Tuesday, September 15, 2015

[Sinopsis] Late Night Restaurant Episode 3


Bibim, Yeolmoo, Janchi (macam-macam hidangan mie)


Bibim kesal karena dikenalkan dengan pria yang sudah bercerai dan memiliki 2 anak, walaupun pria itu tampan, tinggi juga kaya tapi ia tetap tidak terima, memangnya ia tak laku?. Kedua temannya menyemangatinya kalau Bibim bisa mendapatkan pria yang lebih baik lagi.

Janchi mengeluh tak akan hadir dalam pertemuan itu lagi (reuni keknya) karena yang menjadi topic pembicaraan disana adalah tentang suami dan anak, ia tidak bisa melebur dengan mereka. Yeolmoo juga demikian, ia heran kenapa mereka semua menyimpan ribuan foto anak mereka dan menunjukkan padanya, ingin muntah rasanya walaupun ia mengerti kalau anak kandung adalah yang tercantik bagi orang tuanya tapi gak seheboh itu juga kali.

Janchi mengeluh lagi, kalau teman-temannya sok khawatir padanya, mereka membicarakan banyak hal salahsatunya adalah kalau Janchi akan susah melahirkan kalau tak segera menikah, tapi di telinnga Janchi semua itu terdengar seperti mengejek. Intinya teman-teman mereka mrendahkan mereka bertiga karena tak kunjung menikah. Lalu mereka memutuskan untuk tak menemui teman-teman itu lagi.


Mereka adalah gadis berusia tiga puluh tahun, Mie bersaudara. Mereka dikenal dengan Bibim, Yeolmo dan Janchi. Mereka sudah berteman sejak SMA, sudah hampir 20 tahun, rahasia pertemanan mereka…” 


Rahasia pantatmu. Sekali kau punya pacar, pertemananmu berakhir. Kau tidak akan punya waktu untuk melakukan ini”sahut Mr. Kim.

Yeolmo menjawab kalau mereka tidak akan seperti itu, Bibim dan Janchi setuju. Bibim merasa lebih enak kalau tak memiliki pacar. Tapi Janchi tak setuju, menurutnya Bibim bisa berpikir demikian karena Bibim hanya bertemu dengan pria-pria buruk.


Bibim memiliki kelebihan diantara mereka bertiga, yaitu dia popular dan yang paling sering pacaran tapi pria yang dikencaninya gak ada yang bener. Janchi lebih lucu lagi, saat masih kuliah ia putus dengan pacarnya dan menggalau dirumah, dia tak mau pergi ke kampus dan mengatakan kalau ia akan menjadi biarawati.


Janchi malu dan  menyuruh mereka untuk berhenti, itu hanya masa lalu. Mr. Kim bertanya kenapa Janchi memilih menjadi biarawati bukannya biksu.

“karena aku tak akan terlihat cantic kalau kepalaku botak.” Jawabnya Jujur.

Bibim mengungkap satu lagi sifat Janchi yaitu Geum-Sa-Bba (orang yang jatuh cinta dengan cepat/ Geumban Saranghae Bbachineun Sarami). Janchi membela diri kalau ia hanya percaya akan takdir cinta. Seperti tabrakan yang tak disengaja kemudian mereka saling jatuh cinta.

Yeolmo mengingatkan Janchi kalau itu hanya terjadi dalam drama. Jika ingin kejadian itu terjadi maka mereka harus pergi ke tempat yang tepat tapi kenyataannya mereka harus bekerja sampai larut malam.

Bibimlah yang paling rasional, ia mengatakan kalau mereka  harus menemukan orang (saram) bukan cinta (sarang). Mr. Kim setuju dengan Bibim, lalu bertanya, orang seperti apa?

“hanya tinggi, tampang lumayan, berpenghasilan tetap, berkepribadian baik. Berasal dari keluarga baik-baik” jawab mereka bergantian.

Mr. Kim hanya tertawa mendengar jawaban mereka, Ia mengatakan kalau pria seperti itu memiliki 20 barisan perempuan yang mengantri. Jadi kenapa pria itu mau berkencan dengan mereka bertiga. Sekarang Mr. Kim tahu kenapa mereka bertiga bisa disini seperti ini.


Mereka bertiga beralasan kalau mereka tidak punya waktu untuk bertemu orang-orang karena sibuk bekerja. Dan Waktunya pamit. Merekapun keluar restaurant bersama-sama.


Setelah mereka keluar datanglah seorang pria yang mengantar mandu (kue kukus yang berisi macam-macam, bisa daging atau yang lainnya). Ketiganya memperhatikan pria itu. sampai Yeolmo ingat pria itu adalah Jae Hee Oppa , kakak kelas mereka yang juga cinta pertama mereka.


Bibim heran, Oppa itu kan lulusan S University tapi kenapa sekarang malah jadi pengantar mandu? Daripada penasaran akhirnya mereka memberanikan diri untuk menyapa Jae Hee. Dan memang benar pengantar mandu itu adalah Jae Hee Oppa mereka.


Akhirnya mereka makan mandu di restaurant Jae Hee. Sambil menunggu makanan mereka datang, mereka membicarakan betapa beruntungnya mereka bertemu Jae Hee. Menurut mereka Jae Hee anak yang baik mau membantu bisnis keluarga yang sudah 3 generasi, dan membayangkan berapa penghasilan keluarga Jae Hee. Tapi ada yang mereka lupakan. Pernikahan, mungkin Jae Hee sudah menikah.


Tapi ternyata Jae Hee belum menikah, pacar aja gak punya. Merekapun bisabernafas lega. 


setelah hari itu menu 3 Mie bersaudara adalah mandu.”


Wanita gendut jadi tergoda melihat 3 Mie bersaudara menyantap mandunya, akhirnya ia minta master untuk menyajikan mandu padanya.


3 Mie bersaudara menyesal karena baru merasakan mandu yang super lezat sekarang (karena biasanya mereka hanya makan mie). Lalu wanita gendut menyarankan mereka untuk makan makanan yang bervariasi, ada peribahasa kalau tak pernah merasakan adalah lebih menyedihkan daripada tak pernah menikah.

Yeolmo tak setuju, ada yang lebih menyedihkan yaitu tak pernah melakukan kiss, kencan, hot love. Wanita gendut mengeluh kalau ia sudah pernah melakukan semuanya kecuali cinta. Yeolmo juga demikian makanya ia berencana untuk menempak Jae Hee Oppa.

Bibim tak setuju karena itu adalah tugasnya cowok tapi yeolmo tak mempermasalahkannya, ia mengikuti ungkapan “hiduplah seakan-akan hari ini adalah hari terakhirmu”, tak ada cukup waktu untuk hidup dengan mengikuti keinginan hati.


Master hanya tersenyum menyimak perdebatan para pelanggannya.


“Tapi, umur kita tidak tepat untuk berkencan, apa yang kau butuhkan saat ini? Hati yang membara dan kepala dingin” pendapat Bibim.

Yeolmo malah menyuruhnya untuk memberikan pada anjing. Janchi juga hendak membujuk Yeolmo untuk mengurungkan niatnya, bagaimana jika Oppa tidak memiliki perasaan yang sama? Maka Yeolmo akan kehilangan orang yang baik dan akan merasa tak nyaman.


Yeolmo menjawab kalau diumurnya yang sekarang, ia tak mempunyai waktu untuk merasakan air. Jika iya, maka iya. jika tidak, ya tidak. Maka Janchi dan Bibim hanya bisa geleng kepala.


Hari berikutnya, Yeol Mo makan sendirian, dia juga minum soju. Dia curhat pada Master kalau Jae Hee mengatakan akan memikirkannya dulu (intinya menolak dengan halus). Master hanya bisa menatap Yeolmo. Dan Yeolmo bisa menebak apa yang ingin ditanyakan Mater “apa kau baik-baik saja?”.


Yeolmo mengatakan kalau ia tidak baik-baik saja. Ia menghela nafas dan memaksakan senyum, ia meminta master untuk membuatkannya mie lagi, belakangan ini ia makan mie dengan mandu jadi sekarang porsi makannya bertambah.


Sekarang bukan lagi Jae Hee yang mengantarkan mandu untuk mater.


untuk beberapa alasan setelah itu, aku tak melihat baik dia maupun 3 mie bersaudara.”


Wanita gendut terpesona dengan mie pesanannya. Mr. Kim menanyakan 3 wanita bersaudara yang tak pernah kelihatan pada master. Wanita gendut mengatakan kalau mereka berkencan kecuali Yeolmo.


Wanita gendut menunjukkan foto profile kakao Bibim dan Janchi pada Mr. Kim. 


Bibim : dua hati dan dua sedotan dan dua minuman.


Janchi : foto di akuarium raksaksa, wanita gendut yakin kalau Janchi pergi bersama pria dan pria itu yang memfotonya.


jika memangitu sebabnya. Aku pikir itu adalah hal yang perlu diselamati (diberi ucapan selamat)”.


Yeolmo dan Bibim datang berdua. Mr. Kim bertanya, bukannya mereka berkencan. Bibim malah membentak Mr. Kim “ Siapa yang berkencan!”. Mr. Kim pun diam, jika tidak ya udah gak usah marah.


Bibim complain, ia mau master membuatkan bibim yang lebih pedas. Master menurut dan menambahi cabe sesuai permintaan Bibim.


disaat seperti ini,aku pikir, mie bibim super pedasterlihat seperti obat. Obat merah yang kau gunakan diatas lukamu. Awalnya seperti terbakar saat pertama digunakan tapi kemudian mati rasa seiring waktu berlalu”


Bibim bertanya pada Yeolmo, bagaimana keadaan Janchi. Yeolmo tak tahu karena Janchi tak pernah menampakkan diri, dia pikir hubungan Janchi  berjalan lancar. Bibimmenambahi kalau Janchi akan kembali jika hubungannya bermasalah. Mereka lalu minum-minum bersama untuk menghilangkan stress.


Hari berganti. Mr. Kim protes sama wanita gendut yang memberikan infirmasi salah, mereka tidak berkencan dan mr. Kim menyebankan asalah karena informasi itu. wanita gendut berkesimpulan kalau mereka sudah putus. Kemudian ia mengecek kakao mereka. Foto profile Bibim adalah hujan.


Jaebi datang dengan sempoyongan. Ia kelihatan capek banget, makanya ia langsung selonjoran dan meminta segelas air es pada master. Mr. Kim bertanya, apa Jaebi mendapatkan pelanggan yang menyusahkan.


Lalu jaebi cerita kalau 3 mie bersaudara datang ke tempat kerjanya dan saling jambak-jambakan.


Kilas balik.. Yeolmo dan Bibim bertanya, siapa kekasih Janchi dan ternyata adalah Jae Hee Oppa. Yeolmo menanggapi kalau seharusnya Janchi cerita lebih awal. Janchi merasa gak enak dengan Yeolmo. Tapi Yeolmo tak apa-apa, ia bertanya apa Janchi serius. Janchi manggut-manggut bahkan ia sudah memikirkan untuk menikah.


Bibim yang sedaritadi diam mulai angkat bicara. Ia menentang hubungan janchi dan jae Hee. Menurutnya Jae hee adalah penipu. Jae hee bukan peneliti besar ataupun anak pemilik restaurant mandu, ia hanya pegawai di restaurant itu.


Janchi membela Jae hee,pasti ada alasan kenapa Jae Hee tak jujur padanya soal itu walaupun ia sepertinya agak syok. Tapi kemudian Janchi mengatakan kalau ia tak peduli keadaan Jae hee sekarang yang penting ia mencintai Jae Hee.

“bodoh, Oppa tidak mencintaimu. Oppa.. Dia menyukaiku. Dia bertanya padaku jika akumasih bisa menyukainya apa adanya. Oppa terpesona padaku dan dia hanya menemuimu karena kau menyukainya dan mengikutinya kemanapun. Jadi sadarlah dan akhiri hubungan kalian.” Ujar Bibim kasar.

Janchi mengelaknya, menurutnya bibimlah yang menikungnya, karena bibim pikir Jae Hee itu kaya dan tahu kalau Jae Hee dekat dengannya maka bibimpun mendekati Jae Hee. Karena Bibim memang seperti itu orangnya, suka mengambil pacar orang lain jika pria itu mapan.

Bibim tak terima dikatai demikian, ia menantang Janchi, apa Janchi punya bukti atau janchi pernah melihatnya merebut cowok orang lain? Janchi akan pergi tapi ia berbalik”

“Itu sebabnya anak-anak yak menyukaimu karena kau datang pada pria berkekasih. Aku pikir kau tak lagi melakukan itu karena kau sudah mulai tua.” Sindir Janchi.


Bibim tak terima dan menampar Janchi. Janchi tak mau kalah akhirnya mereka jambak-jambakan dan Jaebi membantu melerai keduanya.


Kembali ke restaurant.. Akhirnya omongan Mr.Kim terbukti bahwa pertemanan wanita akan hancur karena pria. 


Hari itu yang mengantar mandu adalah Jae Hee kembali. Mereka ngobrol, sepertinya master bercerita soal 3 mie bersaudara. Jae hee menjelaskan kalau ia tak punya perasaan pada ketiganya, ia hanya malu makanya ia berbohong soal restaurant itu.

“Aku keluar dari pekerjaanku untuk membuka bisnis sendiri yang berakhir dengan kebangkrutan. Kreditor terus mendatangiku ke tempat kerja, jadi aku memutuskan berhenti. Ketika aku sukses dulu para wanita banyak yang mengatakan kalau mereka menyukaiku, tapi ketika situasiku berubah, mereka semua meninggalkanku. Aku pikir 3 wanita itu akan meninggalkanku juga, makanya aku bermain sedikit. Jika ada wanita yang tetap tinggal setelah mengetahui semuanya, maka itu yang disebut cinta sejati, kan?”


“aku juga akan berpikir demikian..” jawab master.


Hari ini Yeol mo kembali datang sendirian, kemudian Bibim. Bibim bertanya pada Yeolmo, apa Yeolmo sudah dengar. Yeolmo mengangguk, dia balik bertanya, apa pernikahan itu betulan?

“Menikah? Siapa? Janchi kah?” tanya mr. kim heboh.


Kemudian janchi masuk : “Aku kenapa?”. Ia lalu duduk diposisi seperti biasa dan memesan Janchi dan Soju.


Janchi minta maaf pada Bibim atas kata-kata kasarnya. Bibim juga minta maaf, seharusnya ia tidak menampar janchi. Mereka berubah saling memuji dan akhirnya baikan kembali.

Mereka minum-minum sambil membicarakan Jae hee yang akan menikahi putri tunggal pemilik restaurant mandu tempatnya bekerja. Jae Hee benar-benar keterlaluan bagaimana bisa dia mengirim undangan lewat pesan kepada mereka bertiga.


Tapi mereka berjanji tak akan hadir di pernikahan Jae Heed an persahabatan mereka sudah kembali seperti sedia kala.


Bibim (mie goreng), 


Yeolmo (Mie rebus dengan lobak untuk musim panas), 


Janchi (mie untuk segala musim).



ada suara makanan yang merangsang nafsu makan, mungkin juara dari makanan itu adalah mie. Rasa kebersamaan dan memakannya bersama-sama. Mungkin itulah alasan kenapa mie selalu dihiddangkan di perayaan.”

1 komentar so far

Semangat mb diana.... still reading nih

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon