Monday, March 28, 2016

[Sinopsis] Page Turner Episode 1 Part 1

Pemeran Utama:

Kim Soo Hyun  -->  Yoon Yoo Seul

Shin Je Ha  -->  Seo Jin Mok

Ji Soo  -->  Jeong Cha Sik
 Prolog:


Seperti 'Page  Turner' yang membalik lembar musik.


Mereka membantu pertunjukan dari jarak palingdekat..


Dan melakukan yang terbaik untuk membuat pertunjukan bersinar.


Yoon Yoo Seul: Aku bukannya jenius. Hanya...kau saja yang bukan apa-apa.


Mereka akan menjadi rekan terbaikmu.


Seo Jin Mon: Wanita itu selalu menekanku dengan kata-kata menyakitkan. Mohon bantu dia untuk menyadari arogansinya. 


Yoon Yoo Seul: Apa kau tahu yang barusan kau lakukan? 


Seperti yang kami sebutkan, ijinkan kami menekankan bahwa ini adalah...


Jeong Cha Sik: Bagaimana Kau bisa mengambilnya dariku?


Sebuah cerita dari tiga remaja...


Yoon yoo Seul: AKU BENCI KAU!!


Yang menjadi Page Turner (pembalik halaman) bagi satu sama lain.


Jeong Cha Sik: Apa dia gila?


Ini cerita hangat tentang tiga remaja.


PAGE TURNER

-= Episode 1: Seseorang yang Menerima Hadiah dari Atas =-



Yoo Seul menunggu di mobil sambil mendengarkan musik k-pop dan membenahi riasannya. Di jalan ada sekelompok siswa yang bersepeda menuju sekolh, ia tampak iri. Ibunya keluar dari rumah dan ia lagsung mematikan music sebelum terdengar oleh ibunya.


Ibu masuk ke mobil, Ibu melihat kalau Yoo Seul santai-santai gak baca buku musik, lalu menegurnya.

"Aku sudah baca tadi. Aku bisa mabuk kalau baca di mobil." Keluh Yoo Seul.

Ibu menjawab kalau mabuk mobil tidak akan berlangsung lama, lagian Yoo Seul harus membaca terus lembar musik itu karena tak tahu musik apa yang akan didapatkan Yoo Seul nanti saat tes.Yoo Seul mengangguk mengerti.


Sekelompok siswa yang bersepeda tadi sekarang melewati lorong. Ternyata ada Cha Sik diantara mereka dan Cha Sik berhenti karena penasaran dengan keyboard yang tiba-tiba ada disana.

"Keyboard? Bukankah itu piano?" tanya salah satu temannya.

Cha Sik menjelaskan kalau benda murahan itu namanya Keyboard, piano itu yang besar, datar dan bisa dibuka tutup seperti kerang.

"Yang punya kaki tiga?" Lanjut Temannya.

"Tepat sekali." Jawab Cha Sik.

Teman-temannya tak menyangka kalau Cha SIk tahu hal seperti ini, karena mereka pikir Cha SIk hanya mengenai olah raga doang.


 Disana ada seorang gelandangan yang memperhatikan mereka.


Ibu sangat protektif dengan Yoo Seul, bahkan menempel stiker di mobil yang bertuliskan kalau di dalam mobil itu ada pianis berbakat yang artinya menyuruh orang untuk berhati-hati dengan mobilnya.

Di Mobil, Yoo Seul membaca lembar musik. Ibu menjelaskan kalau nanti salah satu jurinya adalah Professor Moon dan Yoo Seul harus bisa menarik perhatian Prof Moon karena semua orang menginginkan perhatian itu sampai-sampai harus berlatih suangat keras. Yoo Seul mengangguk mengerti.

"Bolehkan aku membuka jendela?" tanya Yoo Seul.

"Tidak. Kau bisa flu nanti." bentak ibu.

Lalu ibu mewanti-wanti Yoo Seul agar tidak melakukan hal seperti waktu itu. Yoo Seul harus menang unggul kali ini pokoknya pastikan agar Prof Moon menaruh perhatian khusus padanya.

"kenapa tanganmu kosong?" Tanya Ibu.


lalu Yoo Seul mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sejenis alat untuk melatih otot-otot jari tangan.

"Karena ini adalah preliminaries (permulaan), kau akan butuh page turner. Mintalah bantuan Jee Hee atau jeong Sik, merekalah yang paling mudah." Perintah Ibu.

Lalu mobil berhenti karena lamou merah. dan Ibu membahas mengenai Jin Mok.


"Jin Mok? kenapa dengan psychopath itu?" Tanya Yoo Seul.


cut ke waktu tes. Saat ini giliran Jin Mok. 

"Seo Jin Mok. Apa kau sudah siap?" Tanya Juri.

Jin Mok mengiyakan. lalu Juri bertanya pada audience, siapa yang bersedia menjadi page turner nya Jin Mok.

Yoo Seul menatap Ibu dan Ibu mengangguk.


Kembali ke mobil. Ibu menyuruh Yoo Seul untuk menjadi page Turner nya Jin Mok. Yoo Seul bertanya, kanapa harus dia.

"Jin Mok berusaha untuk menyalipmu. Ibu dengar dari Guru Song kalau dia tinggal di ruang latihan musik akhir-akhir ini. Kau harus siaga."


Cut ke saat tes. Yoo Seul mengacungkan tangan, ia menawarkan diri untuk menjadi Page Turner Jin Mok dan ia pun naik ke atas panggung.

Gyo Sun (yang cewek) dan temannya berbisik, ia tak mengerti ini, bukannya Yoo Seul dan Jin Mok saling tidak suka satu sama lain. 

"Bukan itu maksudnya. Mereka bertarung satu sama lain kapanpun ketika ada kesempatan." Jawab siteman.

Tapi Gyo Sun masih tak mengerti, kenapa Yoo Seul malah membantu Jin Mok, Yoo Seul menakutinya.


Juri memerintah Jin Mok untuk memilih lembar musik yang tersedia dan tak ada yang tahu apa isi di dalam amplop tersebut. Jin Mok memilih satu.


Gyo Sun kembali berbisik pada temannya kalau Jin Mok itu Psychopath, jadi jika dia mengambil jenis musik romantis maka hancurlah dia.


Jin Mok mengluarkan lembar musik dari dalam amplop. Lalu membaca judul musik yang harus ia maninkan..

"Chopin 'Waltz Op. Post'."

Yoo Seul tersenyum senang. Ibu juga sama.


Lalu Jin Mok duduk di depan piano diikuti Yoo Seul yang duduk di sebelahnya. Jin Mok menarik nafas panjang lalu menghembuskannya sebelum bermain dan ia sempat melirik ke arah Yoo Seul juga.

Dan akhirnya, Jin Mok memainkan musik tersebut tanpa kendala.


Kembali ke mobil. Ibu mengingatkan bahwa seorang Page Turner memang bisa membantu pertunjukan tetapi juga bisa mengacaukannya.

"Karena ini adalah preliminaries, jika kau membalik halaman dengan sedikit perlahan, akan menyebabkannya kesulitan bermain," Jelas Ibu.

Yoo Seul protes, tak bisakah ia mengalahkan Jin Wok dengan kemampuannya saja, tak usah pake trik kotor segala. Ibu mengelak, ini bukan trik jika tak ada yang sadar, hanya kemampuan Yoo Seul.

"tapi.."


"Yoo Seul ~ aa, Apa kau tahu kenapa cacing menggeliat ketika kau menginjaknya? Itu karena kau menginjak terlalu lembut. Ibu gugup dan terganggu oleh geliatan Jin Mok." Lalu Ibu mengganggam tangan Yoo Seul,,"Jadi, pastikan kau bisa menginjaknya dengan benar kali ini. oke?"

"Oke." jawab Yoo Seul.


Cut ke waktu tes. Teman Gyo Sun menjelaskan, kalau ia jadi Yoo Seul, maka ia akan membalik halamannya lebih cepat sedikit saja.

"Dasar pengecut. Yoo Seul itu siswa TOP di sekolah, tak mungkinlah menggunakan trik kotor seperti itu."


Ibu fokus merekam penampilan Jin Mok.


dan saat yang ditunggu-tunggu tiba juga. tapi tak sesuai rencana, Yoo Seul membalik halamannya tepat waktu tak terlalu cepat dan tak terlalu lambat.

"Kenapa dia tidak mendengarkan?" Ibu keceplosan. lalu pura-pura memarahi handicame-nya.

Teman Gyo Sun mengeluh ini tidak menarik karena Yoo Seul membalik halamannya tepat waktu.

-= Kilas balik =-


Dulu, Ibu Yoo Seul adalah Guru piano Jin Mok. Yoo Seul selalu ikut saat Ibunya ke rumah Jin Mok untuk mengajar.Jin Mok memainkan piano tanpa feeling, lalu Ibu menunjukkan permainan yang sesungguhnya.


"Menurutmu gimana? Ini seperti dance pasangan sebelum mereka terpisah. Sedih tapi indah."

Penjelasan Ibu terpotong dengan kedatangan Ayah Jin Mok. 

Lalu Ibu bertanya lagi pada Jin Mok, benarkan apa yang ia jelaskan tadi. Jin Mok menjawab tidak. Ibu bisa mengerti, mungkin Jin Mok terlalu kecil untuk memahami perasaan itu.

Lalu ibu bermain kembali seperti cara Jin Mok tadi, agar Jin Mok bisa memainkan. Jin Mok melirik ke arah Ayahnya.


"Bukankah ini seperti lagu marching band? Kau bisa membedakannya, kan!"

Jin Mok mengatakan kalau yang terakhir itu lebih bagus, Ibu Yoo Seul tidak melakukan kesalahan danritmenya juga benar.

"Osh.. Bagaimana ini bisa lebih baik? Kebanyakan orang akan berpikir kalau yang pertama yang lebih baik keculai kau seorang psycho..."


Ibu sadar telah keceplosan, lalu ia menjelaskan pada Ayah Jin Mok kalau ia tidak bermaksud untuk menyebut Jin Mo seorang psychopath.


Jin Mok minta pada Ayahnya untuk mengganti guru Piano. Ibu Yoo Seul mencoba membujuk Jin Mok.

Ayah yang masih sibuk membaca bertanya alasan Jin Mok tanpa melihat ke arah Jin Mok.

"Aku pikir tak seharusnya aku belajar dari orang yang tak pernah belajar di luar negeri juga tak pernah menggelar konser solo. Ditambah dia selalu membawa anak bodoh itu, itu sangat menggangguku."

Ibu hanya bisa menghembuskan nafas berat dengan penghinaan Jin Mok itu.

-= Kilas Balik Selesai =-


Jin Mok menyelesaikan permainannya dengan sempurna seperti permainan komputer.

"Tapi rasanya hambar." Ujar Gyo Sun.


Jin Mok memberi hormat setelah bermain, lalu ia berbisik pada Yoo Seul, ia kira Yoo Seul tidak akan membalik lembar musiknya tepat waktu.

"Aku juga memikirkannya, Tapi tidak harus. Menyedihkan melihatnya." Jawab Yoo Seul.

Jin Mok menoleh ke arah Yoo Seul dengan kesal. Yoo Seul hanya menanggapinya dengan senyum lebar.

[Yoon Yoo Seul, Mayor Piano SMA Seni Hanjoo. Siswa peringkat pertama]


Selanjutnya giliran Yoo Seul dan Jin Mok mengajukan diri sebagai Page Turner nya.

"Tidak." Ibu kaget namun ketika ia sadar telah mencuri perhatian semua audience maka ia kembali pura-pura memarahi handicame-nya.

Yoo Seul menatap tajam Jin Mok. lalu Juri meminta Yoo Seul untuk membacakan judul musik yang dipilihnya.


"Musik yang akan saya mainkan adalah... Rachmaninoff 'Prelude Op. 23 No. 5'."


Ibu memegang kepalanya frusatsi. Dan Yoo Seul mulai memainkan musiknya.

"Heol.. bahkan pria pun kesulitan memainkannya." Tanggap Gyo Sun.

Temannya menduga kalau Rachmaninoff pasti memiliki tangan yang besar dan karena Yoo Seul tangannya kecil maka Yoo Seul pasti kesulitan memainkan musik itu.

"akankah Ji Mok membalik halamannya tepat waktu?" tanya Gyo Sun.

"Kalu aku jadi Jin Mok, aku akan membaliknya sedikit lebih cepat."

"Lagi???"


Ibu terus merekam. 

-= Kilas Balik =-


Ji Mok memaksa Ayahnya untuk mengganti Guru pianonya. AYah akhirnya menyudahi membaca dan bertanya alasan Jin Mok yang sebenarnya. Jin Mok mendekat ke ayahnya dan menjelaskan..

"Dia tidak sadar bahwa dia mengajar dengan buruk... malah menyalahkan aku."

Ibu mendekat ke Ayah Jin Mok untuk minta maaf, tapi ia sungguh-sungguh telah mengajari Jin Wok segala yang ia bisa.

"Alasan Saya tidak belajar di luar negeri atau tidak menggelar konser tunggal adalah bukan karena Saya tidak memilki kemampuan tapi karena orang tua Saya tidak mampu. Dan semua anak yang Saya ajar bisa masuk SMA Seni hanjoo." Jelas Ibu.


Jin Mok menyela, semua orang memanngilnya jenius baik di sekolah maupun di akademi kecuali Ibu Yoo Seul seorang.

Ayah mengeti dan mengeluarkan uang kemudian ia selipkan ke tas Ibu Yoo Seul. Ibu masih mencoba membujuk Jin Mok untuk mengubah keputusannya ini.


Lalu terdengar suara permainan piano. Tangan mungil Yoo Seul yang memainkannya.

"Lihat! Ibuku memintamu untuk bermain seperti ini. Ibuku mengatakannya dengan jelas, cuma kau saja yang tidakmendengarkan." Ujar Jin Mok.


Jin Mok semakin kesal dan menduga kalau Ibu Yoo Seul mengajari Yoo Seul dengan baik tapi mengajarinya dengan buruk.

"Tidak. Aku tidak pernah mengajari Yoo Seul piano. Tidak pernah sekalipun." kata Ibu yang juga kaget dengan kemampuan Yoo Seul.

Ibu senang dan mendekati Yoo Seul. Ibu menyebut yoo Seul jenius, dan sepertinya Ayah Jin Mok juga akan percaya.


Jin Mok cemburu, ia berteriak kalau semua ini bohong dan menyuruh Yoo Seul untuk berhenti. Yoo Seul tak mau, maka ia menutup paksa penutup piano, untung tangan Ibu melindungi tangan Yoo Seul.

Ayah menegur Jin Mok. 

Ibu panik, ia khawatir tangan Yoo Seul kenapa-kenapa, untunglah Yoo Seul tak apa-apa. Lalu ibu memutuskan untuk berhenti mengajar Jin Mok dan melemparkan uang pemberian Ayah Jin Mok.

Ibu tidak mau menghabiskan waktu untuk mengajari anak orang lain sedangkan anaknya sendiri jenius piano. Lalu mulai saat itu Ibu memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya untuk mendukung dan mengajari Yoo Seul menjadi pianis.

-= Kilas balik berhenti =-


Saatnya membalik lembar musik. Jin Mok sudah siap dalam posisinya, dan ia malah menjatuhkan lembar musiknya. Ibu panik.

Jin Mok minta maaf pada Yoo Seul dengan alasan grogi dan ia juga tak lupa minta maaf pada para juri. lalu ia akan mengambil lembar musiknya kembali. 

Gyo Sun dan temannya yakin kalau Jin Mok melakukan itu dengan sengaja.

Jin Mok sudah mengambil lembar musik Yoo Seul dan  akan meletakkannya kembali namun Yoo Seul menampiknya sampai Jin Mon menjatuhkan lembar musiknya lagi.


"Maaf Seo Jin Mok. Aku mungkin gerogi juga." Kata Yoo Seul.


Lalu Yoo Seul melanjutkan permainannya tanpa lembar musik, hanya mengandalkan ingatannya saja. namun ia bisa menyelesaikannya dengan sangat-sangat mengesankan. Semua kagum dengan kejeniusan Yoo Seul ini.

Jin Mok yang sudah tak berguna diatas panggung memutuskan untuk berjalan turun.

"Mengesalkan."

[Seo Jin Mok. Mayor piano SMA Seni Honjoo. Siswa peringkat 2]


Sekarang kita beralih ke GOR nasional, dimana disana sedang berlangsung kompetisi lompat galah nasional.

Pelatih Jeong Cha Sil sedang menasehati Cha Sik ini itu, tapi Cha Sik fokusnya pada Ibunya. Ia melihat ada seseorang Ahjumma berjaket motif zebra yang menyenggol tas ibunya hingga jatuh tapi dia tak minta maaf.

Cha Sik kesal karena ia sangat tahu kalau Ibunya tak suka direndahkan oleh orang lain. Pelatih tahu hal itu tapi ia yakin kalau Ibunya Cha Sik akan lebih tak suka lagi kalau Cha Sik tak mendapat mendali.

Lalu  Zebra Ahjumma membentangkan banner sampai menyenggol tangan Ibunya dan membuat susu strawberry ibunya jatuh.

Cha Sik sudah tak bisa menahan amarahnya, ia berteriak-teriak .

"Anda manjatuhkan susu Stawberry ibuku, Zebra Ahjumma!! Susu Strawberry!! ibuku sangat menyukai susu Strawberry! Tapi Anda menjatuhkannya!"


Pelatih dan satu teman Cha Sik mencoba untuk manahan Cha Sik tapi Cha Sik terus meronta. Ibu mencoba menjelaskan (dengan memperjelas gerakan bibirnya dan tanagnnya) bahwa ia tidak apa-apa.

"Tapi aku tidak baik-baik saja!"


Lalu ia membaca nama di banner Zebra Ahjumma.

"Siapa itu Kang Joon Ho? Yaa Kang Joon Ho. Bilang pada Ibumu untuk minta maaf pada Ibuku!"

Pelatih mencoba menjelaskan pada wasit dan yang lainnya kalau Cha Sik hanya gugup saja makanya lepas kendali gitu.


Lalu pelatih mendekati Cha Sik, menjelaskan kalau Joon Ho adalah pelompat galah yang sekornya diatas Cha Sik tepatnya 17 cm diatas Cha Sik.

Tapi kemudian pelatih memanfaatkannya untuk mengompori Cha Sik,,"jika kau lebih baik darinya, mereka tidak akan memandang rendah ibumu."

Lalu Cha Sik bertanya, memangnya berapasih rekor Joon Ho. pelatih menjawab 5m 27cm, tapi Cha Sik hanya butun 5m 10cm saja untuk menduduki peringkat ke-3.

Cha Sik lalu memberitahu wasit kalau ia akan melompat 5m 30cm sekarang. Pelatih bingung, ia balik memberitahu wasit kalau Cha Sik hanya akan melompat 5m 10cm.

"5m 50cm." tambah Cha Sik.

Akhirnya pelatih menyerah dan mengijinkan Cha Sik untuk melompat 5m 30cm.


Ibu Cha Sik bertaruh dengan orangtuan Joon Ho, jika Cha Sik berhasil maka ortu Joon Ho harus mau membawa kartu namanya dan jika Cha Sik gagal maka ia rela memberikan laptopnya yang merupakan sumber penghasilannya.

"Cha Sik~ aa, Faighting!!" Teriak Ibu.


Cha Sik sudah mengambil posisi, ia s udah siap dengan galahnya. Sepertinya, ia berdoa dulu sebelum mulai.


Berlari, melompat dengan tumpuan galah dan akhirnya mendarat di matras. Cha Sik berhasil, YES!!!

[Jeong Cha Sik, Atlit pelompat galah SMA Olahraga Woojung. Anggota tim Nasional]


Pelatih dan teman Cha Sik senang bukan main. Pelatih akan mengangkat Cha SIk tapi tak kuat, akhirnya ia melompat ke gendongan teman Cha Sik untuk merayakan keberhasilan Cha Sik.

"Ibu.. Ibu,lihat tadi???"


Ibu juga senang sekali, lalu ia meberikan katu namanya ke Ortu Joon Ho. ternyata Ibu Cha Sik (Jeong Mi Soo) adalah seorang penulis. Ibu Joon Ho bertanya, penulis apa Ibu Cha SIk itu?

"Saya menulis semua jenis tulisan. Saya pernah menulis novel dan permainan. Aya juga pernah 13 kali menjadi penulis bayangan CEO untuk menulis hasil kongres dan pengumuman. termasuk biografi dan pidato segala jenis. Saya juga menulis surat permintaan maaf."

Ibu rasa ortu Joon Ho mengenal banyak orang yang berpotensi menjadi kliennya jadi ia memberikan kartu namanya dengan tujuan agar ortu Joon Ho menyebarkannya pada kenalannya. 


Selanjutnya adalah lompatan kedua, pelatih mengusulkan %m 35 Cm, karena dengan itu, Cha Sik sudah mampu untuk masuk universitas dengan beasiswa penuh. tapi Cha Sik belum puas, ia akan melompat 5m 50cm.

pelatih membekap mulutnya, ketinggian itu akan memecahlan TOP Reokor Korea. Cha Sik melepaskan bekapan pelatihnya, ia tahu hal itu dan yakin mampu melakukannya.


"Siapa yang bilang? siapa?" Tanya pelatih.

Cha Sik memukul pahanya, ia yang mengatakannya.

lalu pelatih menunduk dan bicara pada paha Cha Sik.."Kau Bohong!"


Tes piano sudah selesai, Yoo Seol berbincang dengan Ibunya di luar. 

"Bagaimana Ibu? Aku sungguh bisa menginjak Jin Mok kali ini, kan?"

Tapi ibu belum puas karena Yoo Seul tak mau mendengarkannya. 

"Itu karena..."

"Kau lihat apa yang dia lakukan padamu, kan? JIka kau tak hati-hati, dia bisa saja yang menginjakmu. Paham?"

"Maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi."


Lalu Jin Mok keluar. Ibu basa basi mau menawari Jin Mok tumpangan tapi Jin Mok menolaknya dengan kasar.


Selanjutnya, Yoo Seul yang turun tangan. 

"Yaa!! Kau menjatuhkannya dengan sengaja, kan? Maksudku, lembar musik."

Yoo Seul tahu kalau Jin Mok berakting seolah itu adalah kesalahan tapi sayangya itu terlalu kentara dan sayangnya lagi, Yoo Seul suah mengingat semuanya. 

"Apa kau membual kalau Kau jenius?"


Yoo Seul tertawa, tidak,,"Berapa kali sudah kubilang? Aku bukannya jenius, cuma kau saja yang bukan apa-apa."

lalu Yoo seul mengajak ibunya pergi.


"Apa tadi sudah cukup?" Tanya Yoo Seul.

"Tidak, ini hanya permulaan." Jawab Ibu.


Jin Mok langsung ke gereja untuk berdoa.

"Hamba mohon jangan diam lagi, Hamba mohon marahlah. Wanita itu selalu menekan Hamba dengan kata-kata menyakitkan. Hamba mencoba untuk menahannya karena perintah-Mu."


Yoo Seul pulang dengan Ibunya dan Cha Sik bersiap untuk melompat. 

"Tapi dia makin berlebihan dalam membual akan talentanya dan merendahkan Hamba. Dia tidak bersyukur atas talenta yang Kau berikan padanya. Hamba mohon hukumlah orang yang hanya membual. "


Cha Sik sudah berlari. Jin Mok semakin khusyuk berdoa.

"Dia merendahkan Hamba saat Hamba mencoba keras untuk melatih kekurangan talenta natural Hamba. Hamba tidak yakin mampu bertahan... dengan arigansinya lagi. Bapa, Hamba memohon dengan sangat.."


Cha Sik berhasil melompati penghalang namun ia tidak mendarat dengan mulus. Galahnya mengenai selangkangannya dan ia jatuh ke matras dengan kesakitan.

"PANGGIL AMBULANNNNN!!!!" Teriak pelatih.


Ibu memperingatkan Yoo Seul untuk melawan balik Jin Mok jika Jin Mok berusaha untuk mengacau lagi.

Yoo Seul tak mendengarkan ibunya, ia terlalu kaget melihat mobil yang semakin mendekat dengan mobilnya.

"Mohon buatlah dia menyesal dalam kegelapan yang mendalam... dan tunjukkanlah pada kami bahwa Kau adalah Tuhan Yang Maha Adil."


Mobil yang tadi bertabrakan dengan mobil Ibu Yoo Seul. sampai ban mobil Ibu Seul terlepas.


Jin Mok menyudahi doanya.. AMIN..


5 komentar

Omo Poor cha sik pasti sakit banget hehehe jisoo oppa ekspresinya itu loh bikin ngakak.. jin mok curang bermain kotor. Sebel sama ibunya yoo seul bukannya bangga atau memsupport yoo seul malah buat yoo seul bermain kotor. Omo Yoo seul kecelekaan

http://streamsepisode.com/124-descendants-sun-ep-12-eng-sub-full-episode.html

This comment has been removed by the author.

Daebak, kerend, makasih sinonya
udah lumauan lama jadi silent reader, hwating :-) :-)

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon