Tuesday, May 26, 2015

[Sinopsis] Jumping Girl Episode 4



Episode 4 : Kebenaran dari Sebuah Seragam

Setelah menyanyikan lagu sambil bermain gitar, Ga Eul mengungkapkan perasaannya pada Sang Ah. Tapi sayang, hari itu adalah april mop jadi Sang Ah nyangkanya kalau Ga Eul membohonginya, karena april Mop adalah hari untuk berbohong. Ga Eul tak menjelaskan lagi karena Sang Ah sudah memberondongnya dengan pukulan karena menurut Sang Ah bercandanya Ga Eul terlalu kelewatan.



Kembali ke Ga Eul yang menggendong Sang Ah pulang. Ga Eul bicara pada Sang AH yang tertidur.

“Hari itu… Pada April Mop. Hari itu adalah hari dimana Surat Pendaftaranku keluar. Jadi aku ingin bling padamu untuk menunggu.”

Dalam mabuknya Sang Ah bernyanyi kalau ia tak sendirian, ia masih memiliki sahabat-sahabatnya tercinta. Ga Eul melanjutkan..

“Apa kau menyadarinya sekarang? Ketika aku selalu ada disampingmu selama 6 tahun terakhir ini?”


Matahari sudang tinggi dan Sang Ah masih terlelap di kamarnya. Ga Eul menelfon, mengingatkan kalau Sang Ah hari ini ada wawancara. Sang Ah kaget dan buru-buru bangun, tapi ia terpeleset selimut dan jatuh. 


Ga Eul menelfon ketika sedang memasak. Ia bertanya pa Sang Ah baik-baik saja. Sang Ah malah memutus telfonnya. 

Ga Eul mencicipi masakannya, setelah dirasa sudah mantap, ia segera memasukkannya ke termos.



Ye Ni diberitahu oleh atasannya kalau pihak Seo Ah Shin memintanya untuk menjadi pengawal pribadinya Seo Ah Shin. Ye Ni tentu saja merasa aneh, setelah kejadian konser itu, dan ia tak bisa mengingat hal baik lainnya.

Atasannya juga tak mengerti tapi menurutnya, mungkin Seo Ah Shin menyukai gaya bersih Ye Ni.

“Lakukan dengan baik kali ini, dan bersihkanlah kesalahanmu waktu itu!” Perintah Atasan.

Atasan penasaran dengan Sang Ah. Ye Ni mengatakan kalau Sang AH baik-baik saja. Atasan kemudian memerintahkan Ye Ni untuk memastikan agar Sang Ah tak bisa dekat-dekan dengan Seo Ah Shin, dan jika hal itu terjadi lagi maka tamatlah Ye Ni.

“Ingat itu baik-baik. Aku bisa pergi” Tegas Atasan.


Ga Eul mendapatkan pekerjaan untuk Sang AH sebagai pelayan di kafe dekat sekolahnya. Sang Ah datang untuk bekerja dengan menggunakan kacamata hitam dan penutup kepala untuk menyamar. Sebelumnya Ga Eul berpesan agar Sang Ah berusaha.


Sang Ah masih ragu namun karena Ga Eul sudah menemukan tempat ini untuknya, ia hanya perlu menghadapinya kali ini.

Sang Ah masuk dan menemui bos. Konsep kafe itu adalah negeri dongeng. Si Bos menyuruh Sang Ah untuk membuka kaca matanya, Si Bos mengamati Sang AH dari atas ke bawah.

“Aneh sekali. Aku mengharapkannya karena dia (Ga Eul) bilang kau teman baiknya, tapi kau tak terlalu unik.” Komentar si Bos.


Sang Ah ingin menjelaskan sisi yang menarik dari dirinya. Namun si Bos tak memberinya waktu dan langsung menyuruhnya untuk mengganti pakaian dengan seragam yang telah Bos siapkan. 

Sang Ah bertanya, apa ia harus mengenakan seragam seperti bosnya. Si Bos menjelaskan kalau bekerja harus total, ia ingin pelanggannya merasa seperti mereka diundang minum the oleh alice (tokoh dongeng). Si Bos memerintahkan Sang Ah untuk membuat pelanggannnya merasa nyaman di Wonderland-nya.


Sang Ah kemudian menuju ruang ganti, ia syok melihat seragamnya, Sang Ah teringat perkataan Ga Eul di telfon tadi kalau oaring-orang taka akan mengenali wajahnya jika ia memakai seragam seperi itu. dan itulah keajaiban dari seragam.

Akhirnya Sang Ah memakainya, ia tak perduli apakah ia Alice atau  Dorothy, yang penting taka da orang yang mengenali wajahnya. Tapi Sang AH masih ragu, apakah seragam itu akan bisa melindunginya? Dari dunia yang kejam ini?


Sang Ah bekerja dengan semangat, ia melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya dan taka da yang mengenali wajahnya. 

meskipun aku merasa malu setiap kali ada pelanggan yang memesan, Aku tak tahu kalau ini sangatlah baik karena orang tak mengenaliku


Sampai pada satu pasangan yang datang, cowok memarahi ceweknya yang memesan banyak makanan padahal katanya akan diet. Cewek marasa keberatan kalau harus tak makan tapi cowoknya memaksa. Cewek akhirnya menangis.


Sang Ah memberika sapu tangan untuk cewek itu dan menegur si Cowok kalau tak seharusnya cowok memperlakukan ceweknya demikian. Tapi cowok itu malah membentak Sang Ah.

“Lakukan saja pekerjaanmu, kenapa kau harus ikut campur pada masalah orang lain?”

Tak hanya itu, cowok itu juga menghina seragam yang dikenakan Sang Ah. Untung Sang Ah masih bisa sabar. Tapi kemudian.. Cowok itu mengenali wajah Sang AH sebagai gadis pelompat perusak.


Sang Ah langsung pergi dari meja itu dan berganti baju. Sang ah menghadap bos untuk mengundurkan diri, ia bahkan rela tak dibayar.

Sang Ah meletakka seragamnya di meja dan langsung berjalan keluar, ia melihat kepala kelinci dan memakainya untuk menyembunyikan wajahnya. Si Bos berteriak, 


"Hei, apa maksudmu!” “Kau tak bisa pergi dengan membawa kepala kelinci itu.”

Namun karena Bos sedang melayani pelanngan, ia tak bisa mengejar Sang Ah dan memelankan suaranya.


Sang Ah tak bisa melihat jalan dengan jelas karena terhalang kepala kelinci yang dipakainya alhasil ia terjatuh dan kakinya terbentur. 

Sepasang kekasih mencoba membantu, tapi Sang Ah menolaknya dengan halus tanpa membuka kepala kelincinya. Pasangan itu menaggap Sang Ah aneh, dan mengikuti perintah Sang Ah untuk pergi.


Setelah tak ada orang, Sang Ah membuka kepala kelincinya,  dan memijit kakinya yang sakit.

Hanya sebentar, kurasa aku sudah terbiasa dengan itu. tapi sepertinya belum.


>>>>>BERSAMBUNG KE EPISODE 5<<<<< 


1 komentar so far

Hehehe....
Pekerjaan yg cocok dengan sang ah?????
Jadi badut kelinci...coz pastinya gak akan ada yg mengenali....tp, kesian.....kalo gitu terus masalahnya gak dilurusin, mesti lari terus sang ah....dilema (chie....)
Gumapshimnida Diana....

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon