Monday, February 8, 2016

[Sinopsis] Loss:Time:Life Season 1 Episode 2


Seung Hee ke ruang latihan diantar oleh Kwang Soo. Disana ada dancer dan koreografer. Seung Hee membungkuk berkali-kali meminta bimbingan dari mereka dan berjanji akan melakukan yang terbaik. Tapi sepertinya mereka tidak menyukai Seung Hee.

Kwang So meninggalkan Seung Hee setelah menjelaskan kalau Seung Hee adalah pengganti Yerin dan meminta mereka untuk mengajari Seung Hee. Kwang So juga mengatakan kalau Baro akan segera bergabung setelah rapatnya selesai.


Seung He memperhatikan koreografer yang mempraktekkan dance duet yang akan dilakukan Seung Heed an Baro. Sekarang giliran Seung Hee tapi ia membuat kesalahan berkali-kali sampai membuat koreografer marah dan kesal.

“Kalau kemampuanmu seperti ini bagaimana bisa kau naik panggung?” Ujar si koreografer.

Seung Hee hanya bisa minta maaf, sebagai gantinya ia bersedia untuk menghafal gerakan sepanjang malam jika perlu. Si koreografer mendesah, menyebut kalau ini bukan salah Seung Hee lalu mengajak semuanya untuk istirahat.

“Apa yang mereka ingin kita lakukan pada seorang amatir?” celetuk salah satu koreografer.

Lagi-lagi Seung Hee hanya menelan hinaan mereka. 


Seung Hee di toilet, ia membasuh mukanya. Seung Hee menggenggam ponselnya, ia berlatih untuk menelfon kakeknya.

“Kakek. Aku akan segera debut! Maaf karena aku mengecewakanmu.”

Seung Hee memencet dial up no. 1, itu nomor kakeknya. Kakek menjawab telfonnya tapi saat Seung Hee menyebutkan namanya kakek mengatakan kalau Seung Hee salah sambung dan langsung menutup telfon.

Seung Hee sedih, “Kumohon.. Sisa waktuku tidak banyak..Kakek.. Kakek... kakek…”

Seung Hee menutup matanya, dan saat ia membuka matanya ia melihat keempat wasit. Wasit pembawa papan mengangkat papannya, sisa waktu Seung Hee hanya tinggal 54 jam lagi. 


Kakek Seung Hee bekerja sebagai satpam. Setelah menutup telfon dari Seung hee kakek juga merasa sedih tapi itu tidak lama. Kemudian ada dua siswimenyapanya. Kakek memikirkan sesuatu.


Seung Hee berlatih dengan keras untuk menghafal dance-nya. Dia bahkan berlatih di taman dan diawasi oleh para wasit. Saat berlatih dengan koreografer pun ia tidak lagi kena marah.

Selain berlatih dance ia juga berlatih untuk menghayati lagu yang akan ia pentaskan. Seung Hee benar-benar berlatih sangat keras ia bahkan berlatih sampai malam.


Baro melihatnya dan ia mengakui kehebatan Seung Hee, ia tak menyangka kalau Seung Hee sudah banyak kemajuan sejak terakhir kali ia melihat Seung Hee,,,”kau pasti berlatih sangat keras. Bodoh!”

Seung Hee bengong melihat Baro. Ia teringat waktu awal-awal menjadi trainee.

Kilas balik…


Baro selalu memanggil Seung Hee dengan sebutan bodoh dan memperlakukan Seung Hee seperti budaknya. Saat Baro latihan Seung Hee membawakan air tapi Baro minta kopi. Seung Hee menurutinya.

Seung Hee tengah makan ramen. Baro menyuruhnya untuk memijit. Seung hee langsung meninggalkan ramennya untuk memijit bahu Baro.


Bahkan saat ditoilet, Baro kehabisan tissue dan ia berteriak memanggil Seung hee untuk memberikan Tissue. Seung Hee terpaksa masuk ke toilet cowok.


Baro sedang bersama Yerin. Mereka berpapasan dengan Seung Hee tapi Baro mengacuhkan Seung Hee.

Kilas balik selesai…


Baro mendekati Seung Hee,,,”kenapa? Apa kau kesal karena Oppa datang telat? Tapi gimana lagi Oppa super sibuk sebagai top star. Kau harus mengerti”

Baro menyentuh kepala Seung Hee tapi Seung Hee menampiknya. Seung Hee menyuruhnya pergi kalo Baro disana bukan untuk berlatih. Baro tak menyangka sekarang Seung Hee berani membantahnya, ia mengingatkan Seung Hee kalau dulu Seung Hee selalu berlari menujunya kapan pun ia memanggil Seung Hee.

“Aku perlu berlatih. Tolong tinggalkan aku sendiri.” ujar Seung Hee.


Music menyala dan Baro mulai menari, ia menyombongkan diri kalau ia terlihat keren. Seung Hee memanggilnya Sunbae, ia kesal karena Baro tak sungguh-sungguh, mungkin bagi Baro ini hanya salah satu schedule-nya tapi bagi Seung Hee ini sangat..

Baro memotong omongan Seung Hee, ia mengerti dan mulai serius. Dan begitulah.. mereka berlatih berdua malam itu.


Baro turun dari mobilnya membawa dua gelas kopi. Kwang Soo kebetulan ada diluar dan ia akan mengambil kopi Baro tapi Baro menjauhkan kopinya. Baro bertanya dimana Seung Hee. Kwang Soo mengatakan kalau Seung Hee pamit untuk mempir ke suatu tempat.

“Konser sudah didepan mata! Tapi ia akan terlambat?” Baro tak bisa percaya.

Kwang Soo menenangkan Baro karena menurutnya Seung Hee sudah jauh lebih baik.Kwang So mengatakan kalau Seung Hee mencoba terlalu keras, ia pikir Seung Hee menghabiskan malam untuk berlati.

Baro kesal, ia penasaran kemana Seung hee pergi. Kemudian ia memberikan kopinya untuk Kwang Soo dan ia masuk kedalam.

Kakek sedang bekerja, mendadak ia teringat Seung Hee kecil dulu.

Kilas balik…


Seung Hee kecil menempelkan koyo ke punggung kakek dan memijit bahunya. Kakek ingin mendengar nyanyian Seung Heed an Seung Hee mulai bernyanyi.

~Kumohon katakan padaku kalau kau mencintaiku.. Aku tidak bisa hidup tanpamu... Aku menyukaimu yang memberiku tetasan air hujan untuk hatiku yang mengeras.. ~

Kakekmemuji suara Sung Hee yang merdu melebih suara Yoon Jung. Seung Hee berjanji pada kakeknya kalau ia akan mendapatkan banyak uang dari bernyanyi dan ia akan membelikan kakek mobi, rumah, dan makanan enak sehingga kakek tidak harus bekerja lagi dan ia juga akan membiayai kakek liburan keliling dunia.

Kakek tidak membutuhkan itu. ia hanya ingin Seung Hee belajar saja yang rajin, masuk kuliah dan menikah dengan pria baik. Itu sudah cukup untuk kakek. Seung Hee mengatakan kalau ia tidak akan menikah dan akan hidup dengan kakek selamanya.

“Haha! Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti!” kakek tak percaya.

Kilas balik selesai..


Kakek bersiap untuk pulang. Seung Hee sudah menunggunya di luar pos satpam. Seung Hee dengan semangat mengatakan pada kakek kalau ia akan segera debut, ia akan tampil di panggung dan akan disiarkan di TV. Ia juga menjelaskan kalau ia akan berduet dengan top star dan menyanyikan dua lagu. Seung Hee memberikan tiket konser pada kakek.

Kakek melemparkan tiket itu ke tanah. Kakek tidak menenyetujui keinginan Seung Hee untuk menjadi penyanyi, apalagi Seung Hee memilih putus sekolah untuk mewujudkan impiannya itu.

“Kau bahkan tak mengerti betapa sulitnya aku membesarkanmu.” Keluh kakek.

Seung Hee mengerti apa yang kakek rasakan, ia mohon maaf. Kakek akan memaafkan Seung hee kalau Seung Hee mau kembali padanya dan mulai sekolah lagi.

“Tolong pahami aku kek. Aku merasa bebas dan bahagia saat aku bernyanyi! Aku bisa merasa sebagai Seung Hee yang bisa menyanyi dengan baik, bukan gadis miskin yatim piatu dan bukan juga gadis yang mengemis uang dari kakek! Aku bisa menjadi Seung hee, yang dapat mennyanyi dan menari dengan baik!” Pinta Seung Hee.

“Oke.. selamat untuk debutmu. Pergi dan nikmati kesuksesanmu itu tanpa menyesalan. Hiduplah dengan baik! Tak usah kesini lagi. hiduplah sesukamu seakan aku ini tak ada.” Ujar kakek.

Seung Hee memegang lengan kakeknya, ia meminta pengertian kakeknya tapi kakeknya terlanjur sakit hati dan pergi meninggalkan Seung hee.



Wasit menuip peluit dan mengeluarkan kartu kuning. Seung Hee hanya mempu menatap kepergian kakeknya dengan linangan air mata.


Para komentator menyayangkan hal ini. seung Hee tidak bisa mencetak goal padahal kesempatanyya bagus. Komentator lain mengatakan kalau keepernya terlalu tangguh sehingga bisa mem-block bola Seung Hee. Kemudian komentator menyuruh pemirsa untuk melihat kembali permainan Seung Hee.


Seung  Hee berjalan dengan gontai.


Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon