Monday, February 8, 2016

[Sinopsis] Loss:Time:Life Season 1 Episode 4 Final


Seung Hee gagal dalam gladi resiknya, ia sekarang duduk sendirian di bangku taman. Ia menyadarkan dirinya sendiri, ini adalah apa yang ia impikan selama ini, ia berjuang keras hanya untuk ini.

Seung Hee mengingat kakeknya, ia takut.


Baro masuk ke ruang make up Seung Hee tapi tak menemukan Seung Hee, akhirnya ia menemukan Seung Hee di bangku taman,,”Ya! apakau melarikan diri karena sudah mengacaukan gladi resik tadi? huh?”

Kemudian seseorang menghubungi Baro. Baro menjawab kalau ia bersama Seung Hee sekarang dan akan menuju kesana segera. Baro mengajak Seung Hee masuk, tapi Seung Hee diam saja.

Baro duduk disamping Seung Hee, ia bercerita kalau ia pernah jatuh di panggung dan kamere terus merekamnya karena produser harus tetap menyelesaikan siarannya. Waktu itu sangat kacau tapi hidup tetaplah harus berlanjut.

Seung Hee mengatakan kalau ia takut saat diatas panggung. Baro tahu hal itu dan satu yang pasti bahwa Seung Hee akan menangis meratapi kebodohannya meninggalkan panggung.

“Benarkah?” Seung Hee masih belum yakin.
“Tentu. Yang terpenting adalah Hoome fatale, Baro ada di sebelahmu. Jadi apa yang kau khawatirkan?”


Seung Hee kelepasan dan tersenyum. Baro menegurnya karena tak sopan pada superstar seperti dirinya, Baro memegang muka Seung Hee. Seung Hee protes karea make-up nya akan rusak, Baro melakukan itu untuk menghukum Seung hee yang tak sopan padanya, lalu menggandeng Seung Hee untuk masuk ke dalam.


Kakek pulang dari kerja. Beliau melihat barang-barang Seung Hee.

Kilas balik..


Seung Hee menghadap kakeknya dan menyerahkan selembar dokumen dan stempel, ia mengatakan pada kakek kalau ia lulus audisi,,”impianku sekarang ada di depan mata. Kumohon, mengertilah aku, kakek.”

Kakek marah, ia menyilahkan Seung Hee untuk menggunakan stempelnya. Seung Hee kembali memohon pada kakek untuk menyetujuinya keluar dari sekolah. Seung Hee berjanji akan kembali ke sekolah jika tujuannya sudah tercapai.

Kakek tambah marah, ia mengatakan kalau ia membesarkan Seung Hee bukan untuk melawannya seperti ini, namun tekad Seung Hee sudah bulat, ia tak peduli kakek mengijinkannya atau tidak, ia tetap akan pergi.

“Kalau itu maumu, lakukanlah! Mulai sekarang, kau tak ada dalam kamusku!”

Kilas baik selesai,,


Kakek membuang semua barang0barang Seung Hee di luar. Dua nenek-nenek pemungut sampah berebut untuk memungutnya. Nenek satunya pergi setelah mengambil sekardus. Nenek satunya lagi hendak mengambil buku, kemudian kakek keluar menatap nenek itu jadinya nenek itu tak jadi mengambil buku-buku itu.


Seung Hee di make up lagi, kali ini Baro menungguinya. Tim memanggil mereka untuk stand by.


Kakek kembali ke dalam rumah, beliau mengeluarkan sebotol soju dan duduk di lantai. Kakek melihat di samping meja ada tas yang berisi sepatu. Kemudian tiba-tiba juga ada di meja penuh dengan makanan.

Kakek membuka penutup makanan, dan ada suart disana. kakek membacanya,, “Kakek. Aku minta maaf tapi terimakasih dan saranghae. Aku telah berusaha keras. Aku ingin menunjukkan padamu lembar pertama hidupku diatas panggung.”. sutar dari Seung Hee.


Seung Hee menunggu sendirian, ia kelihatan gugup. Baro kemudian datang yang kemudian disembur Seung Hee karena tak muncul-muncul membuatnya khawatir. Ternyata Baro membawakan Seung Hee minuman herbal agar Seung Hee berhenti gugup.

“Jika kau membuat kesalahan di panggung pertamamu, semua ingatanmu akan lenyap.”


Seung Hee terharu. Baro menyuruhnya segera meminum itu. seung Hee merasa baikan setelah meminumnya. Ia minta maaf pada Baro karena telah membuat Baro khawatir akhir-akhir ini. bagi Baro itu bukan masalah besar.

“Aku berterimakasih atas bimbinganmu.” Ujar Seung Hee.

Baro merasa aneh, ia melarang Seung Hee bersikap begitu padanya. Seung Hee hanya menyampaikan rasa terimakasihnya saja. Baro tersenyum dan mengajaknya naik panggung.


Konser pun dimulai, waktu Seung Hee tinggal 3 jam.


Seung Heemengedarkan pandangannya ke arah penonton. Dan matanya menangkap sosok kakek. Kakek melambai pada Seung Hee.

Dimata kakek, Seung Hee yang saat ini adalah Seung Hee cucu kecilnya.

“Kakak. Jangan sakit ya”
“Aku bisa kembali ke masa lalu dan memulai semua dimana aku mendengar cucuku bernyanyi!”


Seung Hee kecil pun bernyanyi..

~Kumohon katakan padaku kalau kau mencintaiku.. Aku tidak bisa hidup tanpamu... Aku menyukaimu yang memberiku tetasan air hujan untuk hatiku yang mengeras.. Kamu telah menerima semua dariku. Aku akan memberi semua apa yang aku punya.. aku juga menyukaimu dan mencintaimu~


Lama kelamaan kakek bisa melihat Seung Hee dewasa. Seung Hee mampu tampil dengan maksimal dan senyum mengembang.


Pada akhirnya Seung Hee tetap meninggal. Dan pertandinganpun berakhir. Tapi setidaknya Seung Hee sempat mewujudkan impiannya dan membanggakan kakeknya..

~TAMAT~

1 komentar so far

Hai.. Thanks ya,sinopsisnya.. Ceritanya menarik,unik. Cuma,kok aku kurang ngerti ya? Tapi,bagus kok.. Oh ya,itu g sampai 9 episode' SEMANGAT . Bye..

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon