Thursday, August 18, 2016

Sinopsis Age of Youth Episode 1 Part 2

Sebelumnya : Sinopsis Age Of Youth Episode 1 Part 1


Eun Jae kembali bermimpi, ia masuk kedalam kelas. Ibu guru  bertanya apa menu sarapan pagi ini, tapi Eun Jae hanya diam saja sedangkan teman-temannya menjawab pertanyaan ibu guru dengan antusias. Kemudian Eun Jae mengintip dari celah pintu dan ada gelas susu terjatuh ke lantai.

Mimpi itu membuatnya berkeringat saat bangun dan nafasnya ngos-ngosan .


Eun Jae naik bis, dan penumpang yang lain ada yang mendesaknya dengan tas mereka, namun Eun Jae masih saja tetap diam.


sial, aku ingin membunuhnya”  gumam Eun Jae.


Setelah kelas usai, salah satu koordirir jurusan mengumumkan kalau jurusan psikologi akan mengadakan kumpul-kumpul besok jumat jan 8 malam. Eun Jae tak tertarik mendengarnya, ia nggeloyor keluar kelas begitu saja.

Saat akan keperpustakaan, Eun Jae bertemu dengan Ye Eun. Ye Eun nitip dicarikan tempat dan berjanji akan segera menyusul karena pacarnya tiba-tiba sms.


Peraturan di perpustakaan adalah tidak boleh mencarikan tempat untuk yang lain karena banyaknya mahasiswa yang mau menggunakannya. Eun Jae istirahat sebentar untuk mengirim pesan pada Ye Eun, awlnya ia menulis “kenapa belum datang? Cepatkah datang” lalu menggantinya dengan “Kau dimana? Kapan datang?


Ye Eun malah asyik nonton youtube sama pacarnya, jadi ia tidak menghiraukan SMS Eun Jae, bahkan membacanya pun tidak. Sementara itu, Eun Jae menanti balasan Ye Eun was-was.


Saat Eun Jae kembali ke tempat duduknya, ada mahasiswa yang mengincartempat duduk Ye Eun, ia pura-pura tidak mengenal tas itu. sampai pada akhirnya mahasiswa itu menitipkan tas dan buku Ye Eun ke petugas agar ia bisa menggunakan mejanya.

Eun Jae terus melihat ponselnya, namun pesannya tak kunjung dibaca oleh Ye Eun.


Eun Jae muntah-muntah di toilet karena melewatkan makan siang tadi gara-gara Ye Eun tak kunjung datang. Saat ia mencuci muka, di sampingnya ada si ballerina. Eun Jae mengenali wanita itu sebagai wanita yang fotonya ia temukan di bawah meja belajarnya di kosan.

Eun Jae memberanikan diri bertanya pada ballerina, apa benar dulu si ballerinana tinggal di apartemen Belle Epoque. Eun Jae mempertanyakan alasan Ballerina keluar dari Belle Epoque, ia mengira karena si ballerina di bully.

“Bukan seperti itu.” bantah si ballerina lalu cepat-cepat keluar dari toilet.


Eun Jae menghadap petugas untuk meminta tas dan buku Ye Eun. Dan ia malah mendapat teguran dari petugas karena tidak mematuhi aturan. Eun Jae hanya bisa minta maaf.


Eun Jae harus berdiri di bis saat pulang kuliah. Saat itu ada seorang ahjumma yang menyenggolnya sehingga buku-bukunya mengenai siswa SMA yang duduk di depannya. Siswa itu menggerutu menuntut Eun Jae untuk minta maaf padanya.Eun Jae hanya menunduk saja.


Di kosan, Ye Eun dan yang lain ketawa-ketiwi melihat video dari ponsel YeEun. Ye Eun bertanya-tanya, kenapa Eun Jae belum pulang juga. Yi Na bertanya, apa Ye Eun mengkhawatirkan Eun Jae.

 Ye Eun mengatakan kalau ia tak sengaja melakukannya. Tapi Yi Na yakin kalau YeEun sengaja karena Ye Eun meremehkan Eun Jae. Lalu Ye Eun menghubungi ponsel Eun Jae dan ternyata Eun Jae sudah berdiri di depan pintu sedari tadi.

“kapan kau datang?” tanya Ye Eun.

Eun Jae hanya diam saja. Ye Eun kemudian minta maaf, ponselnya tadi mati makanya ia tidak bisa menghubungi Eun Jae dan ia berencana menghubungi Eun Jae setelah mengecasnya.

Eun Jae membanting buku-buku Ye Eun di lantai, lalu berjalan menuju jendela, ia membuang tas Ye Eun keluar. Dan ia kembali menatap YeEun.


“Apa aku candaan?” tanyanya.

Ye Eun terkejut dengan sikap tiba-tiba Eun Jae ini. Eun Jae balik bertanya pada semuanya, kenapa memperlakukannya begitu.

“bahkan jika aku benar-benar naif, seperti idiot.. tidak perlu memperlakukanku seperti ini! tidak perlu menjadi begitu judes kepadaku! Tidak usah mengolokku! Kalian bisa sedikit baik kepadaku! Tidak semua orang biasa hisupdi sini seperti kalian semua. Sangat sulit bagiku di sini, aku merasa sepeti amu bisa mati!”

Semuanya terdiam. Eun Jae meminta pada semuanya untuk setidaknya bersikap sedikit baik padanya. Setelah itu ia masuk ke kamarnya setelah mengatakan kalau semuanya begitu kejam pada dirinya.

Dalam kamar, Eun Jae menangis tersedu. Melupakan semua kekesalannya beberapa hari ini.


Yi Na bertanya pada Ye Eun, apa yang terjadi sebenarnya. Ye Eun juga tidak tahu apa yang salah dengan Eun Jae. Jin Myung mengingatkan Ye Eun mengenai tasnya, dan Ye Eun  baru teringat, ia langsung bergegas ke bawah untuk mengambilnya.


Eun Jae menyebut dirinya sendiri idiot yang bahkan tidak bisa marah dengan benar. Ia teringat ibunya, ia ingin pulang.


“aku bahkan tidak memiliki rumah untuk kembali. tapi aku ingin pulang.” Rintihnya.

Malamnya, Eun Jaesakit dan yang lain bergantian menjaganya. Sementara iu, potongan-potongan mimpi Eun Jae menjadi satu, mulai dari ikan yang meloncat-loncat di lantai, gelas susu yang terjatuh di lantai, lalu mimpi baru ialah, saat Eun Jae di kejar-kejar anjing dan ia ditolong oleh ayahnya, ada asap juga, lalu orang menyalakan kompor dan Eun Jae kecil mengintip dari sebuah lubang. Juga ada mimpi mengenai kecelakaan mobil ayahnya.

Eun Jae terbangun paginya masih dengan keringat mengucur dan nafas ngos-ngosan.


Hari ini adalah hari untuk bersih-bersih kosan bersama. Yi Na bagian bersih-bersih ruang bersama, Jin Myung bagian dapur dan Ye Eun bagian kamar mandi.

Sementara itu, Eun Jae di kamar sudah tak tahan lagi pengen pipis. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar. Yi Na menyapanya seperti biasa. Eun Jae menghormat pada senior-seniornya itu, lalu ia minta ijin pada Ye Eun untuk menggunakan toilet sebentar.

“Aku pikir sudah hobinya untuk menahan sesuatu hingga melesak.” Kata Ye Eun pada yang lain setelah Eun Jae masuk kamar mandi. Dan yang lain hanya menanggapinya dengan senyum.

Eun Jae keluar dari kamar mandi, ia bertanya, apa yang harus ia lakukan. Yi Na menjawab tidak ada karena mereka sudah selesai.

“maaf.” Ucap Eun Jae.

“Tidak perlu minta maaf karena sakit.” Jawab Jin Myung.

Ye Eun menyuruh Eun Jae untuk membuang sampah jika memang Eun Jae merasa bersalah.


Eun Jae mulai mengumpulkan sampah dari kamarnya, ia mulai dari tempat sampah Jin Myung, di sana ia tak sengaja menemukan berbagai note :

“Tarik colokan”
“Bisa kau tarik colokan saat kau pergi, meskipun merepotkan?.”
“bahkan jika itu mengganggu, aku akan suka jika kau mencabut colokan sebelum pergi.”

Euin Jae menyadari kalau para seniornya juga melalui waktu yang sulit karenanya.


Saat Eun Jae selesai membuang sampah, Jin Myung mengajaknya bergabung makan ramen. Ye Eun melarangnya, tidak ada ramen untuk Eun Jae dan ia membanting mangkuk ramennya.

“Kau sakit sepanjang malam, jadi kau tidak boleh makan ramen. Makan bubur, dan minum obatmu.” Kata Ye Eun sambil memanaskan bubur instan.

Eun Jae berkata kalau ia akan membayar buburnya itu. Ye Eun melarangnya karena itu bubur gratis yang didapatkan Jin Myung jadi minimarket tempat kerjanya. Jin Myung menambahi kalau tak apa makan makanan yang baru lewat sehari dari tanggal kadaluarsanya.

“maaf soal kemarin.” Ujar Eun Jae.

“Iya. Apa salah tasku? Bencilah orang yang berdosa, bukan tas yang tidak bersalah!” Jawab Ye Eun.

“Iya. Lain kali, cukup buang Ye Eun keluar jendela sebagai gantinya.


Saat Eun Jae menyendok buburnya semua menatapnya. Jin Myung menyuruhnya mengatakan segala yang membuat Eun Jae tidak senang, jangan hanya disimpan saja. Eun Jae kembali minta maaf.

“Aku tidak mengatakan ini agar kau minta maaf. Kita pada dasarnya orang asing yang berbagai ruang hidup yang sama sehingga ada beberapa hal tentang satu sama lain yang tidakkita sukai. Terkadang kau harus menahannya, tapi penting juga untuk mengatakan hal-hal yang harus dikatakan, oke?”

Lalu Yi Na menyuruh Eun Jae mengatakan apa yang membuatnya tidak suka karena mereka tidak bisa membaca pikiran Eun Jae. Namun Eun Jae masih diam saja, lalu Ye Eun bicara duluan.

“kau sangat berisik. Aku bisa mendengarmu dari kamarku!”

Eun Jae berjanji akan lebih berhati-hati. Eun Jae lalu mengatakan kalau ia juga bisa mendengar semuanya yang Ye Eun bicarakan dengan pacarnya saat di telfon. Ye Eun tidak mengetahui hal itu, ia lalu bertanya pada yang lain, apa benar itu.


Jin Myung menirukan suara Ye Eun di telfon, Ye Eun malu dan menyuruh Jin Myung berhenti. Jin Myung mengatakan yang tak ia sukai pada Eun Jae yaitu saat Eun Jae menyalakan air saat pipis, karena akan membuat tagihan air tinggi. Eun Jae berjanji tak akan melakukannya lagi.

Yi Na terganggu dengan lamanya waktu Eun Jae buang air. Eun Jae juga terganggu saat Yi Na menyelonong masuk kamar mandi saat ia akan mandi. Eun Jae tersenyum setelah mengatakannya. Ye Eun bercanda, menyuruh Eun Jae untuk mengeluarkan suara saaat ertawa karena saat ini Eun Jae terlihat seperti orang bisu.


Eun Jae juga sudah berani menegur orang yang membiarkan tasnya mengenai wajahnya saat di bis.

“Aku pikir hanya aku yang begitu. aku pikir hanya aku yang merasa tidak nyaman saat itu. aku pikir bahwa aku satu-satunya yang menjadi waspada terhadap orang lain. aku pikirtidak ada gunanya, bahkan jika aku mengatakan sesuatu. Aku takut bahwa aku akan dibenci jika aku mengatakan sesuatu. Aku yakin mereka tertawa. Dengan cara itu, aku berasumsi bahwa orang lain benar-benar berbeda dariku. Aku pikir mereka kasar, dan lebih nekat dariku. Aku pikir mereka tak akan peduli. Aku sombong. Yang lain sama. orang lain ya orang, sama sepertiku. Mereka merasa tidak nyaman seperti aku, dan ragu-ragu, seperti yang aku lakukan.”

Eun Jae menegur orang yang tasnya mengenai dirinya dan orang itu minta maaf lalu menyingkirkan tasnya dari Eun Jae.

Ada banyak orang yang sebaik diriku.”


Saat di kampus, Jong Yeol mengembalikan bolpennya. Eun Jaetersenyum berterimakasih. Lalu Jong Yeol duduk di depannya, setelah meletakkan tas, Jong Yeol menanyakan namanya.


Eun Jae membeli sandal rumah saat pulang dari kampus. Dan langsung memakainya saat sampai di kosan. Di kosan ada Song Ji Won yang barusan kembali dari Bonghwa.

Mereka sedang minum-minum lalu mengajak Eun Jae untuk bergabung. Ji Won sudah mendengar semuanya, ia minta maaf pada Eun Jae.

“ini semua karena aku tidak ada. Orang ini mungkin lebih tua, tapi begitu tidak dewasa! Aku dengar mereka bahkan tidak mengadakan pesta untukmu! Mereka harusnya ramah, dan mabuk dan tahu kau lebih baik! Dan melakukan penelitian latar belakang.” Ujar Ji Won.


Lalu ia bertanya pada Eun Jae, apa Eun Jae punya kakak laki-laki. Eun Jae menggeleng.  Ji Won belum menyerah, pasti Eun Jae punya paman, ia bertanya berapa usia paman termuda Eun aje.

“40 tahun.” Jawab Eun Jae,

“Keluar Kau!” bentak Ji Won dan ia pura-pura menangis.

Eun Jaetersenyum dengan candaan Ji Won ini dan yang lain juga. Eun Jae minum minumnya, lalu ia bertanya, apa ia boleh mengajukan pertanyaan.

“Apa? Politik, ekonomi, masalah masyarakat atau budaya?” ijin Ji Won.

Eun Jae menanyakan mengenai si ballerina yang dulu tinggal bersama mereka. Kenapa pindah. Raut muka semuanya berubah menjadi suram.

“Apa aku tidak boleh tahu itu?” Tanya Eun Jae lagi.

Yi Na balik bertanya, kenapa Eun Jae penasaran dengan itu. Eun Jae penasaran karena semua orang jadi diam dan menghindar tiap kali ia menyebut si ballerina, jadi ia yakin ada alasan kuat untuk itu.

“Oh terserah, itu tidak penting! Dia hamil. Sehingga orang tuanya memaksanya untuk tinggal di rumah.” Jelas Ji Won.

Eun Jae terkejut mendengarnya. Ji Won menasehati agar Eun Jae menggunakan kontrasepsi saat berhubungan seks. Ye Eun melanjutkan kalau tidak enak jika berita tersebar lagian si ballerina juga satu kampus dengan mereka jadi mereka memilih untuk menghindar.

“Jadi itu sebabnyakalian semua selalu mencoba untuk menghindar.” Ujar Eun Jae lega

“Apa kau pikir, kita membully nya?” tanya Yi Na.


Eun Jae menjawab tidak, namun kelihatan sekali kalau itu bohong. Ji Won bisa menebak mengapa Eun Jae berpikir seperti itu, karena yang lain selalu bisik-bisik. Eun Jae membenarkan tebakan Ji Won itu.

Karena sudah seperti ini, Ji Won mengusulkan pada yang lain untuk saling mengungkapkan rahasia masing-masing agar bisa jadi lebih dekat dan semua setuju dengannya.


Mereka sudah setengah mabuk. Jin Myung datang membawakan minuman lagi. mereka senang menyambutnya. Ye Eun menyuruh Jin Myung untuk mengungkapkan rahasia karena yang lain semuanya sudah melakukan itu.

“Aku harap aku memiliki waktu untuk melakukan sesuatu yang layak sehingga rahasia tercipta. Apa jenis rahasia yang semua orang sebtkan sampai sekarang?”

Ye Eun menyuruh Eun Jae untuk menjelaskan pada Jin Myung.

Eun Jae : kang Eonni saat ini mengencani beberapa laki-laki dan dia mengoperasi dadanya juga matanya tidak lebih. Jung seonbae pernah memiliki berat badan hingga 63 kg. dan Song Seonbae tidak pernah ditelfon balik oleh teman kencan butanya.

ada dua jenis rahasia. Rahasia yang sapat kau katakan, dan rahasia yang kau tidak bisa katakan.

Eun Jae mengatakan rahasianya kalau ia sudah mulai mengonsumsi alcohol sejak ia kelas IX (3 SMP).

Rahasia boleh saja dibagikan pada saat-saat seperti ini. tidak apa-apa diberitahukan ke yang lain. aku punya rahasia yang aku tidak pernah katakan.”


Ji Won mengatakan rahasinya, sebenarnya ia bisa melihat hantu.

“Aku sudah menbunuh orang.”

Semua terkejut mendengar bahwa Ji Won bisa melihat hantu. Dan ia tidak mengatakan selama ini karena di rak sepatu sebenarnya ada satu hantu. Semuanya kemudian menoleh kea rah rak sepatu yang ditunjuk Ji Won.

Aku uidah membunuh orang sebelumnya.”

Yi Na merasa kalau ia yang membunuh mereka (orang sehingga menjadi hantu yang menempati rak sepatu). Jin Myung mengatakan ada satu  orang yang ia harapkan bisa mati.

“orang itu sangat aneh.”

Ye Eun berteriak kesal, ia menyesal sudah makan banyak kalori. Ia menangis karena mungkin saja ia bisa mati.


Jin Myung menyadari kalau semuanya sudah mabuk berat, ia menyuruh Ji Won untuk masuk ke kamar dan tidur. Yi Na capek dan berjalan masuk duluan kedalam kamar. Sementara Ye Eun menggumamkan berapa kalori yang sudah dimakannya tadi.

Yi Na keliru masuk ke kamar mandi bukannya toilet. Jin Myung mengetuk pintu untuk minta sikat giginya. Yi Na balik bertanya, mau sikat gigi yang merah atau biru. Jin Myung hanya minta sikat giginya.

Eun Jae mengamati mereka semua ia membatin kalau semuanya sungguh aneh.

Sekilas diperlihatkan mimpi Eun Jae. Orang tenggelam. Orang koma dan Jin Myung berwajah sedih.

***

Sesi wawancara : Eun Jae.


Q: Kau tampak gugup sekarang.
A: Aku sangat gugup sekarang.
Q: Kau banyak menahan di episode 1 sampai tahap membuat semua itu membingungkan.
A: aku benci kepribadian ini tapi aku sudah begitu sejak kecil. Aku terus menahan dan baru meledak di saat yang tidak tepat.



Q: banyak orang bilang, “meledak? Mungkin itu lebih seperti tangisan.”
A: Oh ya? aku benar-benar mengerahkan semua kekuatanku untuk marah seperti yang aku bisa.
Q: siapa yang paling akrab denganmu dari semua teman sekos?
A: tidak ada yang seperti itu, aku suka semuanya. 



Q: teman sekos yang mengerikan?
A: Yoon seonbae agak… tapi sekarang aku baik-baik saja. Aku jujur.
Q: apa yang kau katakana di akhir itu jujur? Kau telah membunuh orang.
A: (Eun Jae menggenggam tangannya erat-erat)
Q: siapa yang kau bunuh?
A: bisa aku berhenti sekarang? Aku tidak ingin melakukan ini lagi.



Selanjutnya : Sinopsis Age of Youth Episode Episode 2 Part 1


Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon