Wednesday, October 14, 2015

Because It’s The First Time Episode 1


-=Bagian 1: Ada cewek yang kusuka, tapi...=-


Yoon Tae Oh merekam teman-temannya untuk meminta pendapat mereka tentang kencan butanya kali ini.


Han Song Yi sedang menyiram menyarankan agar Tae Oh tak melakukannya, Ji Ahn juga berpendapat sama.
Oh Ga In datang dengan membawa makanan, dia juga tidak setuju kalau Tae Oh melakukan kencan buta. Ia malah menggoda tae Oh “apa kau tak tahu kalau aku menyukaimu?” yang hanya mendapat sambutan tawa dari Tae Oh.

Semua sudah berkumpul tinggal Choi Hoon. Dia kembali diusir oleh orangtuanya (karena bolos les/kuliah) dengan hanya memakai boxer kucing warna kuning. Kejadian ini sudah berulangkali terjadi.


Song Yi melihat Hoon sebelum berangkat kerja. Hoon minta Song Yi untuk menelfon Tae Oh agar membawakannya baju. Song Yi malah menelfon polisi. Hoon berusaha merebut telfon Song Yi tapi hal itu malah memancing perhatian orang-orang. Alhasil Hoon malah di kejar-kejar oleh gadis SMA. 


Rute Hoon selalu sama, ke warung mengambil kardus, lalu lewat restaurant mandu dan berakhir di tempat Laundry. Tae Oh bergerak cepat untuk menelfon pemilik Laundry. Tujuannya agar memberi Hoon daster. Setelah Hoon sampai ke tempat Tae Oh, semua puas menertawai Hoon.


 Tae Oh siap-siap untuk pergi kencan buta yang ke 10 nya. Sebelum pergi Tae Oh berpesan untuk membereskan semuanya dan mengunci pintu sebelum teman-temannya pergi dan memperingatkan Hoon untuk tak memakai pakaiannya.


Tae Oh menuju ke motornya, sebenarnya ada satu cewek yang menetap di hatinya sampai saat ini, seorang teman masa kecil.

Datanglah Song Yi yang mau nebeng, karena ia bekerja di kafe yang akan Tae Oh datangi.
Sebenarnya cinta pertama Tae Oh adalah Song Yi.


Kilas balik..
Saat hari pemakaman Ayah Song Yi, itulah hari dimana cinta pertama Tae Oh berawal. Tae Oh kesana untuk memberikan surat pendaftaran pada Song Yi.

Hari berikutnya saat Song Yi harus pindah rumah karena keluarganya bangkrut sepeneinggal ayahnya. Song Yi melarang Tae Oh tersenyum sampai ia menyuuhnya. Tae Oh mengerti, sebaliknya ia melarang Song Yi menangis sampai ia menyuruhnya.

Cobaan yang bertubi-tubi tak mampu ditahan oleh Song Yi, airmata pun keluar. Tae Oh berpura-pura kalau ini sedang hujan, ia lalu memayungi Song Yi. Ayah Song Yi dan Ibu Tae Oh meninggal di hari yang sama tapi beda 3 tahun.


Saat di sekolah, Tae Oh tertidur selama pelajaran. Song Yi menulis surat lalu memasukkannya ke bola. Kemudian Hoon dan Ga In membuat lintasan dari pipa plastic untuk bola itu. bola digelindingkan dan diterima oleh Yi Ahn. Kemudian Yi Ahn melemparkannya ke Tae Oh, membuat Tae Oh terbangun.

“Aku lapar, Ke Kantin sana beliin aku roti sosis” isi surat Song Yi.

Refleks, Tae Oh langsung berdiri dan berteriak keras “Ya, aku mengerti!”. Ia tak sadar kalau pak guru sedang menerangkan di depan, alhasil ia di hukum di luar dan harus mengangkat kursi.


Setelah bel istirahat berbunyi, Tae Oh langsung berlari ke kantin. Disana sudah ada primadona sekolah menunggunya (cameo oleh Yoona SNSD). Tapi Tae Oh tak meliriknya sama sekali, dimatanya Cuma ada Song Yi seorang dan ia lebih memiliih membelikan roti sosis untuk Song Yi dari pada ajakan nonton Yoona.

Ditaman, Song Yi memakan lahap roti sosisnya.

“Pria takkan melupakan cinta pertamanya?”


Kembali ke masa kini..
Mereka berhenti di lampu merah.

“Aku, Yoon Tae Oh, berbeda dari pria cemen begitu. Aku sudah menghancurkan hidupku karena Han Song Yi, dan sekali saja cukup.”

Ia menyesal saat melihat Yoona menjadi bintang iklan sekarang.


Akhirnya mereka sampai di restaurant.

“Dunia masih luas dan masih ada banyak wanita. Aku masih 20 tahun. Wanita cantik. Wanita imut-imut. Wanita, wanita, wanita. Berharap pada cinta pertamamu, padahal diluar sana banyak wanita, itu konyol namanya. ekarang saatnya melepaskan dia. Selamat tinggal, Han Song Yi” Tae Oh tersenyum lebar untuk Song Yi.


Tae Oh melihat sekeliling dan ia menemukan teman kencannya. Tae Oh langsung duduk didepan gadis itu dan memuji kecantikannya. Mereka langsung menemukan kesamaan hobi mereka yaitu merekam. Tempat tinggal juga sama.


Tae Oh memesan kopi. Song Yi mengatakan kalau teman kencan buta Tae Oh terlihat lebih tua dari mereka. Tae Oh tak memperdulikannya, ia meminta Song Yi jangan mencampuri urusannya.

Saat Song Yi sedang membuatkan pesanan Tae Oh, bosnya datang menagih makalah ke song Yi.
Song Yi menolak karena tak etis jika mengerjakan makalah pacar pria bosnya itu. dan terakhir kali ia juga yang mengerjakan tugas akhir si bos.


Bos mengancam akan memecat Song Yi. Si Bos mengungkit semua kesalahan yang Song Yi lakukan. Tae Oh menyimak semua percakapan mereka. Ia tak tahan mendengarnya, ia menyuruh bos Song Yi mendekat lalu membenturkan kepalanya ke hidung si Bos hingga hidung Si Bos berdarah.

Keributan pun terjadi, saat Si Bos bertanya apa Tae Oh pacarnya song Yi. Tae Oh langsung membenarkan dengan tegas. Bos langsung memecat Song Yi.


Song Yi membawa Tae Oh keluar, ia menegur Tae Oh, seharusnya Tae Oh focus saja dengan kencan butanya.

“Bos sialanmu itu sedang memanfaatkanmu! Kencanku bukanlah masalah...” Jawab Tae Oh, namun kemudian ia sadar kalau ia sedang kencan buta dan sekarang gadis teman kencan butanya pergi tepat saat ia mengaku kalau ia pacarnya Song Yi.

Song Yi kesal pada Tae Oh begitu pula Tae Oh. Kemudian Song Yi masuk untuk menyerahkan celemek pada si Bos. Song Yi menyesal karena harus berhenti dari pekerjaan paruh waktunya sehingga kini ia hanya memiliki 3 tempat untuk bekerja, Si Bos murka, ia mengambil nametag Song Yi lalu menginjak-injaknya dengan kesal.


Ternyata Tae Oh masih menunggu Song Yi di luar, ia memberikan helm untuk Song Yi song Yi malah akan menggunakannya untuk memukul Tae Oh, tapi tak jadi.

Tae Oh mencoba menghibur Song Yi dan bersedia mengantar kemanapun Song Yi mau tapi Song Yi terlanjur kesal, Tae Oh mengerti dan membiarkan Song Yi pergi sendiri.

“aku mau makan denganmu” ucap Tae Oh melihat kepergian Song Yi.



Song Yi berjalan melewati toko sepatu. Diusianya yang ke 20 ia ingin memakai high heels dan gaun cantik.


Disunia khayalannya, ia memakai semua keinginannya dan berjalan ke kafe si bos yang memecatnya. Song Yi sengaja memesan yang aneh-aneh untuk membuat si Bos jengkel.


Setelah berhasil, rencana selanjutnya ia ingin berkencan dengan Ji Ahn di cuaca yang indah ini.


Tapi kenyataannya ia harus bekerja, jadi pelayan di bar, pelayan di supermarket, dan bekerja di pom bensin.


Ga In menjadi hair stylish Song Yi. Hoon menyarankan agar Song Yi cukur botak saja.

“Pulang sana!” semprot Ga In dan Song Yi bersamaan.

Hoon sudah tau triknya sekarang, kalau ia pulang di hari pertama ia diusir, 100% ortunya bakal mengusirnya lagi. ia bakal dipukulin kalau balik di hari kedua. Jika balik di hari ketiga ia tak perlu khawatir diapa-apakan.


Tae Oh, Ga In dan Song Yi tak mau menampungnya. Tenang masih ada Ji Ahn, pikir Hoon. Tak disangka Ji Ahn datang untuk mengantarkan ayam goreng, ia mendengar dari luar dan juga melarang Hoon menginap di rumahnya.

Ji Ahn bertanya pada Song Yi, apa Song Yi akan potong rambut? Song Yi membenarkan tapi ia belum tau mau model apa.

“Jangan diapa-apain. Kau sudah cantic begitu” kata Ji Ahn yang membuat Song Yi melambung dan tersipu malu.


 Tae Oh malah ngakak. Baginnya selama 15 tahun ia mengenal Song Yi tak pernah sekalipun Song Yi terlihat cantik. Tapi tidak bagi Ji Ahn, menurutnya Song Yi cantic apa adanya. Ji Ahn pergi karena harus mengantar ayam lagi.

Song Yi belum bilang suka pada Ji Ahn. Dan ia segera merubah pikiran agar tak melakukan apa-apa pada rambutnya karena Ji Ahn bilang kalau ia sudah cantik dan itu membuat pipinya merah merona.


-=Bagian 3 : Masa muda, apa itu?=-



Tae Oh mencoba menghubungi teman kencan butanya untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya. Ji Ahn  dan Ga In merekamnya, saat itu Tae Oh memakai boxer kucing Hoon. Setelah menyadarinya Tae Oh menutupi boxer dengan bajunya dan segera memakai celana dari jemuran.

Hoo kembali diusir dengan hanya memakai boxer. Ga In tanya sebabnya, karena Hoon diusir tepat saat ia bagun tidur. Dan Hoon hanya memakai boxer saat tidur, kalaupun tak sadar tengah malam ia melepas sendiri celananya.




Ternyata Hoon terkenal di kalangan tetangga, ahjumma menyuru Ga In bilangin Hoon agar tak berkeliling hanya memakai boxerkarena anak-anaknya suka menonton Hoon. Ayah Ji Ahn juga tau boxer kucing Hoon. Bahkan ibu tiri Tae Oh tahu boxer kucing itu. tidak hanya itu Tae Oh juga memasang foto Hoon di FBnya dengan judul “pria kolordari Buamdong”. Hoon menodong Tae Oh untuk segera menghapusnya.


Song Yi datang dengan membawa koper. Ia langsung menenggak 1 kaleng minuman sekaligus. Ibu Song Yi melarikan diri dengan meninggalkan surat.

“Song Yi, Ibu mau kau pura-pura aku sudah tak ada lagi saat ini. Sewanya sudah habis, jadi tak ada yang bisa kau bawa dari rumah ini. Dan tak ada yang bisa kau jual. Bibimuakan menjaga adikmu, jadi bawa dia ke Daechidong.”

Song Yi bersikap biasa tapi tak ada yang tahu dalam hatinya seperti apa. Semua khawatir karenanya, song Yi menitipkan tasnya lalu pergi, Tae Oh mengikutinya.


Song Yi akan mengantar Song Ah (adiknya) ke Daechidong. Tae Oh berbohong kalau ia akan menemui temnnya di Daechidong. Mereka naik bis kesana.

inilah kenapa aku tidak mau menyukai Song Yi. Sesuatu yang buruk selalu terjadi tiap kali aku terlibat dengannya. Aku merasa payahdan akhirnya dia menyeretku kemana-mana. Bahkan yang lebih membuatku marah adalah tak ada gunanya membantu dia. Dan tak pernah berterima kasih.”
“ada banyak wanita cantic di dunia ini.aku pasti sudah sinting.”

Song Yi meneteskan air mata, Song Ah yang duduk di sebelahnya menggenggam tangannya memberinya kekuatan.

Song Ah dibawa masuk oleh pamannya, song Yi bicara dengan bibinya di luar. Bibi melarang Song Yi untuk kuliah dan menyurunya untuk bekerja saja. Bibi melemparkan semua tanggung jawab perbuatan Ibu padanya. Tae Oh melihatnya dari jauh.


Setelah bibi masuk, Tae Oh mendekatinya. Song Yi tahu kalau Tae Oh mengikutinya karena khawatir lalu ia minta Tae Oh membelikannya makanan.

Song Yi takut kalau Ibunya meminjam uang pada Ayah Ji Ahn juga. Tae Oh kecleposan, ibu Song Yi meminjam uang dari ayah Ji Ahn juga pada ibu tirinya.


Tae Oh cemas karena Song Yi belum datang untuk mengambil tasnya. Ia menelfon tapi tak dijawab. Tae Oh keliling mencari Song Yi, yang dicari tengah berjalan seorang diri.


Tae Oh menunggu di depan bar tempat Song YI bekerja tapi belum buka,ia memutuskan menunggu. Ji Ahn kebetulan lewat, ia akan menelfon Song Yi tapi tak jadi, Tae Oh memberitahunya kalau Song Yi tak mengangkat telfonnya. Mereka sama-sama tak tahu kemungkinan tempat yang dituju Song Yi sekarang.


Song Yi berjalan menyusuri jembatan, ia mendapat pesan dari Yayasan Beasiswa Korea “bunga jatuh tempo 16 oktober, Bank Joa”. Ia menghembuskan nafas berat.

Di pagar jempatan tertulis pesan “kau sudah makan?” “bagaimana harimu tadi?” . lalu ada telfon SOS-saluran kehidupan.

Song Yi mendekatinya dan memutuskan untuk menekan tombol telfon (kayaknya ini digunakan untuk orang yang mau bunuh diri). Kalimat pertama yang ditanyakan Song Yi adalah, “apakah kau percaya ada cinta di dunia ini?”

Petugas yang menerima telfon adalah seorang Ahjumma. Ahjumma mempersilahkan Song Yi mengadukan keluh kesahnya. Song Yi bertanya apa masih ada harapan?

Ahjumma menyuruh Song Yi mengambil nafas dalam-dalam dan melihat ke langit. Song Yi tak menemukan harapan itu.

“tutup matamu dan pikirkan orang yang kau pedulikan.” Perintah Ahjumma.

Song Yi memikirkan Song Ah. Song Yi membantin, “aku ingin masuk kuliah tapi tak ada satupun yang senang. Aku bekerja keras hanya untuk bertahan satu semester. Tapi tak ada satupun yang memujiku. Ibu meninggalkan kami pagi ini. Aku meninggalkan adikku di rumah Imo-ku. Dan aku… tak ada tempat yang bisa aku tuju”.

 Song Yi punya 1 pertanyaan untuk Ahjumma “aku berusia20 tahun. Ini masa mudaku, kan?”


Hoon membantu Ga In bersih-bersih di salon. Hoon bertanya, apa Ga In gak penasaran kenapa ia selalu diusir dengan memakai boxer. Tentu Ga In penasaran kenapa Hoon membolos les, pasti ada sesuatu.

Hoon senang, ada yang penasaran. Masalahnya adalah orangtua Hoon tak penasaran sama sekali. “mereka hanya memukulku dan mengusirku dari rumah. Mereka tak pernah menanyakan padaku mau jadi apa aku nanti. Aku benar-benar… tidak paham itu”.


“Masa muda macam apa ini?” tanya Song Yi. Song Yi menatap ke langit. “aku benar-benar ingin bertanya. Sebenarnya apa yang Kau lakukan padaku? Apa yang akan terjadi pada hidupku sekarang? Tak ada yang bisa Kau katakana, ‘kan?”

Lalu Song Yi meletakkan gagang telfon ke tempatnya. Ia melanjutkan kemarahannya, “Kau serius mau cari gara-gara denganku? AA Aa Aaaaaaaaaaaaa….”


Tepat saai itu polisi datang. Song Yi bingung harus gimana. Dia mengangkat kedua tangannya takut-takut.

10 komentar

Seru juga, lucu adegan2nya,,,, hwaitinb writernim

oppa Minho ,, tetep cool :) ,, ceritanya bagus,,

Banyak banget cameo nya. . Love it thanks

Minho oppa tambah ganteng oi😊 fighting ya nulis sinopsisnya☺

Keren . . . Lnjtin trz sinopny
Udh nnton sih .. tp ttp mau bc sinopny
Gumao kak

woaah bagus thor :v
minho disitu lucu,culun :v ttp ganteng kok mr,kodok :*
like

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon