Saturday, March 12, 2016

[Sinopsis] Alice: Boy From Wonderland Part 2


Bibi ketiduran di depan laptop. Halaman resor wonderland yang terbuka tiba-tiba berubah sediri menjadi resor lain. sebelumnya layar hanya menampilkan warna putih baru setelah itu berubah menjadi resor lain padahal tak ada yang menyentuhnya.


Shaman membuka matanya dan menambahkan boneka ke beras. Kali ini bonekanya lebih kecil.

-=Tanggal 16 Maret=-



Hye Joong terbangun sambil memegangi kepalanya. Ia minta air, Hwan memberinya segelas. Hwan menunjuk pelipis Hye Joong yang diplester, sakit?

Hye Joong tak menjawabnya. Hwang menawarinya lagi, mau lihat kelinci?


Mereka di luar. Hye Joong masin mencari sinyal, Hwan membawa kelinci putih bersih. Hwan memberikan kelinci itu pada Hye joong. Hye joong kaget dan refleks menampik tangan Hwan membuat kelinci terlempar.

“Kenapa begitu kau memperlakukan seekor kelinci yang tidak berdaya?” protes Hwan sambil mengelus kelinci, lalu ia bergumam kalau tampaknya Hye Joong lumayan parah kagetnya.

Papan yang tergantung di dinding tiba-tiba terjatuh. Hwan menggunakan tangannya untuk melindungi kepala Hye Joong. Untungnya papan jatuh di samping Hye Joong. 


Hwan akan membenarkan letak papan yang terjatuh dan masuk ke dalam untuk mengambil peralatan, ia meletakkan kelinci di kadang. Hye joong melihat ke kandang dan ternyata kelincinya kabur.

Hye Joong mengejar kelinci yang masuk ke hutan. Kelopak bunga terus berguguran. Hye Joong kembali tersandung. Ia melihat ke atas, tiba-tiba darah menetes mengenai dahinya. 


Hye joong melihat ke atas, diranting pohon ada seorang wanita yang gantung diri. Hye Joong berteriak sebisanya dan segera berlari meninggalkan tampat itu.  ia bingung mau kemana, karena semua yang ia lihat bentuknya sama. Hye Joong melirik dan mata wanita itu terbuka. Hye Joong pingsan.


Tapi kemudian diperlihatkan du ranting tersebut taka da apapun.


Bibi memaksa Shaman untuk mengikutinya ke rumah Lee Sun Ja. Bibi berteriak dari luar minya dibukakan gerbang.

“Permisi! Tolong izinkan kami untuk bertemu sekali saja. Ini adalah masalah hidup mati orang.”

“Kau tuh seumur hidup tidak bisa membantu aku apapun. Sudah bodoh orangnya, bongsor lagi. Bertemu dengan perempuan seperti kau ini, akulah yang sudah gila. Aigoo, sakit palaku.” Guamam Shaman.


Akhirnya bibi dan Shaman diijinkan masuk. Orang yang dicari bibi sekarang adalah pengidap alzaimer, dua puluh tahun lalu kena penyakit mental.

Bibi memberi amplop uang pada penjaga Lee Sun Ja tapi orang itu tak mau menerima apapun yang menjadi milik keluarga bibi. 


Bibi mendekati Lee Sun Ja.

“Soo Ryeon sudah datang ternyata.” Sapa Lee Sun Ja.

Bibi bingung, Soo Ryeon?

Penjaga Lee Sun Ja: Ibu dan anak tidak ada bedanya. Membesarkan anak anggota keluarganya yang lain. Jangan tanya yang lain-lain. Dia apa pun tidak tahu.

Lee Sun Ja kembali bicara,,” Soo Ryeon... Anak dalam kandunganmu baik-baik saja?”


Hwan membaringkan Hye Joong di kamarnya. Soo Ryeon bertanya-tanya, seharusnya kan Hye Joong sudah diberi jimat oleh Shaman. Ia mengajak Hwan mencarinya.

“Bersabarlah! Bersabarlah beberapa saat lagi.” jawab Hwan (ia bicara formal pada Soo Ryeon)

Soo Ryeon mengingatkan kalau ini bukan yang mereka inginkan. Tapi bagi Hwan ini benar adalah apa yang mereka inginkan.

“Sekalipun hanya satu hari saja, aku juga harus hidup bersama dengannya.” ungkap Hwan.

“Lagipula, tidak sampai setengah bulan lagi adalah tanggal 28. Jika sampai saat itu dia masih tidak bisa mengenalimu, kau akan mati. Menjalani hidup seperti sekarang ini pun tidak akan mungkin bisa lagi.”

Tapi Hwan tidak apa-apa karena ia sudah tahu. Soo Ryeon keberatan, tanpa Hwan semua rencana akan sia-sia. Hwan menagih janji yang ia buat dengan Soo Ryeon, mereka berjanji membawanya Hye Joong kesana dan tidak akan membiarkannya terluka.

Soo Ryeon menyerah, ia mengajak Hwan keluar tapi Hwan ingin bersama dengan Hye Joong. Karena ia tidak tahu kapan Soo Ryeon akan berubah pikiran lagi.

“Hwan~aa. Ayolah...”


“Seperti itu... "Hwan..." Andai dia bisa memanggilku sekali saja.”


-= Tanggal 17 Maret =-


Hye Joong terbangun. Hwan masih tidur menungguinya sambil mengenggam telunjuknya. 


Kelinci sudah kembali ke kandangnya. Hwan  mengatakan kalau namakelinci itu adalah Myodori dan Myodori menyukai Hye Joong bisa dilihat dari cara Myodori menatap Hye joong. Bagi Hye Joong, Hwan hanya bicara omong kosong, Myodori kan tidak bisa bicara.

“Sekalipun tidak bisa bicara juga bisa diketahui.” Jelas Hwan.


Hye Joong mau ke kamar mandi. Hwan mengajaknya pergi bersama, dimana dan kapanpun Hwan harus bersama Hye Joong. Hye Joong menggeleng dan pergi ke dalam seorang diri.


Hye Joong kembali mendengar suara anak kecil. Yang ternyata sekarang anak kecil itu bersama Soo Ryeon yang sedang memasak.

“Unni-ya.. bosan sekali.” Kata anak itu.


“Ini dipersiapkan untuk orang-orang yang kusayangi.” Balas Soo Ryeon.


Dan anak itu tiba-tiba menghilang. Hye Joong mendengar suara anak itu di atas, ia lalu naik ke atas. Soo Ryeon menatap Hye Joong yang naik ke atas.

Anak itu berjalan sambil bersenandung seperti apa yang selalu muncul di mimpi Hye Joong. Ada suara bayi juga saat anak itu masuk ke sebuah kamar. Hye Joong mau masuk juga tapi pintunya terkunci.


Hye Joong lalu bertanya pada Hwan, apa benar-benar tak ada orang lain yang tinggal di resor misalnya seorang anak kecil. Hwan tak mengerti maksud Hye Joong. Lalu Hye Joong melihat Soo Ryeon yang menatapnya dari dalam.

“Cara wanita itu menatapku agak...”

“Soo Ryeon. Namanya Soo Ryeon. Indah sekali bukan, namanya?”

“Dan kau? Siapa namamu?”

“Sudah kubilang namanya Myodori.”

“Bukan, maksudku namamu.”

“Hwan. Kim Hwan.”

“Hwan~a Sejak kapan kau tinggal di sini? Tahukah kau apa arti dari angka 3, 28, 24 ini?”


Kelopak bunga mulai berguguran tertiup angin. Hwan menangis, Hye Joong mengusap airmatanya, bertanya kenapa hwan menangis.

Hwan menangis senang,, “Aku... Kenapa kau tidak bisa mengenaliku?”


Terdengar suara peluit, seperti yang digunakan untuk menjinakkan anjing. Pelipis hwan kembali berdarah, ia lengsung berdiri mencari-cari sesuatu dan setelah matanya menatap sosok seseorang yang memakai pakaian hitam-hitam di pinggir pohon, Hwan terjatuh lemas.


Soo Ryeon keluar untuk membopong Hwan masuk, anehnya kaus kaki Hwan beda warna antara kanan dan kiri. Hye Joong mengikuti mereka.


Anak kecil tadi membawa pisau. Ia mau mengetuk pintu ruang baca tapi tak jadi, ia langsung membuka pintunya saja. Dia melihat ayahnya dan Soo Ryeon bermesraan. Anak memanggil Ayah dan Soo Ryeon, ia berkata kalau ia bosan, lalu ia menjatuhkan pisaunya dan meninggalkannya


Hye Joong mengambil pisau itu, lalu ia membuka pintu ruang baca. Ia melihat Soo Ryeon sedang membersihkan darah Hwan. Hwan kelihatan sangat kesakitan. Soo Ryeon menatap tajam pada Hye Joong.


Hye Joong kembali melukai wajahnya sendiri dengan pisau dan akan melukai bagian lainnya. Dengan kekuatan yang tinggal sedikit, hwan menggerakkan tangannya. Lalu pintu ruang baca tertutup.


Soo Ryeon menangis, tapi airmatanya berwarna merah.

Hye Joong membuka pintu ruang baca kembali tapi tak ada siapapun disana. Hye Joong  mencari-cari dimana Hwan. Ia mulai membuka-buka pintu kamar-kamar.

“Mampus Kau.” Teriak Soo Ryeon. 


Ada suara tangisan juga. Hye Joong mencari asal suara itu. dan saat jalan, ia menginjak permen. Soo Ryeon mendengar suara kresek dan ia menoleh.


Hye Joong ada di depan pintu, ia bersiap membuka. Dan Soo Ryeon di balik pintu, ia siap mengangkat pisaunya. Tapi Hye Joong tak jadi membuka pintu itu, ia memilih untuk naik ke atas.

Ia mencoba membuka pintu yang dimasuki oleh gadis kecil tadi, masih tak bisa dibuka. Ia teringat kata-kata Hwan kalau semua pintu kamar tak dikunci tapi kalau mau masuk hars ketuk pintu dulu.


Terdengar suara nyanyian Ibu yang menina-bobokkan anaknya. Hye Joong melihat ka asal suara tersebut dari dalam kamar dengan gagang pintu berbeda dari yang lain. Hye Joong masuk kedalam kamar tersebut.


Ada seorang nenek berjubah hitam-hitam (yang tadi di lihat Hwan). Nenek itu memberi Hye Joong jimat, Kumis kucing dua helai, kumis tikus dua helai. Hye Joong menerimanya. Nenek itumelangkah, setelah berjarak tertentu dengan Hye Joong, ia berucap,,”sepanjang ini.”

Nenek memutari Hye Joong dengan jarak seperti tadi dan kembali berucap,,”sepanjang ini.”


Nenek menunjuk dada Hye Joong (jimat Hye Joong). Terdengar suara seseorang datang. Nenek buru-buru kabur lewat jendela. Hye Joong melihat ke bawah melalui jendela tapi tak ada siap-siapa.


Hye Joong memanggil nama Hwan. Tiba-tiba Hwan menariknya dari belakang, lalu mereka sembunyi. Seseorang datang. Hwan mengkode Hye Joong untuk diam.


Ternyata yang datang adalah Soo Ryeon yang mencari jimat Hye Joong. Soo Reon berjalan kea rah almari, dimana dibelakang almari itu Hye Joong dan Hwan bersembunyi. Hwan menutup mulut Hye Joong dengan tangannya.

“mau kubunuh kau.” Ucap Soo Ryeon.


Untunglah ada suara kucing jadi Soo Ryeon keluar,,”mau gila rasanya.”


Barulah Hwan melepaskan tangannya. Ia bertanya, kenapa Hye Joong selalu memanggil namanya seperti itu, membuat hatinya berdebar.


Hye Joong melihat ke atas. Ia kaget karena ternyata Soo Ryeon berhasil menemukan mereka.


Saat itulah Hye Joong terbangun. Hwan memberinya susu yang bagus untuk insomnia. Hye Joong berkata kalau ia tak boleh tidur karena akan bermimpi anah.

“Tidak apa-apa. Aku akan menjagamu.” Ujar Hwan.


Hye Joong mengatakan kalau tak ada orang yang sanggup menjaganya, baikayah maupun ibunya. apalagi Hwan.


Hwan berdiri di dekat jendela. Ia menanyakan masalah pencarian barang berharga Hye Joong, apa berjalan lancar atau tidak.

Kemudian terdengar suara sesuatu, kaya suara mukul meja gitu. Hye Joong berdiri, ia merasa kalau Hwan pasti tahu dimana sesuatu itu.

“Barang itu ada di dalam kamar itu? Karena itulah pintunya dikunci?” tanya Hye Joong.

“Kau ke kamar itu? Bukankah sudah kupesan saat seorang diri jangan ke mana-mana.”

Hye Joong tak menanggapi perkataan Hwan itu, ia menuntut penjelasan Hwan. Kenapa hwang bohong mengenai jumlah kamar yang sebenarnya ada 6 tapi Hwan bilangnya Cuma ada lima. Hwan lagi-lagi mengatakan kalau hal itu tidak penting dan melarang dengan keras agar Hye Joong jangan ke kamar itu lagi.

Hwan pernah bilang kalau semua pintu kamar di wonderland tak dikunci tapi kenapa kamar itu terkunci. Hwan menjawab kalau kamar itu tidak ada kuncinya, hanya ada satu orang yeng memiliki kunci kamar itu. Hwan memohon agar Hye Joong tak masuk ke kamar itu.


-=   Tanggal 21 Maret =-


Hye Joong memasukkan jimat pemberian nenek berjubah hitam kedalam kalung jimatnya. Ia teringat perkataan Shaman yang menyuruhnya untuk mengambil satu jimat lagi sesampainya di Wonderland.


Hye Joong masuk ke hutan. Ia menemukan kain di dahan pohon. Hye Joong menyibaknya dan kain tiba-tiba terbakar. Ia berbalik dan dibelakangnya ada Soo Ryeon yang membawa cirigen berisi minyak. 


Hye Joong mundur ketakutan, kenapa Soo Ryeon melakukan ini padanya. Soo Ryeon meju mendekati Hye Joong, ia menjawab kalau Hye Joong sudah tak memiliki harapan lagi. hanya mengandalkan Hye Joong seorang tidak akan bisa menemukan apa-apa.

“Apa yang sebenarnya kau cari?” tanya Hye Joong.

“Sesuatu yang jauh lebih berharga dari nyawamu. Sesuatu yang hanya bisa dilindungi dengan menggunakan nyawamu.”

Hye Joong mengatakan kalau tidak ada barang seperti itu di dunia ini. oleh karena itu Soo Ryeon ingin Hye Joong mati.

Hye Joong mulai menangis, ia mengatakan akan mencari sesuatu itu. Soo Ryeon meminta jimat Hye Joong. Hye Joong melindungi jimatnya.

Soo Ryeon terus mendekat tapi ia terpental saat sampai di dekat Hye Joong. Hye Joong teringat perkataan nenek tentang jarak sepanjang ini, jadi intinya jimat itu membentengi Hye Joong sampai jarak tertentu agar tak ada yang bisa menyakitinya.

Hye Joong menggunakan kesempatan ini untuk lari. Soo Ryeon kembali berdiri, ia berteriak, melarang Hye Joong pergi karena jika Hye Joong pergi maka Hwan akan mati. Tapi Hye Joong sudah menjauh, mungkin tak mendengarnya.


Hye Joong masuk ke kamar Hwan tanpa mengetuk. Ia mengambil gitar Hwan lalu memberikannya pada Hwan dan menyelimuti Hwan, ia mengajak hwan pergi dari sana karena Soo Ryeon akan membunuh Hwan.


Hwan tak mau bergerak. Hye Joong mendorongnya dari belakang, ia mohon agar Hwan mau pergi bersamanya. Tapi kemudian Hye Joong terduduk lemas, ia menangis. 


Hwan menghapus airmata Hye Joong. Ia setuju untuk pergi tapi karena belakangan ini sering ada angin topan, maka untuk sementara mereka tidak bisa pergi. Karena angina topan semua tak terlihat perbedaannya.  Langit biru, tanah yang luas, lembah dan sesuatu yang hilang itu.

Hwan menyentuh pipi Hye Joong yang terluka, ia bertanya, apa itu sakit. Hye Joong menggeleng.

“Kau sungguh gampang terluka.”

“kau juga sakit, ‘kan? Aku melihatmu bersimbah darah.”

Hwan menjawab kalau itu hanya mimpi buruk Hye Joong, ia sungguh baik-baik saja hanya mengantuk.


“Tuh kan! Dalam situasi seperti ini masih bisa tidur pulas? Kenapa kau seharian tidak tidur?” 


Lalu Hwan menarik Hye Joong. Ia akan tidur dan meminta Hye Joong untuk tetap disana bersamanya tak boleh kemana-mana. Hwan mulai menyandarkan dirinya di kursi dan menutup matanya, tangannya tak melepaskan tangan Hye Joong. Di luar, kelopak bunga mulai berguguran.


Shaman menunggu di luar rumah Lee Sun Ja. Lee Sun Ja keluar bersama anaknya, lalu si anak masuk lagi untuk mengambil alkitab. Shaman mendekati lee Sun ja yang sendirian.

Shaman meminta Lee Sun Ja untuk memberikan bungkusan yang dia bawa. Tapi Lee Sun Ja malah membelakangi Shaman dan memeluk erat bungkusannya. Shaman menyentuh lee Sun Ja membuat Lee Sun Ja berteriak kencang. 


Si anak keluar lalu membentak Shaman yang berani datang kembali padahal sudah ia larang. Lalu si anak merangkul Ibunya untuk pergi ke gereja.

“kau berdoa terus siang malam. Suamimu yang main gila di luar sudah pulang kerumah? Pembawa keridak-bahagiaan bagi keluargamu kau biarkan tetap berada di rumah.” tanya Shaman.

Si anak berbalik menatap Shaman tajam. Ia mengingatkan agar Shaman tak membicarakan masalah seperti Hwaryeong-I dengan santai karena bisa-bisa nyawanya melayang. Shaman menegaskan kalau ia tidak akan kembali lagi jika bungkusan itu diberikan padanya.

“kalau sanggup, ambil saja sendiri! sebelum orang tua itu meninggal, sepertinya tidak akan bisa kau ambil.”

Dan anak kembali merangkul ibunya.

Shaman bertanya kepada Lee Sun Ja,,”Halmeoni, kenapa perempuan itu bisa mati? Namanya Soo Ryeon ya?”


Soo Ryeon sedang mencuci baju yang penuh darah, ia menagis dan bersumpah akan membuanuh Hye Joong.


Kemudian terdengar suara anak kecil yang mengajaknya bermain. Soo Ryeon melihat ke depan, anak kecil itu di depannya sedang bermain dengan air cuciannya. Soo Ryeon menutup matanya dan menggelengkan kepalanya. Lalu anak itu tak terlihat.


Hwan mimpi buruk, Hye Joong menepuk-nepuk Hwan. Hye Joong teringat perkataan Shaman, kalau ia tak menemukan sesuatu itu maka semuanya akan mati, dia dan Bibi juga. Dan ia teringat sesuatu yang dicarai Soo Ryeon yang sangat berharga dari sebuah  nyawa.



Harusnya masih ada orang lagi. masih ada satu orang lagi yang entah sudah meninggal atau gil. Aku harus menemukannya. Jika aku bisa terbangun di malam hari… aku harus masuk ke kamar yang tidak bisa kumasuku.kamar yang terkunci dan kamar itu (kamar lantai bawah).”


Hye Joong mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar di lantai. Hwan terbangun dan Soo Ryon menoleh kebelakang.

Hye Joong bisa masuk ke kamar itu. Soo Ryeon berjalan dengan membawa pisau, ia berkata kalau ia mau membunuh Hye Joong.


Hye Joong membuka salah satu laci di kamar itu dan isinya adalah perment mint.

Soo Ryeon masuk ke kamar Hyan tapi Hwan tak ada.


Hye Joong membuka sebuah bungkusan, disana ada diary yang didalamnya terselip foto bayi. Foto itu sama persis seperti yang ia temukan di lemari kuno neneknya. Lalu Hye Joong menghubungi bibi. Ia mengatakan kalau ia sudah menemukan sesuatu itu. namun kemudian telfonnya terputus.


Bibi sekarang berada di kuil Shaman. Shaman sedang berdoa/semedi.

“Akan kubunuh kau! Aku mau membunuhmu.” Ucap Shaman yang sepertinya kerasukan.

Dan semua lilin padam. Shaman melirik kebelakang, ia kembali berkata “aku mau membunuhmu.” 


Di Wonderland, Soo Ryeon juga mengatakan hal yang sama “aku mau membunuhmu”. Sekarang Soo Ryeon membuka kamar yang tadi dimasuki Hye Joong. Tapi kamar itu kosong.


Hye Joong naik ke atas, ia kembali melihat anak kecil yang membawa pisau masuk ke kamar yang terkunci. 


Hye Joong mendekati kamar tersebut dan mecoba membukanya lagi tapi tetap terkunci, lalu ia mengeluarkan sebuah kunci (mungkin tadi ia juga menemukan kunci). Kunci itu cocok, dan pintu bisa dibuka. Mulai terdengar suara tangisan bayi.

Hye Joong hanya membuka pintu itu sedikit, cukup untuk sebelah matanya bisa mengintip kedalam. Suara tangisan bayi terus terdengar tapi Hye Joong tak bisa melihat apa-apa.

“sangat mais!” suara nak kecil tadi.


Hye Joong kaget dan langsung menutup pintunya. Dibelakangnya sudah ada Hwan. Hwan bertanya sedang apa Hye Joong.

“Ada anak kebil masuk kedalam.”

Hwan menjelaskan lagi kalau di Wonderland hanya ada Hye Joong, tidak ada orang lain lagi. Hye Joong menyuruh Hwan melihat saja sendiri jika tidak percaya, ia akan membuka pintu lagi tapi pintunya terkunci.

“Aku melihatnya dengan pasti.” Ujar Hye joong.

“kan sudah kubilang tidak boleh masuk ke kamar ini?”



Hye Joong tetap mencoba untuk memutar kunci lagi agar pintunya terbuka. Hwan menariknya tapi karena Hye Joon melawan akhirnya ia memundak Hye Joong dan melemparkan kunci itu ke lantai. Hwan membawa Hye Joong pergi melewati Soo Ryeon.

****

Penasaran, kenapa Hwan mengatakan kalau di Wonderland hanya ada Hye Jong seorang, tak ada orang lagi. emang dia dan Soo Ryeon bukan orang ya? atau yang ia maksud adalah tamu Wonderland yang emang cuma Hye Joong.



18 komentar

Suka , , ,
Ah , , , makin pnsrn aja , , ,
Terimakasih sdh mau buat sinopsisnya !

Bangun tidur langsung baca sinopsis sampe lupa cuci muka..... makasih udah buat sinopsis nya makin penasaran aja di lanjut ya......

Kayaknya tuh satu rumah mati semua deh cuma yg slamet hye joong...
Fighting niii :))

Kayanya hwan nya juga udah mati deh

Takut baca sinopsis yg horor2.
G bs tidur, kebawa2 waktu mau tidur.
Tapi tetap semangat nulisnya mbak ega.
Trims semua sinosipnya.

Klo menurut aku dari kata2nya hwan "di Wonderland hanya ada Hye Joong, tidak ada orang lain lagi." Sedangkan itu wonderland tempat tinggal lamanya hye joong, kemungkinan memamg semua orang udh mati dan anak kecil yg di liat hye joong mungkin sebenernya hye joong saat kecil.

Makin penasaran dan bikin bingung syaya

This comment has been removed by a blog administrator.

Waduh.. Yang empunya blog blum kelar ngerecap,udah ada spoiler... Kadang kemajuan teknologi harus diimbangi dgn kematangan psikis. Jadi begitu melek internet, tau batasannya.
Ega ya...hwaiting!!!

Alhamdulillah, thanks to our authors to deleted the spoiler.
Yokshi, uri jagga-nim, jjang!!
Ega ya, hwaiting!!

hwan mang dh mati d bunuh hye joong

Part 3nya mbaa ditunggu :))))

Part 3nya mbaa ditunggu :))))

Part 3,4,5,6 ditunggu kog ga muncul2 ya..hihi..

Dtunggu klnjutannya donk sis,,,, ^^

Dtunggu klnjutannya donk sis,,,, ^^

Kalo Hwan bukan orang trus apa donk? Hantu? Roh penasaran? Atau orag yg mau bangkit dari kematian?
Btw aku penasaran sama sosok ayah dan ibunya Hye Joong.. Mungkinkah Hwan atau Soo ryeon salah satunya? Atau hwan saudaranya Hye joong yg udah meninggal?

Kalo Hwan bukan orang trus apa donk? Hantu? Roh penasaran? Atau orag yg mau bangkit dari kematian?
Btw aku penasaran sama sosok ayah dan ibunya Hye Joong.. Mungkinkah Hwan atau Soo ryeon salah satunya? Atau hwan saudaranya Hye joong yg udah meninggal?

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon