Friday, July 15, 2016

[Sinopsis] Love, Lies Part 4 Final


So Yool menemui Hirata yang malah memperingatkannya, jika So Yool ke kebun binatang maka kepalanya akan tercabik-cabik tanpa ampun . “menantang wewenang sendiri.” dan yang terpenting tidak akan mungkin lagi bagi Seo Yeon Hee untuk membuat So Yool menangis.

Malamnya, So Yool pulang ke gwonbeon dan langsung menuju ke kamar Yeon Hee. Yeon Hee sepertinya sudah menanti So Yool, setelah Soo Yool membuka pintu ia berkata "Sampai detik ini, semua masalah ini adalah perbuatanmu seorang." dengan mata penuh kesal.

So Yool tidak menjawabnya. Yeon Hee akan pergi dan So Yool menghalanginya. "Jangan pergi sekarang! Dengarkan nasehatku, Yeon Hee."

Yeon Hee malah menampar So Yool dan berlalu pergi dengan penuh amarah.


Di luar hujan deras, Yeon Hee tidak peduli. So Yool menyusulnya dan berusaha untuk terus menghalangi Yeon Hee.

Tangis mereka pecah. So Yool tidak menyerah untuk melarang Yeon Hee pergi. Yeon Hee menuntut alasan So Yool telah berbuat begitu padanya.

"Semua ini adalah perbuatanmu. Semua kau rampas. Aku memberimu segalanya. Tapi kenapa kau begitu terhadapku?"

"Aku sama sekali tidak pernah merampas apapun darimu."

Yeon Hee lanjut jalan lagi. So Yool merentangkan kedua tangannya agar Yeon Hee melihat, kenapa ia sama sekali tidak memiliki apapun? "Kau masih punya Yoon Woo Orabeoni, masih menyanyi... Aku berharap kau sirna begitu saja. Jika tidak ada kau, aku tidak akan seperti ini." Kata So Yool putus asa.

Yeon Hee menggeleng, dengan tegas mengatakan kalau yang membuat diri So Yool menjadi yang sekarang ini adalah diri So Yool sendiri. Dan  mulai sekarang, Yeon Hee tidak lagi menganggap So Yool sebagai temannya.

"Kau hanyalah seorang pelacur kotor! Pelacur kotor!"

So Yool kalap dikatai begitu, ia mendekati Yeon Hee dan mencekiknya. Yeon Hee melawan, ia menuntut So Yool untuk mengatakan dimana Yoon Woo saat ini.

"Bukan! Bukan!" Teriak So Yool.


Yeon Hee berhasil menjatuhkan So Yool. Kemudian lampu mobil tiba-tiba menerangi mereka. Itu adalahmobilpara tentara Jepang yang akan menangkap Yeon Hee.

Yeon Hee melarikan diri, namun ia berakhir dengan tertembak mati.

"AAAAAAAAAAAAA" Teriak So Yool penuh penyesalan.


Hirata tak mau disalahkan oleh SO Yool karena menurutnya inilah yang diinginkan So Yool.


Yoon Won keluar dari penjara, ia pulang ke tempatnya namun sudah dipalang oelh para penagih hutang. Ia pun duduk melamun di tangga masuk.

Kemudian datanglah seseorang yang mengajak Yoon Won untuk menciptakan sebuah lagu. Yoon Won menjawab bahwa ia tidak bisa saat ini dan tidak mendapat ijin pula.

Orang itu mengatakan kalau lagu itu untuk So Yool dan di dunia ini apa yang diinginkan So Yool tidak ada yang mustahil.

Yoon Won tidak mengerti maksudnya. Dan orang itu menjelaskan kalau SO Yool adalah selir Hirata.

Senyum di wajah Yoon Won musnah seketika, ia lalu berlari ketempat So Yool. Sampai disana, Yoon Won memanggil So Yool dengan brutal.


Selanjutnya So Yool menyeduh teh, Yoon Hee berdiri dihadapannya dan langsung menanyakan dimana Yeon Hee berada.

"Jangan begitu dingin dan tidak berperasaan. Ada sebuah lagu yang ingin kunyanyikan untukmu."

Dan So Yool mulai menyanyi Jeongak sambil mendekati Yoon Won.

Cinta adalah dusta.
Cintamu padaku adalah dusta.

"Cinta hanyalah kebohongan. Ya kan? Dengar baik-baik. Hingga detik ini, di hatiku tidak pernah ada orang lain. Ke depannya juga." So Yool memeluk Yoon Won "Hatiku tidak akan pernah berubah."

Yoon Won masih menanyakan  dimana Yeon Hee. So Yool menjawab kalau Yeon Hee sudah mati. Yoon Won melepaskan pelukan So Yool.

So Yool mengatakan kalau ini bukan perbuatannya, Yeon Hee saja yang sial. Yoon Won mencekiknya, menuntut pengakuan So Yool mengenai perbuataanya pada Yeon Hee.

"Orabeoni, aku... Kenapa aku bisa berada di sini? Kenapa bisa berubah menjadi pelacur? Sudah sepantasnya kau bertanya."

"Kenapa? Kau berubah jadi apa bukan urusanku. Semua ini adalah akibat dari perbuatanmu."


Para tentara menarik Yoon Won dari So Yool. So Yool melarang mereka menyentuh Yoon Won karena Yoon Won akan menciptakan lagu untuknya.

So Yool mendekati Yoon Won membujuk agar dibuatkan lagu yang khusus diperuntukkan untuknya.

"So Yool..." panggil Yoon Won sedih

"Kau pernah bersumpah. Kau sudah berjanji padaku."


Yoon Won menulis sesuatu, entah lagu atau surat dengan raut muka bersedih.


Korea sekarang sudah merdeka dan semua simbol Jepang dihancurkan masa termasuk gwonbeon. So Yool pulang ke gwonbeon. Tapi setelah melihat kerusuhan disana, ia melarikan diri.


Yoon Won berdiri di tepi Rel kereta dan ia melihat bayangan Yeon Hee di depannya. Yoon Won maju ke tengah rel dan saat itu tepat ada kereta lewat.

Kereta melintasi tempat Yoon Won tadi yang sekarang hanya tinggal sebelah sepatunya saja. Yoon Won meninggal.

-= Tahun 1991 =-


Salah satu stasiun TV menyiarkan bahwa album Seo Yeon Hee sudah selesai diperbaiki dan Besok akhirnya lagu legendaris "Semangat Joseon" akan bisa diputar.

"Jika Anda kenal Seo Yeon Hee Seonsaeng-nim, Atau mengetahui kisahnya yang tidak diketahui oleh orang-orang... jangan lupa hubungi penanggung-jawab acara "Balada Setengah Abad" kami. Jangan sampai terlewatkan. Saya, Lee Ha Ni."

Seseorang datang ke stasiun TV tersebut dan mengaku kalau dirinya adalah Seo Yeon Hee. Penulis memerlukan beberapa verivikasi terlebih dahulu dan menanyakan pada orang itu bagaimana kisah mengenai album yang belum sempat dirilis tersebut.

Pada akhirnya orang itu (Jeong SO Yool) naik panggung dengan berpura-pura menjadi Yeon Hee.

Salah satu penonton nampak terkesima melihat Yeon Hee.


So Yool sendirian di ruang rias, ia menatap pantulan dirinya di cermin dan meyakinkan diri kalau ia adalah Yeon Hee. 

Penonton yang tadi menemui So Yool di ruang rias dan ia mengenali So Yool, ia adalah Ok Hyang. So Yool gemetar dibuatnya.

Ok Hyang mengatakan kalau setelah suaminya yang tua itu meninggal ia menikah lagi tanpa sepengetahuan anak-anaknya.

"Bagaimana caranya aku menjalani hidup? Ok Hyang yang kau kenal sudah mati dari dulu. So Yool yang kukenal sudah mati. Benar tidak? Benar tidak kataku? Jangan lupa, tidak peduli orang lain bilang apa, sedikit lagi akan menjadi seorang penyanyi yang baik."

So Yool tidak bergerak sama sekali, ia gugup apalagi saat Ok Hyang mengucapkan kalimat yang ia ucapkan pada Ok Hyang dulu.

Ok Hyang membuka pintu untuk keluar, "Lagumu merdu sekali, Seo Yeon Hee." Ucapnya sebelum akhirnya menutup pintu kembali.

So Yool baru bisa bernafas biasa.


So Yool buru-buru pergi. Penulis memanggilnya untuk menyerahkan piringan hitam yang ditemukannya.

So Yool membuka kotak yang berisi piringan hitam Yeon Hee. Di sampul piringan hitam tersebut ada tulisan -=Dipersembahkan untuk satu-satunya temanku di dunia ini, Jeong Soo Yool.=-

Itu adalah piringan hitam yang Yeon Hee berikan untuknya. So Yool berkaca-kaca

lalu penulis memberikan piringan hitam miliknya. Penulis bisa menebak kalau Jeong SO Yool yang ditulis Yeon Hee adalah orang yang sama yang memiliki piringan hitam itu. SO Yool mengangguk.

"Anda pernah mendengar lagu ini (lagu milik So Yool)?" Tanya penulis.

"Kejadiannya sudah lama skeali. Sudah tidak begitu ingat lagi.

"Iya juga. Jujur saja, lagu orang ini sepertinya menjiplak lagu pop kedua Anda. Tapi, aneh sekali. Cinta berdusta. Lagu ini sungguh unik. Teknik penyampaian lagu ini menggunakan teknik penyanyian lagu tradisional. Pertama-tama adalah suara nyanyian. Suara penyanyi ini... Setiap nadanya... setiap ketukannya benar-benar sempurna. Tapi juga sangatlah suram. Walaupun tidak tahu ada perasaan apa yang terpendam, tapi dapat sepenuhnya dirasakan. Sambil membicarakannya  tiba-tiba sepertinya ada rasa kesedihan yang menderaku. Pokoknya mantap sekali. Paling mantap dari yang termantap. Seonsaeng-nim... Sudah pasti Seonsaeng-nim jauh lebih hebat."


"Begitu bagus kenapa tidak ada orang yang menemukannya? Begitu bagus, kenapa pada waktu itu tidak ada orang yang mengetahuinya?

"Seonsaeng-nim, begitu Anda dengar Anda pasti akan mengerti. Ayo...ayo..."

Kemudian penulis mulai memutar lagu milik SO Yool.

-= Kilas balik =-


Saat So Yool membaca surat dari Yoon Woo untuknya.

"Untuk So Yool. Aku ingin mencoba untuk memaafkanmu. Bagaikan bunga persik yang merekah. So Yool yang baik dan ceria. Janjiku padamu berubah menjadi sebuah dusta.
Aku tidak mencintaimu. Perasaan cinta, dusta... Walaupun engkau telah kehilanganku, tapi kuharap kau jangan sampai kehilangan dirimu sendiri. Hanya inilah ketulusan yang bisa kuberikan untukmu."

Dan dibalik surat Yoon Won ada lagu ciptaannya untuk So Yool. -=Cinta, berdusta - Kim Yoon Woo=-

-= Kilas balik selesai =-


So Yool duduk di sebuah bangku lalu berbaring di sana, ia teringat saat-saat indahnya dulu bersama Yeon Hee, Airmatanya menetes..

3 komentar

Chingu ya, walo udah lama lewat tapi met idul fitri ya...mohon maaf lahir batin.
Ga bisa bbm kamu,hp ne heng,hiks!
Finally, LOVE, LIES ini kelar juga. Aku dah nunggu2 part final ini loh! Gumapta chingu.
Tak disangka, ending nya nyesek juga. Hagin~~judulnya kan emang cinta dan dusta yah, tapi tetap aja ga nyangka yoen hee bakal ditembak mati, yoon woo bakal bun-di, ah...wae hapil~
Yowes lah, tak tunggu drama W nya Han hyo joo sama Lee jong suk dari kamu ajah, (hihihi,berharap kamu ngerecap).
Ega ya, hwaiting!!!

Bolak balik ke blog Diana.nungguin sinopsis Lucky Romance eps terakhir......kapan diposting ya

Makasih penulis atas tulisannya. Hehe:-D. Semangat! Tak ada link download/judul lagu2 diK Movie ini yg bisa di download ya?

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon