Thursday, March 5, 2015

[Sinopsis] Dodohara Episode 2

Tags



Epilogue :

Asisten Ra Hee menanyainya, mengapa ia menipu Ha Ra?, kanapa juga Orang itu mau membeli 2 pakaian?

“Aku seorang wanita yang memiliki hak untuk memberinya makan beberapa omong kosong.” Ra Hee menatap tajam ponselnya, ia sedang melihat SNS Ha Ra. Dengan melihat foto Hara, Ia tahu kalau Ha Ra ada hubungan dengan Cheol.

****


Ha Ra masuk ke rumah Itu. Ra Hee mebuat kopi kemudian ia membawanya ke ruang tamu dimana Ha Ra duduk. Ha Ra langsung berdiri menyambut kopi itu. tapi Ra hee meminumnya sendiri. ha Ra menarik tangannya lagi lalu Ia duduk di bawah mengikuti Ra Hee.


“Rumah ini benar-benar bagus. Sepertinya kamu menghias rumah ini dengan baik.” Ha Ra mencoba bersikap ramah.

Ha Ra menjelaskan kalau ia tidak bisa menghubungi Cheol sejak jam 4 pagi. Ponselnya dimatikan. Ia curiga ada sesuatu yang terjadi pada Cheol.

“Dan aku ingin melihat bagaimana kau melakukannya. Aku datang untuk dua alasan.”

Ra hee tak menganggapi ocehan Ha Ra. Ha Ra menoleh kearah lain, ia melihat ada tumpukan kardus. Ha Ra mengira kalau Ra hee sedang beberes rumah.


“Kau memang kuno. Berbeda dari caramu berpakaian.” Ra hee mulai buka mulut. Ha Ra tak mengerti.

“Lauk pauk. Aku memakannya dengan baik. Karena kau sudah ada disini kau ambil saja wadahnya.” Jelas Ra hee.

Ha Ra senang kalau itu sesuai selera Ra hee. Ia memanggil Ra Hee dengan sebutan Unni (kakak). Ra Hee merasa kalau Ha Ra terlalu nyaman.


Chapter 2
Tidur dengan Musuh.


Ra Hee melemparkan map di depan Ha Ra judulnya ‘semua tentang anjing’. Ra Hee mengatakan kalau segala tentang Cheol ada disana. ha Ra membaca tulisan didalamnya.

“AKu Noh Cheol, semata-mata untuk kekasihku Do Ra Hee. Aku bersumpah untuk setia.”

Ha Ra tertegun membaca kata ‘kekasih’ tapi ia terus membaca.


“Jika aku pergi ke club lagi. aku akan memotong jariku.” Ia mambalik halamannya.

“Kondisi hidup bersama, 1. Tidur hanya di rumah. Jam malam Noh Cheol jam 11:30. Noh Cheol berjanji untuk Do ra hee yang melunasi 1,200 dolar hutang perjudian. Aku akan memberikan semua pendapatan dalam 10 tahun. Berjanji untuk menjadi budak setia“

“Ketika janji ini rusak, aku akan memberikan ginjalku. Jika aku berbohong lagi. aku akan menghapus testisku.”

Setelah selesai membacanya Ha Ra menghadap Ra Hee. Ra hee mengatakan kalau Cheol adalah miliknya sesuai kontrak itu.


“Jadi kau bukan Noona yang tinggal dengan dia?” Tanya Ha Ra.

Ra hee menjelaskan kalau ia pernah tinggal dengan Cheol.

“Jadi kau bukan Noona kandungnya.. tapi Wanita lain?” Ha Ra mulai kehabisan kesabaran.

Ra Hee membantahnya “Wanita lain itu, ya pastinya kau. Aku sudah menjadi ‘ibu Negara’ sejak 6 tahun lalu. Kau hanya wanita kedua.”

Ha Ra tak percaya ia menjadi yang kedua.

“Apa kau benar-benar berpikir Noh Cheol hanya mendua? Harapanmu terlalu tinggi. Ra He membuka kedok Noh Cheol.

 

Ha Ra masuk ke kamar Noh Chul, disana ia melihat 4  foto Noh Chul dengan gadis berbeda, mereka semua nampak seperti sepasang kekasih. Ha ra mencoba menahan tangisnya.


“Dengan melihat keinginan panas seorang pria. Kau mungkin juga menjadi nomor tiga atau empat” Ra Hee menjelaskan.

Ha Ra bertanya pada Ra Hee, apa itu sudah 6 tahun? Ra Hee menjelaskan kalau ia sudah sadar 6 tahun lalu dan ia mengakhiri hubungannya dengan Noh Cheol bulan lalu.

“Tidak ada jawaban untuk perkelahian yang tidak ada habisnya. Tidak ada kompetensi, dan ketampanannya sudah lunas.”  Jelas Ra hee. Ia menatap Ha Ra “Ah.. Apa kau tahu hutang judinya di seluruh negeri? Aku berhenti mengalirkan uangnya, dan mengembil mobilnya.”


Ra hee menatap ke arah lain “Dan menyuruhnya untuk memindahkan barang-barangnya dalam waktu sebulan. Jadi aku pikir dia datang padamu. Jika kau tidak ingin berada dalam kesulitan besar, sadar saja. Noh Cheol bererti.. ‘No’ Cheol, tidak ada jawaban.”


Ha Ra duduk di halte, ia membawa boneka juga barang-barangnya yang dibuang Ra Hee.

hari deposite mereka datang dan sayangku menghilang. mobil Do Ra Hee dicuri juga.”


Ha Ra masuk kedalam Bis, ia menggunakan kartu kreditnya untuk membayar Bis namun sisa uangnya tak cukup. Ia lalu mengeluarkan uang koin. Supir Bus menjalankan Bisnya akibatnya Ha ra terjatuh dan uangnya berceceran. Pemilik rumah menghubunginya.


Ha Ra memunguti uangnya sambil menangis. Semua orang di bis memperhatikannya.


Seperti itu. pacarku yang aku kencani selama setahun. Menipuku dengan suaranya sendiri.”


Ha Ra menuju rumahnya, ia melihat kalau rumahnya terbuka. Ia segera berlari kedalam mengira itu adalah Noh Cheol tapi bukan, itu adalah pemilik rumah yang sedang mengganti lampu. Sang pemilik memngomeli Ha ra yang tak mengangkat telfonnya.

“Aku membayar depositnya karena kau bilang kau akan memindahkan barang-barangmu. Kau belum memindahkannya dank au tidak mengangkat teleponmu!”

Ha Ra tak menjawab pertanyaan pemilik. Ia malah bertanya, apa pemilik membuka pintu dengan kunci master? Pemilik mengatakan kalau orang baru akan datang sejam lagi, jadi ia harus memeriksa semuanya.

“Ahjussi.. bisakah aku tinggal disini selama 1 bulan lebih.. maksudku setengah bulan? Ada sesuatu yang terjadi padaku.” pinta ha Ra.


Ahjussi tentu tak mengijinkannya kecuali kalau Ha Ra mau membayar denda yang ada. Ahjussi menyuruh Ha Ra untuk segera meninggalkan rumah itu tepat 1 jam lagi.


Ha Ra terduduk lemas. Ia bergumam menanyakan keberadaan Noh Cheol.


Sementara itu, Noh Cheol sedang berada di dekat pelabuhan, ia berada didalam mobil disampingnya ada amplop uang. Kemudian seseorang menyorotinya dari luar. Noh Cheol membuka kaca mobilnya. Orang itu mengucapkan kode dan Noh Chul bisa menjawab benar.


Ha Ra menyeret kopernya dijalan kemudian ada telfon masuk, dari Noh Cheol. Ha Ra langsung memberondongnya dengan banyak pertanyaan namun Noh Cheol diam saja.


Ra Hee sedang nonton TV dirumahnya. Ada telfon masuk namun ia mengacuhkannya. Kemudian suara bel pintu berbunyi. Ra Hee segera keluar, ia kira itu adalah pengantar makanan tak tahunya Ha Ra yang ada didepan saat ia membuka pintu.


Ha Ra menjoba memasang muka ketus. Ia kemudian masuk kedalam dengan sedikit gaga pia mengatakan kalau ia juga memiliki hak untuk barang-barang Noh Chul, ia tidak bisa membiarkan Ra hee menyingkirkan barang-barang itu. 

Ha Ra masuk ke dalam kamar Noh Cheol membawa kopernya. Ia menunjuk kalau computer dan gitar yang ada didalam juga jaket, itu semua adalah uangnya.

“Dan kau tidak pernah tahu kapan Oppa akan kembali, tentu saja aku harus tinggal disini! Kau mengakhirinya dengan dia sebulan lalu! Aku pacarresminya, jadi aku harus menjaga barang-barangnya!”

Ra Hee menatap tajam Ha Ra.

“Mulai sekarang. Aku harus membengun base camp-ku disini. Apa? Apa? Kau tahu yang kukatakan, benar!” setelah mengatakan semuanya, Ha ra menutup pintu kamar lalu menguncinya, ia bisa bernafas lega sekarang.


Sudah berganti Hari. Ha Ra masih tidur, tapi perutnya sangat lapar, ia tidak bisa pura-pura tidur lagi. ia mengintip keluar. Setelah yakin kalau Ra Hee taka da. Ia duduk santai di depan TV.


Ha Ra melihat pesan Ra Hee.

“Sebelum aku kembali dari kerja, tolong pergi.” Ha Ra mengacuhkannya, ia menuju kulkas dan disana juga tertempel pesan.


“Jangan sentuh makanan lain dan pulanglah ke rumah!” Ha Ra malah membuang pesan itu, ia membuka kulkasdan meminum susu.


Ha Ra menikat gigi, dia kembali menemukan pesan Ra hee.


“Jangan gunakan air lain. Keluarlah!” Ha Ra menganggapnya kekanakan.


Ha Ra akan menggunakan colokan, disana juga ada pesan.


“Jangan boros listrik dan Keluarlah sekarang!” Ha Ra membuang pesan itu.


Ra Hee menelfon seseorang. Temannya memanas-manasi Ra hee

“Aigo.. Aku tahu ini tidak akan berlangsung lama. Kenapa anak muda sekarang tidak pernah bertanggung jawab? Kau memang tidak beruntung dengan seseorang. Setiap orang yang datang sudah seperti ini. Ini bukan sesuatu yang kecil, sudah masalah besar. hahaha”

Ra Hee marah-marah karena yang ditelfonnya malah mematikan telfonnya. Ia menyumpahi orang itu dengan berbagai kata-kata super kasar sampai membuat temannya tadi gemetar. Temannya menyarankan Ra hee untuk pergi.

Ra hee tak bisa karena jam-jam ini adalah jam sibuk.

“Bagaimana kau bisa melupakan bukumu waktu pekerja paruh waktumu berhenti.” Ujar Temannya.

Ra Hee menyalahkan si bodoh itu ( Ha Ra mungkin ). Temannya malah bertanya apa ada Do Ra Hee (Si bodoh) lagi?


Ha Ra lagi santai sambil nonton TV, tiba-tiba telfon rumah berbunyi. Ha Ra mengangkatnya, berharap itu adalah Noh Cheol. Ternyata itu Ra hee yang memintanya untuk membawakan bukunya ke toko.


Ha Ra awalnya tak ingin membawakannya namun saat ia menyadarikalau ia sudah menghabiskan banyak makanan Ra he, ia akhirnya mau membawanya.


Ha Ra melemparkan buku itu pada Ra hee. Ia mengatakan kalau ini pertama dan terakhir kalinya ia mau membantu Ra hee, “kelak jangan lakukan ini lagi” kata Ha Ra.

Ra hee tak begitu peduli dengan kata-kata Ha Ra karena ia sedang sibuk dengan seorang pelanggan. Ra hee tak mengeri karena pelanggan itu menggunakan Bahasa China. Ra hee mengira kalau pelanggan itu mau membeli 2 dan malah diskon tapi pelanggan itu ingin membeli 200. Ra Hee tak mau menjual barangnya pada pelanggan itu.


Ha Ra mengambil alih pembicaraan. Ia mengatakan pada pelanggan kalau mereka akan memberi diskon 10 dolar per 20 barang jika memang pelanggan ingin membeli 200. Ha Ra mengatakan apa yang dikatakan RA Hee tadi.

Walaupun Ra Hee tak mengerti kata-kata ha Ra pada pelanggan itu, ia tetap tak mau memberi diskon membuat pelanggan bingung. Ha Ra membisiki Ra Hee kalau pelanggan ingin membeli 200 barang. Ra Hee langsung tersenyum dan setuju untuk memberikan diskon.


Ha Ra membentu Ra hee untuk mengepak barang. Pemilik toko sebeleh memuji keterampilan Ha Ra dalam menjadi asisten.

“Berbicara Bahasa China dengan baik, bekerja dengan baik dan sangat ramah. Dan dia punya tubuh yang indah sehingga bisa memakai sampel.”

Ha Ra mengatakan kalau ia tidak melakukan paruh waktu ditoko Ra Hee. Hal itu malah menyenangkan pemilik toko sebelah dan ia ingin merekrut Ha ra sebagai pekerjanya.

“Aku akan menggunakannya hari ini.” Kata Ra Hee dingin.

Ha Ra tak mau. Ra Hee mengatakan kalau ia akan mengembalikan uang Ha Ra kemaren. Ha Ra setuju.


Ha Ra menelfon Ibunya, ia mengatakan kalau ia pindah rumah lalu Ha ra bertanya pada Ibunya apa mungkin Ibunya punya uang.

“Tidak, tidak terjadi apa-apa! Aku punya banyak pekerjaan sebenarnya. Di sana nanti akan banyak wisatawan China. Kau.. tidak punya uang, kan?”

Ibunya menjawab kalau ia tidak punya uang didompetnya. “Kau tahu berapa banyak hutang yang kita punya?”

Ha Ra meminta ibunya berhenti berbicara masalah hutang. “Apa yang hatus aku lakukan? Kenapa kau ingin aku cepat selesaikan setelah anakmu mengacaukannya bahkan setelah pergi ke sekolah pascasarjana? Ini sangat sulit bagiku untuk mengirim tagihan rumah sakit ayah setiap bulan! Lupakan saja! Aku tutup telfonnya!”


Ra Hee mendengar semua omongan Ha Ra tadi tapi Ha Ra tak menyadarinya.


Ra Hee menuangkan minuman untuk Ha Ra tapi Ha ra mengatakan kalau mereka tidak dalam keadaan untuk saling menunagkan minuman.


“Ini bukan bir atau Soju, tapi Dongdaemun alcohol. Ini adalah obat bagi mereka untuk mala minimereka harus minum untuk bisa bekerja di malam hari dan tidur di siang hari. Minumlah jika kau ingin tidur nyenyak” Kata Ra hee menjelaskan.


Ha Ra meminumnya. Ra Hee membahas soal Noh Cheol yang mengambil 500 dollar dari Ha Ra. Itu masih sedikit disbanding dengan apa yang diambil Noh Cheol darinya. Semua Uangnya dan gairah. Ketika ia berpikir tentang waktunya yang terbuang selama ini, ia ingin muntah darah.

Tapi Ha Ra menganggap Ra Hee masih beruntung karena mampu mengendalikan Noh Cheol. Ra Hee menjelaskan saat ia menangkap Noh Cheol selingkuh, ia kehilangan kulit ketat disekitar mata dan waktu mudanya.

“jangan menjadi sepertiku dan hasilkan saja uang. Aku sudah belajar kalau uang adalah suamimu dan sayangmu.” Lanjut Ra Hee.

“Kenapa kau perduli jika aku menghasilkan uang atau tidak!” Tanya Ha Ra.

“Dapatkan saja 500 Dollar dan pergilah dari rumah.” Tegas Ra Hee.


Ra Hee mengatakan ia akan memberikan 2% dari barang yang berhasil Ha Ra jual. Ha Ra tersedak mendengarnya.


“Tidur dengan musuh. Begitulah cara hidup bersama dengan musuh dimulai”

****

Epilogue:

Orang di pelabuhan menjelaskan pada Noh Chul kalau sampai Noh Chul bermain main dengan tangannya maka nanti tangannya akan dipotong


Noh Choel berjudi dengan bos-bos besar. Dia menaruh uang 500 Dollar sebagai taruhan.

“Begitulah 500 Dollar itu hilang” narasi Noh Cheol.



1 komentar so far

Keren nih, lanjutttttttttttt

Tolong tuliskan komentar ya.. biar lebih semangat ngrecapnya... ^^

Untuk mengetahui postingan terbaru bisa follow akun twitter @Diana_Recap
EmoticonEmoticon