Tuesday, June 21, 2016

[Sinopsis] Love, Lies Part 3


Soo Yol tak mau meratap lama-lama. Malam itu juga ia merubah total hidupnya, dimulai dari memotong rambut panjangnya. San Wol yang melihat hal itu menjadi syok.

"Jangan khawatir. Aku akan melakukan seperti yang Ibu inginkan. Aku akan menjaga gwonbeon ini." Janji Soo Yol.



Sementara Yeon Hee dan Yoon Woo yang tidak tahu bahwa Soo Yol melihat mereka malam itu berada diatas angin. Tanggapan mengenai lagu-lagu Yeon Hee positif semua, bahkan Yeon Hee juga masuk koran.

PD-nim bahkan memerintahkan untuk memprosuksi piringan hitam hingga 5000 keping. diam-diam Yoon Woo menggenggam tangan Yeon Hee dan Yeon Hee menyambutnya.


Soo Yol menemui Hirata Ito. Ia berkata pada Hirata kalau ia ingin menjadi seorang penyanyi. Sebagai gantinya, ia menyerahkan tubuhnya pada Hirata.


Kemudian terbitlah pemberitahuan dari pemerintah Jepang kalau piringan hitam Yeon Hee ditolak. Dan semua piringan hitam yang sudah tercetak dikumpulkan untuk dibakar.

Yoon Woo merebut cerigen minyak dari petugas, ia menyiramkannya sendiri ke tumbukan piringan hitam dan membakarnya dengan tangannya sendiri.


Hirata mengantarkan So Yool pada orang yang akan memproduksi piringan hitamnya. Orang itu adalah yang terbaik dikelasnya dengan band pengiring lengkap.


Yeon Hee meratapi sisa piringan hitamnya yang tidak habis terbakar.

PD-nim ngamuk-ngamuk, ia tidak bisa menerima alasan bahwa kemampuan menyanyi Yeon Hee kurang. PD-nim akan mencaritahu apa yang terjadi jadi sebelum itu, ia melarang Yoon Woo dan Yeon Hee untuk melakukan apapun.

Yoon Woo merangkul Yeon Hee, ia berjanji akan menemukan cara untuk membuat Yeon Hee terkenal dan cara agar ia bisa bersama Yeon Hee.

"Yoon Woo..." Panggil Yeon Hee.

"Kau bersabarlah barang sejenak lagi. Asalkan kau berada di sisiku, di manapun itu tidak penting." Jawab Yoon Woo dengan memeluk Yeon Hee.


Piringan hitam So Yool sudah masuk pasaran. Dan saat ini akan digelar konser perdana Jeong So Yool.


"Asalkan bisa memuaskanku, kau juga akan memperoleh kepuasan. Masih ingat? Ini hanyalah sebuah awal." Ucap Hirata Ito.


Kim Ok Hyang keluar dari gwonbeon dengan cibiran. Ia dicibir karena telah genit dengan laki-laki.

"Katanya si Tua Bangka itu akan membelikan rumah dan memproduksi piringan hitam untuknya? Masih harus menjual diri. Begitu inginnya dia menjadi seorang penyanyi?Tidak ada pelacur yang seperti dia." Ucap salah satu dari mereka.

So Yool yang melihat kepergian Ok Hyang menyusulnya. Ia menggenggam tangan Ok Hyang, berkata kalau Ok Hyang pasti bisa menjadi seorang penyanyi. 

"Jika ada orang yang mengata-ngataimu, ingatlah satu hal." Pesan Ok Hyang.

"So Yool..."


So Yool latihan menyanyi tapi pemimpin band tidak suka dengan cara menyanyi So Yool, ia kesal ditambah piringan hitam yang benar-benar terjual hanyalah 200 keping.

Mereka terpaksa memproduksi piringan hitam So Yool karena Hirata Ito. So Yool mendengar percakapan mereka ternyata.

"Maaf, Jeong So Yool. Kau tidak cocok di bidang ini. Jika kau benar-benar ingin menyanyi, nyanyikan jeongak, jeongak." Kata pencipta lagu terang-terangan.

PD-nim meminta So Yool untuk maklum, si pencipta lagu itu baik sebetulnya hanya sikapnya yang terlalu terang-terangan.

"Ganti pencipta lagunya. Dari awal lagu-lagu itu memang tidak cocok untukku." Ujar So Yool.

PD-nim mengatakan kalau sudah tidak ada bayak waktu, ia menyinggung soal cara menyanyi So Yool.

"Cara nyanyi? Mau kau apakan cara nyanyiku?" Sela So Yool.

PD-nim takut-takut, dia berputar-putar sampai pada akhirnya menyebut Yeon Hee, ia ingin So Yool menyanyi seperti Yeon Hee karena mereka berasal dari Gwonbeon yang sama.

"Lagu-lagu Seo Yeon Hee belakangan ini sangat laris di pasar-pasar gelap. Lagu-lagu Seo Yeon Hee bisa membuat hati orang-orang tersentuh." Lanjut PD-nim.

"Jangan-jangan yang lagunya ditolak karena teknik nyanyinya tidak memadai, Seo Yeon Hee yang itu?" So Yool pura-pura tidak kenal.

So Yool minta PD-nim untuk membawakan Kim Yoon Woo padanya sebagai pencipta lagu untuknya.


So Yool dalam perjalanan. Ia mendengar anak-anak jalanan bermain dengan menyanyikan lagu Yeon Hee, bunga berduri. Ia agak gimana gitu..


Yoon Woo mabuk-mabukan disana juga ada para tentara Jepang yang sedang berpesta. Yoon Woo menuju piano dan memainkannya. 

Salah seorang tentara mendekatinya untuk menyuruhnya berhenti tapi Yoon Woo tak mau, alhasil tentara itu memukul Yoon oo agar berhenti. dan saat Yoon Woo terseungkur ke lantai, semuanya berteriak gembira.

Yoon Woo bangkit, ia membalas tentara itu dengan memukul kepalanya menggunakan botol kaca. Beberapa dari gerombolan tentara membatu teman mereka yang pingsan dan beberapa yang lain menghajar Yoon Woo keroyokan.


So Yool masih menyimpan piringan hitam Yeon Hee. Ia memutarnya untuk berlatih bernyanyi seperti Yeon Hee tapi ia kesulitan..

Tapi So Yool tidak menyerah dan terus mengulangnya. San Wol mendengar nyanyian So Yool dari depan pintu kamar putrinya itu. So Yool menangis, ia tidak bisa menahannya lagi.


So Yool mengunjungi Yoon Woo yang dipenjara setelah mendengar kabar dari PD-nim kalau Yoon Woo memukul tentara Jepang jadi akan dipenjara selama beberapa tahun.

Yoon Woo bersedia menemui So Yool. So Yool menatap iba pada Yoon Woo, ia meminta Yoon Woo bersabar sementara ia akan mencari cara untuk mengeluarkan Yoon Woo. Tapi kata yang keluar dari mulut Yoon Woo menyakitinya.

"Kau tahu... kabar tentang Yeon Hee?"

Ada yang ingin Yoon Woo sampaikan pada So Yool. So Yool berdiri, ia mengatakan kalau Yoon Woo tidak punya waktu lagi dan yang terpenting adalah Yoon Woo harus segera keluar dari penjara.

So Yool tidak mau mendengar apa-apa lagi, ia memilih untuk keluar. Di luar So Yool menangis, namun ia segera menghapus airmatanya.


So Yool bergegas ke tempat Yoon Woo, disana ia bertemu dengan PD-nim. PD-nim mengajak So Yoolke tempat yang sepi.

PD-nim menitip berkas pada So Yool, visa Utalia untuk Yeon Hee dan Yoon Woo. PD-nim minta So Yool untuk memberikannya pada Yeon Hee atau Yoon Woo.

"Dia bilang ingin membawa Yeon Hee ke Italia untuk belajar musik. Karena itulah mereka mengurus izin keluar negeri. Tapi Yoon Woo dan Yeon Hee sama sekali tidak kelihatan batang hidungnya." Jelas PD-nim.

So Yool berkaca-kaca, ia memastikan lagi, apa mereka mau pergi? PD-nim tidak tahu pastinya, pokoknya kalau slah satu dari mereka tanya, PD-nim menyuruh So Yool untuk memberikan saja visa-nya karena dirinya akan bersembunyi sementara waktu untuk menghindari para penagih hutang.


So Yool terus mengunjungi Yoon Woo. Yoon Woo melarang So Yool untuk datang berkunjung lagi selanjutnya, ia hanya menitip pesan agar So Yool mengatakan situasinya jika bertemu dengan Yeon Hee.

"Kenapa? Karena bagimu aku bukan siapa-siapa? Karena begitu keluar dari tempat ini, kau akan membawa Yeon Hee pergi?" Tanya So Yool.

"Iya."

"Lalu aku? Bukankah kau sudah janji? Sudah bersumpah?"

"Lakukan seperti yang kubilang."

"Hatimu telah berubah? Begitu mudahnya hatimu berubah. Ada sekali, apa susahnya kedua kali?"

So Yool di kereta setelah mengunjungi Yoon Woo. Ia tidak berhenti menangis. Sementara itu, Yeon Hee muncul, ia berada di depan toko yang memajang piringan hitam milik So Yool.



So Yool minta tolong pada Hirata. tapi Hirata tidak bisa mengabulkannya karena Yoon Woo adalah orang yang telah menghina kekaisaran Jepang jadi sebelum masa hukumannya berakhir, tidak mungkin dibebaskan.

"Begitu saja. Kurung dia... Jangan biarkan dia bertemu dengan siapapun." Jawab So Yool.


So Yool melihat Yeon Hee ada di luar gedung tempatnya berada. Kemudian Yeon Hee masuk gedung itu untuk meneui So Yool.

So Yool sengaja menyuruh Yeon Hee untuk menunggu lama dengan alasan kalau waktu rekamannya diperpanjang. Yeon Hee mengucapkan selamat atas diproduksinya piringan hitam So Yool, ia sungguh-sungguh.

"So Yool, kau ada kabar Yoon Woo-ssi?" Tanya Yeon Hee.

So Yool pura-pura tidak tahu, ia malah bertanya sejak kapan jadi "Yoon Woo-ssi"? membuat Yeon Hee tak enak.

"Bodoh! Apalah arti Orabeoni. Aku pun tidak kau kunjungi sama sekali." Lanjut So Yool.

"So Yool..."

"Harusnya hidup Orabeoni cukup menyenangkan. Aku lebih mengkhawatirkanmu. Yeon Hee, jangan terlalu percaya pada Orabeoni."

"Aku percaya padanya. Dia bilang pasti akan bisa menemukan cara bagi kami untuk bisa bersama-sama. Mungkin sampai sekarang dia masih mencari. Jika kau ada kabar tentangnya, tolong beritahu aku."

"Tentu. Sekalipun tanpa Orabeoni, kau juga tetap bisa mengeluarkan piringan hitam. Biar aku yang membantumu."

"Sungguh terima kasih. Tapi sekarang sepertinya tidak bisa. Karena tidak ada surat izin."

Yeon Hee sangat ingin bernyanyi, ia bertanya, apa ada tempat dimana ia bisa diijinkan untuk bernyanyi.


So Yool merekomendasikan satu tempat. Yeon Hee pun mendatangi tempat itu. Seorang petugas memberikan seragam untuk Yeon Hee dan ia menanyakan apa hubungan Yeon Hee dengan So Yool.

"Teman. Teman satu-satunya." Jawab Yeon Hee.

"Ah, teman satu-satunya. Benar juga kata-kata seperti ini. Pokoknya balas dendam itu sangat banyak." Balas si petugas tersebut.

Selanjutnya petugas meminta Yeon Hee untuk cap jari di sebuah dokumen. yeon Hee tidak mengerti, apa yang dimaksud dengan penyanyi khusus Chongdok-bu. Petugas malah balik bertanya, Yeon Hee tidak tahu dan malah langsung kesana?

"Seperti namanya yang mengisyaratkan penyanyi khusus." Jawab si petugas lalu ia membimbing Yeon Hee untuk melakukan cap jari.


Hari pertama Yeon Hee di Chongdok. Ternyata tempat itu semacam tempat hiburan gitu, disana banyak pria hidung belang dan wanita penghibur.

Yeon Hee tidak memperdulikan mereka dan fokus untuk bernyanyi saja. tapi belum selesai ia bernyanyi, ada satu pria yang merangkulnya.


So Yool memikirkan apa yang sudah diperbuatnya, bahkan ia sampai melukai jarinya sendiri tanpa sadari.

Hirata datang akan mencumbunya tapi So Yool menolak tidak seperti biasanya.

"Kenapa? Aku tidak boleh seperti ini? Karena aku adalah pelacur. Harus melakukan seperti yang kau inginkan, bukankah begitu?"

So Yool akan menanggalkan bajunya tapi Hirata menghalanginya.


Yeon Hee disiksa oleh pria tadi karena tidak mau menurut, bahkan pria itu juga membawa pedang untuk membuka ikat baju Yeon Hee. Yeon Hee berusaha keras untuk melindungi tubuhnya.

Yeon Hee meraba meja. Ia menemukan sebuah pisau lalu ia menggunakannya untuk menusuk leher bagian belakang pria tadi. Setelahnya ia menggunakan kesempatan itu untuk kabur.


Yeon Hee lari ke gwonbeon. Kebetulan manager baru selesai memberi makan anjing dan mendengar orang mengetuk pintu gerbang. manager membuka pintu gerbang dan mendapati Yeon Hee roboh di sana.


Manager menggendong Yeon Hee masuk. San Wol dan Yeon Hee merawatnya.

Pagi harinya, tentara jepang menggedor-gedor pintu gerbang gwonbeon. Manager terpaksa membuka pintunya, kemudia para tentara langsung menerobos masuk.


Mereka semua langsung memeriksa seluruh ruangan di gwonbeon tanpa menghiraukan larangan dari manager.

Mereka sampai di depan ruangan dimana yeon Hee berada. Manager berhasil menghalangi mereka sebentar. Manager mengatakan kalau yeon Hee sudah meninggalkan gwonbeon sebelum matahari terbit jadi sekarang tidak ada di sana.

San Wol akan keluar tapi So Yool menghalangi. Manager tidak bisa berkata apa-apa lagi karena tertara itu mengarahkan pistol ke lehernya.

Kemudian So Yool keluar. DIa berbicara dengan tentara Jepang tersebut menggunakan bahasa Jepang. tentara Jepang menyampaikan maksudnya kalau mereka sedang mencari seorang pembunuh.

"Kenapa mencari pelaku pembunuhan harus menggeledah gwonbeon?" Tanya So Yool.

"Jangan macam-macam!"

Tentara sudah akan membuka ruangan tersebut. SO Yool menyebut nama Hirata, ia mengenalkan dirinya sebagai selir Hirata.

"Jika orang yang kau cari tidak ada di sini, Gyeongmuk Gukjang (Jabatan Hirata)... terhadap sikap tidak sopanmu hari ini, tidak akan berdiam diri."

Terntarapun undur diri. dan Yeon Hee mendengar semua perkataan So Yool tadi karena ia sudah sadarkan diri.

~bersambung~

6 komentar

Mbak Diana,, kalau Drama nya Park Shin Hye "Doctors" gak di bikinan Sinopsis nya kah?? 😊😊

Diana......aku menunggu sinopsis Lucky Romance eps 10 di blog kamu.berharap segera di update.Makasih ^_^

Maaf mbak update nya telat. Ditunggu aja ya, nanti pasti diposting kok. makasih..😊😊

Bikin dong Mbak Diana.. Dramanya banyak di tunggu.... πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”. Thank you

Chingu ya, aku kok masih ga jelas gitu, So Yool ini baik apa jahat ya.
Entahlah, mungkin aku terbiasa dgn Han Hyo Jo yang protagonis, jadi pas liat dia ambisius berselimut dendam gini aku kok pangling gitu.. Ya Allah, bahasaku itu loh, Hahahaha.
Belum ending toh dek, tp gpp, setia menunggu part 4 nya.
Ega ya, hwaiting!!

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon