Wednesday, March 9, 2016

[Sinopsis] Alice: Boy From Wonderland Part 1

-=Jeong So Min sebagai Hye Joong=-
-=Hong Jeong Hyeon sebagai Hwan=-
-=Jeong Yeon Joo sebagai Soo Ryeon=-
-=Lee Seung Yeon sebagai Shaman=-
-=Park Hyeon Sook sebagai Bibi Soo Mi=-
-=Seo Kap Sook sebagai Nenek=-
-=Lee Go Eun sebagai Anak kecil=-


Apabila orang-orang kehilangan kenangan, mereka akan berubah menjadi dewasa . Ditambah, bagian kenangan yang terlupakan. Tanpa disadari telah sirna. Pernah sekali aku membunuh orang.


-= Alice: Boy from Wonderland =-



Disebuah villa ditengah hutan, seorang anak kecil sedang berjalan. Hye Joong mengikuti anak tersebut, ia membuaka sebuah pintu lalu melangkah masuk ke dalam ruangan. 


Kakinya merasakan sesuatu. Ia hampir saja menginjak pisau yang berlumuran darah. Ia mengambilnya lalu menatap kedepan. Di depannya ada beberapa orang meninggal bersimbah darah.


Shaman tersentak, Matanya terbuka. 


Ia menghidupkan lilin dan mempersiapkan beras dalam wadah. 


Lalu mencelupkan boneka jerami di dua air yang berbeda warna sambil komat-kamit membaca mantra.  Lalu Shaman menancapkan boneka jerami diatas beras. 



Kemudian meletakkan kertas jimat kosong diatas air. Dari Kertas tersebut muncul tulisan, baru beberapa detik menghilang lalu munsul lagui dengan tulisan yang berbeda. Shaman memperhatikan kertas jimat tersebut dan terus mengucapkan mantra.


Hye Ioong terbangun, ia mendapati bibinya tertidur di samping ranjangnya. Lalu Hye Joong menyelimuti bibinya.


Hye Joong menyiapkan sarapan. Dan bibi ternagun, bibi mendekati meja makan, ia tak menyuruh Hye Joong melakukan itu. Ia melihat jari telunjuk Hye Joon terbungkus plaster.

“Kau terluka lagi?”

“Demi orang yang dicintai, ini adalah sebuah kehormatan.”

Bibi bertanya, kenapa tiap malam jari Hye Joong terus terluka. Hye Joong mengalihkan pembicaraan, bukankan Bibi hari ini mau melakukan interview atau bukan hari ini?

“Besok tuh! Orang yang terbaring di ranjang selama tiga hari, jika tahu hari ini tanggal berapa baru aneh namanya.” Jawab Bibi.

Hye Joong akan melepas celemeknyanya. Bibi membentaknya, jangan pura-pura tak terjadi apa-apa. Hari ini tidak bisa. Bibi melarang Hye Joon kesekolah karena ia sudah membuat janji dengan rumah sakit. Hye Joon bandel, ia bilang ia ada tugas dari Profesor.

“Kau disuruh apa sama perempuan gila itu? jangan mau disuruh-suruh. Sekalipun kau tidak kerja, Gomo (Bibi) masih sanggup menghidupimu.”


Hye Joon tetap pergi bekerja.


Dan benar saja, Professor marah-marah karena hasil kerja Hye Joong tidak sesuai harapan, padahal pihak penerbit sudah menelfon terus-menerus. Hye Joong minta maaf, ini semua karena kesehatannya.

“Beri alasan yang lebih masuk akal sedikit!” bentak Professor sambil melotot.

Hye Joong tak mengerti.


Professor melipat tangannya ,,” Konyol! Orang yang otaknya pelan tentu saja tidak pintar mencari alasan yang bagus. Malas aku melihatmu. Sana!”


Dead line kurang 15 hari lagi. Hye Joong ke meja kerjanya, Hobae-nya memberinya kopi lalu melihat naskah yang ditulis Hye Joong.

“Seonbae-nim, saat kau kecil hal apa yang paling membuatmu sedih? Siapa tokoh dongeng yang paling disukai? Kalau aku, Alice. Karena itu waktu kecil aku suka kabur dari rumah untuk mencari kelinci putih.”

Hye Joong berpikir, lalu menjawab kalau ia tidak begitu ingat.

“Kepolosan dan daya imajinasi Seonbae-nim kurang. Sudah seharusnya seorang penulis cerita kanak-kanak adalah orang yang dipenuhi dengan kenangan masa kecil. Orang yang menghargai kepolosan seperti seorang anak kecil.”


Hye Joong diam saja.


Kembali ke tempat Shaman. Ia masih berkomat-kamit membaca mantra.


Terlihat kembali anak kecil yang sedang melangkah di dalam villa. Ia mengatakan kalau ia bosan pada Unni-nya.


Hye Joong mimpi buruk. Ia melihat orang-orang mati di depannya. Dan ada yang memanggilnya, menyuruhnya mati.


Ia membuka matanya, seorang wanita seram ada diatasnya. Wanita itu langsung mencekik Hye Joong, lengan wanita itu berlumuran darah.


Sebenarnya itu hanya mimpi Hye Joong.


Kemudian tiba-tiba Hye Joong di lantai, mencekik Professor sampai mati. Hye Joong kaget.



Bibi membuka kamar Hye Joong dan ia mendapati Hye Joong sedang melukai tangannya sendiri. Bibi bertanya, kenapa tangan Hye Joong sampai terluka.

“Gomo, dengan tanganku ini akau membunuh Professor Lee.” Jawab Hye Joong.

Bibi tak mengerti. Hye Joong berkata seperti orang linglung lagi kalau sebelumnya ia belum pernah membunuh orang walupun ia pernah melihat orang mati tapi Ia sama ekali tidak pernah membunuh orang. Ia tidak bisa membug=nuh orang dan pasti Bibi tahu itu.

“AKu harus bagaiamana Gomo?” Hye Joong menatap Bibi dan menangis.


Bibi memeluk Hye Joong. Bibi juga menangis, ia mengatakan kalau itu bukan apa-apa hanya sebuah mimpi. Hye Joong melepaskan pelukan bibi. Ia mencari sesuatu untuk memotong tangannya.


Hye Joong menemukan pisau di lantai dan akan menggunakannya. Bibi berusaha keras untuk menghalangi Hye Joong. Tapi Hye Joong berhasil menusuk sesuatu.


Tepat saat Hye Joong menusuk sesuatu, Shaman terbangun dari tidur duduknya (tidurnya sambil duduk). Ia bergumam kalau saatnya sudah tiba dan mengeluh kalau seharusnya ia ke Brazil saja kemarin.


Tirai tersibak, membuatnya kaget. Refleks, ia menutupi mukanya dengan kain. Untunglah yang membuka bukan hantu, hanya Bibi. Bibi mohon pada Shaman untuk menyelamatkan Hye Joong, dulu sekalipun lama paling tiga hari sudah sembuh. Tapi kali ini sudah seminggu lamanya masih belum juga membaik. Bibi sudah memeriksakan Hye Joong ke dokter tapi hasilnya taka da masalah apapun.


“Kalau memang tidak ada masalah kenapa dia sakit-sakitan sampai hampir semaput? Belakangan ini aku jadi khawatir jika Hye Joong akan mati.” Lanjut Bibi.


Shaman melongo menatap bibi, baginya bibi lebih menakutkan. 


Bibi membawa Shaman ke kamar Hye Joong. Hye Joon sedang tidur. 


Tapi dalam penglihatan Shaman, ada seorang wanita yang duduk dengan tangan bersimbah darah mengelus kepala Hye Joong. Shaman menutup matanya dan mengamitkan mantera. Dan saat Shaman selesai mengamitkan mantera wanita itu menghilang. 


Shaman melihat ke sekeliling mencari wanita itu dan pandagannya berhenti pada sebuah lemari tua. Bibi menyentuhnya, Shaman sangat kaget. Bibi mengomentari penampilan Shaman  yang seperti nenek sihir. Shaman menjelaskan kalau hidup bersama roh hantu itu sangat dingin dan seharusnya ia sudah ke brazil.


“Jika kondisinya parah, di dalam sel dan darahnya akan terdapat kehadiran roh.” Ujar Shaman.


Shaman memegang lengan Hye Joong, ia menutup matanya dan merasakan sesuatu. 


Hye Joong semakin mendekati orang-orang yang mati dan tetap membawa pisau yang berlumuran darah. Dan tiba-tiba ia melihat dirinya sendiri tak sadarkan diri dengan darah dimana-mana.


Hye Joon terbangun, Shaman membuka matanya. Hye Joong  menengok ke kiri, ia langsung berteriak melihat Shaman. Shaman menamparnya. Bibi membentak Shaman.


Shaman menarik Hye Joong untuk menatapnya.


“Jika ingin hidup, kau tidak boleh menyerah! Tidak ada waktu lagi.” Tegas Shaman.


Bibi bicara berdua dengan Shaman. Bibi menjelaskan kalau Hye Joong dari kecil selalu mimpi buruk. Sudah menjadi sebuah penyakit. Dililit mimpi buruk hingga pingsan. Tapi setelah tersadar, kondisinya tidak apa-apa. dan Tahun ini menjadi semakin parah. Bibi bertanya kenapa Hye joong selalu dijerat oleh mimpi buruk.

“Dia harus mencari kembali sesuatu yang hilang itu.” jawab Shaman.


Bibi bertanya, apa itu. Shaman juga tak tahu, sambil makan wortel ia mengatakan bahwa setelah ingatan Hye Joong kembali seperti semula, semuanya akan terjawab.

“Katakan dengan bahasa manusia!” bentak bibik

“Asal mula sebuah ingatan bukan dari sini (menunjuk kepala), tapi dari sini (menunjuk dada/hati). Angin yang bertiup dengan kencang, kelopak bunga yang berguguran, tapi aku tidak melihatnya dengan jelas.”


Shaman akan memasukkan wortel ke mulutnya lagi, tapi disela bibi yang menariknya ke suatu tempat. Shaman mengikuti bibi dan tak lupa membawa buku manteranya/jimatnya.


Bibi membawa Shaman ke ruang kerja yang bayak bukunya. Shaman memeluk erat buku manteranya.

“Hei, kejadian di Hwaryeong-i?” tanya Bibi.

“Apa? Hwaryeong-i? Peri bunga? Cantikkah?” Shaman balik bertanya.


Hye Joong berdiri di depan pintu ruang kerja. Ia mencuri dengar pembicaraan bibi dan Shaman.


Bibi menjelaskan kalau Tempat di mana kelopak bunga berguguran bagaikan salju itu adalah di Hwaryeong-i. Dan tak akan mengijinkan Hye Joong kesana. karena Ibunya bibi bilang, mati pun tidak boleh ke sana.

“Aneh! Jelas-jelas ibumu bilang 'segera ke sana, tidak ada waktu lagi'.” balas Shaman.

Bibi jadi heboh, pa Shaman melihat ibunya? apa Ibunya merasuki shaman? Dimana Ibuku? Apa dia ada disini?

Shaman mengelaknya, Ibunya bibi tidak bisa masuk ke rumah bibi. Karena buah dari dosa, dia sedang menebus dosa di bawah.

Bibi bertanya lagi, kenapa Hye Joong harus ke Hwaryeongi. Shaman menjawab lagi kalau Hye Joong harus mencari sesuatu yang hilang itu.

“Apa itu? Jika gagal, apa yang akan terjadi?” tanya Bibi.


“Akan mati. Semuanya.”


Hye Joong masih mendengar pembeicaraan itu dari balik pintu.


“Anteseden yang membuat semuanya ini terjadi tidak hanya satu atau dua. Tahun ini semua anteseden ini akan berkumpul menjadi satu.”

Bibi menampel wortel ditangan Shaman. Kok bisa-bisanya Shaman makan wortel saat membicarakan hal seperti ini.

“Perempuan ini, memangnya wortel yang kumakan ini adalah pinjaman darimu? Orang yang tidak pernah memberi makan hantu... Perempuan satu ini. Besok mampirlah ke kuil. Aku akan memberimu jimat.” Balas Shaman.

Shaman akan membuka pintu namun ia berbalik kembali, Ia bertanya pada Bibi, angka 3, 28, 24  apa tidak mengingatkan Bibi akan sesuatu.

“3... 28?” ulang bibi.

Shaman mengangguk, lalu matanya menuju ke sebuah brangkas. Shaman bergumam,,”Tiga, bulan tiga, tanggal 28… Harusnya ini. 24 itu apa ya? 24”

“Lunisolar memiliki 24 posisi matahari. Jumlah tulang rusuk juga 24. Angka 24 adalah angka manusia.” Lanjut Shaman.
                                                                           
Bibi menyela, Maret 28 adalah hari Oppanya…

Shaman menyela Bibi,,” Angka tiga adalah masa lalu, kini, dan akan datang. Termasuk angka kelahiran dan perkembangan digital. Lalu 28 itu apa? Pokoknya rasanya seperti membawa sial. Sangat ganas.”


Bibi melanjutkan kalau Maret 28 adalah hari di mana oppanya meninggal.


Shaman berkata lagi, sepertinya ada peninggalan brang kuno di rumah bibi yang seharusnya ada di sana. Bibi melihat ke arah brankas. Shaman meminta bibi untuk memperhatikan baik-baik.

Bibi memperhatikan kotak brankas.

Hye Joong yang sudah kembali ke kamarnya memperhatikan lemarinya.


-=kilas balik=-


Hye joong melihat lemari di sudut kamarnya. Ia bertanya pada Bibi, apa lemari itu milik nenek. Bibik meniyakan dan yang membuat kemari itu adalah kakek.

“Jika kau perhatikan dalamnya dengan seksama, Kau akan menemukan bulu kucing dari puluhan tahun yang lalu. Bulu kucing yang dulu dipelihara oleh Halmeoni.” Jelas Bibi.

Hye Joong tersenyum. Bibi bertanya kenapa, haruskah ia mengganti lemari itu. Hye Joong berkata tidak usah.


-=Kilas balik selesai=-


Hye Joong menuju lemari itu dan bibi membuka brankas. Tangan bibi diperban, mungkin yang ditusuk Hye Joong semalam adalah tangan bibi.


Bibi mencari mendapati ada diari di brankas tersebut tapi diary tahun 89-90 tak ada. Bibimembuka salah satu diary dan menemukan kertas bertuliskan,,” Gangwon-do, Hoengseong-gun, Gwiheolmyeon, Hwaryeong-i, 15 Beonji, Myeongji Real Estate.”


Hye Joong membuka laci dan menemukan foto bayi yang diatasnya durekatkan sebuah kunci.


Bibi browsing tentang villa wonderland. Bibi bergumam kalau Villa masa itu kini sudah berubah menjadi resor. Bibi mendengar sesuatu lalu ia keluar kamar mencari asal suara itu.


Hye Joong kembali memegang pisau dan bersiap untuk menusukkan pisau itu ke pipinya.

“Kau juga Harus mati dengan cara yang sama.” ujar Hye Joong.


Bibi berteriak sambil berlari menuju Hye Joong. Bibi menepis pisau yang dipegang Hye Joong. Pisau jatuh ke wastafel dan Hye Joong terduduk lemas, bibi memeluknya lalu menatap Hye Joong untuk memastikan.


“Gomo, kita pulag saja.” Ucap Hye Joong lemah lalu ia kembali tertidur/mungkin pingsan.

Bibi kembali memeluk Hye Joong sambil menangis mengatakan kalau Hye Joong membuatnya ketakutan. 


Bibi kembali menemui Shaman di kuil.

“Hidup di antara realitas dan mimpi. Lalu batasannya secara bertahap semakin buram hingga pada akhirnya mati.” Kata Shaman.

Bibi membicarakan masalah diary, ia cari seperti apapun diary tahun 89/90 tidak ketemu. Masa itu adalah masa-masa di mana mereka tinggal di sana.

Shaman tertarik, apa Hye Joong mulai menulis diary pada usia 4 tahun. Bibi mendesah, lalu berkata malas kalau itu adalah diary Oppanya (Ayah Hye Joong). Shaman baru ngeh. Yang mau bibi katakan adalah tidak ada satu hari pun di mana oppa tidak menulis diary.

Shaman geleng-geleng, bukan seperti itu. Hye Joong mau ke sana berarti ada sesuatu yang harus dicarinya. Tapi, jika Hye Joong ke sana, dia akan mengalami mimpi buruk yang lebih menyeramkan dari pada yang sekarang ini.

“Di situ, jika dia bermimpi buruk yang tidak menyerupai mimpi buruk (Shaman memberikan jimat), jimat ini harus dibuka. Dengan begitu, nyawanya baru bisa terlindungi.”

Bibi tak mengerti, apa yang dimaksud dengan mimpi buruk yang tak menyerupai mimpi buruk. Yang benar itu mimpi atau bukan. Sayangnya Shaman juga tak tahu dengan jelas.

“Sebagai seorang shaman, sepertinya banyak hal yang tidak kau ketahui.”

“Jadi, kalau shaman itu segala sesuatu hal harus tahu semua? Kalau semuanya aku tahu, ngapain aku cape-cape tulis jimat dan meramal nasib?”

Pokonya Shaman memerintahkan bibi untuk cepat menyimpannya karena ia membuat jimat itu tanpa sepengetahuan Ibunya Bibi. Bibi tanya, kenapa Ibunya gak boleh tahu. Shaman menjawab karena jimat itu dapat membubuh roh hantu.

“Terus, masih ada satu jimat lagi. Diambil setelah sampai di sana.” Lanjut Shaman dengan nada berbisik.

Bibi bertanya, diambil dari siapa. Shaman akan menjawab kurang tahu lagi tapi kemudian ia ingat, harusnya jimai itu diambil dari orang yang memulai pratyatya jahat dan yang menjadi saksi atas semua ini.


Bibi mengatakan kalau semuanya sudah meninggal, baik ibu dan kakak iparnya. Belum sampai setahun meninggalkan tenpat itu, mereka mati terbakar oleh api. Ahjusshi penjaga tempai itu juga menghilang seminggu kemudian mayatnya ditemukan. Oppanya bibi bunuh diri dengan mengiris nadi saat berlayar ke prancis.


Tanpa mereka ketahui ada seseorang bertudung kepala di balik tirai. Orangnya Cuma kelihatan separuh wajah, sereeemm.

Shaman mengatakan masih ada satu lagi, kalau gak gila ya mati. Bibi bersikeras kalau sudah taka da lagi. Bibi manawar, tidak bisakah ia dan Shaman saja yang pergi ke tempat itu, Hye Joong selama ini belumpernah jauh darinya.

“Kau mau menolong Hye Joong, kan? Kalau begitu, jangan banyak omong dan lakukan seperti apa yang kukatakan. Jika angka itu menunjukkan Maret 28, kau tidak punya waktu lagi untuk ngomel-ngomel di sini.” Tegas Shaman.

“Terus, kau ikut juga ke sana, kan?”

“Edan ya kau! Aku mau ke Brazil.”


Bibi mengancamakan membawa buku jimat Shaman. Shaman tak bisa membiarkannya, tanpa buku jimat itu ia ketakutan dan tak akan sanggup hidup. Lalu bibi membentaknya untuk ikut dia pergi saja.


Akhirnya Shaman ikut dengan bibi mengantar Hye Joong ke tempat itu (Resor Wonderland tempat tinggal Hye Joong dan keluarganya dulu).

Bibi memakaikan jimat pemberian Shaman pada Hye Joong dan Shaman mengingatkan Hye Joong untuk membuka jimat itu jika bermimpi buruk yang tidak menyerupai mimpi buruk dan jimat satunya lagi…

“Aku tahu, mau ambil dari mana.” Jawab Hye Joong.

“Jika kau bermimpi buruk atau melihat sesuatu yang aneh, pejamkan kedua matamu erat-erat baru kemudian kau buka lagi. Karena yang kau lihat belum tentu keseluruhannya.” Pesan Shaman satu lagi.

Hye Joong mengerti.


Bibi memegang tangan Hye Joong, menyampaikan kalau mulai dari sana Hye Joong harus pergi seorang diri. Lurus saja dan aka nada orang dari resor yang menjemput Hye Joong. Dan bibi menyuruh Hye Joong untuk memberi kabar setelah tiba di resor.


Hye Joong menatap bibinya, ia menggeleng. Kemarin malam ia bermimpi kalau ia mati. Bibi kaget.

“Masa kau tidak tahu? Mimpiku akan berubah menjadi kenyataan.”

Bibi tercengeng mendengar kalau keponakannya akan mati.


Hye Joong melanjutkan, katanya jika ingin menghentikan mimpi buruk ini, ia harus mencarisesuatu yang hilang itu di sana. Ia memaatikan pada bibi kalau ia tidak apa-apa. Shaman mendesah kalau tak ada banyak waktu lagi.


Bibi dan Shaman sampai di suatu tempat. Bibi mendatangi kantor sipil untuk bertanya tentang villa Hwaryeong-I yang telah dilalap api 20 tahun lalu. Tapi petugas tidak menyambut baik kedatangan bibi dan Shaman.

Bibi ingin tahu apa yang terjadi di Villa itu sebelum kebakaran dan Shaman sibuk mencari sesuatu dari tas membuat suara ribut. Dan ternyata Shaman lapar, ia mengeluarkan wortel lalu memakannya. Petugas memandang aneh ke Shaman, Shaman menawarkan wortelnya. Petugas tak mengangapi Shaman.

“Ajumma, jika mengungkit-ungkit vila itu pasti akan mengalami kesialan. Jika ingin melindungi nyawamu dan tetap bernafas, anggap saja tidak tahu dan jalani hidupmu.”


Bibi juga tahu hal itu, ia mulai menangis. Hidup dengan penuh perjuangan. Bibi benar-benar minta tolong pada petugas.


Hye Joong berjalan menyusuri bunga-bunga liar, lalu ia menatap pohon besar yang bergoyang diterpa angina. Heye Joong menutup matanya dan menggoyangkan dirinya seirama pohon itu.


Seseorang berkata,,”mau lihat kelinci?”


Hye Joong membuka matanya dan menatap ke depan, di depannya ada seorang pria ganteng, dia adalah Hwan. 


Lalu Hwan menunjukkan jalan ke resor Wonderland. Hye Joong tersandung dan jatuh. Hwan menunggunya berdiri tanpa membantu. Mereka terus berjalan masuk hutan dan sampailah di resort.


Seorang wanita melambai pada Hwan, dia adalah Soo Ryeon. Hwan membalas lambaiannya lalu lanjut jalan.


Hye Joong terus mengikuti Hwan.


Mereka sekarang berada di sebuah ruangan, ruang baca. Soo Ryeon masuk membawakan teh dan camilan, ia melirih Hye Joong sebentar lalu berbisik pada Hwan lalu keluar.


“Sebelum bersih-bersih selesai, kau diminta untuk makan ini sambil menunggu.” Ujar Hwan.

Hye Joong bertanya tempat macam apa ini, Kenapa posisinya tidak bisa dilacak.Telepon juga tidak bisa tersambung. Hwan menjawab kalau semua itu tidak penting. Hye Joong kembali bertanya, dimana telfon? Computer? Internet?


Hwan hanya memutar matanya. Hye Joong menjelaskan kalau ia mau memberitahu Bibi kalau ia sudah sampai. 


Hwan melihat ke kaki Hye Joong yang terluka akibat tersandung tadi.Hwan Jongkok hendak memasang plester,,”Kau mudah sekali kesandung, tak berubah sama sekali,”

“Kau kenal aku?” tanya Hye Joong.

“Aku ini siapa.. kau benar tidak tahu?”


Lalu Hwan memasang plester dan kembali berdiri. Ia melebarkan tangannya minta pelukan setelah sekian lama. Hye Joong melangkah mundur.


Hwan mengambil gitar dan mulai memetiknya. Ia juga bernyanyi.

~ Kelopak bunga adalah air mata dari jiwa.  Angin adalah cinta kasih dari jiwa.   Kenangan indah yang berkilau terang... dimulai bersama dengannya. ~


Hye Joong menatapnya. 


Dan sekarang Hwan tertidur dengan gitar di pelukannya. Hye Joong mendekatinya dan menari-narik bajunya untuk membangunkannya. Hwan tak bereaksi.


Hye Joong akan mengambil gitar Hwan dan Hwan mempererat pelukannya pada gitar. 


Bibi menghubungi ponsel Hye Joong tapi tak tersambung.

Lalu Bibi melihat kartu nama dan menghubunginya. Setelah tersambung dan diangkat bibi bertanya, apa benar itu adalah rumah Lee Sun Ja. Bibi mau bilang mengenai Villa yang diurus Lee Sun Ja. Tapi telfon langsung terputus.

Shaman masih asyik makan wortel.


“Sudah kubilang percuma, tapi kau tidak percaya.” Ujar Shaman.


Hye Joong mengambil buku Alice di rak buku. Hwan tiba-tiba bertanya, apa Hye joong suka Alice. Hye joong kaget dan segera mengembalikan buku itu ke tempatnya. Hwan mengatakan kalau ia lebih suka kapten Hook dan Peter pan.

Hye Joong bertanya, kenapa resor ini namanya Wonderland bukannya Neverland. Hwan balik bertanya, kenapa memangnya kalau Wonderland.

“Tempat yang didatangi oleh Alice adalah Wonderland. Tempat tinggal Peter Pan ada di Neverland.” Jawab Hye Joong.


Hwan kembaliberkata kalau itu gak penting karenadua-duanya adalah tempat yang indah. Hye Joong tak se[endapat. Wonderland adalah tempat yang dipenuhi dengan hal-hal aneh. Neverland adalah tempat yang dipenuhi dengan mara-bahaya yang mematikan.


Hwan memilih untuk mengantar Hye Joong ke kamarnya saja.


Kamarnya Hye Joong bagus dan bersih. Hye Joong melihat keluar, banyak kelopak bunga berguguran. Hwan melarang Hye Joong masuk ke hutan sendirian karena matahari terbenam dengan cepat sehingga akan mudah tersesat. 


Hye Joong membuka laci dan disana ada boneka lecek. Ia bertanya, ada berapa kamar di resor itu. hwan menjawab ada lima kamar keculai ruang baca. Hye Joong mengeluarkan satu boneka.


“Pintu ke semua kamar tidak dikunci. Kau mau ke mana saja silakan. Tapi sebelum masuk, pastikan kau mengetuk pintu dulu.” Jelas Hwan.

Hye Joong bertanya lagi, apa selain dirinya, ada tamu lagi. tidak ada, pada saat bunga-bunga berguguran tidak ada orang yang akan menunjungi wonderland.

“kenapa?”

“Karena anginnya kencang sekali. Sering sekali tersesat. Karena itu pada saat-saat seperti ini, baik itu kapan dan untuk kepentingan apa pun kau harus selalu bersamaku.”

“Kenapa aku harus begitu?”

“Karena kau harus menemukan sesuatu yang indah dan membahagiakan.”


Hye Joong mengira kalau bibinya yang cerita. Hwan menatap mata Hye Joong dan berkata kalau mata Hye Joong masih sama.


Hye Joong tertidur, saat ia membuka matanya, Hwan berbaring disampingnya. Hye Joong mengankat tangannya dan ternyata Hwan menggenggam telunjuknya.


Hye Joong melihat kalau pelipis Hwan mulai terluka dan mengeluarkan darah. Hye Joong mengingat kata-kata Shaman lalu menutup matanya. Dan saat ia membuka kembali matanya, tak ada siapapun disampingnya. 


Hwan ada di kamar mandi, membasuh tubuhnya yang penuh luka dan darah terus mengalir. Hwan mendesah kesakitan dan ia mencoba menahan rasa sakit itu dengan menggumamkan lagu yang ia nyanyikan tadi siang.

***

Ini adalah K-Movie akan aku bagi menjadi 4 part..



13 komentar

Ok dech mb...
Ditunggu part selnjutx...
Tingkyu udh mau nulis sinopx
Smga sehat selalu
Aminnnn

Daebak... keren abiss deh aku tunggu kelanjutannya semangat uni ^^

Daebak... keren abiss deh aku tunggu kelanjutannya semangat uni ^^

Penasaran nih, gimana akhirnya ya??

Well walaupun penasaran ma drma ini pengen cpt" tau alurnya, tapi dahulukan DOTS ya unni :))

Ditunggu lanjutannya.... 😊

wow...ceritanya bikin tegang. Agak aneh tapi menarik. Tetap semangat ya mbak dan makasih udh capek2 ngerecap film keren ini :)

mksh sinopsisnya..()
oh ya ka bagi link filmnya dong soalnya susah bgt cari film ini di youtube..:"

Dilanjut ya sinopsis nya di tunggu ......... makasih slalu buat sinopsis yg keren keren....

Chinggu ya..
Dari awal film ini udah horror abis ya, kalo liat poster nya kayanya...aaahhh takut spoiler.
Anyway, sugohaseyo....

Subtitle movie nya uda ada blm kak ???

Keren bgt ternyata.. baru sempet baca sinopsisnya padahal udah lama bgt nontin thriller movienya.. Makasih udah dibikinin sinopsisnya , Kak^^

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon