Wednesday, October 21, 2015

Because It’s The First Time Episode 2


-=Bagian 4 : Maukah Kau Hidup Bersamaku?=-


Song Yi dibawa ke kantor polisi, dia berusaha menjelaskan mati-matian kalau ia tak berniat bunuh diri hanya penasaran pada telepon itu saja. Dan umurnya sudah 20 tahun. Ia bisa bertanggungjawab atas dirinya sendiri tidak lagi membutuhkan wali.

Pak polisi rambut pirang bertanya berapa nomor Ibu Song Yi.

“Tak usah repot-repot, takkan diangkat. Dia kabur pagi ini” jawab Song Yi.

“Itulah sebabnya kau ingin bunuh diri, ‘kan?” tanya pak polisi rambut hitam.


Hal gila itu tak mungkin Song Yi lakukan karena ia tak mau meninggalkan adiknya. Song Yi memohon pada polisi untuk mengijinkannya pulang. Polisi pirang menyarankan untuk menghubungi teman. Song Yi langsung senyum karena hanya merekalah yang ia punya.



Song Yi membuka ponselnya dan banyak sekali pesan masuk.

Tae Oh : Kami menunggumu sekarang.
Hoon : Kami ada di depan rumahmu.
Tae Oh :  Kami sudah menunggumu selama 1 jam (mengirim foto)
Ga In: Kenapa tidak kau angkat telfonmu?
Hoon : Kami bahkan belum makan malam gara-gara kau.
Tae Oh : kalau sampai jam 10 kau belum pulang, kami akan melaporkan kalau kau diculik.

Ji Ahn : Sekarang aku merindukanmu.


Pesan terakhir dari Ji Ahn membuat pipinya merah merona. Song Yi sampe senyum2 sendiri. setelah ia sadar, ia bertanya mengapa pak polisi ingin menelfon temannya.


“kami merasa lebih tenang bila mengembalikanmu ke wali.” Jawab polisi pirang.


Teman-teman menunggu balasan pesan mereka, Song Yi Cuma membaca tapi tidak membalas. Hoon merasa kalau Song Yi sudah keterlaluan. Ga In membalik kata-kata Hoon karena selama ini Hoon lah yang selalu membuat mereka khawatir.

“jangan khawatir, aku baik-baik saja” balas Hoon dengan senyum lebar.

Tae Oh dan Ji Ahn tanya, bagaimana bisa?

Ga In mengatakan kalau Hoon punya mimpi.


Kemudian Hoon berdiri di depan mereka, ia meminta Ga In duduk di tengah2 Ji Ahn dan Tae Oh. Hoon mulai menunjukkan mimpinya, ia menari dan bernyanyi (impiannya adalah menjadi actor musical). Awalnya Hoon menari dengan latar belakang jalanan kemudian seolah-olah ia tampil di panggung drama musical yang sesungguhnya dan teman-temannya memberinya tepuk tangan yang meriah.

Ditengah pertunjukkan gadis kencan buta Tae Oh (Ryu Se Hyun) lewat dengan sepedahnya. Tae Oh tak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia meninggalkan teman-temannya da pergi mengejar Se Hyun.


Tae Oh berhasil menghentikan Se Hyun, ia menjelaskan kalau Song Yi bukan pacarnya hanya teman dari kecil. Kemudian Song Yi menelfonnya untuk minta bantuan. Tae Oh awalnya khawatir tapi karena ada Se Hyun ia melarang Song Yi untuk memberitahu keberadaannya karena ia akan datang.

Tae Oh menjelaskan pada Se Hyun kalau itu gadis yang Se Hyun sebut tadi dank arena ada sedikit masalah sekarang ada di kantor polisi. “tenang saja aku tak akan kesana” ujar Tae Oh karena ia yakin Song Yi akan menelfon yang lain.




Di kantor polisi Song Yi meyakinkan pak polisi kalau temannya pasti datang walaupun bilang tak akan datang. Tapi sepertinya pak polisi tak percaya.


Tae Oh menjelaskan lagi kalau Song Yi benar-benar Cuma teman dari kecil dan dia hanya jadi ksatrianya saja saat di kafe. Se Hyun hanya tersenyum melihat tingkah tae Oh yang lucu baginya.

Song Yi mengirim lokasi kantor polisi, ia meminta agar Tae Oh tak memberitahu teman2 yang lain. Tapi apakah tae Oh mampu mengabaikan Song Yi?

“maaf, tapi aku… “

Se Hyun mengerti, ia menyuruh Tae Oh pergi kalau memang mau pergi. Tae Oh mengungkapkan kalau ia menyukai Se Hyun dan menjelaskan sekali lagi kalau Song Yi hanya teman dari kecil, ia tak mau Se Hyun salah paham.

Se Hyun mengerti. Tae Oh mengajak Se Hyun ketemuan lagi tapi Se Hyun tak yakin.

“aku akan menelponmu lagi. harus diangkat, ya!” pinta Tae Oh.

Tae Oh menyerahkan pemilihan tempat ketemuan pada Se Hyun. Se Hyun hanya tersenyum. Pokoknya Tae Oh mau mereka ketemu lagi. harus ketemu.

“Sepedahmu cantik. Begitupun dirimu” Gombal Tae Oh sebelum pergi.

Se Hyun menganggap Tae Oh menggemaskan, di tersenyum membalas lambaian Tae Oh.


Pak polisi lelah menunggu dan menyuruh Song Yi untuk menelfon temannya yang lain. Pak polisi bersiap makan Jjajangmyeon, Song Yi hanya menelan ludah, kemudian ia mendekat.

“temanku selalu datang tiap kali aku membutuhkannya. Dia akan tetap datang walaupun bilang tidak. Dia bilang takkan membantuku, tapi pada akhirnya dia membantuku.” Jelas Song Yi.

“kau menyukainya, ‘kan?” todong polisi hitam.



Song Yi membantah tegas. Polisi pirang tak percaya karena ia melihat Song Yi tersipu waktu melihat ponsel.


Song Yi mengeluarkan jurusnya. Ia menyanyikan lagu SNSD lengkap dengan dance-nya dan kedua polisi langsung tanggap untuk merekamya. Ia menggunakan gya imutnya untuk merayu pak polisi.

“Ahjussi! tolong lepaskan aku. Aku harus membeli sesuatu sebelum tokonya tutup”

Dan Song Yi berhasil keluar setelah menyanyikan lagu SNSD sekali lagi.

Selang beberapa menit kemudian Tae Oh masuk ke kantor polisi. Pakpolisi langsung tahu kalau Tae Oh yang dimaksud Song Yi. Tae Oh bertanya, kenapa Song Yi bisa ada di kantor polisi. Pak polisi merahasiakannya tapi mereka bisa memberitahu Tae Oh yang lain.

“Dia menyukaimu, kunyuk!” kata polisi hitam.

“Song Yi menyukaiku?” Tae Oh tak percaya.

“Iya, kunyuk!” jawab kedua polisi bersamaan.

Polisi pirang menjelaskan kalau wajah Song Yi memerah setelah membaca pesannya, konyol sekali, Song Yi sampe melompat kesana kemari. Pak polisi berpesan agar Tae Oh bersikap lebih baik pada Song Yi.


Song Yi sampai di depan toko yang ia maksud. Sebelum masuk ke dalam ia memantapkan hatinya terlebih dahulu.



Di rumah, Tae Oh mengirim pesan di group menanyakan scooternya. Hoon membawanya, ia bertanya apa Song Yi belum pulang juga?  Ga In punya firasat kalau Song Yi bakal ke rumah Tae Oh karena barang-barangnya disana.

Tae Oh gelisah memikirkan omongan kedua polisi tadi.

“kenapa dia menyukaiku? Kami hanya teman saja.” Katanya pada diri sendiri sambil senyum2.

Tae Oh lalu men-scroll pesannya tadi, ia mencari dimana kata-kata yang membuat Song Yi menyukainya.

“aku benar-benar tidak paham. Kukira aku memahami wanita, tapi aku tidak bisa memahami mereka.”

“dia hanya… menyukaiku kalau aku iniada. Tidak, dia menyukaiku apapun yang kukatakan. Benar begitu, ‘kan?”

Song Yi kemudian menelfon. Tae Oh kaget sampai melempar ponselnya ke lantai, sebelum menjawab ia menata duduknya terlebih dahulu.

Song Yi ternyata sedang membangun tenda.

“Kau tahu aku harus menyerah, 'kan? Cinta, pernikahan, bayi. Aku menyerah akan semua itu. Sebenarnya, lebih dari itu. Aku diambang kehancuran hubunganku. Imo dan aku sudah jadi orang asing. Aku tak tahu apa yang terjadi pada kami, karena uang yang dipinjam ibuku.”

“Kenapa kau mencemaskan itu? Aku yakin orangtuaku pasti akan mengurusnya.”

“Aku mungkin harus berkorban lebih dari yang kupikirkan. harapan dan tabunganku. Bahkan impianku. Menyerah dan pasrah, itulah hidupku. Tapi…. Aku sadar ada satu hal yang aku tak boleh menyerah. Hari ini, aku--”

Tae Oh menghentikan Song Yi. “Cinta... kau tak boleh menyerah akan cinta, bisa? Benar?” “Tunggu, aku belum siap… ”

“Bukan itu. Aku beli rumah. Keluarlah.”

Song Yi meminta Tae Oh keluar ke halaman rumah Tae Oh. Disana Song Yi membangun tenda. “Yoon Tae. Kau mau hidup bersamaku?”

-=Bagian 5 : Mengapa kau menyukai orang sepertiku?=-


Song Yi mengeluarkan barang-barangnya lalu memasukkannya ke tenda (sepertinya Tae Oh setuju hidup bersama dengan Song Yi). Song Yi berterimakasih dan berjanji tak akan jadi pengganggu, ia bersedia hidup tembus pandang. Ia bisa mandi di keran depan dan ke tempat Ga In kalau mau ke toilet.

Tae Oh bertanya “kenapa aku, dari sekian banyak orang?” aslinya dalam hatinya ia bertanya “dari sekian banyak orang, kenapa kau menyukaiku?”

Song Yi tahu kalau Tae Oh pasti ke kantor polisi karena ia memintanya. Maka dari itu tae Oh bertanya kenapa dia dari banyak orang. Song Yi tak tahu.

“Meskipun aku punya teman yang lain... Kaulah orang yang pertama kali kupikirkan setiap kali aku ada masalah. Mungkin karena aku nyaman bersamamu.” Jelas Song Yi.

kau menyukaiku karena aku nyaman? Kalau kau pikirkan lagi, aku punya banyak pesona yang lain.” pikir Tae Oh.

“Kau tak pernah menolakku tiap kali aku membutuhkan bantuanmu. Kau hanya orang yang bisa diandalkan.” Tambah Song Yi.

Bodoh. Kau tak tahu betapa pengecutnya aku? Aku tak percaya kau jatuh cinta pada pria sepertiku.”

Song Yi pindah ke keran air untuk menyikat gigi. Tae Oh mengikutinya dengan membawakan handuk.

Kenapa kau melakukannya disini? Ini membuat hatiku sakit. Kau bisa pakai kamar mandiku.”

Tapi kata yang keluar dari mulutnya : “Song Yi. Kau harus bayar tiap bulan.”

Song Yi memelas, ia akan pergi kapanpun Tae Oh menyuruhnya, ia gak akan ganggu kok. Tapi tetap Tae Oh meminta Song Yi membayar tagihan air, listrik dan jangan pernah  masuk kamarnya.

“Oke, aku bakal bayar semuanya! Kuharap hidupmu baik-baik saja dengan memungut bayaran dari temanmu!” Sindir Song Yi.

Tae Oh masuk ke dalam. Song Yi menggerutu “Ayah dan anak sama saja.”

Hoon menginap di tempat Ga In. ini sudah hari ke lim, Hoon herankenapa orang tuanya belum menelfonnya.

“Empat temanmu tinggal di lingkungan yang sama selama 15 tahun. Aku yakin mereka pasti mengira kau bersama kami.” Ujar Ga In.

Tapi tetap aneh bagi Hoon. Orangtuanya bakal marah besar kalau Hyeong-nya pergi dari rumah. Ga In menjawab kalau ortu Hoon taka da alasan mengusir Hyeong (pinter mungkin si Hyeong-nya Hoon ini).

Hoon memutuskan tak akan pulang sampai ortunya mencarinya. Lanjut Ga In yang bertanya, apa Hoon akan ters tidur di sofanya?

Hoon hanya tertawa dan mengajak Ga In sarapan.


Di rumahnya, Tae Oh juga sedang menyiapkan sarapan. Song Yi sedang menyiram tanaman, Ia memetik tomat untuk sarapan.


Tae Oh membawa sarapannya keluar, ia sengaja tak membaginya kepada Song Yi karena jika ia baik pada Song Yi maka Song Yi akan terus menempel padanya seperti lem.

aku harus membuatnya menyerah padaku”


Ga In menutup salonnya pagi ini. Tae Oh lewat depan tokonya dengan men-dribble bola basket. Ga In bertanya apa Song Yi datang, apa Tae Oh bicara dengan Song Yi, Tae Oh melarang Ga In bertanya. Mereka kemudian pergi ke restaurant ayah Ji Ahn menyusul Hoon.

Ji Ahn dan Hoon berdiri diluar. Ternyata di dalam ayah Tae Oh (yang menyewakan tempat) dan Ayah Ji Ahn (si penyewa tempat) sedang berdebat. Ayah Tae Oh ingin menaikkan harga sewa dan ayah Ji Ahn keberatan.

Song Yi datang, ia bertanya kenapa semuanya murung. Ga In menjelaskan situasinya. Ji Ahn tak tahan mendengarnya, ia pergi duluan kemudian diikuti oleh keempat temannya.


Para cowok bermain basket danpara cewek menonton. Permaian mereka kasar sampai membuat Hoon berhenti, tinggal Ji Ahn dan Tae Oh yang main.

Disaat begini, Ji Ahn berusaha sebaik mungkin untuk melawanku. Disaat begini, aku ingin membiarkannya menang dan mengakhirinya... Tapi ayahku ya ayahku dan aku ya aku.


Saat mereka mencuci muka, Ji Ahn bicara pada Tae Oh kalau tak bisa menghasilkan uang banyak dengan menjalankan resto ayam di daerah mereka dan tidak mudah untuk bertahan.

“Mari kita atasi begini. Suruh ayahmu untuk jangan menyewa penjaga gedung. Aku akan membersihkan kamar mandi dan lorong lantai 7, sebagai gantinya beritahu dia jangan menaikkan sewanya.” Pinta Ji Ahn.

Tae Oh bilang kalau ia tak punya waktu. Ji Ahn membantah kalau orang selalu punya waktu tapi tidak untuk uang. Tae Oh bertanya, kapan Ji Ahn akan mulai bebersih. Hari ini, detik ini, jawab Ji Ahn.

Ji Ahn langsung berjalan ke gedung tak memperdulikan tawaran Hoon untuk makan makanan yang dibawa Song Yi.

Suatu hari, Ji Ahn berkata padaku...”


Kilas balik..
Saat mereka pertama kali jadi mahasiswa, Tae Oh merasa sudah dewasa sekarang. ji Ahn menasehatinya

“Yoon Tae Oh, umur itu cuma angka. Orang dewasa yang sesungguhnya itu yang beli makanannya sendiri dan beli rumah dari hasil jerih payahnya. Itu baru orang dewasa. Impianku adalah menjadi orang dewasa yang sesungguhnya.”


Kembali ke masa kini..
Dulu aku tak paham yang dikatakannya. Aku masih tak memahaminya sampai sekarang. Kadang, Ji Ahn lebih dewasa dariku. Dari dulu hingga sekarang”

Tae Oh menyusul Ji Ahn. Ji Ahn bercanda kalau mereka harus bekerja 3x seminggu. Tae Oh menyuruhnya berhenti bersikap sok dewasa. Tae Oh sebenarnya orangnya baik, buktinya ia mau membantu Ji Ahn dan Ji AHn juga menyadari hal itu.

Mereka bekerjasama untuk membersihkan toilet, ditambah main siram-siraman air. Bahagia banget lihatnya. Tidak hanya itu mereka juga mengepel bersama.


Waktunya istirahat diatap gedung. Tae Oh mengirim foto toilet dan lorong yang sudah bersih ke ayahnya. Ayahnya menelfon, ia menyampaikan negoisasinya dengan Ji AHn tadi. ayah Tae Oh mengatakan kalau Ji AHn sombong.

“ia dia memang sombong. Dan orang sombong itu adalah temanku” jawab Tae Oh dengan memandang Ji Ahn.

Ayah Tae Oh setuju untuk tak menaikkan sewa tapi uang jajan Tae Oh dipotong. Tae Oh mau protes tapi telfonnya keburu diputus oleh ayah.

Tae Oh menyalahkan Ji Ahn soal uang sakunya yang dipotong. Tapi Ji Ahn santai aja, “ayahmu memang tak ada harapan” ujarnya.

“Seo Ji Ahn. Aku tahu itu bukan pilihanmu terlahir sebagai putra Ayahmu. Aku pun sama. Bukan pilihanku terlahir sebagai putra orang kaya.”

Ji Ahn mengatakan kalau Tae Oh beruntung karena tak harus bekerja.

“Ya, maaf hidupku lebih baik daripada hidupmu. Karena itulah selalu aku yang bayar makanan dan minumannya. Aku bahkan membiarkanmu menang basket hari ini! Aku juga menderita tahu!”

Tapi menurut Ji Ahn Tae Oh kalah karena tak piawai main basket “dan aku menyukai ayahku. Aku senang bisa terlahir jadi putranya”

Perkataan Ji Ahn yang terakhir menyentuh hati Tae Oh. “Aku tak pernah senang terlahir sebagai putra Ayahku. Apa itu masalahnya dari Ayahku atau aku? Entah mengapa, aku merasa kalah dari Ji Ahn.


Song Yi mengirim pesan pada Tae Oh, ia minta maaf soal apa yang ia katakana semalam, ia tak bersungguh-sungguh. Bagi Song Yi, Tae Oh adalah teman yang baik dan Song Yi ingin agar tae Oh tak lupa kalau Tae Oh sebenarnya adalah orang yang baik.

Song Yi terluka. Karenaku. Karena aku tak menyadari perasaannya.”


Di SPBU, Song Yi galau mau mengirim pesan pada Ji Ahn atau gak, akhirnya ia tak jadi mengirim pesan. Sebelumnya Song Yi sudah menulis “Ji Ahn... kau pasti sangat marah pada Ayahnya Tae Oh.” Tapi menghapusnya lagi. ia takut melukai harga diri Ji Ahn.

Aku suka Ji Ahn, tapi aku tak bisa berbuat apapun saat ini.” Kata hati Song Yi.


Tae Oh curhat pada Ji Ahn kalau ada yang menyukainya dan ia baru mengetahuinya kemarin. Ji Ahn penasaran, siapa? Apa ia mengenalnya?

“Masalahnya… Orang itu…” ujar Tae Oh.

-=Bagian 6 : Aku ingin tergila-gila padamu=-


“Cuma seseorang! kau tidak kenal!” lanjut Tae Oh.

Tak disangka, Ji Ahn juga curhat kalau ada gadis yang menyukainya, gadis yang bekerja diperpustakaan itu, dia cantik. Tae Oh bertanya, apa gais itu menyatakan cintanya pada Ji Ahn. Ji Ahn menjawab tidak.


Kilas balik..
Cuma perasaanku saja” cerita Ji AHn.

Ji Ahn bekerja di perpustakaan bersama Song Yi, Ji Ahn tahu kalau Song Yi menyukainya. Saat bekerja Song Yi mengantuk sampai tertidur dan hampir jatuh untung ada Ji Ahn yang menangkapnya dari belakang.

Song Yi terbangun, ia malu lalu beralasan kalau lututnya kram. Lalu pamit pergi duluan.

agak berbeda saat kami berduaan.” Cerita Ji Ahn.


Saat Di depan rumah Tae Oh. Ji Ahn tertidur di bangku. Song Yi menghalangi sinar matahari dengan tangannya agar tak menyilaukan Ji Ahn, song Yi tersenyum sambil memandangi wajah ganteng Ji Ahn. Saat Ji AHn bangun song Yi pura-pura sedang menepuk lalat lalu ia lari-lari mengejar lalat yang tak ada.


Kembali ke masa kini…
“Dia cantik, imut, dan manis.” Lanjut Ji Ahn.

Tae Oh mengerti perasaan Ji Ahn, pasti senang. Berbeda dengannya, gadis yang menyukainya jelek, sangat kasar, dan punya kepribadian yang mengerikan, kadang otaknya suka miring. Ji Ahn penasaran, tapi Tae Oh tak memberitahunya.

Satu hal yang pasti, mereka juga menyukai gadis yang mereka ceritakan. Dan mereka tak akan kencan dengannya meskipun dia memintanya.

Tae Oh menanyakan alasan Ji Ahn tak mau kencan dengan gadis itu.

“Sekarang...sudah sempurna.” Jawabnya singkat.


Kilas balik..
Ji Ahn memberi kopi kaleng kepada Song Yi saat song Yi masih bekerja. Ia mengajak Song Yi makan siang sama-sama, makan kimbab di atap, ia yang traktir.


Kembali ke masa kini..
“ini seperti kencan, tapi bukan. Semaam itulah.” Lanjut Ji Ahn.

Tae Oh menganggap itu tak masuk akal. Lalu Ji Ahn menanyakan alasan Tae Oh tak mau kencan.

“Sudah kubilang dia aneh. Dia tak punya pesona sama sekali. Satu, dadanya rata. Kedua, dia jelek. Ketiga, tidak diragukan lagi masih banyak gadis yang lebih cantik darinya. Aku masih 20 tahun. Aku mau mengencani setidaknya 100 wanita sebelum aku menikah.” Jelas Tae Oh.

Ji Ahn hanya mampu tertawa dan mempersilahkan Tae Oh melanjutkan rencananya. Tae Oh mengatakan kalau Song Yi tinggal bersamanya. Ji Ahn kaget, minta penjelasan.

“Dia datang bawa-bawa tenda semalam. Dia minta aku tinggal bersamanya.” Jelas Tae Oh.


Ga In menemani Hoon meninjau rumah Hoon. Hoon meminta Ga In menunggu diluar, jika ia tak keluar dalam 10 menit maka Ga In boleh menelfon polisi dengan alasan KDRT. Ga In takut, kenapa Hoon cari-cari masalah. Hoon menenangkan Ga In kalau ia tak akan mati gara-gara dipukul beberapa kali.


Di dalam rumah, ortu Hoon sedang bahagia mendengar cerita dari kedua Hyeong-nya Hoon. Hoon masuk, tapi tak ada yang menyambutnya, mereka bersikap biasa aja. Tak perhatian sama sekali.

Ayahnya malah menyuruhnya agar pergi jauh saja.

“Sekarang aku tahu kenapa kalian tidak mencariku. Kenapa kau bahkan tidak menelepon waktu aku tidak pulang ke rumah. Kenapa kau tidak menanyakan impianku? Itu karena... aku berbeda dengan Hyeongku. Karena... aku tak ada harapan. Karena aku benar-benar tak ada harapan!” ungkap Hoon.


Hyeong mencoba menghentikan Hoon, tapi Hoon belum selesai.

“Tapi, aku harus tetap kuliah, 'kan? Karena sangat memalukan punya putra yang bukan lulusan universitas.”

“Baik, sana kuliah! Cuma kau di keluarga ini yang tidak mau kuliah!” bentak ayah.

Hoon bersikeras ia takmau kuliah. Ayah naik darah, ia mengambil tongkat golf untuk memukul Hoon. Kedua Hyeong menghalangi ayah dan Ibu menyuruh Hoon berhenti, Hoon terus saja bicara

“Mereka berdua lulusan universitas elit. kenapa? Aku tidak iri pada mereka. Kenapa aku harus iri pada avatar tak berotak ini!”

Ayah tak bisa ditahan lagi, ia berhasil memukul Hoon.


Di luar, Ga In cemas mendengar keributan di dalam. Ia bersiap menelfon polisi tapi tak jadi karena Hoon keburu keluar. Muka Hoon babak belur tapi ia beruntung krena diusir dengan koper. Ga In berkaca-kaca.


Tae Oh memesan pizza, ia menengok kebawah, tak ada tanda-tanda Song Yi akan datang.


Ji Ahn bekerja paruh waktu di minimarket. Bosnya mengatakan kalau sebentar lagi pacar Ji Ahn akan datang. Ji Ahn mengatakan kalau itu bukan pacarnya.

Beberapa saat kemudian Song Yi datang, ia curi-curipandang pada Ji AHn saat mengambil makanan yang ia beli, bahkan saat membayar di kasir pun ia sempat menoleh ke Ji Ahn yang sedang bebersih.

Setelah membayar, Song Yi memberikan coklat(sepertinya) pada Ji Ahn bebarengan dengan Ji Ahn memberinya kopi. Mereka saling pandang sebentar, kemudian Song Yi pamit pergi. Lucu deh liat Song Yi dan Ji Ahn yang salah tingkah tiap kali berduaan.


Tae Oh menunggu Song Yi pulang. Ia belum memakan pizza-nya. Ia menongok ke bawah, Song Yi berjalan dengan menciumi kaleng kopi pemberian Ji Ahn. Saat Song Yi naik, Tae Oh cepat-cepat berlari ke dalam.


Song Yi mengetuk pintu, tae Oh membuka pintu dengan membawa potongan pizza di tangannya. Song Yi ngiler, ia tak memperdulikan aturan, ia langsung masuk untuk merebus air (tadi ia beli ramen).


Tae Oh mengambil soda dari kulkas, ia membukanya dihadapan Song Yi, Song Yi langsung meminumnya sampai habis. Song Yi sendawakeras di hadapan Tae Oh.

Dia sama sekali bukan tipeku”


Karena Song Yi sudah minum sodanya Tae Oh, ia minta ijin makan pizza yang ada di meja. Walaupun Tae Oh bilang tidak tapi Song Yi tetap memakannya.

Tae Oh mengambil soda lagi untuk Song Yi. Tae Oh bertanya kenapa Song Yi belum makan malam.

“Kau kerja di 4 tempat setelah makan siang. Tak ada waktu untuk makan malam. Aku kerja di jam makan malam. Aku harus di SPBG setelah selesai mengajar.” Jelas Song Yi.

Tae Oh menyarankan untuk makan kimbab. Biasanya iya karena Ibu yang menyiapkan tapi sekarang Ibunya Song Yi tak ada.

Song Yi mengambil makanan yang jatuh dengan tangan. Bagi Tae Oh itu jorok tapi Song Yi tak perduli.

Inilah mengapa aku tak mau kencan denganmu.”

Tae Oh bertanya, apa benar Song Yi punya seseorang yang ia sukai? Song Yi mengangguk. Tae Oh melarang Song Yi untuk tak pacaran dan tak mengatakannya pada pria itu. song Yi juga tahu hal itu.

Menyakitkan sekali... kalau dia begitu mudahnya setuju.”

Tae Oh mengatakan kalau cinta bukanlah hal yang buruk, ia rasa bagus kalau Song Yi memiliki rasa pada seseorang. Song Yi juga berpikir demikian, ia merasa pria itu bagaikan oase di hidupnya, seseorang yang bisa berlibur dengannya, melihatnya saja sudah membuatnya senang.

Kebayangkan gimana GE-ER nya Tae Oh. Jawabannya : “Aku tak tahu siapa dia, tapi pasti dia pria yang baik jika kau menyukainya.”

Song Yi mengatakan kalau ia hanya menyukai pria itu dari kejauhan. Tae Oh menganggap itu ide bagus dan menyuruh Song Yi melanjutkannya.

“tidak rata-rata amat. Dan aku bohong soal dia bukan tipeku. Aku tak perlu mengencani 100 wanita. Tak ada yang lebih memikat dibanding Song Yi. Tiba-tiba... aku jadi benci diriku sendiri.”


“Hoon selalu tahu apa yang dia inginkan. Ga In tak pernah menolak siapapun. Dia punya kekuatan untuk mengatasi semua masalah pada saat tertentu.”


“Meski Ji Ahn masih berumur 20 tahun... Dia sudah jadi orang dewasa yang bertanggung jawab.”


“Aku tak punya impian... dan aku tak bisa lepas dari Ayahku. Aku tak tahu apa yang kusuka dan apa yang kubenci. Aku si bodoh berumur 20 tahun yang tak tahu apapun tentang dirinya sendiri. Sekarang, aku seorang pengecut yang mencoba lari dari wanita yang kusukai..”


“Song Yi. Kuharap sesuatu terjadi dalam hidupku. Karena aku tak tahu cara melakukan apapun. Kuharap seseorang datang kedalam hidupku dan melakukan sesuatu. Jadi, aku berpikir... Han Song Yi. Aku mau kau... mencoba dan membuatku tergila-gila. Membuatku sangat gila tentangmu sampai aku tak bisa berpikir lurus. Buat aku seperti itu. Aku... mau tergila-gila padamu.”

Tae Oh mendekatkan wajahnya ke wajah Song Yi seperti akan menciumnya.



1 komentar so far

ini gimana ka gabisa di copy paste?aku ingin baca nya lain kali jika ada waktu senggang , soalnya bagus nih blog

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon