat Mamy sedang Shopping ditoko favoritnya, ia dan Eun Chul berjalan jongkok agar tak terlihat oleh Mamy. 

“Jika Mamy menghawatirkanku, bagaimana bisa Mamy shopping dan tersenyusum begitu?” Keluh Young Mi.

“Aku menduga Bom benar-benar spy (mata-mata)” Eun Chul menanggapi.

Sekarang Young Mi yakin kalau Mamy kemarin-kemarin hanya acting agar ia mau dikirim ke Amerika. Eun Chul bertanya, apa yang harus mereka lakukan sekarang?

“Lihat saja siapa yang akan menang.” Jawab Young Mi.


Mamy memilih cincin, ia melihat kalau adayang pantas untuk Young Mid an meminta penjaga untuk mengambilkannya. Mamy kemudian bertanya apa Young Mi datang ke toko itu? karena biasanya Young Mi akan datang jika ada keluaran baru.

Penjaga mengatakan kalau Young Mi tak datang walaupun mereka sudah mengirim pesan kalau ada keluaran baru, ia menduga kalau Young Mi sedang sibuk.


Bom masuk kamar Eun Chul, ia menggeledah jaket Eun Chul dan menemukan tanda terima makanan pesan antar untuk tanggal kemarin. Dia yakin kalau Eun Chul memesannya bersama Young Mi.

Eun Chul masuk, ia merebut tanda terima itu dari Bom lalu mengusirnya keluar.

“Apa sebenarnya yang kau pikirkan? Kau beneran akan kabur dengan Young Mi?” Tanya Bom.

Eun Chul bersikeras kalau ia tidak tahu keberadaan Young Mi. eun Chul menyuruh Bom untuk mencarinya ditempat lain dan untuk segera keluar dari kamarnya.


Eun Chul memastikan kalau Bom sudah masuk kekamarnya kemudian ia menarik Young Mi masuk ke kamarnya melalui jendela luar.

Young Mi berhasil masuk tapi ia khawatir akan ketahuan. Eun Chul meyakinkannya kalau ini satu-satunya tempat yang aman. Tiba-tiba Bom memanggil Eun Chul. Young Mid an Eun Chul panic. Kemudian Young Mi bersembunyi dibalik selimut.


Bom nerobos masuk karena tak mendapat jawaban. Eun Chul mengatakan kalau ia butuh tidur siang.

“Katakana pa maumu, lalu pergi” perintah Eun Chul.

Bom mengatakan kalau Ibu akan pulang telat dan berpesan untuk makan sendiri. young Mi memegang perut Eun Chul membuat Eun Chul merasa geli. Eun Chul akan tertawa, ia mnyuruh Bom untuk segera pergi.


Bom tak segera pergi, ia mendekat ke ranjang memperhatikan selimut lalu menyentuhnya.

“Selimut ini… Aku menyuruhnu untuk memasukkannya ke mesin cuci!” Bentak Bom.

Eun Chul beralasan kalau selimutnya itu masih bersih. Kemudian Bom pergi.


Young Mi keluar dari selimut. Ia tidak tahu kalau Eun Chul peka di bagian perut. Kemudian mereka berselimut dan saling menggelitiki.


Bom makan roti sendirian, ia merasa tak enak makan sendirian. Kemudian ada seseorang yang mengantarkan rak. Bom ingat kalau ia memesan itu bersama Soo Chul, awalnya Bom tak setuju untuk membelinya karena rak itu terpisah dan harus memasang sendiri tapi setelah Soo Chul berjanji untuk membantunya menyusun bagian-bagian rak ia pun setuju.

“Ini datang sangat terlambat.” Keluh Bom.


Eun Sol lapar karena terlalu banyak berlatih. Soo Chul akan browsing untuk menemukan tempat makan disekitar tempat mereka saat ini. 

Kemudian Soo Chul menemukan cast drama ‘Mr. Baek from Apjeong’ dan tidak ada nama Eun Sol disana. Soo Chul bertanya, kenapa Eun sol berbohong padanya?


 “Aku ingin membuatmu merasa lebih baik. Kau tak memenangkan kontes dan ditolak oleh Bom..” Eun Sol keceplosan.

Soo Chul kembali bertanya, dari mana Eun Sol tahu masalah itu? eun Sol menjelaskan kalau ia tak sengaja melihat Soo Chul dan Bom, kemudian ia minta maaf.

“Tak masalah, berkatmu aku bisa ice skating dan berlatih drama. Terimakasih, aku merasa agak baikan.” Kata Soo Chul.

Eun Sol lega mendengarnya, kemudian ia meminta Soo Chul untuk datang kepadanya ketika merasa sesak. Soo Chul punya satu permintaan untuk Eun Sol, ia mau menjadi teman Eun Sol bukan seorang penggemar.


“Teman?” Tanya Eun Sol.

“Seperti yang kamu katakana, kita bisa membantu dan menghibur satu sama lain jika merasa susah. Tak ada yang lebih baik dari seorang teman.” Jelas Soo Chul.

Eun Sol menerimanya tapi seperti masih ada yang mengganjal. Soo Chul mengulurkan tangan sebagai tanda dimulainya oertemanan mereka dan Eun Sol menerima tangannya kemudian mereka bersalaman.


Ibu mencoba mantel di butik terkenal dan harganya sangat mahal sampai 750,000 won walaupun sudah diskon 80%. ia tak jadi membelinya, ia keluar dari butik dan berpikir kalau uang itu bisa ia gunakan untuk kelas acting Eun Sol dan sewa rumah sebulan.

“Ya.. Aku tak bisa menghabiskan 750,000 won. lebih baik minum 2 botol soju seharga 7,500 won” Ibu menetapkan.

Kemudian Ibu mendapat telfon dari teman lamanya, namanya Hae Sook. Mereka janjian untuk bertemu.


Bom pulang dari toko laundry. Ia mendengar kalau Eun Chul berbicara dengan seseorang. Kemudian ia mencoba untuk membuka pintu namun terkunci. Bom memnaggil-manggil Oppanya untuk membukakan pintu.

Eun Chul membuka pintu. Bom menebak kalau Eun Chul sedang berbicara dengan Young Mi di telfon. Tapi lagi-lagi eun Chul membantahnya, ia punya alasan kalau ponsel Young Mi mati selama ini Dan sekarang ia sedang makan lalu menyuruh Bom jangan dekat-dekat kamarnya. Ia kembali mengunci pintu.


Bom heran, ia jelas-jelas dengar kalau Eun Chul sedang berbicara dengan orang lain, lalu ia menyadari kalau ada yang aneh. Saat Eun Chul membuka pintu, ia membawa sendok da nada sendok satu lagi dalam wadah makanan. Bom punya rencana agar Eun Chul mau membuka kamarnya.


 Dikamar, Young Mi keluar dari kolong meja belajar. Eun Chul memintanya untuk berhati-hati saat ada Bom. Eun Chul akan menyuapi Young Mi tapi dari luar Bom berteriak kalu ia tahu Young Mia da didalam, ia mengancam akan melaporkan pada Ibu jika Eun Chul tak membuka pintu.

Eun Chul terpaksa menyuruh Young Mi untuk keluar lewat jendela lagi. young Mi berhasil melompat dari jendela, kemudian ia berjalan keluar gerbang tanpa alas kaki. Ternyata diluar Bom sudah menunggunya. Young Mi heran bagaimana Bom bisa disana? dan siapa yang didepan pintu kamar Eun Chul? 


Bom menyuruh Young Mi masuk kedalam dengan paksa. Eun Chul membuka pintu kamar dan ternyata yang ada didepan pintu Cuma rekaman suara Bom.


Ibu menemui Hae Sook yang seorang pemilik salon. Ibu memuji Hae Sok yang terlihat masih sama bahkan suaranya pun tak menua sedikitpun. Ini adalah pertemuan mereka setelah 15 tahun lamanya.

Hae Sook menyesal karena tak bisa ada untuk Ibu saat suami Ibu meninggal. Ibu tak mempermasalahkan itu karena Hae Sook telah mengajarinya untuk berjualan kosmetik dan itu bisa menghidupinya sampai saat ini.

Ibu membahas mengenai kebaikan Hae Sook yang telah banyak membantunya. Dulu Ibu sangat miskin dan tak mempu untuk mengadakan pesta pernikahan. Hae sook meminjaminya gaun juga make up sehingga Ibu mempunyai foto pernikahan dengan suaminya.


Hae Sook menilai perubahan penampilan Ibu yang bahkan tak menggunakan lipstick. Kemudian HaeSook merias Ibu.

“Kau terlihat terlalu tua. Dulu kau seperti bunga.” Sesal Hae Sook. Itu semua terjadi karena Ibu kehilangan suami dan harus membesarkan ke-3 anak sendirian.


Eun Chul mengatakan pada Young mi kalau ia akan menemui Mamy untuk meminta Young Mi. eun Chul menggenggam tangan Young Mi, menyuruhnya tak usah khawatir hanya menunggunya saja. 


Eun Chul mengendap-endap, ia baru akan membunyikan bel namun suara gaduh keluar dari rumah. Ia buru-buru sembunyi. Ia melihat kalau Mamy digendong supir Park akan dibawa ke rumah sakit.


Young Mi mendapat kabar dari Eun Chul kalau Mamy masuk Rumah Sakit. Young Mi menebak kalau mamynya sedang acting. Bom memukulnya, berharap Young Mi sadar, ia lalu mengajak Young Mi ke Rumah sakit untuk memastikan.


Dokter mengatakan kalau mamy mengalami Shock berat ditambah Mamy tak makan teratur makanya mamy jatuh sakit. Young Mi tampak khawatir. Bom menyuruhnya untuk segera masuk ke kamar Mamy.


Melihat Mamy tertidur dengan infus tertancap di lengangannya Young Mi merasa sangat terpukul. Young Mi duduk disamping Mamy, ia tak menyangka kalau Mamy bisa seperti ini karenanya. Mamy menyuruhnya untuk putus dengan Eun Chul dan Young Mi menyanggupinya.


Young Mi menyampaikan janjinya pada Mamy saat bertemu Eun Chul.

“Aku pikir Mamyku adalah orang yang kuat. Mungkin ini karena ia sudah berumur dan menjadi lemah. Jadi aku memutuskan untuk membiarkannya menang. Maafkan aku, Oppa” Ujar Young Mi.

Eun Chul mengerti, kalau Young Mi memilihnya daripada mamy yang terbaring sakit. Itu akan lebih membuatnya kecewa. Young Mi memohon pada Eun Chul agar tak melupakannya.

“Pria tak mungkin melupakan cinta pertamanya.” Janji Eun Chul.

Kemudian mereka berpelukan untuk yang terakhir dan Young Mi tak kuasa menahan tangisnya.


Bom dengan susah payah naik ke atas menuju nenek. Bom melakukan itu untuk bertanya sesuatu pada nenek.

“Aku senang karena akhirnya Young Mi kembali pada Mamynya. Tapi ia putus dengan Oppa, jadi aku tak tahu apakah ini hal yang baik”. Kata Bom.

Nenek menasehati Bom kalau adabanyak hal yang  tidak bisa dikontrol oleh manusia. Sebagai contoh, saat nenek muda ia sangat cantik oleh karenanya setiap ia pergi kemanapun, para laki-laki akan berkelahi untuk memperebutkannya.


“nenek mencoba untuk terlihat jelek tapi tak berhasil.” Jelas nenek.

“Nenek benar-benar jelek sekarang” Bom jujur.

Bom menyimpulkan kalau Young Mid an Eun Chul tak mungkin bersatu tapi nenek tak membenarkan, ia hanya mengatakan kalau taka da hal yang bisa dikontrol manusia. Bom tak mengerti apa maksud nenek.


“kau akan segera mengetahui hal itu.” Kata nenek dengan tersenyum.

Kemudian nenek memberinya buah persik. Bom akan segera menggigitnya nemun nenek melarang karena itu untuk Eun Chul, nenek menitipkannya pada Bom. Bom meminta milikya. Nenek mengatakan kalau belum saatnya Bom makan buah persik. Kemudian nenek pergi, Bom mengejarnya namun ia malah terjatuh.


Paginya, Bom membuka toko Laundry, ia khawatir akan mimpinya. Biasanya nenek paling sayang padanya, tapi kenapa ia malah memberikan buah persik pada Eun Chul sekarang?

Pandangannya teralih pad arak yang sudah terpasang rapi beserta hiasan diatasnya. Bom bertanya-tanya, siapa yang memasangnya? Soo Chul kah?


Kemudian pelanggan yang sedang hamil datang, Bom memeriksa baju pelanggan itu siapa tahu ada barang yang tertinggal dan benar saja ada foto USG bayi di saku. Bom bertanya dimana bayinya? Lalu pelanggan menunjuknya.

Bom jadi ingat foto yang dilihatnya waktu itu, kemudian ia ingat saat nenek menitipkan buah persik Eun Chul padanya. Bom bertanya pada pelanngan itu, apa jika bermimpi menerima buah persik tandanya akan hamil?

“Ya betul selkali. Jika itu buah persik maka bayinya perempuan.” Jawab Pelanggan.


Bom menyeret Young Mi, ia bertanya apa Young Mi meras mual atau iangin makan makanan yang masam? Young Mi menjawab kalau ia tak yakin soal makanan masam namun ia merasa mual karena Supir Park kentut di mobil.

“bukan seperti itu..” kata Bom.


Kemudian Bom menyuruh Young Mi untuk Chekup dke dokter kandungan. Bom menunggu diluar dengan cemas. 

Young Mi keluar dengan muka sedih/terkejut. Bom bertnya apa hasilnya tapi Young Mi tak menjawab, ia mengatakan kalau ia perlu bertemu dengan Mamynya untuk memintanya membatalkan kepergiannya.


Supir Park membantu Mamy berkemas. Mamy menyinggung masalah juice yang berkurang dalam kotaknya. Supir Park menjelaskan kalau ia minum 5 botol. Mamy kesal karena supir Park minum yang bagus-bagus.


Young Mi masuk ke kamar Mamy, ia meminta Supir Park keluar karena ia ingin bicara dengan Mamy berdua.

“Mamy. Aku tampaknya tak bisa putus dengan Eun Chul Oppa.” Young Mi memulai pembicaraan.

Mamy tak mengerti, bukannya Young Mi sudah janji,

“kenapa? Apa Eun Chul menghubungimu?” Mamy penasaran.

“Aku.. Hamil..” Ujar Young Mi.


Mamy tak bisa percaya kalau Babynya mempunyai Baby, akhinya Mamy jatuh pingsan. Young Mi tambah terkejut.


Click to comment